Minggu, 27 Oktober 2013

Highschool Chapter 13



Title           : HIGHSCHOOL
Chapter      :
Characters  :
- U-KISS’ member
- Ara as Park Jaemee
- Cynthia as Park Haneul
- Mei as Park Soojin
- Naomi as Kim Soohee
- Icha as Han Youngmee
- Grace as Hwang Meerae
- Caeli as Lee Aeja
- Nadine as Bu Hyun Ae
- And other K-pop artist
Rating         : T
Disclaimer   : I WISH U-KISS mine, but they’re not T,T

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

“Kelas kita mau menampilkan apaan nih??” Tanya Youngmee sambil menatap kertas kosong di depannya. Saat ini, seluruh kelas X-2 sedang sibuk rapat dadakan untuk menentukan acara kelas mereka di festival sekolah nanti. Akhir-akhir ini mereka terlalu ‘sibuk’ sehingga Bu Hyunae harus mengomel di kelas terlebih dahulu baru mereka bersiap-siap mempersiapkan festival nanti.

“Rumah hantu, rumah hantu!!” Saran Eli bersemangat, yang langsung dibalas tatapan tajam dari semua gadis yang ada disitu kecuali Youngmee.

“Ide bagus tuh!!” Kata Youngmee, dan ia pun di deathglare oleh gadis-gadis yang lain.

“Gimana kalau café??” Usul Jaemee, Haneul menatapnya. “Aku tak-“ balas Haneul, tapi yang lain sudah memotongnya.

“Setuju!!” Kata Meerae sementara Soohee dan Soojin mengangguk angguk semangat. Youngmee terlihat sedikit kecewa, tapi tampaknya ia setuju dengan ide tersebut.

“Bagaimana menurut kalian??” Tanya Aeja pada murid laki-laki. “Hmm.. Boleh juga..” Jawab Kiseop, Dongho juga mengangguk.

“Bilang saja kalian ingin melihat Jaemee dan Soojin dalam kostum maid..” Ejek Eli, membuat muka 4 orang yang di maksud memerah. Kibum lalu menatap Youngmee dan mukanya memerah juga.

“Aish ini juga.. Yang baru jadian..” Kata Eli sambil menatap Kibum.

Melihat muka protes Haneul, Soohyun menatap yang lain. “Kita cari usul yang lain dulu bagaimana??” Katanya.

Eli segera menyadari apa yang terjadi, dan nyengir jail. “Vote aja ini, kalau lebih dari setengah yang setuju. Ide ini aja..” Katanya usil.

Soohyun menatapnya tajam, “Aku tak setuju..” Katanya akhirnya, Soohee mencatat vote nya.

“Aku juga tak setuju!!” Kata Haneul cepat-cepat, membuat Eli nyengir lagi. “Hmm.. Aku setuju..” Kata Eli.

“Setuju..” Kata Xander dan Kevin bersamaan. “Itu sudah lebih dari setengah kelas..” Kata Soohee menghitung vote.

Haneul hanya menatap dengan pasrah. “Yah, kalau begitu, acara kedua kita??” Tanya nya.

“Bagaimana kalau drama??” Usul Soojin, serempak seluruh temannya menatapnya dengan penuh ketertarikan.

“Itu baru ide menarik!!” Kata Haneul, “Kau sudah punya ide cerita??” Tanya Kibum.

“Sudah dong..” Kata Soojin, “Romeo dan Juliet..” Lanjutnya.

“Seru tuh!!” Kata Xander, “Kalau begitu, tolong buat ceritanya ya.. Kalian berdua..” Kata Youngmee pada Xander dan Soohee.

“Kenapa kami??” Tanya Soohee, protes. “Kalian kan dari club sastra!!” Kata Youngmee.

“Oh baiklah..” Kata Soohee menyerah.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

“Soohee!!” Panggil Xander, gadis yang di panggil itu pun menoleh. “Kau telat!!” Protes Soohee yang sudah sibuk membaca buku tentang Romeo dan Juliet di perpustakaan.

“Maaf maaf..” Kata Xander sambil duduk di kursi depan Soohee. “Ini, sudah ku catat tokoh-tokohnya..” Ujar Soohee sambil mengulurkan sebuah kertas.

Xander membacanya, “Pas 14 tokoh ya…”

“Tidak, ku tambah kan beberapa tokoh, dan ku hilangkan beberapa juga..” Jawab Soohee.

“Kau hebat..”

Soohee terkejut mendengar komentar itu, Xander sendiri juga tampaknya terkejut dengan perkataannya.

“Ma-makasih..” Jawab Soohee, mukanya sedikit memerah.

“Sa-sama sama…” Jawab Xander, mukanya juga memerah.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

“Meerae??” Panggil Kevin saat ia melihat sosok seorang gadis yang tengah mengintip dari balik rak.

Meerae menoleh terkejut, “Oh Kevin!! Kau mengejutkanku!!” Protesnya.

“Tapi aku hanya memanggil pelan..” Bela Kevin, “Memangnya kau sedang apa sih??”

Meerae tak menjawab, melainkan menunjuk ke suatu arah, Kevin ikut mengintip di sebelahnya.

“Xander dan Soohee….??” Tanya Kevin saat ia melihat Xander dan Soohee sibuk berdua, namun anehnya, muka mereka merah.

“Sssttt..” Kata Meerae, “Jangan kasih tau siapa-siapa dulu ya…” Katanya, kemudian pergi sambil nyengir jail.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

“Jadi, untuk apa ini??” Tanya Dongho sambil menatap Soohee dan Xander. Saat ini mereka sekelas sedang mempersiapkan café mereka, namun tiba-tiba Soohee dan Xander meminta mereka untuk berkumpul dan membicarakan tentang drama.

“Baru 3 hari berlalu dan kalian sudah siap dengan skripnya??” Kata Meerae tak percaya, Soohee dan Xander mengangguk bangga.

“Untuk membuatnya lebih menarik, kami memutuskan untuk melakukan undian..” Kata Soohee, “Undian untuk??” Tanya Kevin.

“Untuk pembagian peran lah!!” Kata Xander, “Ini ayo, tokoh laki-laki ambil disini..” Lanjutnya sambil menunjukan kaleng bekas, Soohee juga menunjuk kaleng bekas di sebelahnya. “Yang perempuan disini.. Ayo cepat!!”

Setelah semua mengambil undian, termasuk Xander dan Soohee, yang mengambil terakhir, peran satu persatu pun terungkap juga.

“Siapa Juliet dan Romeonya??” Tanya Jaemee penasaran, karena itu bukan perannya. Dan betapa terkejutnya ia dan seluruh kelas, melihat bahwa yang mengangkat tangan adalah Haneul dan Dongho.

“Ke-kenapa bisa?!” Kata Dongho tak percaya, sementara Haneul sudah speechless. Seluruh kelas tertawa, “Aku jadi Paris.. Siapa itu??” Kata Kibum, serempak Soohee dan Xander tertawa keras.

“Pa-paris itu tunangannya Juliet..” Jelas Soohee di tengah tawanya. “I-ini baca sendiri keterangannya..”

“Aku dulu..” Kata Youngmee, menerima secarik kertas dari Soohee, “Aku Rosaline, berarti aku.. Yang di sukai Dongho..”

“Tuhan, salah apa aku pagi ini..” Gumam Dongho pasrah, “Aku jadi, sahabat Dongho..” Kata Jaemee, tapi ini peran laki-laki kan??” Tanya Jaemee.

“Kita kekurangan tokoh perempuan sayangnya..” Jelas Xander, “Aku jadi pangeran..” Gumam Kiseop membaca keterangan tokohnya.

“Cocok!!” Komentar seluruh teman-temannya sambil tertawa, “Siapa putrinya??” Tanya Aeja.

“Aku..” Jawab Meerae, “Masa aku yang nikahin Dongho sama Haneul..” Kata Aeja menahan tawa saat ia melihat keterangan karakternya, seluruh temannya (kecuali Dongho, Haneul, Soojin dan Soohyun) tertawa terbahak bahak.

“Siapa jadi papanya Juliet??” Tanya Soohee, “Aku memerankan mamanya nih..”

“That’s mee!!!” Kata Eli sok keren, “Mamanya Romeo??” Tanya Xander, sudah jelas ia lah yang memerankan Papanya Romeo.

Soojin mengangkat tangannya, serempak seluruh kelas tertawa lagi, “Dari pacar jadi mama..” Komentar Kibum.

“Siapa Tyblat dan siapa Mercutio??” Tanya Soohee pada Soohyun dan Kevin. “Aku Tyblat..” Kata Soohyun, “Mercutio..!!” Kata Kevin.

“Yang ini juga, jadi sepupu padahal maunya jadi pft!!” Kata kata Eli terhenti saat mulutnya di bungkam oleh Soohyun.

“Ini teks drama nya, selamat berjuang..” Kata Xander sementara ia dan Soohee membagikan tumpukan kertas.

“Kita latihan sekarang yuk..” Ujar Soojin, membuat seluruh kelas menoleh dengan kaget, terutama Dongho dan Haneul.

“Lebih banyak latihan, lebih baik kan??” Lanjut Soojin, “Ide bagus, Ayo latihan sekarang kalau begitu..” Kata Soohee.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

“Haneul, aku tau kau tak menyukai Dongho.. Tapi ini hanya drama, ayolah setidaknya ekspresimu tak seperti itu..” Kata Soojin pada Haneul yang sedang mengucapkan script dramanya.

“Dan itu berlaku juga padamu Dongho..” Lanjut Soojin pada pacarnya itu. Saat ini mereka semua sedang berlatih drama mereka di ruang pertunjukan.

“Kau tau betapa susahnya ini bagi kami bukan??!!” Protes Haneul dan Dongho bersamaan. “Lihat, kalian mulai kompak, apa susahnya untuk memasukkannya dalam drama??” Kata Soohee.

Melihat muka kedua pemeran tokoh utama, Soohee menghela nafas, “Kita istirahat 5 menit ya..” Katanya, dan sedetik kemudian, Dongho dan Haneul sudah menjauh membuat teman-temannya tertawa.

“Aku ingin ke kantin sebentar.. Ada yang mau ikut??” Kata Jaemee, dan segera Kiseop menyatakan dirinya ikut.

“Aku juga..” Kata Haneul sambil menyusul Jaemee. “Aku mau ke toilet dulu ya..” Kata Soohee yang langsung mengikuti Jaemee, Haneul dan Kiseop keluar.

Soohee melangkah ringan ke toilet untuk mencuci mukanya, namun setelahnya, ia tak langsung balik ke ruang pertunjukan, melainkan duduk di kursi selasar.

Tiba-tiba ia di kejutkan dengan rasa dingin di pipinya, Ia pun menoleh dan mendapati Xander tersenyum lebar dengan sebotol minuman dingin di tangannya.

“Jangan mengagetkan ku seperti itu..” Kata Soohee sambil menerima minuman itu dari Xander.

“Maaf, maaf..” Kata Xander sambil duduk di samping Soohee. “Kerja bagus..” Pujinya.

“Kau juga..” Jawab Soohee sambil tersenyum pada Xander juga, “Setelah festival ini selesai, kita harus merayakannya lagi..” Kata Xander riang.
“Merayakannya??” Tanya Soohee sambil tertawa, “Bukankah festival ini adalah perayaan??”

“Eh iya ya..” Jawab Xander polos, membuat Soohee tertawa lagi.

“Kau terlihat lebih baik..” Kata Xander tiba-tiba sambil memandang wajah Soohee. “Maksudmu??” Tanya Soohee.

Xander terlihat malu-malu, “Well, tadi kau terlihat sedikit cape dan stress, jadi..”

“Jadi kau memutuskan untuk menghibur ku??” Tanya Soohee, membuat muka Xander memerah. “Ya.. Bagaimana ya.. Begitulah..??” Jawab Xander membuang muka karena malu.

Soohee menatap laki-laki di sebelahnya itu, “Terima Kasih..” Katanya kemudian.

Mendengarkan perkataan Soohee, Xander memberanikan diri untuk menatap gadis tersebut. Selama beberapa saat mereka hanya pandang-pandangan.

“Ternyata kalian ada disitu..” Kata Dongho membuat serempak Soohee dan Xander segera berdiri dan menjauh.

“Kenapa kalian??” Tanya Dongho, tak peka dengan apa yang sedang terjadi. “Tidak apa apa!! Ayo kita latihan lagi!!” Kata Soohee dengan muka merah sambil berjalan cepat menuju ruang pertunjukan.

“Ada apa dengannya??” Tanyaa Dongho pada Xander, yang mukanya merah juga. “Tidak, tidak apa apa..” Jawab Xander yang mengikuti jejak Soohee.

“Ada apa dengan mereka sebenarnya??” Tanya Dongho kebingungan, tapi akhirnya ia mengikuti mereka balik ke ruang pertunjukan.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

“Bagaimana??” Tanya Youngmee pada para murid laki-laki, saat ini mereka semua sedang mempersiapkan café kelas mereka. Dan sekarang, para murid perempuan sedang mencoba kostum maid mereka.

Muka para murid laki-laki, kecuali Eli, pun memerah. “Co-cocok..” Komentar Kiseop terbata bata melihat Jaemee.

Dongho dan Kevin tak bisa berkata apa apa, Xander hanya bisa mencuri curi pandang ke arah Soohee, Soohyun membuang muka. Hanya Kibum yang terang terangan berjalan ke arah Youngmee dan memperhatikannya dari dekat.

“Cantik!!” Puji Kibum, membuat muka Youngmee semerah tomat.

Eli menatap teman-temannya itu dan tertawa kecil melihat tingkah mereka. “Cepat kalian ganti baju lagi sebelum mereka meledak..” Katanya pada para murid perempuan.

“Ayo, kita tentukan menu lagi..” Ajak Eli sambil menunjuk secarik kertas yang tadi mereka kerjakan.

“Kupikir untuk minuman sudah cukup..” Komentar Xander, “Bagaimana jika kue keringnya di tambah satu??” Saran Kevin saat melihat daftar menu mereka.

“Baiklah, bagaimana kalau ini..” Kata Soohyun sambil menulis di kertas tersebut. “Sepertinya susah..” Komentar Dongho.

“Bagaimana perkembangan daftar menunya??” Tanya Soojin saat para murid perempuan telah selesai berganti kostum.

“Hampir selesai..” Kata Kiseop. Meerae meraih daftar menu tersebut, “Ku pikir ini sudah cukup..” Komentarnya sambil memberikan daftar menu tersebut pada Aeja.

“Ku pikir juga begitu.. Eh, kita belum menentukan nama café kita..” Kata Aeja, membuat seluruh anggota kelas X-2 berpikir lagi.

“Bagaimana kalau ini…” Kata Haneul, setelah ia mengatakkan idenya, serempak seluruh kelas berteriak setuju.

“Jadi, kita akan memakai nama ini ya.. Ayo cepat kita buat papan namanya!!” Kata Meerae bersemangat.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

(3 days to go)

“Tinggal 3 hari lagi..” Kata Haneul, saat ini seluruh anak X-2 sedang berlatih untuk kesekian kalinya di ruang pertunjukan.

“Kau tak sabar untuk tampil??” Goda Youngmee, Haneul menatapnya, “Aku tak sabar.. Menunggu penderitaan ini berakhir..” Jawabnya membuat teman nya yang lain tertawa.

“Ayo kita latihan lagi dari awal!!” Teriak Soojin menandakan bahwa saat istirahat telah selesai.

“Tampaknya drama ini akan menjadi drama komedi..” Komentar Xander pada Soohee dan Soojin yang sedang asyik mengamati akting Dongho dan Haneul yang ogah-ogahan.

“Sepertinya..” Jawab Soohee pasrah sementara Soojin sudah naik ke panggung dan mengomeli kedua pemeran utama itu.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

(2 days to go)

“Resep untuk muffin cokelat kemana?!?” Tanya Aeja panik saat membereskan meja, “Eh?! Bukannya tadi ada di situ?!” Balas Meerae ikutan panik.

“Mungkin terselip, ayo cari!!” Usul Jaemee, dan ketiganya dengan panik mulai mencari resep yang hilang itu.

Brak!!

“Gyaaahh!!” Teriak Eli dan Kiseop dari luar, “Hati-hati dong!!” Omel Youngmee, mereka bertiga sedang memasang papan nama untuk café mereka.

“Kevin!! Jangan di taruh situ!! Di situ baru di bersihkan!!” Kata Soohyun dari pojok kelas. Kevin yang baru saja dari dapur kelas menoleh dengan pasrah, “Lalu di taruh dimana??” Tanyanya.

“Disitu saja!!”

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

(1 days to go)

“Akhirnya besok…” Kata Jaemee, seluruh persiapan telah selesai tepat waktu, saat ini mereka semua sedang duduk di café alias kelas mereka sendiri.

“Ya, akhirnya.. Aku mau ke toilet dulu ya..” Kata Soohee dengan cape, berjalan pelan ke luar kelas.

Suasana ringan menyelimuti kelas tersebut, mulai dari pembicaraan tentang drama, sampai persiapan café mereka, namun Xander hanya duduk terdiam.

“Ada apa Xander??” Tanya Kevin yang menyadari hal tersebut.

“Guys, aku mau minta tolong..”

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

(D-Day)

Festival sekolah di sini berlangsung selama 6 hari, dan kelas X-2 memutuskan untuk melakukan drama ‘Romeo dan Juliet’ mereka selama dua hari, dan sisanya mereka akan membuka café.

(Ruang ganti murid laki-laki)

“Kau siap??” Tanya Soojin pada pacar nya, Dongho yang sudah siap dengan kostum Romeo nya.

“Siap dong!!” Kata Dongho dengan PDnya. Soojin tertawa melihat kelakuan pacarnya yang tak tau malu itu.

“Semoga berhasil ya..” Kata Soojin sambil mengecup pipi Dongho, membuat muka pacarnya merah.

(Ruang ganti murid perempuan)

“Fyuuuhhh…” Haneul menarik nafas panjang dan membuangnya kembali, tanda ia semakin cemas.

“Kau pasti akan baik baik saja..” Hibur Aeja, “Aeja, tukar tempat denganku..” Kata Haneul pasrah.

“Jangan gila..” Jawab Aeja sambil tertawa. “Jangan bergerak Haneul!!” Omel Meerae yang masih sibuk menata rambut Haneul.

“Oy!! Sudah belum??” Suara Eli terdengar dari depan, “Sudah, tinggal rambut Haneul saja, masuklah..” Jawab Youngmee.

“Itu artinya belum selesai..” Kata Kibum saat ia, Kiseop, Eli, Kevin dan Soohyun memasuki ruangan. Muka Soohyun langsung memerah saat melihat Haneul, membuat Eli tidak tahan untuk tidak menggodanya.

“Dimana Xander??” Tanya Jaemee, tak ada yang menanyakan Dongho dan Soojin, karena mereka semua telah menebak bahwa gadis tersebut pasti mengunjungi Dongho.

“Mengecek untuk terakhir kalinya bersama Soohee..” Jawab Kiseop.

“Tentang rencananya itu..” Kata Meerae, “Sepertinya ia serius, well, kita tak punya pilihan lain selain membantunya..” Kata Soohyun, “Aku tak pernah melihatnya se serius itu..” Lanjut Eli.

Sejenak keheningan meliputi ruangan itu, semua orang sibuk dengan pikirannya masing-masing sampai suara ketukkan terdengar dari balik pintu.

“Kalian semua disini rupanya..” Kata Soojin dari balik pintu saat Kevin membukakan pintu untuknya, di belakangnya tampak Dongho, Xander dan Soohee.

“Sebentar lagi akan di mulai, tempat penonton mulai penuh..” Kata Xander.

“Kau siap??” Tanya Soohee pada Haneul, “Sebenarnya tidak, tapi ayo kita lakukan!!”


:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-TBC-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Made by : Liz & Mei
Take out with full credits please~ ^^

Minggu, 20 Oktober 2013

Highschool Chapter 12



Title            : HIGHSCHOOL
Chapter       : 12
Characters  :
- U-KISS’ member
- Ara as Park Jae Mee
- Cynthia as Park Ha Neul
- Mei as Park Soo Jin
- Naomi as Kim Soo Hee
- Icha as Han Young Mee
- Grace as Hwang Mee Rae
- Caeli as Lee Ae Ja
- Nadine as Bu Hyun Ae
- And other K-pop artist
Rating         : T
Disclaimer   : I WISH U-KISS mine, but they’re not T_T

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

“Kan sudah ku bilang, hal ini tidak baik, mengerjai anak-anak kelas kita. Mereka punya insting yang kuat sudah kubilang! Kamu gak mau dengerin aku sih! Lihat benjol kan!” Omel Soojin sambil memeperhatikan laki-laki yang sangat dia cintai yang duduk dihadapannya.

Saat ini Soojin tengah mengobati kepala pacarnya yang benjol akibat guling-guling di lantai dan menabrak meja dengan bunyi yang sangat mantab setelah di ‘hukum’ oleh teman-teman mereka.

“Kan yang ngajak berjauhan dan pura-pura berantem kan kamu..” Bela Dongho.

“Tapi kan kubilang untuk memberi tahu yang lain terlebih dahulu. Bukan menyembunyikan hal ini dari mereka.”

“Iya iya, maafkan aku.” Kata Dongho pada akhirnya, menyerah pada pacarnya.

Soojin, yang sudah selesai mengobati benjolan besar di kepala Dongho, dengan pelan mengangkat tangannya dan mencoba menyentuh kepala pacarnya. “Masih sakit tidak?” Tanyanya.

“JANGAN DIPEGANG!!!!” Teriak Dongho sambil menundukkan kepalanya dan menggenggam tangan Soojin, menahannya agar tidak memegang kepalanya yang masih sekit itu. Soojin tersenyum melihat kelakuan pacarnya itu. Dia teringat segala sesuatu yang telah mereka lakukan bersama. Dongho mungkin tidak sebaik Soohyun ataupun Kevin, dia juga tidak sepintar Kiseop dan Alexander, dia juga tidak selucu Kibum, dan tidak hebat dalam berbagai olahraga seperti Eli, tapi Soojin sangat menyayangi orang yang paling dibenci Haneul itu. Saat pertama kali mereka berpacaran, hampir setiap hari Haneul bertanya kenapa orang seperti Soojin mau berpacaran dengan cecunguk seperti Dongho. Jawaban dari Soojin selalu sama, senyuman tanpa kata-kata.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Youngmee duduk ditaman dengan tenang. Matanya tertuju pada buku tebal yang baru saja dia pinjam dari perpustakaan. Saat membaca buku, Youngmee berubah menjadi orang yang tenang dan tidak banyak bertingkah (?). Terkadang, menyenangkan sekali melihat Youngmee membaca buku, lumayan, berkurang satu orang iseng, pikir teman-teman sekelasnya. Tapi, Youngmee adalah tipe orang yang membaca buku dengan cepat. Sebuah buku dengan tebal 600 halaman dapat dia selesaikan dalam waktu 2 hari. Jadi bisa dibayangkan, Youngmee bisa jinak hanya dalam waktu maksimal 2 hari. Sangat disayangkan. Saat membaca buku, Youngmee tidak bisa diganggu oleh siapapun. Dia akan marah besar apabalia ada yang menganggunya.

Kibum melihat gadis berambut panjang sebahu itu dari kejauhan. Tanpa di sadari, senyumnya mulai mengembang. Biasanya dia langsung mendekati gadis itu dan menganggunya. Kibum adalah salah satu dari sedikit orang yang berani menganggu Youngmee saat dia sedang membaca. Tapi kali ini, Kibum hanya ingin memperhatikan sesosok gadis itu dari kejauhan.

Saking asiknya Kibum memandang dalam keheningan (hal yang sangat jarang terjadi), dia tidak menyadari bahwa Park Haneul sudah berada di belakangnya dan ikut mengintip bersama dirinya.

“Aah.. Youngmee ya?” Kata Haneul pelan namun cukup membuat Kibum melonjak kaget dan segera menoleh ke arah sumber suara. Haneul membalas pandangan Kibum dengan kilatan jahil di matanya.

“Astaga Park Haneul, jangan mengagetkanku seperti itu!! Dan jangan keras keras, nanti ketahuan dia!” Kata Kibum setengah lega setengah panik. Seorang Park Haneul bisa menjadi malaikat yang menolongmu, bisa juga menjadi sebuah setan yang akan mengerjaimu. Ya biasanya sih yang kedua.

“Volume suaraku tidak keras Kim Kibum, justru volume suaramu itu yang bisa di katakan sebagai sebuah teriakan.” Kata Haneul sambil mengemut lolipopnya. Saat ini Kibum tengah menahan godaan untuk tidak menjitak Haneul dan ekspresi isengnya yang menyebalkan.

“Kenapa dari sekian banyak orang yang ku kenal, harus kau yang datang menghampiriku di saat seperti ini? Kenapa Haneul, kenapa?” Kata Kibum, frustasi dengan nasibnya.

“Oh, kau lebih memilih Dongho yang datang saat ini dan memergoki kau sedang memandang pujaan hatimu itu?”

Kibum terdiam sejenak, membayangkan bila Dongho yang datang menghampirinya, bukan Haneul. “Tidak.” Katanya kemudian. “Lebih baik kau yang memergoki ku disini daripada Dongho. Aku tidak akan mengijinkan anak itu menemukan bahan untuk balas dendam.”

Haneul tertawa tanpa suara, “Jadi, kau masih menginginkan bantuanku?”

Kibum mengangguk, “Walau ku tahu suatu hari aku akan menyesali keputusanku ini, tapi ya, aku tetap ingin meminta bantuanmu.”

“Baiklah akan ku pikirkan sebuah ren—“ Belum selesai Haneul berbicara, Kibum sudah menyelanya.

“Aku sudah punya ide.” Kata pemuda tersebut dan membisiki sesuatu pada Haneul. Gadis itu mendengarkan dengan baik-baik sambil mengangguk-angguk tanda ia mengerti.

“Tidak ku kira kau punya ide seperti itu Kibum.” Kata Haneul sambil nyengir. “Akan ku siapkan semuanya, kau tenang saja.” Lanjutnya, kemudian ia berjalan pergi sambil menggumamkan berbagai hal.

“Dan Kibum.” Haneul tiba-tiba berbalik, membuat Kibum kaget setengah mati.

“You owe me this one..”

Setelah mengatakan hal itu Haneul pun melanjutkan berjalan keluar dari perpustakaan. Kibum berkacak pinggang dengan muka setengah geli setengah kesal.

“Sudah kuduga aku akan menyesali keputusan ini.”

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Aduh, ini kan sudah melewati jam malam kita. Kalau ketauan Kak Juri bisa bahaya nih. Kita mau ngapain sih?” Keluh Aeja, diikuti anggukan setuju dari beberapa orang.

“Ga tahu juga. Haneul tadi cuma berkata kita harus berkumpul disini.” Ujar Meerae.

Saat ini seluruh anggota kelas X-2, minus Haneul, Kibum dan Youngmee berkumpul di taman di asrama mereka secara diam-diam. Seharusnya mereka sudah di kamar dan bersiap tidur malam ini, tapi karena pesan Haneul yang sangat misterius itu, mereka mau tidak mau berkumpul di taman tersebut.

“Dia hanya bilang itu saja? Dan kenapa harus disini?” Tanya Kiseop, sepertinya dia tidak setuju dengan pemilihan tempat berkumpul mereka malam itu. Melihat kondisi malam itu yang dingin dan berangin, siapa sih yang tidak protes.

Melihat Jaemee yang sedikit menggigil karena udara dingin tersebut, Kiseop melepas jaketnya dan memasangkannya di pundak Jaemee, yang di iringi muka memerah Jaemee.

“Terima kasih Kiseop..”

“Bukan apa-apa.”

Kedua pasangan romantis itu pun saling bertatapan dengan mesra, sebelum...

 “Hei kalian sudah cukup pacarannya~!” Kata Eli, dan dengan iseng ia melambaikan tangannya persis di depan muka Kiseop dan Jaemee, menghancurkan momen tersebut. Aeja menginjak kaki pemuda besar itu karena keisengannya.

Di antara kegaduhan tersebut, Soohyun hanya terdiam melihat kelakuan temannya. Pikirannya berada di tempat lain. Berada pada sesosok orang yang saat ini tidak berada disini. Pikirannya ada pada..

“Maaf aku telat!”

Secepat kilat Soohyun menoleh ke arah pemilik suara tersebut, Park Haneul. Dengan muka nyengir dan nafas terengah engah Haneul memberikan tanda peace pada teman-temannya.

“Hey nenek sihir! Bagaimana sih, kau yang meminta kami berkumpul disini tapi kamu yang telat.” Protes Dongho, seperti biasa, mencari masalah. Tapi kali ini Haneul mengabaikannya.

“Jadi, kita akan merencanakan suatu kejutan.” Kata Haneul. Saat ia akan melanjutkan kata-katanya, Meerae menyelanya.

“Tunggu, dimana Kibum dan Youngmee?” Tanya gadis polos tersebut.

“Mereka berdua sedang dihukum karena kekacauan yang mereka lakukan lagi.”

“Lebih baik kita menunggu mereka saja.” Kata Kevin, “Kibum suka marah kalau kita merencanakan sesuatu tanpa dia.”

“Youngmee juga.” Timpal Meerae. Dasar mereka pasangan polos.

“Aduh kalian berdua ini. Mereka justru tidak boleh ikut! Karena ini adalah rencana kejutan untuk mereka. Benar kan Haneul?” Kata Jaemee, sudah menebak maksud Haneul mengumpulkan mereka malam ini.

“Tepat! 100 buat Jaemee. Lebih tepatnya sih untuk Youngmee, karena Kibum lah yang mengusulkan rencana ini.” Kata Haneul.

“Lah, memangnya Youngmee kenapa? Ulang tahunnya masih lama kan?” Tanya Meerae, tampaknya dia dan Kevin masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

“Mereka kan saling suka! Dan Kibum ingin menembak Youngmee!” Kata Soohee tidak sabar.

Pasangan polos (dan lemot) ini pun ber ‘oooo’ ria sebelum Meerae menyadari sesuatu. “Soohee kok tahu? Biasanya kau kan ikut group lemot bersama kita.”

Soohee memasang muka tersinggung, “Aku masih satu tingkat di atas kalian loh. Aku tidak selemot kalian.”

Kevin dan Meerae pun memasang muka mengerti ala mereka yang polos itu. Sementara yang lain tertawa pelan melihat tingkah laku Kevin dan Meerae, Soohyun menoleh ke arah Haneul.

“Jadi, kau sudah mengatur rencananya, Haneul?” Tanyanya pada gadis yang bersangkutan.

Haneul menatap balik Soohyun sambil tersenyum, “Tentu saja sudah!!” Jawab Haneul. Membuat muka Soohyun merah tak keruan. Hal ini tentu saja tidak lepas dari pengamatan Eli yang sudah mulai mencolek tangan Soohyun dengan iseng.

“Jangan aneh-aneh ya.” Gumam Dongho.

“Kapan rencanaku pernah aneh?”

“Setiap saat Haneul. Kau kan nenek sihir gila.” Kata Dongho, seakan akan menantang musuh bebuyutannya ini memberinya jitakan maut. Dan benar saja, beberapa saat kemudian Dongho sudah meringkuk kesakitan memegangi kepalanya, membuat Haneul menatapnya bingung.


“Umm, Haneul.” Kata Soojin yang tadi gagal menahan Haneul memukul pacarnya. “Kepala Dongho masih sakit karena waktu itu menabrak meja.” Penjelasan Soojin menjawab pandangan bingung dari Haneul.

“Oh. Ya, nasib buruk untukmu Dongho. Salah sendiri kau mencari masalah.” Kata Haneul. Dongho tidak bisa membalas kata-kata Haneul itu karena mulutnya tertutup (dengan susah payah) karena menahan teriakan rasa sakit yang dirasakannya.

“Jadi, apa rencananya?” Tanya Eli.

“Kibum ingin mengajak Youngmee makan malam yang romantis. Jangan tanya kenapa orang seperti Kibum bisa mempunyai rencana seperti itu.” Kata Haneul mulai menjelaskan. “Soohee dan Xander, kalian buatkan sebuah puisi untuk Youngmee dari Kibum. Aeja, Eli kalian pilihkan bunga. Kiseop dan Jaemee pilihkan kado. Dongho dan Kevin urus tempat makannya nanti. Soojin dan Meerae urus makanannya.” Lanjut Haneul, membagikan tugas.

“Kau dan Soohyun?” Tanya Eli dengan senyum jahil mengembang di wajahnya.

“Aku dan Soohyun akan membuat jadwal ‘acara’ untuk Kibum. Kurasa Soohyun mempunyai selera yang bagus.” Jawab Haneul acuh tak acuh tanpa memperhatikan Soohyun yang berdiri bangga di sebelahnya.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Kim Kibum bergerak gelisah di tempat duduknya. Saat ini dia berada di perpustakaan, sedang menunggu Youngmee untuk muncul di tempat tersebut. Namun gadis yang dimaksud belum menunjukan dirinya sama sekali di tempat tersebut.

15 menit terasa seperti berjam-jam bagi Kibum, akhirnya sesosok gadis yang sedari tadi di tunggunya pun muncul. Youngmee berjalan dengan santai kearah Kibum, tanpa mengetahui sedikitpun bahwa pemuda ini luar biasa tegang.

“Kibum?” Ya, Youngmee sama sekali tidak tahu bahwa Kibum menunggunya di perpustakaan yang sepi, atau tepatnya sengaja dibuat sepi oleh anak-anak X-2 lainnya.

“H-hai Youngmee.” Sapa Kibum yang dalam hati mengomeli diri sendiri karena terdengar gugup. Youngmee menyadari nada suara Kibum yang aneh, namun ia tidak berkata apa-apa dan malah duduk di depan Kibum.

“Youngmee.” Kata Kibum lagi, setelah beberapa saat yang hening. Youngmee mengalihkan tatapannya dari buku yang tadi ia bawa-bawa, tidak mengatakan apa-apa tapi dari ekspresinya Kibum tau bahwa ia mendapatkan perhatian gadis itu.
“Apakah kau punya waktu? Besok malam?” Kibum dapat merasakan jantungnya berdebar dengan kencang, ia hanya berharap Youngmee tidak bisa mendengarnya, walau itu memang tidak mungkin. Tapi Kibum tidak bisa berpikir logis saat ini.

Youngmee terus menatapnya, Kibum merasakan mukanya memanas. Betapa ia sangat mengharapkan ini akan selesai dengan cepat. Dengan sekuat tenaga ia menahan dirinya untuk tidak berlari keluar dari perpustakaan dan kabur.

“Ada kok. Memangnya kenapa?” Jawab Youngmee kemudian.

“Bisakah kau ke taman, besok jam 7 malam?”

Youngmee lagi-lagi memandang Kibum tanpa memberi jawaban. Kali ini lebih lama dari sebelumnya. Namun akhirnya Youngmee mengangguk, “Baiklah.”

Satu kata yang keluar dari mulut Youngmee dan hati Kibum langsung berbunga bunga. Rasanya kalau bisa ia ingin berteriak sekarang juga. Sementara itu, Youngmee kembali menatap bukunya, meninggalkan Kibum yang kemudian terbata-bata mengucapkan pamitnya dan berlari keluar di iringi teriakan protes penjaga perpustakaan.

Youngmee menatap punggung Kibum yang lama kelamaan menghilang dibalik pintu, “Besok malam?” Gumamnya. Mukanya sedikit memerah namun ia menggelengkan kepalanya kan kembali focus pada bukunya.

~Malamnya~

Kibum berulang kali melirik ke arah semak-semak, tempat Haneul dan yang lain bersembunyi. Ia tidak bisa berhenti memainkan tangannya sendiri karena perasaan cemas yang menghantuinya.

Semuanya telah disiapkan. Makanan-makanan favorite Youngmee telah tersedia di meja, tampak menggoda sehingga tangan Dongho dan Eli memar memar karena Haneul terus memukul tangan mereka agar tidak menyomot makanan. Meja dilapisi dengan taplak putih bersih, lilin menyala dengan indah di tengah meja, amplop berisi puisi dan sebuak buket bunga telah di sembunyikan di sisi Kibum. Hanya satu hal yang kurang, sang bintang utama mala mini, Han Youngmee.

Jam sudah menunjukan pukul 7, Youngmee bisa muncul kapan saja. Dan benar saja, tidak lama kemudian Youngmee dating ke tengah taman itu dengan santainya. Ia memandang Kibum yang berpakaian rapi (hal yang jarang), makanan-makanan yang ada di meja dan suasana yang bisa dibilang romantic itu dengan heran dan curiga.

Makan malam berjalan lancar, walau Kibum kerap gugup dan selalu salah dalam memilih kata-kata dalam berbicara, membuat para penonton yang sedang bersembunyi gigit jari melihat kelakukannya.

“Jadi..” Kata Youngmee setelah makan malam mereka beres. Kibum menatang gadis di depannya dengan perasaan luar biasa gugup. “Apa tujuanmu melakukan semua ini? Sampai meminta Soojin memasak semua makanan ini?”

Kibum tertawa gugup, “Kau menyadarinya ya..”

“Aku hafal rasa masakan Soojin, lagipula tidak mungkin kau memasak sendiri atau meminta koki sekolah.” Kata Youngmee. “Jadi, apa tujuanmu Kim Kibum? Kalau kau mau meminta bantuanku dalam mengerjakan proyek Biologi, jangan harap aku akan setuju.”

Kibum mengacak-ngacak rambutnya yang tadinya rapi itu, “Sebenarnya..” Katanya, berusaha mengumpulkan keberanian untuk menyatakan cintanya.

“Ooohh.. Ini akan seru..” Kata Eli dari balik semak-semak. Ia dan Dongho merayap mendekati meja Kibum dan Youngmee.

“Eh, awas!” Baru saja Meerae berkata demikian, Eli dan Dongho tersandung akar pohon dan terjatuh dengan suara yang cukup ribut. Otomatis Kibum dan Youngmee menoleh kearah mereka.

“Kalian….sedang apa?” Tanya Youngmee sambil mengeluarkan ‘dark aura’nya, yang membuat Eli dan Dongho, bahkan Kibum, ketakutan.

“Eh.. itu.. ehm.. Kami sedang..” Kata Eli dengan gugup sambil berulang kali melirik ke belakang, ke arah semak-semak tempat dimana teman-temannya yang lain berada. Hal itu tentu saja disadari oleh Youngmee.

“Kalian…sedang apa bersembunyi seperti itu?” Kata Youngmee lagi sambil melangkah mendekati semak-semak. Karena merasa tidak ada gunanya bersembunyi lagi, murid-murid kelas X2 yang bersembunyi itu pun berdiri dan keluar dari persembunyian.

“Eh..”
“Hai..”
“Hehehe..”
“Um..”

“Kalian…” Youngmee mengepalkan tangannya, mukanya tampak kesal. “Kalian mau mengerjaiku ya..”

Merasa kalau Youngmee akan meledak dan para ‘malaikat’ penolongnya akan mengalami kesulitan, Kibum mengambil sebuah keputusan yang amat-sangat-luar biasa (?) drastis.

“Han Youngmee!! Mereka disini membantuku!!” Teriak Kibum. Youngmee menoleh kaget ke arahnya, namun sebelum Youngmee dapat mengatakan sesuatu, Kibum berteriak lagi.

“Aku meminta mereka membantuku membuat dinner ini untukmu dan aku melakukannya karena aku mencintaimu!” Teriak Kibum. “Maka, Han Youngmee..” Kibum berjalan mendekati Youngmee dan berlutut didepannya.

“Maukah kau menjadi pacarku?”

Otomatis semua penonton (anak anak X2 yang lain) menahan nafas mendengar hal tersebut, beberapa menganggap Kibum terlalu nekat karena berani menembak Youngmee saat dia akan meledak dan beberapa mengekspetasikan sebuah tamparan di muka Kibum. Beberapa detik penantian serasa berjam jam bagi Kibum. Youngmee memandang Kibum dengan kaget selama beberapa saat lalu menunduk.

“A..Aku mau..” Jawab Youngmee, ia menatap Kibum lagi dengan muka merah.

Teriakan-teriakan dari anak-anak X2 menghiasi malam itu sementara Kibum dan Youngmee berpelukan, tapi suasana gembira itu tidak bertahan lama.

“WOY! KALIAN SEDANG APA MALAM-MALAM DISINI?! BALIK KE KAMAR!!”

Dan serentak semua anak segera lari terbirit-birit ketika melihat sosok Kak Juri di ujung taman.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-TBC-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Made by : Liz & Mei
Take out with full credits please~ ^^