Title : HIGHSCHOOL
Chapter : 12
Characters :
-
U-KISS’ member
-
Ara as Park Jae Mee
-
Cynthia as Park Ha Neul
-
Mei as Park Soo Jin
-
Naomi as Kim Soo Hee
-
Icha as Han Young Mee
-
Grace as Hwang Mee Rae
-
Caeli as Lee Ae Ja
-
Nadine as Bu Hyun Ae
-
And other K-pop artist
Rating : T
Disclaimer : I WISH U-KISS mine, but they’re not T_T
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
“Kan sudah ku
bilang, hal ini tidak baik, mengerjai anak-anak kelas kita. Mereka punya insting
yang kuat sudah kubilang! Kamu gak mau dengerin aku sih! Lihat benjol kan!” Omel
Soojin sambil memeperhatikan laki-laki yang sangat dia cintai yang duduk
dihadapannya.
Saat ini Soojin
tengah mengobati kepala pacarnya yang benjol akibat guling-guling di lantai dan
menabrak meja dengan bunyi yang sangat mantab setelah di ‘hukum’ oleh
teman-teman mereka.
“Kan yang ngajak
berjauhan dan pura-pura berantem kan kamu..” Bela Dongho.
“Tapi kan kubilang
untuk memberi tahu yang lain terlebih dahulu. Bukan menyembunyikan hal ini dari
mereka.”
“Iya iya, maafkan
aku.” Kata Dongho pada akhirnya, menyerah pada pacarnya.
Soojin, yang sudah
selesai mengobati benjolan besar di kepala Dongho, dengan pelan mengangkat
tangannya dan mencoba menyentuh kepala pacarnya. “Masih sakit tidak?” Tanyanya.
“JANGAN
DIPEGANG!!!!” Teriak Dongho sambil menundukkan kepalanya dan menggenggam tangan
Soojin, menahannya agar tidak memegang kepalanya yang masih sekit itu. Soojin
tersenyum melihat kelakuan pacarnya itu. Dia teringat segala sesuatu yang telah
mereka lakukan bersama. Dongho mungkin tidak sebaik Soohyun ataupun Kevin, dia
juga tidak sepintar Kiseop dan Alexander, dia juga tidak selucu Kibum, dan
tidak hebat dalam berbagai olahraga seperti Eli, tapi Soojin sangat menyayangi
orang yang paling dibenci Haneul itu. Saat pertama kali mereka berpacaran,
hampir setiap hari Haneul bertanya kenapa orang seperti Soojin mau berpacaran
dengan cecunguk seperti Dongho. Jawaban dari Soojin selalu sama, senyuman tanpa
kata-kata.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Youngmee duduk
ditaman dengan tenang. Matanya tertuju pada buku tebal yang baru saja dia
pinjam dari perpustakaan. Saat membaca buku, Youngmee berubah menjadi orang
yang tenang dan tidak banyak bertingkah (?). Terkadang, menyenangkan sekali
melihat Youngmee membaca buku, lumayan,
berkurang satu orang iseng, pikir teman-teman sekelasnya. Tapi, Youngmee
adalah tipe orang yang membaca buku dengan cepat. Sebuah buku dengan tebal 600
halaman dapat dia selesaikan dalam waktu 2 hari. Jadi bisa dibayangkan,
Youngmee bisa jinak hanya dalam waktu maksimal 2 hari. Sangat disayangkan. Saat
membaca buku, Youngmee tidak bisa diganggu oleh siapapun. Dia akan marah besar
apabalia ada yang menganggunya.
Kibum melihat
gadis berambut panjang sebahu itu dari kejauhan. Tanpa di sadari, senyumnya
mulai mengembang. Biasanya dia langsung mendekati gadis itu dan menganggunya.
Kibum adalah salah satu dari sedikit orang yang berani menganggu Youngmee saat
dia sedang membaca. Tapi kali ini, Kibum hanya ingin memperhatikan sesosok
gadis itu dari kejauhan.
Saking asiknya
Kibum memandang dalam keheningan (hal yang sangat jarang terjadi), dia tidak
menyadari bahwa Park Haneul sudah berada di belakangnya dan ikut mengintip
bersama dirinya.
“Aah.. Youngmee
ya?” Kata Haneul pelan namun cukup membuat Kibum melonjak kaget dan segera
menoleh ke arah sumber suara. Haneul membalas pandangan Kibum dengan kilatan
jahil di matanya.
“Astaga Park
Haneul, jangan mengagetkanku seperti itu!! Dan jangan keras keras, nanti
ketahuan dia!” Kata Kibum setengah lega setengah panik. Seorang Park Haneul
bisa menjadi malaikat yang menolongmu, bisa juga menjadi sebuah setan yang akan
mengerjaimu. Ya biasanya sih yang kedua.
“Volume suaraku
tidak keras Kim Kibum, justru volume suaramu itu yang bisa di katakan sebagai
sebuah teriakan.” Kata Haneul sambil mengemut lolipopnya. Saat ini Kibum tengah
menahan godaan untuk tidak menjitak Haneul dan ekspresi isengnya yang menyebalkan.
“Kenapa
dari sekian banyak orang yang ku kenal, harus kau yang datang menghampiriku di
saat seperti ini? Kenapa Haneul, kenapa?” Kata Kibum, frustasi dengan nasibnya.
“Oh, kau
lebih memilih Dongho yang datang saat ini dan memergoki kau sedang memandang
pujaan hatimu itu?”
Kibum
terdiam sejenak, membayangkan bila Dongho yang datang menghampirinya, bukan
Haneul. “Tidak.” Katanya kemudian. “Lebih baik kau yang memergoki ku disini
daripada Dongho. Aku tidak akan mengijinkan anak itu menemukan bahan untuk
balas dendam.”
Haneul
tertawa tanpa suara, “Jadi, kau masih menginginkan bantuanku?”
Kibum
mengangguk, “Walau ku tahu suatu hari aku akan menyesali keputusanku ini, tapi
ya, aku tetap ingin meminta bantuanmu.”
“Baiklah
akan ku pikirkan sebuah ren—“ Belum selesai Haneul berbicara, Kibum sudah
menyelanya.
“Aku
sudah punya ide.” Kata pemuda tersebut dan membisiki sesuatu pada Haneul. Gadis
itu mendengarkan dengan baik-baik sambil mengangguk-angguk tanda ia mengerti.
“Tidak
ku kira kau punya ide seperti itu Kibum.” Kata Haneul sambil nyengir. “Akan ku
siapkan semuanya, kau tenang saja.” Lanjutnya, kemudian ia berjalan pergi
sambil menggumamkan berbagai hal.
“Dan
Kibum.” Haneul tiba-tiba berbalik, membuat Kibum kaget setengah mati.
“You owe
me this one..”
Setelah
mengatakan hal itu Haneul pun melanjutkan berjalan keluar dari perpustakaan.
Kibum berkacak pinggang dengan muka setengah geli setengah kesal.
“Sudah
kuduga aku akan menyesali keputusan ini.”
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
“Aduh, ini kan sudah melewati jam malam kita. Kalau ketauan Kak Juri bisa bahaya nih. Kita mau ngapain
sih?” Keluh Aeja, diikuti anggukan setuju dari beberapa orang.
“Ga tahu
juga. Haneul tadi cuma berkata kita harus berkumpul disini.” Ujar Meerae.
Saat ini
seluruh anggota kelas X-2, minus Haneul, Kibum dan Youngmee berkumpul di taman
di asrama mereka secara diam-diam. Seharusnya mereka sudah di kamar dan bersiap
tidur malam ini, tapi karena pesan Haneul yang sangat misterius itu, mereka mau
tidak mau berkumpul di taman tersebut.
“Dia
hanya bilang itu saja? Dan kenapa harus disini?” Tanya Kiseop, sepertinya dia
tidak setuju dengan pemilihan tempat berkumpul mereka malam itu. Melihat
kondisi malam itu yang dingin dan berangin, siapa sih yang tidak protes.
Melihat
Jaemee yang sedikit menggigil karena udara dingin tersebut, Kiseop melepas
jaketnya dan memasangkannya di pundak Jaemee, yang di iringi muka memerah
Jaemee.
“Terima
kasih Kiseop..”
“Bukan
apa-apa.”
Kedua pasangan
romantis itu pun saling bertatapan dengan mesra, sebelum...
“Hei kalian sudah cukup pacarannya~!” Kata
Eli, dan dengan iseng ia melambaikan tangannya persis di depan muka Kiseop dan
Jaemee, menghancurkan momen tersebut. Aeja menginjak kaki pemuda besar itu
karena keisengannya.
Di
antara kegaduhan tersebut, Soohyun hanya terdiam melihat kelakuan temannya.
Pikirannya berada di tempat lain. Berada pada sesosok orang yang saat ini tidak
berada disini. Pikirannya ada pada..
“Maaf
aku telat!”
Secepat
kilat Soohyun menoleh ke arah pemilik suara tersebut, Park Haneul. Dengan muka
nyengir dan nafas terengah engah Haneul memberikan tanda peace pada
teman-temannya.
“Hey
nenek sihir! Bagaimana sih, kau yang meminta kami berkumpul disini tapi kamu
yang telat.” Protes Dongho, seperti biasa, mencari masalah. Tapi kali ini
Haneul mengabaikannya.
“Jadi,
kita akan merencanakan suatu kejutan.” Kata Haneul. Saat ia akan melanjutkan
kata-katanya, Meerae menyelanya.
“Tunggu,
dimana Kibum dan Youngmee?” Tanya gadis polos tersebut.
“Mereka
berdua sedang dihukum karena kekacauan yang mereka lakukan lagi.”
“Lebih
baik kita menunggu mereka saja.” Kata Kevin, “Kibum suka marah kalau kita
merencanakan sesuatu tanpa dia.”
“Youngmee
juga.” Timpal Meerae. Dasar mereka pasangan polos.
“Aduh
kalian berdua ini. Mereka justru tidak boleh ikut! Karena ini adalah rencana
kejutan untuk mereka. Benar kan Haneul?” Kata Jaemee, sudah menebak maksud
Haneul mengumpulkan mereka malam ini.
“Tepat!
100 buat Jaemee. Lebih tepatnya sih untuk Youngmee, karena Kibum lah yang
mengusulkan rencana ini.” Kata Haneul.
“Lah,
memangnya Youngmee kenapa? Ulang tahunnya masih lama kan?” Tanya Meerae,
tampaknya dia dan Kevin masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
“Mereka
kan saling suka! Dan Kibum ingin menembak Youngmee!” Kata Soohee tidak sabar.
Pasangan
polos (dan lemot) ini pun ber ‘oooo’ ria sebelum Meerae menyadari sesuatu.
“Soohee kok tahu? Biasanya kau kan ikut group lemot bersama kita.”
Soohee
memasang muka tersinggung, “Aku masih satu tingkat di atas kalian loh. Aku
tidak selemot kalian.”
Kevin dan Meerae
pun memasang muka mengerti ala mereka yang polos itu. Sementara yang lain
tertawa pelan melihat tingkah laku Kevin dan Meerae, Soohyun menoleh ke arah
Haneul.
“Jadi, kau sudah
mengatur rencananya, Haneul?” Tanyanya pada gadis yang bersangkutan.
Haneul menatap
balik Soohyun sambil tersenyum, “Tentu saja sudah!!” Jawab Haneul. Membuat muka
Soohyun merah tak keruan. Hal ini tentu saja tidak lepas dari pengamatan Eli
yang sudah mulai mencolek tangan Soohyun dengan iseng.
“Jangan aneh-aneh
ya.” Gumam Dongho.
“Kapan rencanaku
pernah aneh?”
“Setiap saat
Haneul. Kau kan nenek sihir gila.” Kata Dongho, seakan akan menantang musuh
bebuyutannya ini memberinya jitakan maut. Dan benar saja, beberapa saat
kemudian Dongho sudah meringkuk kesakitan memegangi kepalanya, membuat Haneul
menatapnya bingung.
“Umm, Haneul.”
Kata Soojin yang tadi gagal menahan Haneul memukul pacarnya. “Kepala Dongho
masih sakit karena waktu itu menabrak meja.” Penjelasan Soojin menjawab
pandangan bingung dari Haneul.
“Oh. Ya, nasib
buruk untukmu Dongho. Salah sendiri kau mencari masalah.” Kata Haneul. Dongho
tidak bisa membalas kata-kata Haneul itu karena mulutnya tertutup (dengan susah
payah) karena menahan teriakan rasa sakit yang dirasakannya.
“Jadi, apa
rencananya?” Tanya Eli.
“Kibum ingin
mengajak Youngmee makan malam yang romantis. Jangan tanya kenapa orang seperti
Kibum bisa mempunyai rencana seperti itu.” Kata Haneul mulai menjelaskan.
“Soohee dan Xander, kalian buatkan sebuah puisi untuk Youngmee dari Kibum.
Aeja, Eli kalian pilihkan bunga. Kiseop dan Jaemee pilihkan kado. Dongho dan
Kevin urus tempat makannya nanti. Soojin dan Meerae urus makanannya.” Lanjut
Haneul, membagikan tugas.
“Kau dan Soohyun?”
Tanya Eli dengan senyum jahil mengembang di wajahnya.
“Aku dan Soohyun
akan membuat jadwal ‘acara’ untuk Kibum. Kurasa Soohyun mempunyai selera yang
bagus.” Jawab Haneul acuh tak acuh tanpa memperhatikan Soohyun yang berdiri
bangga di sebelahnya.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Kim Kibum bergerak
gelisah di tempat duduknya. Saat ini dia berada di perpustakaan, sedang
menunggu Youngmee untuk muncul di tempat tersebut. Namun gadis yang dimaksud
belum menunjukan dirinya sama sekali di tempat tersebut.
15 menit terasa
seperti berjam-jam bagi Kibum, akhirnya sesosok gadis yang sedari tadi di
tunggunya pun muncul. Youngmee berjalan dengan santai kearah Kibum, tanpa mengetahui sedikitpun
bahwa pemuda ini luar biasa tegang.
“Kibum?”
Ya, Youngmee sama sekali tidak tahu bahwa Kibum menunggunya di perpustakaan
yang sepi, atau tepatnya sengaja dibuat sepi oleh anak-anak X-2 lainnya.
“H-hai
Youngmee.” Sapa Kibum yang dalam hati mengomeli diri sendiri karena terdengar gugup.
Youngmee menyadari nada suara Kibum yang aneh, namun ia tidak berkata apa-apa
dan malah duduk di depan Kibum.
“Youngmee.”
Kata Kibum lagi, setelah beberapa saat yang hening. Youngmee mengalihkan
tatapannya dari buku yang tadi ia bawa-bawa, tidak mengatakan apa-apa tapi dari
ekspresinya Kibum tau bahwa ia mendapatkan perhatian gadis itu.
“Apakah
kau punya waktu? Besok malam?” Kibum dapat merasakan jantungnya berdebar dengan
kencang, ia hanya berharap Youngmee tidak bisa mendengarnya, walau itu memang
tidak mungkin. Tapi Kibum tidak bisa berpikir logis saat ini.
Youngmee
terus menatapnya, Kibum merasakan mukanya memanas. Betapa ia sangat
mengharapkan ini akan selesai dengan cepat. Dengan sekuat tenaga ia menahan
dirinya untuk tidak berlari keluar dari perpustakaan dan kabur.
“Ada
kok. Memangnya kenapa?” Jawab Youngmee kemudian.
“Bisakah
kau ke taman, besok jam 7 malam?”
Youngmee
lagi-lagi memandang Kibum tanpa memberi jawaban. Kali ini lebih lama dari
sebelumnya. Namun akhirnya Youngmee mengangguk, “Baiklah.”
Satu kata yang
keluar dari mulut Youngmee dan hati Kibum langsung berbunga bunga. Rasanya
kalau bisa ia ingin berteriak sekarang juga. Sementara itu, Youngmee kembali
menatap bukunya, meninggalkan Kibum yang kemudian terbata-bata mengucapkan pamitnya
dan berlari keluar di iringi teriakan protes penjaga perpustakaan.
Youngmee menatap
punggung Kibum yang lama kelamaan menghilang dibalik pintu, “Besok malam?”
Gumamnya. Mukanya sedikit memerah namun ia menggelengkan kepalanya kan kembali
focus pada bukunya.
~Malamnya~
Kibum berulang
kali melirik ke arah semak-semak, tempat Haneul dan yang lain bersembunyi. Ia
tidak bisa berhenti memainkan tangannya sendiri karena perasaan cemas yang
menghantuinya.
Semuanya telah
disiapkan. Makanan-makanan favorite Youngmee telah tersedia di meja, tampak
menggoda sehingga tangan Dongho dan Eli memar memar karena Haneul terus memukul
tangan mereka agar tidak menyomot makanan. Meja dilapisi dengan taplak putih
bersih, lilin menyala dengan indah di tengah meja, amplop berisi puisi dan
sebuak buket bunga telah di sembunyikan di sisi Kibum. Hanya satu hal yang
kurang, sang bintang utama mala mini, Han Youngmee.
Jam sudah
menunjukan pukul 7, Youngmee bisa muncul kapan saja. Dan benar saja, tidak lama
kemudian Youngmee dating ke tengah taman itu dengan santainya. Ia memandang
Kibum yang berpakaian rapi (hal yang jarang), makanan-makanan yang ada di meja
dan suasana yang bisa dibilang romantic itu dengan heran dan curiga.
Makan malam
berjalan lancar, walau Kibum kerap gugup dan selalu salah dalam memilih
kata-kata dalam berbicara, membuat para penonton yang sedang bersembunyi gigit
jari melihat kelakukannya.
“Jadi..” Kata
Youngmee setelah makan malam mereka beres. Kibum menatang gadis di depannya
dengan perasaan luar biasa gugup. “Apa tujuanmu melakukan semua ini? Sampai
meminta Soojin memasak semua makanan ini?”
Kibum tertawa
gugup, “Kau menyadarinya ya..”
“Aku hafal rasa
masakan Soojin, lagipula tidak mungkin kau memasak sendiri atau meminta koki
sekolah.” Kata Youngmee. “Jadi, apa tujuanmu Kim Kibum? Kalau kau mau meminta
bantuanku dalam mengerjakan proyek Biologi, jangan harap aku akan setuju.”
Kibum
mengacak-ngacak rambutnya yang tadinya rapi itu, “Sebenarnya..” Katanya,
berusaha mengumpulkan keberanian untuk menyatakan cintanya.
“Ooohh.. Ini akan
seru..” Kata Eli dari balik semak-semak. Ia dan Dongho merayap mendekati meja
Kibum dan Youngmee.
“Eh, awas!” Baru
saja Meerae berkata demikian, Eli dan Dongho tersandung akar pohon dan terjatuh
dengan suara yang cukup ribut. Otomatis Kibum dan Youngmee menoleh kearah
mereka.
“Kalian….sedang
apa?” Tanya Youngmee sambil mengeluarkan ‘dark aura’nya, yang membuat Eli dan
Dongho, bahkan Kibum, ketakutan.
“Eh.. itu.. ehm..
Kami sedang..” Kata Eli dengan gugup sambil berulang kali melirik ke belakang, ke
arah semak-semak tempat dimana teman-temannya yang lain berada. Hal itu tentu
saja disadari oleh Youngmee.
“Kalian…sedang apa
bersembunyi seperti itu?” Kata Youngmee lagi sambil melangkah mendekati
semak-semak. Karena merasa tidak ada gunanya bersembunyi lagi, murid-murid
kelas X2 yang bersembunyi itu pun berdiri dan keluar dari persembunyian.
“Eh..”
“Hai..”
“Hehehe..”
“Um..”
“Kalian…” Youngmee
mengepalkan tangannya, mukanya tampak kesal. “Kalian mau mengerjaiku ya..”
Merasa kalau
Youngmee akan meledak dan para ‘malaikat’ penolongnya akan mengalami kesulitan,
Kibum mengambil sebuah keputusan yang amat-sangat-luar biasa (?) drastis.
“Han Youngmee!!
Mereka disini membantuku!!” Teriak Kibum. Youngmee menoleh kaget ke arahnya,
namun sebelum Youngmee dapat mengatakan sesuatu, Kibum berteriak lagi.
“Aku meminta
mereka membantuku membuat dinner ini untukmu dan aku melakukannya karena aku mencintaimu!”
Teriak Kibum. “Maka, Han Youngmee..” Kibum berjalan mendekati Youngmee dan
berlutut didepannya.
“Maukah kau
menjadi pacarku?”
Otomatis semua
penonton (anak anak X2 yang lain) menahan nafas mendengar hal tersebut,
beberapa menganggap Kibum terlalu nekat karena berani menembak Youngmee saat
dia akan meledak dan beberapa mengekspetasikan sebuah tamparan di muka Kibum.
Beberapa detik penantian serasa berjam jam bagi Kibum. Youngmee memandang Kibum
dengan kaget selama beberapa saat lalu menunduk.
“A..Aku mau..”
Jawab Youngmee, ia menatap Kibum lagi dengan muka merah.
Teriakan-teriakan
dari anak-anak X2 menghiasi malam itu sementara Kibum dan Youngmee berpelukan,
tapi suasana gembira itu tidak bertahan lama.
“WOY! KALIAN SEDANG
APA MALAM-MALAM DISINI?! BALIK KE KAMAR!!”
Dan serentak semua
anak segera lari terbirit-birit ketika melihat sosok Kak Juri di ujung taman.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-TBC-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Made by : Liz & Mei
Take out with full credits please~ ^^

0 komentar:
Posting Komentar