Fate
-Chapter 1-
-:-:-:-:-:-:-:-:-
Sesosok manusia menatap Namimori Middle School dengan
pandangan tertarik dari dalam sebuah mobil mewah. “Hmm.. Jadi ini kah sekolah
tersebut?? Menarik.. Sungguh menarik..”
-:-:-:-:-:-:-:-:-
“Yamamoto!!”
Sang pemuda yang merasa dipanggil pun menoleh dan mendapati
temannya sedang berlari ke arah dirinya.
“Oh Tsuna! Ada apa?” Tanya Yamamoto dengan senyum lebar
terpasang di wajahnya. Yamamoto Takeshi, ace dari klub baseball, salah satu
anggota kelas 2A di Namimori Middle School, dan tentu saja, sang Guardian of
Rain dari Vongola Decimo family.
“Ku dengar kau diberi tugas tambahan dari para guru. Apakah
itu benar??” Tanya Tsuna. Sawada Tsunayoshi, salah satu murid kelas 2A bersama
Yamamoto. Orang yang ceroboh dan sama sekali tidak bisa apa apa, namun ia
sebenarnya adalah sang Vongola Decimo.
“Ah ya begitulah. Aku gagal dalam test kemarin, jadi untuk
membantu nilaiku, pak guru memberikanku tugas tambahan..” Jawab Yamamoto dengan
santainya, seakan akan dia hanya membicarakan tentang cuaca hari ini.
“Jyudaime mengkhawatirkanmu dasar baseball freak!! Tunjukan
sedikit hormat!!” Omel pemuda lainnya yang kali ini berambut perak abu-abu.
“Sudah Gokudera-kun, tidak apa apa. Ha.. hahaha..” Kata Tsuna
sedikit panik melihat Gokudera. Gokudera Hayato, salah satu anggota kelas 2A
juga. Ia sangat protective terhadap Tsuna, bossnya. Yup, tepat, Gokudera adalah
member Vongola decimo family juga, sebagai Guardian of Storm.
“Tapi kau hebat Tsuna, bisa lolos dari test sulit itu..” Kata
Yamamoto penuh kekaguman, namun di artikan hal lain oleh Gokudera.
“Apa maksudmu?! Jadi menurutmu Jyudaime tidak bisa
mengerjakan test itu?! Jangan samakan ia dengan dirimu!!” Kata Gokudera sambil
langsung berdiri di depan Yamamoto dengan posisi siap bertarung. “Kau bisa melakukannya dengan mudah, benar
bukan Jyudaime??” Lanjutnya sambil lalu berbalik dan tersenyum pada Tsuna.
“Tidak kok!! Ini semua berkat bantuan mu dan Reborn,
Gokudera-kun!!” Kata Tsuna, berusaha memisahkan Gokudera dari Yamamoto.
“Jyudaime, kau.. kau benar benar rendah hati..!!” Kata
Gokudera seraya mengelap tangis harunya, yang membuat Tsuna sedikit illfeel
sementara Yamamoto hanya tertawa.
“Well, aku harus pergi sekarang. Kalian pulanglah duluan!!”
Kata Yamomoto sambil hendak melanjutkan apa yang tadi terhenti, berjalan ke
arah ruang guru.
“Baiklah, semoga berhasil!!” Balas Tsuna, “Ayo Gokudera-kun,
kita pulang..” Lanjut Tsuna sambil setengah mendorong Gokudera.
Yamamoto tersenyum melihat kedua sahabatnya dan melanjutkan
berjalan ke ruang guru. Baru saja ia hendak mengetuk pintu ruangan tersebut,
terdengar suara dari dalam.
“Terima kasih karena telah memilih sekolah kami, Hamano-san..”
“Suara pak
kepala sekolah?” Pikir Yamamoto, heran mengapa sang kepala sekolah ada
di ruang guru dan bukan di ruangannya sendiri.
“Mulai besok, kau akan di tempatkan di kelas 2A, ini Ohkuchi-sensei
yang akan menjadi homeroom teacher mu..”
Yamamoto langsung memberanikan diri mengetuk pintu saat nama
kelasnya di sebut. “Permisi..” Kata Yamamoto sambil membuka pintu.
“Ah Yamamoto! Pas sekali..” Kata Ohkuchi-sensei, homeroom
teacher kelas 2A. Yamamoto menatap gurunya itu, lalu ke arah sesosok manusia
yang asing di matanya.
“Ini Hamano Miharu, besok ia akan menjadi teman sekelasmu.
Bantu dia ya!!” Kata Ohkuchi-sensei lagi.
Hamano Miharu, seorang gadis dengan rambut cokelat tua di
ikat ponytail ke belakang. Ia tersenyum manis pada Yamamoto, yang hanya bisa
bengong saja.
“Hamano Miharu, senang bertemu denganmu..” Kata Miharu sambil
menjulurkan tangannya pada Yamamoto, mengajak bersalaman.
“Yamamoto Takeshi, senang berkenalan denganmu juga..” Balas
Yamamoto sambil menyambut ajakan bersalaman itu.
“Baiklah, Yamamoto, kau yang bertugas membantu Hamano-san..”
Kata Ohkuchi-sensei, “Anggap saja ini tugasmu untuk membantu nilaimu itu!!”
lanjut Ohkuchi-sensei.
“Eh? Ba-Baik!!” Jawab Yamamoto.
“Kurasa semuanya sudah di atur Hamano-san, perlu saya antar
keluar??” Tanya pak kepala sekolah. “Tidak usah pak, saya bisa sendiri. Bapak
pasti sibuk, saya tidak mau menggangu bapak..” Jawab Miharu sopan.
“Baiklah kalau begitu. Semoga kau menikmati hari-harimu
disini..” Kata Pak kepala sekolah yang kemudian pamit dan pergi dari ruang
guru.
Dan sesaat kemudian, setelah pamit dan berbasa basi sebentar,
Yamamoto dan sang murid baru, Hamano Miharu keluar dari ruang guru.
“Ee.. Jadi.. Hamano-san?” Tanya Yamamoto saat mereka berada
di depan ruang guru.
“Miharu saja..”
“Eh?”
“Panggil Miharu saja cukup..” Kata Miharu sekali lagi sambil
tersenyum menatap Yamamoto.
“Baiklah, Miharu-san, apakah ada yang ingin kau tanyakan
tentang sekolah ini?” Tanya Yamamoto. Miharu berpikir sejenak dan menggeleng.
“Aku sudah mendapat gambaran seluk beluk sekolah dari pak
kepala sekolah, jadi ku pikir, tidak ada yang ingin kutanyakan untuk saat ini.
Mungkin besok akan muncul sesuatu, terima kasih Yamamoto-san..” Kata Miharu
dengan riang.
“Ojou-sama!!”
Serentak Miharu dan Yamamoto menoleh dan mendapati seorang
pria muda yang tegap lari menghampiri mereka. Tampaknya ia masih berumur
sekitar 20 tahun.
“Ojou-sama, mengapa anda tidak bilang bahwa anda pergi ke
sekolah hari ini??” Kata pria tersebut. Yamamoto tampak heran, namun wajah
Miharu di hiasi senyuman nakal.
“Jika aku memberi tahumu, apa kau akan mengijinkanku??”
“Tentu saja tidak!!”
“Dan kau sudah tahu alasannya Tatsuya..”
“Ojou-sama!!” Kata pria tersebut, Tatsuya. “Apa yang akan
tuan muda lakukan pada saya jika ia mengetahui tentang hal ini??”
“Jangan beri tahu kalau begitu..” Balas Miharu sambil
tersenyum jail. Yamamoto hanya bisa memandang kedua orang itu dengan heran.
Miharu melihat ekspresi kebingungan Yamamoto, “Ah iya, ini
Tatsuya, Isaka Tatsuya.” Kata Miharu, mengenalkan pria itu pada Yamamoto.
“Dan Tatsuya, ini Yamamoto Takeshi-san. Ia yang akan
membantuku selama di sekolah..” Lanjut Miharu. Baik Yamamoto dan Tatsuya saling
menjabat tangan.
“Saya butler di keluarga Hamano, panggil saya Tatsuya saja.
Mohon bantuan anda untuk menjaga ojou-sana selama di sekolah, Yamamoto-sama..”
Kata Tatsuya kemudian sambil membungkuk.
“Apa maksudmu itu?” Tanya Miharu sambil memukul tangan Tatsuya.
“Tidak ada salahnya meminta tenaga bantuan untuk menjagamu,
Ojou-sama..” Kata Tatsuya. Ia kemudian memeriksa jam tangannya.
“Sudah waktunya pulang, atau yang lain akan khawatir,
Ojou-sama…” Kata Tatsuya lagi sambil berusaha mengambil tas yang tadi di bawa
oleh Miharu.
“Baiklah..” Kata Miharu, sambil mempertahankan tasnya dalam
genggamannya. “Biar saya bawa Ojou-sama..” Kata Tatsuya.
“Tidak..”
“Tapi..”
“Tidak ada tapi atau aku akan kabur lagi..”
Tatsuya menghela nafas melihat kelakukan Miharu “Baiklah..
Ayo kita pulang..”
Miharu tersenyum melihat butlernya kalah lagi dengannya.
“Ayo.. Sampai jumpa besok Yamamoto-san!!” Kata Miharu sambil melambaikan
tangannya pada Yamamoto, yang di balas dengan lambaian tangan juga oleh
Yamamoto.
Tatsuya hanya membungkuk sopan pada Yamamoto dan kemudian
berjalan di sebelah Miharu, sambil masih berusaha mendapatkan tasnya.
Yamamoto memperhatikan kedua orang itu hingga mereka hilang
dari pandangan, lalu ia menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal itu.
Masih dengan ekspresi keheranan ia pulang ke rumah dengan berbagai pikiran
melintas di kepalanya.
-:-:-:-:-:-:-:-:-
“Yamamoto!! Pagi!!” Sapa Tsuna. Yamamoto menoleh, “Pagi!!”
Balasnya sambil tersenyum lebar. Mereka bertiga, ya bertiga, karena Gokudera
yang membuntut di belakang Tsuna menolak untuk menyapa Yamamoto, sedang berada
tepat di gerbang sekolah, siap untuk kembali belajar di Namimori Middle School.
“Bagaimana dengan tugasmu kemarin??” Tanya Tsuna. Yamamoto
terdiam, bingung bagaimana untuk menjawabnya.
“Yamamoto-sama!!”
Serentak ketiga orang yang sedang mengobrol itu menoleh.
Bahka beberapa kepala pun ikut menoleh melihat keributan di pagi hari ini.
“Tatsuya-san!!... Benar kan??” Tanya Yamamoto ragu. Tatsuya
pun tersenyum di celah celah tarikan nafasnya.
“Benar.. Kau melihat ojou-sama pagi ini??” Tanya Tatsuya,
sepertinya Miharu kabur darinya lagi.
“Tidak, ada apa??” Balas Yamamoto, sementara Tsuna dan
Gokudera hanya bisa diam keheranan. Beberapa siswa lain pun menonton, bahkan
beberapa siswi melihat Tatsuya dan memfotonya. Tidak aneh, melihat muka Tatsuya
yang masuk dalam kategori ‘tampan’.
“Saat saya sedang mempersiapkan mobil, ia tiba tiba
menghilang lagi..” Kata Tatsuya, “Apa jangan jangan ia di culik??”
“Te-tenanglah..” Kata Yamamoto berusaha menenangkan Tatsuya
yang panik, tiba tiba ia melihat sesosok gadis berambut cokelat tua berlari dan
segera bersembunyi di semak semak.
“Mi-“ Kata Yamamoto saat mengenali sosok itu, namun gadis
itu, Miharu, menempelkan jari telunjuknya di mulut, meminta Yamamoto untuk
diam.
“Ada apa??” Tanya Tatsuya.
“Ti-tidak.. Mungkin ia sudah masuk sekolah. Akan kucari dia,
tidak usah khawatir.. ha.. haha..” Kata Yamamoto tertawa gugup.
“Baiklah.. Kuserahkan ia padamu Yamamoto-sama..” Kata
Tatsuya, “Oh ya, tolong telepon nomor ini bila kau menemukannya..” Lanjutnya
sambil memberikan sebuah kartu nama.
“Akan ku telepon..” Kata Yamamoto menyakinkan. Tatsuya pun
mengangguk dan membungkuk sopan kemudian berbalik dan melangkah pergi.
“Siapa tadi Yamamoto??” Tanya Tsuna heran. “Penjelasannya ada
disini…” Kata Yamamoto sambil menghampiri semak semak tempat Miharu sembunyi.
Sambil tersenyum jail, Miharu keluar dari semak semak,
membuat Tsuna dan Gokudera kaget.
“Terima kasih Yamamoto-san..” Kata Miharu sambil membersihkan
daun-daun yang menempel di bajunya.
“Kau kabur lagi darinya?” Tanya Yamamoto. “Jika tidak, ia
akan bersikeras mengantarku sampai ke depan ruang guru. Dan itu akan
memalukan..” Jawab Miharu.
“Oi Yamamoto, jelaskan siapa ini??” Tanya Gokudera sambil
menatap Miharu lekat lekat.
“Ah, maaf. Namaku Hamano Miharu, mulai saat ini aku adalah
murid di sekolah ini..” Kata Miharu sambil membungkuk sopan.
“Ah, namaku Sawada Tsunayoshi. Senang berkenalan denganmu..”
Balas Tsuna sambil membungkuk juga.
Melihat tindakan bosnya, Gokudera juga memperkenalkan
dirinya. “Gokudera Hayato..” Katanya singkat.
Tiba-tiba bel berbunyi nyaring. “Miharu-san, kau harus segera
ke ruang guru..” Kata Yamamoto. “Ah! Iya aku lupa..” Kata Miharu sambil
berjalan pergi.
Namun baru beberapa langkah, ia berbalik, “Ruang guru dimana
ya??” Tanya Miharu polos.
“Akan ku antar.. Kalian pergi ke kelas duluan saja!!” Kata
Yamamoto sambil berlari mengejar Miharu, dan kalimat terakhir itu di tujukan
pada Tsuna dan Gokudera.
“Langsung namanya?” Tanya Tsuna heran, melihat Yamamoto
memanggil Miharu langsung dengan namanya, bukan dengan nama keluarga.
“Ia memang selalu seperti itu. Tidak peduli dengan orang
lain. Ayo Jyudaime, kita pergi ke kelas..”
-:-:-:-:-:-:-:-:-
“Jadi, mohon bantuannya..” Kata Miharu setelah ia mengenalkan
diri di depan murid murid kelas 2A, yang di sambut dengan tepuk tangan yang
hangat.
“Dan yang bertugas untuk membantunya selama di sekolah ini..”
Kata Ohkuchi-sensei mengumumkan, dan serempak beberapa tangan para murid laki-laki
melesat ke atas.
“Hahahaha.. Sayangnya hal ini sudah di putuskan sejak
kemarin..” Kata Ohkuchi-sensei sambil tertawa melihat tingkah muridnya.
“Yamamoto, kuharap kau melakukannya dengan baik..”
“Percayalah pada saya sensei!!” Kata Yamamoto sambil mengacungkan
jempolnya, di sambut dengan teriakan protes murid lain.
“Ah.. Itu sebabnya Yamamoto mengenalnya lebih dahulu..” Gumam
Tsuna. “Ada apa Tsuna-kun??” Tanya Kyoko.
“Eh, tidak apa apa Kyoko-chan!!” Balas Tsuna sambil menatap
Kyoko dengan muka merah. Sasawaga Kyoko, adalah gadis yang baik dan pintar. Ia
lah yang Tsuna taksir sejak mereka kelas 1. Ia juga merupakan adik dari
Sasagawa Ryohei, kapten team boxing.
“Hamano-san, silahkan duduk di sana..” Kata Ohkuchi-sensei
sambil menunjuk kursi di sebelah Gokudera.
“Salam kenal.. Gokudera-san, kan??” Kata Miharu hati-hati
saat menyapa Gokudera. Gokudera hanya mengangguk dingin pada gadis itu tanpa
mengatakan hal apa apa.
Setelah beberapa pelajaran, bel istirahat pun berbunyi.
“Hamano-san, kau mau makan siang bersama??” Tanya Kyoko sopan
pada Miharu. Kyoko mengahampiri meja Miharu bersama dengan Hana dan Chrome.
“Panggil aku Miharu saja. Benarkah aku boleh makan siang
bersama kalian? Terima kasih!!” Kata Miharu riang sambil berdiri dan tersenyum
riang.
“Ah iya. Kami belum memperkenal kan diri. Namaku Sasagawa
Kyoko, ini Chrome Dokuro dan Kurokawa Hana..” Kata Kyoko sambil memperkenalkan
teman temannya.
“Salam kenal..” Kata Hana dan Chrome bersamaan. “Kau bisa
panggil kami Kyoko, Chrome dan Hana..” Lanjut Kyoko sambil tersenyum.
‘Baiklah!!” Kata Miharu, “Ah, Tsuna-kun! Mau bergabung
bersama kami?” Kata Kyoko saat melihat Tsuna berdiri dari kursinya.
“Bo-boleh..” Kata Tsuna, mukanya memerah.
Dan beberapa menit kemudian, Miharu, Kyoko, Chrome, Hana,
Tsuna, Gokudera, Yamamoto dan seorang pemuda berambut abu abu duduk di atap
untuk menyantap bekal mereka bersama-sama.
“Onii-chan, sejak kapan kau bergabung dengan kami??” Kata
Kyoko heran saat melihat kakaknya, Sasagawa Ryohei tiba-tiba sudah bersama
mereka.
“Tidak apa apa bukan Kyoko..!!” Kata Ryohei dengan senyuman
khasnya mengembang di mukanya. Sasagawa Ryohei, pemuda yang selalu bersemangat
dalam hal apa pun. Sedikit bodoh, tapi ia sangan menyanyangi adiknya, Kyoko.
Seperti Yamamoto dan Gokudera, ia juga seorang Guardian, Guardian of Sun.
Di tempat itu juga ada seorang guardian lagi, yaitu Chrome
Dokuro. Ia, bersama pemuda bernama Rokudo Mukuro adalah sang Guardian of Mist.
Chrome adalah gadis pemalu yang baik hati. Ia tidak mempunyai organ dalam, dan
saat ini tubuhnya di topang dengan bantuan dari Mukuro.
Miharu memperhatikan keramaian yang di timbulkan teman-teman
barunya, ia hanya diam saja memperhatikan.
“Kau tidak apa apa??” Tanya Yamamoto yang menyadari hal itu.
“Apa? Oh tidak, aku tidak apa apa. Hanya saja, ini pertama
kalinya aku memakan bekal bersama..” Kata Miharu sambil tersenyum senang.
“Pertama kalinya??”
“Iya, sebelumnya aku home schooling..”
“Itu sebabnya Tatsuya-san sangat khawatir denganmu..”
“Ia terlalu khawatir..” Kata Miharu sambil tertawa kecil.
“Aku harus mengurus sesuatu, aku pergi dulu ya..” Kata Hana
sambil melambaikan tangannya pada semua orang dan berdiri kemudian melangkah
pergi.
“Jyudaime, apakah Reborn-san sudah kembali??” Tanya Gokudera
saat mereka semua selesai melambaikan tangan pada Hana.
“Belum..” Kata Tsuna. “Reborn-san??” Tanya Miharu, satu
satunya yang tidak mengenal Reborn disitu.
“Ah, dia teman kami..” Kata Tsuna dengan gugup. “Dia sedang
bertugas ke Italy, dan karena ia serumah dengan Tsuna-kun, jadi kami menanyakan
tentangnya pada Tsuna..” Kata Kyoko.
“Ah, kakakku juga sedang pergi ke Italy. Entah apa katanya
apabila ia balik dan mengetahui bahwa aku masuk sekolah biasa..” Kata Miharu.
“Kakakmu ketat juga ya..” Komentar Ryohei.
Miharu tertawa, “Benar sekali. Karena kedua orang tua kami
selalu sibuk, kakakku yang selalu menjagaku. Dan kadang ia terlalu
overprotective..”
“Ah, bel berbunyi..” Kata Kyoko, dan mereka semua segera
mambereskan bekal mereka dan kembali berlari ke kelas.
Dan setelah kembali menjalani beberapa pelajaran hingga
siang, bel pulang pun berbunyi dan seluruh murid segera meninggalkan kelas.
“Miharu-chan, mau pulang bersama??” Tanya Kyoko.
“Boleh.. Dimana Hana dan Chrome??” Kata Miharu saat melihat
kedua gadis itu idak ada di situ.
“Hana-chan sibuk dan Chrome-chan harus mengurus sesuatu
sehingga ia pulang duluan.” Jelas Kyoko yang di jawab dengan anggukan Miharu.
“Baiklah.. Ayo kita pulang..” Kata Miharu sambil berjalan
keluar kelas bersama Kyoko.
“Kau tidak di jemput Tatsuya-san?” Tanya Yamamoto dari
belakang Miharu, membuat gadis itu melompat kaget.
“Astaga Yamamoto-san, jangan membuat kaget seperti itu..”
Kata Miharu.
“Maaf maaf..” Kata Yamamoto sambil tertawa. “Jadi, kau tidak
di jemput Tatsuya-san??”
“Tidak, aku memberi tahunya bahwa aku pulang sekolah 2 jam lagi..”
Kata Miharu membuat Yamamoto tertawa.
“Ini baca..” Kata Yamamoto sambil menunjukan handphonenya.
From : Isaka Tatsuya
Yamamoto-sama,
maaf merepotkanmu lagi. Karena tampaknya Ojou-sama tidak ingin aku menjemputnya.(Ia menipuku dengan mengatakan
bahwa ia pulang sekolah lebih sore) Bisa kah kau mengantarnya pulang? Terima
kasih banyak.
Miharu membacanya beberapa kali seakan akan tidak percaya apa
yang ia baca itu. “Dia ini..” Kata Miharu kesal sambil mengembalikan handphone
Yamamoto. “Dari mana kau mendapatkan nomornya?”
“Ia memberikanku nomor teleponnya, dan aku meneleponnya tadi
pagi, setelah mengantarkanmu ke ruang guru. Untuk mengabarkan bahwa kau baik
baik saja.” Jawab Yamamoto santai. “Jadi, karena aku tidak ingin di bunuh oleh Tatsuya-san, ayo
kita pulang bersama..”
“Oh ya, mereka juga ikut..” Kata Yamamoto lagi
sambil menunjuk Tsuna dan Gokudera yang berada di belakangnya.
“Aku tidak punya pilihan lain bukan??” Kata Miharu. “Ku harap
kau tidak keberatan Sasagawa..” Kata Yamamoto pada Kyoko.
“Tentu saja tidak..” Jawab Kyoko.
“Bagus.. Kalau begitu.. Ayo pulang!!”
-:-:-:-:-:-:-:-:-
-Beberapa
hari sebelum Miharu masuk ke Namimori Middle School-
“Kau bercanda!!” Teriak seorang pemuda dengan rambut cokelat
susu.
“Tidak, sayangnya aku tidak bercanda. Ia harus menerimanya,
itu takdirnya..” Balas lawan bicaranya.
Di dalam ruangan ini ada 3 sosok yang semuanya adalah
laki-laki. Sang pemuda berambut susu itu tampaknya sangat kesal dengan hasil
perundingan mereka.
“Ia terlalu muda!!”
“Yang akan menjadi partner partnernya juga berumur
sama..” Kata pria yang menjadi lawan
bicara sang pemuda tadi. “Kita tidak bisa menunda lagi untuk mengumumkannya, ku
serahkan padamu, Reborn..”
Sosok ketiga mengangkan topinya sedikit agar bisa melihat
lebih jelas, “Tentu saja, percayakan padaku..”
-:-:-:-:-:-:-:-:-
Made by : Liz
Take out with full credits please~ ^^
Take out with full credits please~ ^^

0 komentar:
Posting Komentar