Minggu, 20 Oktober 2013

Highschool Chapter 12



Title            : HIGHSCHOOL
Chapter       : 12
Characters  :
- U-KISS’ member
- Ara as Park Jae Mee
- Cynthia as Park Ha Neul
- Mei as Park Soo Jin
- Naomi as Kim Soo Hee
- Icha as Han Young Mee
- Grace as Hwang Mee Rae
- Caeli as Lee Ae Ja
- Nadine as Bu Hyun Ae
- And other K-pop artist
Rating         : T
Disclaimer   : I WISH U-KISS mine, but they’re not T_T

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

“Kan sudah ku bilang, hal ini tidak baik, mengerjai anak-anak kelas kita. Mereka punya insting yang kuat sudah kubilang! Kamu gak mau dengerin aku sih! Lihat benjol kan!” Omel Soojin sambil memeperhatikan laki-laki yang sangat dia cintai yang duduk dihadapannya.

Saat ini Soojin tengah mengobati kepala pacarnya yang benjol akibat guling-guling di lantai dan menabrak meja dengan bunyi yang sangat mantab setelah di ‘hukum’ oleh teman-teman mereka.

“Kan yang ngajak berjauhan dan pura-pura berantem kan kamu..” Bela Dongho.

“Tapi kan kubilang untuk memberi tahu yang lain terlebih dahulu. Bukan menyembunyikan hal ini dari mereka.”

“Iya iya, maafkan aku.” Kata Dongho pada akhirnya, menyerah pada pacarnya.

Soojin, yang sudah selesai mengobati benjolan besar di kepala Dongho, dengan pelan mengangkat tangannya dan mencoba menyentuh kepala pacarnya. “Masih sakit tidak?” Tanyanya.

“JANGAN DIPEGANG!!!!” Teriak Dongho sambil menundukkan kepalanya dan menggenggam tangan Soojin, menahannya agar tidak memegang kepalanya yang masih sekit itu. Soojin tersenyum melihat kelakuan pacarnya itu. Dia teringat segala sesuatu yang telah mereka lakukan bersama. Dongho mungkin tidak sebaik Soohyun ataupun Kevin, dia juga tidak sepintar Kiseop dan Alexander, dia juga tidak selucu Kibum, dan tidak hebat dalam berbagai olahraga seperti Eli, tapi Soojin sangat menyayangi orang yang paling dibenci Haneul itu. Saat pertama kali mereka berpacaran, hampir setiap hari Haneul bertanya kenapa orang seperti Soojin mau berpacaran dengan cecunguk seperti Dongho. Jawaban dari Soojin selalu sama, senyuman tanpa kata-kata.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Youngmee duduk ditaman dengan tenang. Matanya tertuju pada buku tebal yang baru saja dia pinjam dari perpustakaan. Saat membaca buku, Youngmee berubah menjadi orang yang tenang dan tidak banyak bertingkah (?). Terkadang, menyenangkan sekali melihat Youngmee membaca buku, lumayan, berkurang satu orang iseng, pikir teman-teman sekelasnya. Tapi, Youngmee adalah tipe orang yang membaca buku dengan cepat. Sebuah buku dengan tebal 600 halaman dapat dia selesaikan dalam waktu 2 hari. Jadi bisa dibayangkan, Youngmee bisa jinak hanya dalam waktu maksimal 2 hari. Sangat disayangkan. Saat membaca buku, Youngmee tidak bisa diganggu oleh siapapun. Dia akan marah besar apabalia ada yang menganggunya.

Kibum melihat gadis berambut panjang sebahu itu dari kejauhan. Tanpa di sadari, senyumnya mulai mengembang. Biasanya dia langsung mendekati gadis itu dan menganggunya. Kibum adalah salah satu dari sedikit orang yang berani menganggu Youngmee saat dia sedang membaca. Tapi kali ini, Kibum hanya ingin memperhatikan sesosok gadis itu dari kejauhan.

Saking asiknya Kibum memandang dalam keheningan (hal yang sangat jarang terjadi), dia tidak menyadari bahwa Park Haneul sudah berada di belakangnya dan ikut mengintip bersama dirinya.

“Aah.. Youngmee ya?” Kata Haneul pelan namun cukup membuat Kibum melonjak kaget dan segera menoleh ke arah sumber suara. Haneul membalas pandangan Kibum dengan kilatan jahil di matanya.

“Astaga Park Haneul, jangan mengagetkanku seperti itu!! Dan jangan keras keras, nanti ketahuan dia!” Kata Kibum setengah lega setengah panik. Seorang Park Haneul bisa menjadi malaikat yang menolongmu, bisa juga menjadi sebuah setan yang akan mengerjaimu. Ya biasanya sih yang kedua.

“Volume suaraku tidak keras Kim Kibum, justru volume suaramu itu yang bisa di katakan sebagai sebuah teriakan.” Kata Haneul sambil mengemut lolipopnya. Saat ini Kibum tengah menahan godaan untuk tidak menjitak Haneul dan ekspresi isengnya yang menyebalkan.

“Kenapa dari sekian banyak orang yang ku kenal, harus kau yang datang menghampiriku di saat seperti ini? Kenapa Haneul, kenapa?” Kata Kibum, frustasi dengan nasibnya.

“Oh, kau lebih memilih Dongho yang datang saat ini dan memergoki kau sedang memandang pujaan hatimu itu?”

Kibum terdiam sejenak, membayangkan bila Dongho yang datang menghampirinya, bukan Haneul. “Tidak.” Katanya kemudian. “Lebih baik kau yang memergoki ku disini daripada Dongho. Aku tidak akan mengijinkan anak itu menemukan bahan untuk balas dendam.”

Haneul tertawa tanpa suara, “Jadi, kau masih menginginkan bantuanku?”

Kibum mengangguk, “Walau ku tahu suatu hari aku akan menyesali keputusanku ini, tapi ya, aku tetap ingin meminta bantuanmu.”

“Baiklah akan ku pikirkan sebuah ren—“ Belum selesai Haneul berbicara, Kibum sudah menyelanya.

“Aku sudah punya ide.” Kata pemuda tersebut dan membisiki sesuatu pada Haneul. Gadis itu mendengarkan dengan baik-baik sambil mengangguk-angguk tanda ia mengerti.

“Tidak ku kira kau punya ide seperti itu Kibum.” Kata Haneul sambil nyengir. “Akan ku siapkan semuanya, kau tenang saja.” Lanjutnya, kemudian ia berjalan pergi sambil menggumamkan berbagai hal.

“Dan Kibum.” Haneul tiba-tiba berbalik, membuat Kibum kaget setengah mati.

“You owe me this one..”

Setelah mengatakan hal itu Haneul pun melanjutkan berjalan keluar dari perpustakaan. Kibum berkacak pinggang dengan muka setengah geli setengah kesal.

“Sudah kuduga aku akan menyesali keputusan ini.”

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Aduh, ini kan sudah melewati jam malam kita. Kalau ketauan Kak Juri bisa bahaya nih. Kita mau ngapain sih?” Keluh Aeja, diikuti anggukan setuju dari beberapa orang.

“Ga tahu juga. Haneul tadi cuma berkata kita harus berkumpul disini.” Ujar Meerae.

Saat ini seluruh anggota kelas X-2, minus Haneul, Kibum dan Youngmee berkumpul di taman di asrama mereka secara diam-diam. Seharusnya mereka sudah di kamar dan bersiap tidur malam ini, tapi karena pesan Haneul yang sangat misterius itu, mereka mau tidak mau berkumpul di taman tersebut.

“Dia hanya bilang itu saja? Dan kenapa harus disini?” Tanya Kiseop, sepertinya dia tidak setuju dengan pemilihan tempat berkumpul mereka malam itu. Melihat kondisi malam itu yang dingin dan berangin, siapa sih yang tidak protes.

Melihat Jaemee yang sedikit menggigil karena udara dingin tersebut, Kiseop melepas jaketnya dan memasangkannya di pundak Jaemee, yang di iringi muka memerah Jaemee.

“Terima kasih Kiseop..”

“Bukan apa-apa.”

Kedua pasangan romantis itu pun saling bertatapan dengan mesra, sebelum...

 “Hei kalian sudah cukup pacarannya~!” Kata Eli, dan dengan iseng ia melambaikan tangannya persis di depan muka Kiseop dan Jaemee, menghancurkan momen tersebut. Aeja menginjak kaki pemuda besar itu karena keisengannya.

Di antara kegaduhan tersebut, Soohyun hanya terdiam melihat kelakuan temannya. Pikirannya berada di tempat lain. Berada pada sesosok orang yang saat ini tidak berada disini. Pikirannya ada pada..

“Maaf aku telat!”

Secepat kilat Soohyun menoleh ke arah pemilik suara tersebut, Park Haneul. Dengan muka nyengir dan nafas terengah engah Haneul memberikan tanda peace pada teman-temannya.

“Hey nenek sihir! Bagaimana sih, kau yang meminta kami berkumpul disini tapi kamu yang telat.” Protes Dongho, seperti biasa, mencari masalah. Tapi kali ini Haneul mengabaikannya.

“Jadi, kita akan merencanakan suatu kejutan.” Kata Haneul. Saat ia akan melanjutkan kata-katanya, Meerae menyelanya.

“Tunggu, dimana Kibum dan Youngmee?” Tanya gadis polos tersebut.

“Mereka berdua sedang dihukum karena kekacauan yang mereka lakukan lagi.”

“Lebih baik kita menunggu mereka saja.” Kata Kevin, “Kibum suka marah kalau kita merencanakan sesuatu tanpa dia.”

“Youngmee juga.” Timpal Meerae. Dasar mereka pasangan polos.

“Aduh kalian berdua ini. Mereka justru tidak boleh ikut! Karena ini adalah rencana kejutan untuk mereka. Benar kan Haneul?” Kata Jaemee, sudah menebak maksud Haneul mengumpulkan mereka malam ini.

“Tepat! 100 buat Jaemee. Lebih tepatnya sih untuk Youngmee, karena Kibum lah yang mengusulkan rencana ini.” Kata Haneul.

“Lah, memangnya Youngmee kenapa? Ulang tahunnya masih lama kan?” Tanya Meerae, tampaknya dia dan Kevin masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

“Mereka kan saling suka! Dan Kibum ingin menembak Youngmee!” Kata Soohee tidak sabar.

Pasangan polos (dan lemot) ini pun ber ‘oooo’ ria sebelum Meerae menyadari sesuatu. “Soohee kok tahu? Biasanya kau kan ikut group lemot bersama kita.”

Soohee memasang muka tersinggung, “Aku masih satu tingkat di atas kalian loh. Aku tidak selemot kalian.”

Kevin dan Meerae pun memasang muka mengerti ala mereka yang polos itu. Sementara yang lain tertawa pelan melihat tingkah laku Kevin dan Meerae, Soohyun menoleh ke arah Haneul.

“Jadi, kau sudah mengatur rencananya, Haneul?” Tanyanya pada gadis yang bersangkutan.

Haneul menatap balik Soohyun sambil tersenyum, “Tentu saja sudah!!” Jawab Haneul. Membuat muka Soohyun merah tak keruan. Hal ini tentu saja tidak lepas dari pengamatan Eli yang sudah mulai mencolek tangan Soohyun dengan iseng.

“Jangan aneh-aneh ya.” Gumam Dongho.

“Kapan rencanaku pernah aneh?”

“Setiap saat Haneul. Kau kan nenek sihir gila.” Kata Dongho, seakan akan menantang musuh bebuyutannya ini memberinya jitakan maut. Dan benar saja, beberapa saat kemudian Dongho sudah meringkuk kesakitan memegangi kepalanya, membuat Haneul menatapnya bingung.


“Umm, Haneul.” Kata Soojin yang tadi gagal menahan Haneul memukul pacarnya. “Kepala Dongho masih sakit karena waktu itu menabrak meja.” Penjelasan Soojin menjawab pandangan bingung dari Haneul.

“Oh. Ya, nasib buruk untukmu Dongho. Salah sendiri kau mencari masalah.” Kata Haneul. Dongho tidak bisa membalas kata-kata Haneul itu karena mulutnya tertutup (dengan susah payah) karena menahan teriakan rasa sakit yang dirasakannya.

“Jadi, apa rencananya?” Tanya Eli.

“Kibum ingin mengajak Youngmee makan malam yang romantis. Jangan tanya kenapa orang seperti Kibum bisa mempunyai rencana seperti itu.” Kata Haneul mulai menjelaskan. “Soohee dan Xander, kalian buatkan sebuah puisi untuk Youngmee dari Kibum. Aeja, Eli kalian pilihkan bunga. Kiseop dan Jaemee pilihkan kado. Dongho dan Kevin urus tempat makannya nanti. Soojin dan Meerae urus makanannya.” Lanjut Haneul, membagikan tugas.

“Kau dan Soohyun?” Tanya Eli dengan senyum jahil mengembang di wajahnya.

“Aku dan Soohyun akan membuat jadwal ‘acara’ untuk Kibum. Kurasa Soohyun mempunyai selera yang bagus.” Jawab Haneul acuh tak acuh tanpa memperhatikan Soohyun yang berdiri bangga di sebelahnya.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Kim Kibum bergerak gelisah di tempat duduknya. Saat ini dia berada di perpustakaan, sedang menunggu Youngmee untuk muncul di tempat tersebut. Namun gadis yang dimaksud belum menunjukan dirinya sama sekali di tempat tersebut.

15 menit terasa seperti berjam-jam bagi Kibum, akhirnya sesosok gadis yang sedari tadi di tunggunya pun muncul. Youngmee berjalan dengan santai kearah Kibum, tanpa mengetahui sedikitpun bahwa pemuda ini luar biasa tegang.

“Kibum?” Ya, Youngmee sama sekali tidak tahu bahwa Kibum menunggunya di perpustakaan yang sepi, atau tepatnya sengaja dibuat sepi oleh anak-anak X-2 lainnya.

“H-hai Youngmee.” Sapa Kibum yang dalam hati mengomeli diri sendiri karena terdengar gugup. Youngmee menyadari nada suara Kibum yang aneh, namun ia tidak berkata apa-apa dan malah duduk di depan Kibum.

“Youngmee.” Kata Kibum lagi, setelah beberapa saat yang hening. Youngmee mengalihkan tatapannya dari buku yang tadi ia bawa-bawa, tidak mengatakan apa-apa tapi dari ekspresinya Kibum tau bahwa ia mendapatkan perhatian gadis itu.
“Apakah kau punya waktu? Besok malam?” Kibum dapat merasakan jantungnya berdebar dengan kencang, ia hanya berharap Youngmee tidak bisa mendengarnya, walau itu memang tidak mungkin. Tapi Kibum tidak bisa berpikir logis saat ini.

Youngmee terus menatapnya, Kibum merasakan mukanya memanas. Betapa ia sangat mengharapkan ini akan selesai dengan cepat. Dengan sekuat tenaga ia menahan dirinya untuk tidak berlari keluar dari perpustakaan dan kabur.

“Ada kok. Memangnya kenapa?” Jawab Youngmee kemudian.

“Bisakah kau ke taman, besok jam 7 malam?”

Youngmee lagi-lagi memandang Kibum tanpa memberi jawaban. Kali ini lebih lama dari sebelumnya. Namun akhirnya Youngmee mengangguk, “Baiklah.”

Satu kata yang keluar dari mulut Youngmee dan hati Kibum langsung berbunga bunga. Rasanya kalau bisa ia ingin berteriak sekarang juga. Sementara itu, Youngmee kembali menatap bukunya, meninggalkan Kibum yang kemudian terbata-bata mengucapkan pamitnya dan berlari keluar di iringi teriakan protes penjaga perpustakaan.

Youngmee menatap punggung Kibum yang lama kelamaan menghilang dibalik pintu, “Besok malam?” Gumamnya. Mukanya sedikit memerah namun ia menggelengkan kepalanya kan kembali focus pada bukunya.

~Malamnya~

Kibum berulang kali melirik ke arah semak-semak, tempat Haneul dan yang lain bersembunyi. Ia tidak bisa berhenti memainkan tangannya sendiri karena perasaan cemas yang menghantuinya.

Semuanya telah disiapkan. Makanan-makanan favorite Youngmee telah tersedia di meja, tampak menggoda sehingga tangan Dongho dan Eli memar memar karena Haneul terus memukul tangan mereka agar tidak menyomot makanan. Meja dilapisi dengan taplak putih bersih, lilin menyala dengan indah di tengah meja, amplop berisi puisi dan sebuak buket bunga telah di sembunyikan di sisi Kibum. Hanya satu hal yang kurang, sang bintang utama mala mini, Han Youngmee.

Jam sudah menunjukan pukul 7, Youngmee bisa muncul kapan saja. Dan benar saja, tidak lama kemudian Youngmee dating ke tengah taman itu dengan santainya. Ia memandang Kibum yang berpakaian rapi (hal yang jarang), makanan-makanan yang ada di meja dan suasana yang bisa dibilang romantic itu dengan heran dan curiga.

Makan malam berjalan lancar, walau Kibum kerap gugup dan selalu salah dalam memilih kata-kata dalam berbicara, membuat para penonton yang sedang bersembunyi gigit jari melihat kelakukannya.

“Jadi..” Kata Youngmee setelah makan malam mereka beres. Kibum menatang gadis di depannya dengan perasaan luar biasa gugup. “Apa tujuanmu melakukan semua ini? Sampai meminta Soojin memasak semua makanan ini?”

Kibum tertawa gugup, “Kau menyadarinya ya..”

“Aku hafal rasa masakan Soojin, lagipula tidak mungkin kau memasak sendiri atau meminta koki sekolah.” Kata Youngmee. “Jadi, apa tujuanmu Kim Kibum? Kalau kau mau meminta bantuanku dalam mengerjakan proyek Biologi, jangan harap aku akan setuju.”

Kibum mengacak-ngacak rambutnya yang tadinya rapi itu, “Sebenarnya..” Katanya, berusaha mengumpulkan keberanian untuk menyatakan cintanya.

“Ooohh.. Ini akan seru..” Kata Eli dari balik semak-semak. Ia dan Dongho merayap mendekati meja Kibum dan Youngmee.

“Eh, awas!” Baru saja Meerae berkata demikian, Eli dan Dongho tersandung akar pohon dan terjatuh dengan suara yang cukup ribut. Otomatis Kibum dan Youngmee menoleh kearah mereka.

“Kalian….sedang apa?” Tanya Youngmee sambil mengeluarkan ‘dark aura’nya, yang membuat Eli dan Dongho, bahkan Kibum, ketakutan.

“Eh.. itu.. ehm.. Kami sedang..” Kata Eli dengan gugup sambil berulang kali melirik ke belakang, ke arah semak-semak tempat dimana teman-temannya yang lain berada. Hal itu tentu saja disadari oleh Youngmee.

“Kalian…sedang apa bersembunyi seperti itu?” Kata Youngmee lagi sambil melangkah mendekati semak-semak. Karena merasa tidak ada gunanya bersembunyi lagi, murid-murid kelas X2 yang bersembunyi itu pun berdiri dan keluar dari persembunyian.

“Eh..”
“Hai..”
“Hehehe..”
“Um..”

“Kalian…” Youngmee mengepalkan tangannya, mukanya tampak kesal. “Kalian mau mengerjaiku ya..”

Merasa kalau Youngmee akan meledak dan para ‘malaikat’ penolongnya akan mengalami kesulitan, Kibum mengambil sebuah keputusan yang amat-sangat-luar biasa (?) drastis.

“Han Youngmee!! Mereka disini membantuku!!” Teriak Kibum. Youngmee menoleh kaget ke arahnya, namun sebelum Youngmee dapat mengatakan sesuatu, Kibum berteriak lagi.

“Aku meminta mereka membantuku membuat dinner ini untukmu dan aku melakukannya karena aku mencintaimu!” Teriak Kibum. “Maka, Han Youngmee..” Kibum berjalan mendekati Youngmee dan berlutut didepannya.

“Maukah kau menjadi pacarku?”

Otomatis semua penonton (anak anak X2 yang lain) menahan nafas mendengar hal tersebut, beberapa menganggap Kibum terlalu nekat karena berani menembak Youngmee saat dia akan meledak dan beberapa mengekspetasikan sebuah tamparan di muka Kibum. Beberapa detik penantian serasa berjam jam bagi Kibum. Youngmee memandang Kibum dengan kaget selama beberapa saat lalu menunduk.

“A..Aku mau..” Jawab Youngmee, ia menatap Kibum lagi dengan muka merah.

Teriakan-teriakan dari anak-anak X2 menghiasi malam itu sementara Kibum dan Youngmee berpelukan, tapi suasana gembira itu tidak bertahan lama.

“WOY! KALIAN SEDANG APA MALAM-MALAM DISINI?! BALIK KE KAMAR!!”

Dan serentak semua anak segera lari terbirit-birit ketika melihat sosok Kak Juri di ujung taman.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-TBC-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Made by : Cynthia & Mei
Take out with full credits please~ ^^


0 komentar:

Posting Komentar