Sabtu, 01 Juni 2013

Highschool chapter 11

Title            : HIGHSCHOOL
Chapter       : 11
Characters  :
- U-KISS’ member
- Ara as Park Jae Mee
- Cynthia as Park Ha Neul
- Mei as Park Soo Jin
- Naomi as Kim Soo Hee
- Icha as Han Young Mee
- Grace as Hwang Mee Rae
- Caeli as Lee Ae Ja
- Nadine as Bu Hyun Ae
- And other K-pop artist
Rating         : T
Disclaimer   : I WISH U-KISS mine, but they’re not T_T

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

“Huah~!! Untung saja Pak Jong Kook sedang berbaik hati~” kata Eli, bernafas lega sambil mengatur nafasnya yang masih belum beraturan.

“Iya.. Coba kalo dia lagi jelek moodnya habislah kita..” Sambung Young Mee. Semua temannya menganggukan kepala mereka menunjukan tanda setuju. Mereka lalu bersama-sama kembali ke kelas dengan lemas. Namun tepat sebelum mereka tiba di kelas…

“KALIAN!!!” Teriak seseorang dengan keras membuat seluruh orang yang mendengarnya melompat kaget. Serentak ke 14 anak tersebut menoleh secara bersamaan dan mendapati salah satu guru yang paling mereka takuti berjalan ke arah mereka.

“Eh? Pak Jong Kook.. ada apa ?” Tanya Soohyun. Tentu saja perasaan mereka sudah tidak tenang. Pasti ada kesalahan lagi yang mereka buat dengan guru menyeramkan itu.

“Ini!! Ada tugas dari guru sastra kalian. Kelas sore tidak diadakan karena ibu ada urusan mendadak. Kalian jangan berisik awas sampai berita itu sampai ditelingaku, kalian tidak akan lolos.” Ancam Pak Jong Kook sambil menyerahkan tugas tersebut ke tangan Soohyun. Anak-anak sudah mengenal baik guru mereka yang satu itu, dia tidak akan main-main dengan ucapannya.

Soohyun membaca dengan keras isi kertas itu untuk teman temannya.

“Kerjakan tugas bahasa yang ada pada buku latihan kalian. Akan ku periksa besok pagi saat pelajaranku. Kalian boleh mengerjakannya diluar kelas. Tapi ingat jangan berisik. Kalian sudah kutitipkan pada Pak Jong Kook. “

“Perlukah kita mengerjakannya??” Tanya Kibum, ia sudah malas melihat soal dengan tulisan yang banyak. “Otakku tidak kuat..”

Teman-temannya tertawa mendengar pengakuan Kibum. “Ya, kami tahu otakmu tidak kuat Kibum..” Kata Dongho sambil tertawa puas.

“Awas kalo ternyata kau tidak kuat juga Dongho!!” Balas Kibum. “Sudah sudah, ayo kita kerjakan..” Kata Soohee.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

“Youngmee!!” Panggil Kibum. Gadis yang di panggil pun menoleh, menampilkan wajah kesalnya.

“Apa?? Aku sibuk!!” Kata Youngmee ketus. Saat ini ia sedang asyik duduk di perpustakaan, membaca novel yang baru saja di temukannya di rak buku.

“Jangan galak kaya gitu dong..” Kata Kibum sambil duduk di depan Youngmee.

Ada perlu apa Kim Kibum??”

“Membahas masalah Soojin dan Dongho..” Balas Kibum dengan santainya, tidak mempedulikan deathglare Youngmee.

“Dan kenapa harus denganku??”

“Karena tampaknya kau tidak sibuk..”

“Apakah aku terlihat tidak sibuk??”

“Yap~!”

Youngmee menhela nafas. “Baiklah, apa yang mau kau bahas??” Katanya sambil menutup bukunya dengan sedikit kesal.

“Mengapa mereka bertengkar dan bagaimana cara untuk membuat mereka balik lagi..” Jawab Kibum.

“Jadi, kau mau menyelidiki mereka??” Tanya Youngmee. Kibum mengangguk bersemangat. “Ayo kita selidiki!!”

“Kau seperti anak kecil. Tapi baiklah..” Jawab Youngmee. “Dimana mereka sekarang??”

“Dongho di lapangan basket bersama Eli dan Soojin ada di taman bersama Soohee..” Kata Kibum. “Ayo kita selidiki!!” Kata Kibum lagi sambil menarik tangan Youngmee.

“Yaak!! Tunggu!! Bukunya ku pinjam dulu!!”

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

“Eli.. Eli!!” Panggil Kibum.

Eli yang sedang duduk beristirahat pun menoleh. Kibum dan Youngmee segera menempelkan jari telunjuk mereka ke bibir, menyuruh Eli untuk diam.

Eli melirik Dongho yang masih asyik bermain. “Ho, aku ke kamar kecil dulu ya..” Kata Eli, memberikan alasan agar dapat keluar dan menemui Kibum dan Youngmee tanpa di curigai.

“Oh, ok!!” Balas Dongho tanpa menoleh sama sekali. Ia sibuk dengan bola basketnya sendiri.

“Sip..” Kata Eli sambil berjalan keluar lapangan dan menuju ke arah Kibum dan Youngmee, di balik semak semak yang memang cukup tersembunyi dari tempat Dongho sedang bermain basket.

“Yo, ada apa??” Kata Eli, tentunya sambil berbisik.

“Kami sedang menyelidiki mengapa Dongho dan Soojin berantem..” Kata Youngmee menjelaskan, namun kata-katanya di salip Kibum.

“Bisakah kau menanyakannya pada Dongho?? Lalu melaporkannya pada kami??” Pinta Kibum langsung.

Eli tampak sedikit terkejut, namun kemudian ia mengangguk bersemangat. “Akan ku bantu kalian sebisaku. Tenang saja!! Eli yang hebat ini pasti bisa menguak informasi dari Dongho..” Kata Eli sambil menunjukan kedua jempolnya.

“Sip deh, sekarang ayo kita ke Soojin!!” Kata Kibum sambil menarik tangan Youngmee lagi. Youngmee hanya bisa pasrah dan melambai pelan ke arah Eli.

Eli menatap kejadian itu dengan dahi berkerut. “Jangan jangan…” Gumamnya pada dirinya sendiri. “Ah, tidak mungkin..” Lanjutnya sambil bangkit berdiri dan kembali ke lapangan, siap mengintrogasi Dongho.

“Kibum!! Jangan menarik tanganku seperti itu!!” Protes Youngmee. Tiba-tiba Kibum berhenti berlari dan membuat Youngmee menabrak pemuda itu.

“Aduh, kenapa berhenti??” Tanya Youngmee sambil melirik Kibum. Kibum tidak mengatakan apa-apa, ia malah menutup mulut Youngmee dengan tangannya dan menariknya ke balik vending machine.

Youngmee memukul tangan Kibum, membuat pemuda itu meringis kesakitan. “Diam dulu!!” Bisik Kibum, “Kalau kau berjanji diam, akan ku lepaskan..” Bisiknya lagi.

Youngmee mengangguk sambil terus memukul Kibum. Kibum tidak punya pilihan lain selain melepaskannya.

“Apa maksudmu melakukan hal itu tadi hah?!” Omel Youngmee, dalam bisikan tentunya.

“Lihat saja ke hall tadi..” Jawab Kibum sambil mengelus tangannya yang sakit di pukul oleh Youngmee tadi.

Youngmee pun melirik ke arah Kibum memandang tadi. Tampaklah Soojin sedang duduk di kursi yang terletak di pinggir lorong. Tampaknya ia sedang sibuk membaca.
“Lalu??” Kata Youngmee, masih bingung dan marah.

“Ya kita tidak boleh kelihatan olehnya..” Jawab Kibum, memberikan ekspresi terpolosnya.

Youngmee memukul pemuda itu, “Tapi ga usah seperti tadi kan!!” Kata Youngmee emosi.

“Maaf maaf..” Kata Kibum, “Ah, Soohee, Soohee~!!” Panggil Kibum saat melihat sesosok gadis yang di kenalinya sebagai Soohee.

Soohee menoleh dan membuka mulutnya, hendak menyapa balik. Namun Kibum dan Youngmee segera melakukan hal yang sama pada Eli, menyuruh Soohee diam.

“Kemari~!!” Panggil Youngmee, dalam bisikan tentunya. Soohee melirik Soojin, memastikan gadis tersebut tidak melihatnya, lalu cepat cepat pergi ke arah Youngmee dan Kibum.

Ada apa??” Bisik Soohee. Kibum pun segera menjelaskan misi mereka, yang di jawab dengan anggukan setuju dari Soohee.

“Tenang saja, aku akan berusaha semampuku!!” Kata Soohee bersemangat, terlalu bersemangat sehingga suaranya terlalu keras.

“Soohee??” Panggil Soojin, ternyata ia mendengar kata-kata terakhir Soohee itu.

Kibum dan Youngmee panik, tampak panik ketika terdengar suara langkah kaki Soojin yang mendekat.

Soohee buru buru keluar dari tempat Kibum dan Youngmee bersembunyi dan menemui Soojin.

“Sedang apa kau disitu??” Tanya Soojin penasaran.

“Ee… Aku hendak membeli minum!! Ya aku mau membeli minum, kau mau??”

Soojin menatap sahabatnya itu dengan curiga. “Hmm.. aku yakin tadi kau mengatakan sesuatu..”

“A-aku berteriak pada vending machine ini. Kau tau imajinasiku luar biasa kan??” Kata Soohee dengan gugup, berharap Soojin percaya pada alasan palsu nya itu.

Soojin masih menatap Soohee dengan ragu, namun kemudian ia mengangguk. “Kalau begitu, aku ingin jus..” Kata Soojin sambil mendekati vending machine sementara Soohee menghela nafas lega di belakangnya.

“Aman aman…” Gumam Soohee.

“Apa??”

“A-ah.. Tidak ada apa apa..” Kata Soohee buru buru dan mengikuti Soojin memilih minuman mereka dan segera kembali ke tempat duduk mereka.

Kibum dan Youngmee menghembuskan nafas lega bersamaan. Tanpa sadar, mereka berdua saling menggenggam tangan satu sama lain karena panik tadi. Youngmee, yang menyadari hal itu pertama kali segera menarik tangannya dari genggaman Kibum dengan muka memerah.

“Ny-nyaris saja..” Kata Youngmee terbata-bata, menolak untuk memandang Kibum saat mengatakan hal tersebut.

Muka Kibum menunjukan kekecewaan, tapi ia segera menyembunyikannya. “Untung Soohee cerdik mengatasi masalah ini. Sekarang kita tinggal menunggu hasil dari dirinya dan Eli.” Kata Kibum yang di jawab anggukan Youngmee.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Haneul memandang kosong buku yang di pinjamnya tadi. Beberapa saat sebelumnya dia memang sangat tertarik untuk membaca buku tersebut, tapi sekarang pikirannya sedang berada di tempat lain. Tiba-tiba ia tersentak kaget saat seseorang menepuk pundaknya.

“Jangan melamun di siang bolong seperti ini Nona.”

Haneul tersenyum pada orang yang menepuk pundaknya tadi, Soohyun. Soohyun pun balas tersenyum dan duduk di kursi di sebelah Haneul di perpustakaan itu.

“Jadi, mengapa kau melamun di siang hari seperti ini?” Tanya Soohyun sambil mengambil buku yang berada di tangan Haneul dengan hati-hati sehingga buku tersebut tetap terbuka pada halaman yang sama.

“Aku tidak melamun.” Jawab Haneul, membiarkan bukunya di ambil oleh Soohyun. “Hanya sedang memikirkan sesuatu.”

“Dan sesuatu tersebut adalah..?”

Haneul tidak menjawab, otaknya masih terus berputar untuk mencari jalan keluar. Ya, jalan keluar permasalahan Soojin dan Dongho yang telah menjadi misteri kelas X-2.

“Young Mee!!”

Serentak Haneul dan Soohyun terlonjak kaget mendengar teriakan nama tersebut. Dan saat mereka menoleh mereka mendapati Kibum yang terengah-engah karena habis berlari, berdiri tidak jauh dari tempat dimana mereka duduk.

“Ada apa Kibum?” Tanya Haneul. Kibum tidak menjawab. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari sesosok gadis yang di carinya sejak tadi.

“Kalau kau mencari Youngmee dia tidak ada disini.” Kata Haneul setelah menebak apa maksud pemuda yang tampak linglung di depannya ini.

Kibum mengerang frustasi, lalu duduk di sebelah Haneul yang satunya. Jadi saat ini Haneul sedang di kapit oleh dua orang pemuda. Hal ini membuat Soohyun mengerutkan keningnya dengan perasaan tidak senang.

“Kau harus membantuku Haneul..” Kata Kibum kemudian, membuat Haneul tercengang kaget. Seorang Kibum meminta bantuannya?

“Bantuan apa?”

“Ini..” Kibum berdeham pelan. “Kau kan yang membantu Dongho dan Kiseop benar? Ya jadi, aku juga ingin meminta bantuanmu..”

Soohyun tampak bingung, tapi Haneul tampaknya mengerti apa yang dimaksudkan oleh Kibum.

“Kau sudah merasa yakin untuk melakukannya?” Tanya Haneul. Soohyun melirik Haneul lalu Kibum, lalu Haneul lagi dengan bingung. Sementara Kibum hanya mengangguk pelan.

“Youngmee suka kejutan. Jadi ayo kita berikan kejutan padanya.” Lanjut Haneul seraya mengeluarkan notes kecil dari tasnya dan mulai mencatat berbagai hal.

“Kejutan? Kejutan bagaimana?” Tanya Kibum penasaran. Haneul hanya tersenyum penuh arti.

“Serahkan saja padaku.”

Tiba-tiba terdengar langkah kaki, dan suara familiar menyapa mereka. “Apa yang sedang kalian lakukan?”

Ketiga murid yang tadi sedang sibuk di meja langsung menoleh dan mendapati Youngmee menatap mereka dengan heran. Dengan kilat Haneul segera menutup notesnya. Kibum tampaknya kehilangan kemampuan berkata-kata.

“Membantu Haneul menyelesaikan lagu terbarunya.” Jawab Soohyun menyelamatkan mereka semua. Youngmee hanya mengangguk-angguk mendengar jawaban tersebut kemudian duduk di seberang Haneul.

“Aku sudah mendapat kabar dari Eli dan Soohee.” Kata Youngmee pada Kibum. Tentu saja Haneul dan Soohyun bingung karena mereka tidak mengetahui rencana Kibum dan Youngmee mengenai Soojin dan Dongho.

“Oh, ini mengenai masalah kelas kita.” Kata Youngmee menjawab pandangan penuh tanya dari kedua temannya. “Jadi, baik Dongho dan Soojin mengatakan tidak ada masalah diantara mereka dan tampaknya mereka tidak berbohong. Baik Soojin dan Dongho menatap lawan bicaranya langsung di matanya.” Lapor Youngmee seperti agen FBI yang sedang beraksi.

“Kalau mereka tidak berbohong, lalu apa?” Tanya Soohyun.

“Aku juga tidak tahu.”

“Mungkinkah..” Kata Haneul. “Mereka menipu kita?”

Ketiga temannya menatapnya. “Menipu bagaimana?” Tanya Kibum.

“Dulu Dongho pernah menipuku kalau dia marah padaku, kalian tahu cecunguk satu itu cukup pintar berakting bukan? Soojin juga pintar berakting. Dan mereka sama-sama berada di ekskul teater.

Ke-empat anak tersebut jatuh terdiam dan berpikir. Youngmee lah yang memecah keheningan.

“Kalau mereka memang menipu kita, hanya ada satu cara untuk membuktikannya.”

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Soojin menatap ke-enam temannya yang berdiri mengelilinginya di kelas mereka. Haneul dan Youngmee telah mengumpulkan semua teman sekelas mereka dan menjelaskan rencananya. Saat ini Youngmee, Soohyun, Jaemee, Kevin, Eli dan Soohee berdiri di depan Soojin dan menatapnya dengan tajam.

“Ada apa kawan kawan?” Tanya Soojin, tidak mengetahui sedikitpun rencana teman-temannya ini.

“Soojin, kita ada sedikit perlu denganmu.” Kata Youngmee dengan senyum jahilnya.

Di tempat lain, Haneul, Kibum, Kiseop, Aeja, Xander dan Meerae berdiri mengelilingi Dongho di kantin. Pemuda yang sekilas akan menjadi korban bully tersebut sedikit panik.

“Ada apa ini?”

“Shin Dongho.” Kata Haneul sambil mendekat dan duduk persis di seberang Dongho, sementara murid yang lain berdiri mengelilingi mereka. Persis seperti boss mafia, pikir Dongho saat melihat posisi mereka.

“Kali ini tidak ada acara mengelak lagi. Ada apa dengan dirimu dan Soojin?” Tanya Haneul.

“Tidak ada apa-apa.” Jawab Dongho, berusaha bersikap santai. “Aku ada perlu, sampai nanti semua.”

Kibum dan Kiseop dengan sigap menahan Dongho dan memaksa pemuda tersebut duduk lagi. Dengan terpaksa Dongho kembali duduk dan menatap Haneul yang masih duduk di tempatnya.

“Tidak usah berbohong. Soojin sudah mengakui semuanya juga kok. Kami hanya memerlukan pengakuan dirimu.” Kata Haneul.

“Mengaku apanya? Tidak ada apa apa kok!!”

“Tapi Soojin sudah mengaku loh Dongho..”

“Lagipula kalau aku mengaku buat apa? Soojin sudah mengaku kan? Bukannya kalian lebih percaya dia daripada diriku?” Kata Dongho. Haneul tersenyum penuh kemenangan.

“Oh, jadi kau mau mengaku? Katakan dengan jelas dong Ho.” Kata Xander, disambut anggukan kepala yang lain.

Dongho mengehela nafas, “Baiklah aku mengaku. Kami berdua hanya berakting saling membenci untuk drama kami. Awalnya kami hanya ingin main-main tapi ternyata tampaknya kalian percaya, jadi kami melanjutkannya.”

Senyuman Haneul melebar. Ia kemudian mendekatkan kepala ke tangan Meerae yang ternyata memegang HP. “Kau mendengar hal itu Youngmee? Mereka berdua menipu kita semua ternyata.”

Meerae kemudian memencet tombol speaker supaya jawaban Youngmee bisa terdengar semuanya. “Oh, kau mendapat pengakuan yang cowo terlebih dahulu Haneul? Cepat juga. Soojin cukup keras kepala nih, dia tidak mau mengaku.” Suara Youngmee terdengar dari ujung telepon disana. “Ah, dia mengaku juga akhirnya.” Lanjutnya

Mulut Dongho menganga lebar, tidak percaya apa yang baru saja ia dengar. Ia di tipu teman-temannya sendiri?

“Kalian tega seka—“ Belum sempat Dongho menyelesaikan kalimatnya, Haneul berdiri dan mendekati Dongho.

“Oh? Tega ya Shin Dongho? Kamu pikir betapa khawatirnya kami karena ulah kalian berdua?” Kata Haneul. Gadis itu kemudian menoleh ke arah teman-temannya yang lain. “Anak ini dan pacarnya perlu kita hukum. Ayo kawan-kawan!!” Di jawab dengaan sorakan yang lain. Xander, Kibum dan Kiseop langsung menyeret Dongho ke arah kelas mereka, tempat Soojin dan yang lain berada.

Ketika mereka sampai di kelas, tampaklah Soojin yang sudah kehabisan nafas. Ternyata Youngmee dan yang lain sudah memulai hukuman mereka.

“Giliran Dongho.” Kata Youngmee sambil memberi tanda untuk mendudukan Dongho di salah satu kursi. Dan penyiksaanpun di mulai.

“Apa yang kalian lakukan? Hei!! Hei!! Tunggu!! Hahaha.. Hentikan! Jangan hahahaha jangan disitu!! Tidak!! Hahahahahaha Hentikaaaaannnn!!!! Hahahahahahaha..”

Dongho langsung di kelitik oleh enam orang sekaligus, dengan sadis dan tidak ada pengampunan. Sementara Soojin, yang sudah tidak mempunyai tenaga, hanya bisa menonton dari samping saja.

“Hahahaha hentikan!! Iya maaf!! Hahahahahaha. TOLONG HENTIKAN!! Hahahaha hihihi hahahahahahaha.”

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-TBC-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:


Made by : Cynthia & Mei
Take out with full credits please~ ^^