Title :
HIGHSCHOOL
Chapter :
Characters :
-
U-KISS’ member
- Ara
as Park Jaemee
-
Cynthia as Park Haneul
- Mei
as Park Soojin
-
Naomi as Kim Soohee
-
Icha as Han Youngmee
-
Grace as Hwang Meerae
-
Caeli as Lee Aeja
-
Nadine as Bu Hyun Ae
- And
other K-pop artist
Rating : T
Disclaimer : I WISH
U-KISS mine, but they’re not T,T
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
“Kelas kita
mau menampilkan apaan nih??” Tanya Youngmee sambil menatap kertas kosong di
depannya. Saat ini, seluruh kelas X-2 sedang sibuk rapat dadakan untuk
menentukan acara kelas mereka di festival sekolah nanti. Akhir-akhir ini mereka
terlalu ‘sibuk’ sehingga Bu Hyunae harus mengomel di kelas terlebih dahulu baru
mereka bersiap-siap mempersiapkan festival nanti.
“Rumah hantu,
rumah hantu!!” Saran Eli bersemangat, yang langsung dibalas tatapan tajam dari
semua gadis yang ada disitu kecuali Youngmee.
“Ide bagus
tuh!!” Kata Youngmee, dan ia pun di deathglare oleh gadis-gadis yang lain.
“Gimana
kalau café??” Usul Jaemee, Haneul menatapnya. “Aku tak-“ balas Haneul, tapi
yang lain sudah memotongnya.
“Setuju!!”
Kata Meerae sementara Soohee dan Soojin mengangguk angguk semangat. Youngmee
terlihat sedikit kecewa, tapi tampaknya ia setuju dengan ide tersebut.
“Bagaimana
menurut kalian??” Tanya Aeja pada murid laki-laki. “Hmm.. Boleh juga..” Jawab Kiseop,
Dongho juga mengangguk.
“Bilang saja
kalian ingin melihat Jaemee dan Soojin dalam kostum maid..” Ejek Eli, membuat
muka 4 orang yang di maksud memerah. Kibum lalu menatap Youngmee dan mukanya
memerah juga.
“Aish ini
juga.. Yang baru jadian..” Kata Eli sambil menatap Kibum.
Melihat muka
protes Haneul, Soohyun menatap yang lain. “Kita cari usul yang lain dulu
bagaimana??” Katanya.
Eli segera
menyadari apa yang terjadi, dan nyengir jail. “Vote aja ini, kalau lebih dari
setengah yang setuju. Ide ini aja..” Katanya usil.
Soohyun
menatapnya tajam, “Aku tak setuju..” Katanya akhirnya, Soohee mencatat vote
nya.
“Aku juga
tak setuju!!” Kata Haneul cepat-cepat, membuat Eli nyengir lagi. “Hmm.. Aku
setuju..” Kata Eli.
“Setuju..” Kata
Xander dan Kevin bersamaan. “Itu sudah lebih dari setengah kelas..” Kata Soohee
menghitung vote.
Haneul hanya
menatap dengan pasrah. “Yah, kalau begitu, acara kedua kita??” Tanya nya.
“Bagaimana
kalau drama??” Usul Soojin, serempak seluruh temannya menatapnya dengan penuh
ketertarikan.
“Itu baru
ide menarik!!” Kata Haneul, “Kau sudah punya ide cerita??” Tanya Kibum.
“Sudah
dong..” Kata Soojin, “Romeo dan Juliet..” Lanjutnya.
“Seru tuh!!”
Kata Xander, “Kalau begitu, tolong buat ceritanya ya.. Kalian berdua..” Kata Youngmee
pada Xander dan Soohee.
“Kenapa
kami??” Tanya Soohee, protes. “Kalian kan dari club sastra!!” Kata Youngmee.
“Oh
baiklah..” Kata Soohee menyerah.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
“Soohee!!”
Panggil Xander, gadis yang di panggil itu pun menoleh. “Kau telat!!” Protes Soohee
yang sudah sibuk membaca buku tentang Romeo dan Juliet di perpustakaan.
“Maaf
maaf..” Kata Xander sambil duduk di kursi depan Soohee. “Ini, sudah ku catat
tokoh-tokohnya..” Ujar Soohee sambil mengulurkan sebuah kertas.
Xander
membacanya, “Pas 14 tokoh ya…”
“Tidak, ku
tambah kan beberapa tokoh, dan ku hilangkan beberapa juga..” Jawab Soohee.
“Kau
hebat..”
Soohee
terkejut mendengar komentar itu, Xander sendiri juga tampaknya terkejut dengan
perkataannya.
“Ma-makasih..”
Jawab Soohee, mukanya sedikit memerah.
“Sa-sama
sama…” Jawab Xander, mukanya juga memerah.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
“Meerae??”
Panggil Kevin saat ia melihat sosok seorang gadis yang tengah mengintip dari
balik rak.
Meerae
menoleh terkejut, “Oh Kevin!! Kau mengejutkanku!!” Protesnya.
“Tapi aku
hanya memanggil pelan..” Bela Kevin, “Memangnya kau sedang apa sih??”
Meerae tak
menjawab, melainkan menunjuk ke suatu arah, Kevin ikut mengintip di sebelahnya.
“Xander dan Soohee….??”
Tanya Kevin saat ia melihat Xander dan Soohee sibuk berdua, namun anehnya, muka
mereka merah.
“Sssttt..”
Kata Meerae, “Jangan kasih tau siapa-siapa dulu ya…” Katanya, kemudian pergi
sambil nyengir jail.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
“Jadi, untuk
apa ini??” Tanya Dongho sambil menatap Soohee dan Xander. Saat ini mereka
sekelas sedang mempersiapkan café mereka, namun tiba-tiba Soohee dan Xander
meminta mereka untuk berkumpul dan membicarakan tentang drama.
“Baru 3 hari
berlalu dan kalian sudah siap dengan skripnya??” Kata Meerae tak percaya, Soohee
dan Xander mengangguk bangga.
“Untuk
membuatnya lebih menarik, kami memutuskan untuk melakukan undian..” Kata Soohee,
“Undian untuk??” Tanya Kevin.
“Untuk
pembagian peran lah!!” Kata Xander, “Ini ayo, tokoh laki-laki ambil disini..”
Lanjutnya sambil menunjukan kaleng bekas, Soohee juga menunjuk kaleng bekas di
sebelahnya. “Yang perempuan disini.. Ayo cepat!!”
Setelah
semua mengambil undian, termasuk Xander dan Soohee, yang mengambil terakhir,
peran satu persatu pun terungkap juga.
“Siapa
Juliet dan Romeonya??” Tanya Jaemee penasaran, karena itu bukan perannya. Dan
betapa terkejutnya ia dan seluruh kelas, melihat bahwa yang mengangkat tangan
adalah Haneul dan Dongho.
“Ke-kenapa
bisa?!” Kata Dongho tak percaya, sementara Haneul sudah speechless. Seluruh
kelas tertawa, “Aku jadi Paris.. Siapa itu??” Kata Kibum, serempak Soohee dan
Xander tertawa keras.
“Pa-paris
itu tunangannya Juliet..” Jelas Soohee di tengah tawanya. “I-ini baca sendiri
keterangannya..”
“Aku dulu..”
Kata Youngmee, menerima secarik kertas dari Soohee, “Aku Rosaline, berarti
aku.. Yang di sukai Dongho..”
“Tuhan,
salah apa aku pagi ini..” Gumam Dongho pasrah, “Aku jadi, sahabat Dongho..”
Kata Jaemee, tapi ini peran laki-laki kan??” Tanya Jaemee.
“Kita
kekurangan tokoh perempuan sayangnya..” Jelas Xander, “Aku jadi pangeran..”
Gumam Kiseop membaca keterangan tokohnya.
“Cocok!!”
Komentar seluruh teman-temannya sambil tertawa, “Siapa putrinya??” Tanya Aeja.
“Aku..”
Jawab Meerae, “Masa aku yang nikahin Dongho sama Haneul..” Kata Aeja menahan
tawa saat ia melihat keterangan karakternya, seluruh temannya (kecuali Dongho, Haneul,
Soojin dan Soohyun) tertawa terbahak bahak.
“Siapa jadi
papanya Juliet??” Tanya Soohee, “Aku memerankan mamanya nih..”
“That’s
mee!!!” Kata Eli sok keren, “Mamanya Romeo??” Tanya Xander, sudah jelas ia lah
yang memerankan Papanya Romeo.
Soojin mengangkat
tangannya, serempak seluruh kelas tertawa lagi, “Dari pacar jadi mama..”
Komentar Kibum.
“Siapa
Tyblat dan siapa Mercutio??” Tanya Soohee pada Soohyun dan Kevin. “Aku
Tyblat..” Kata Soohyun, “Mercutio..!!” Kata Kevin.
“Yang ini
juga, jadi sepupu padahal maunya jadi pft!!” Kata kata Eli terhenti saat
mulutnya di bungkam oleh Soohyun.
“Ini teks
drama nya, selamat berjuang..” Kata Xander sementara ia dan Soohee membagikan
tumpukan kertas.
“Kita
latihan sekarang yuk..” Ujar Soojin, membuat seluruh kelas menoleh dengan
kaget, terutama Dongho dan Haneul.
“Lebih
banyak latihan, lebih baik kan??” Lanjut Soojin, “Ide bagus, Ayo latihan
sekarang kalau begitu..” Kata Soohee.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
“Haneul, aku
tau kau tak menyukai Dongho.. Tapi ini hanya drama, ayolah setidaknya
ekspresimu tak seperti itu..” Kata Soojin pada Haneul yang sedang mengucapkan
script dramanya.
“Dan itu
berlaku juga padamu Dongho..” Lanjut Soojin pada pacarnya itu. Saat ini mereka
semua sedang berlatih drama mereka di ruang pertunjukan.
“Kau tau
betapa susahnya ini bagi kami bukan??!!” Protes Haneul dan Dongho bersamaan.
“Lihat, kalian mulai kompak, apa susahnya untuk memasukkannya dalam drama??”
Kata Soohee.
Melihat muka
kedua pemeran tokoh utama, Soohee menghela nafas, “Kita istirahat 5 menit ya..”
Katanya, dan sedetik kemudian, Dongho dan Haneul sudah menjauh membuat
teman-temannya tertawa.
“Aku ingin
ke kantin sebentar.. Ada yang mau ikut??” Kata Jaemee, dan segera Kiseop
menyatakan dirinya ikut.
“Aku juga..”
Kata Haneul sambil menyusul Jaemee. “Aku mau ke toilet dulu ya..” Kata Soohee
yang langsung mengikuti Jaemee, Haneul dan Kiseop keluar.
Soohee
melangkah ringan ke toilet untuk mencuci mukanya, namun setelahnya, ia tak
langsung balik ke ruang pertunjukan, melainkan duduk di kursi selasar.
Tiba-tiba ia
di kejutkan dengan rasa dingin di pipinya, Ia pun menoleh dan mendapati Xander
tersenyum lebar dengan sebotol minuman dingin di tangannya.
“Jangan
mengagetkan ku seperti itu..” Kata Soohee sambil menerima minuman itu dari
Xander.
“Maaf,
maaf..” Kata Xander sambil duduk di samping Soohee. “Kerja bagus..” Pujinya.
“Kau juga..”
Jawab Soohee sambil tersenyum pada Xander juga, “Setelah festival ini selesai,
kita harus merayakannya lagi..” Kata Xander riang.
“Merayakannya??”
Tanya Soohee sambil tertawa, “Bukankah festival ini adalah perayaan??”
“Eh iya
ya..” Jawab Xander polos, membuat Soohee tertawa lagi.
“Kau terlihat
lebih baik..” Kata Xander tiba-tiba sambil memandang wajah Soohee. “Maksudmu??”
Tanya Soohee.
Xander
terlihat malu-malu, “Well, tadi kau terlihat sedikit cape dan stress, jadi..”
“Jadi kau
memutuskan untuk menghibur ku??” Tanya Soohee, membuat muka Xander memerah.
“Ya.. Bagaimana ya.. Begitulah..??” Jawab Xander membuang muka karena malu.
Soohee
menatap laki-laki di sebelahnya itu, “Terima Kasih..” Katanya kemudian.
Mendengarkan
perkataan Soohee, Xander memberanikan diri untuk menatap gadis tersebut. Selama
beberapa saat mereka hanya pandang-pandangan.
“Ternyata
kalian ada disitu..” Kata Dongho membuat serempak Soohee dan Xander segera
berdiri dan menjauh.
“Kenapa
kalian??” Tanya Dongho, tak peka dengan apa yang sedang terjadi. “Tidak apa
apa!! Ayo kita latihan lagi!!” Kata Soohee dengan muka merah sambil berjalan
cepat menuju ruang pertunjukan.
“Ada apa
dengannya??” Tanyaa Dongho pada Xander, yang mukanya merah juga. “Tidak, tidak
apa apa..” Jawab Xander yang mengikuti jejak Soohee.
“Ada apa
dengan mereka sebenarnya??” Tanya Dongho kebingungan, tapi akhirnya ia
mengikuti mereka balik ke ruang pertunjukan.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
“Bagaimana??”
Tanya Youngmee pada para murid laki-laki, saat ini mereka semua sedang
mempersiapkan café kelas mereka. Dan sekarang, para murid perempuan sedang
mencoba kostum maid mereka.
Muka para
murid laki-laki, kecuali Eli, pun memerah. “Co-cocok..” Komentar Kiseop terbata
bata melihat Jaemee.
Dongho dan
Kevin tak bisa berkata apa apa, Xander hanya bisa mencuri curi pandang ke arah Soohee,
Soohyun membuang muka. Hanya Kibum yang terang terangan berjalan ke arah Youngmee
dan memperhatikannya dari dekat.
“Cantik!!”
Puji Kibum, membuat muka Youngmee semerah tomat.
Eli menatap
teman-temannya itu dan tertawa kecil melihat tingkah mereka. “Cepat kalian
ganti baju lagi sebelum mereka meledak..” Katanya pada para murid perempuan.
“Ayo, kita
tentukan menu lagi..” Ajak Eli sambil menunjuk secarik kertas yang tadi mereka
kerjakan.
“Kupikir
untuk minuman sudah cukup..” Komentar Xander, “Bagaimana jika kue keringnya di
tambah satu??” Saran Kevin saat melihat daftar menu mereka.
“Baiklah,
bagaimana kalau ini..” Kata Soohyun sambil menulis di kertas tersebut.
“Sepertinya susah..” Komentar Dongho.
“Bagaimana
perkembangan daftar menunya??” Tanya Soojin saat para murid perempuan telah
selesai berganti kostum.
“Hampir
selesai..” Kata Kiseop. Meerae meraih daftar menu tersebut, “Ku pikir ini sudah
cukup..” Komentarnya sambil memberikan daftar menu tersebut pada Aeja.
“Ku pikir
juga begitu.. Eh, kita belum menentukan nama café kita..” Kata Aeja, membuat
seluruh anggota kelas X-2 berpikir lagi.
“Bagaimana
kalau ini…” Kata Haneul, setelah ia mengatakkan idenya, serempak seluruh kelas
berteriak setuju.
“Jadi, kita
akan memakai nama ini ya.. Ayo cepat kita buat papan namanya!!” Kata Meerae
bersemangat.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
(3 days to go)
“Tinggal 3
hari lagi..” Kata Haneul, saat ini seluruh anak X-2 sedang berlatih untuk
kesekian kalinya di ruang pertunjukan.
“Kau tak
sabar untuk tampil??” Goda Youngmee, Haneul menatapnya, “Aku tak sabar..
Menunggu penderitaan ini berakhir..” Jawabnya membuat teman nya yang lain
tertawa.
“Ayo kita
latihan lagi dari awal!!” Teriak Soojin menandakan bahwa saat istirahat telah
selesai.
“Tampaknya
drama ini akan menjadi drama komedi..” Komentar Xander pada Soohee dan Soojin
yang sedang asyik mengamati akting Dongho dan Haneul yang ogah-ogahan.
“Sepertinya..”
Jawab Soohee pasrah sementara Soojin sudah naik ke panggung dan mengomeli kedua
pemeran utama itu.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
(2 days to go)
“Resep untuk
muffin cokelat kemana?!?” Tanya Aeja panik saat membereskan meja, “Eh?!
Bukannya tadi ada di situ?!” Balas Meerae ikutan panik.
“Mungkin
terselip, ayo cari!!” Usul Jaemee, dan ketiganya dengan panik mulai mencari
resep yang hilang itu.
Brak!!
“Gyaaahh!!”
Teriak Eli dan Kiseop dari luar, “Hati-hati dong!!” Omel Youngmee, mereka
bertiga sedang memasang papan nama untuk café mereka.
“Kevin!!
Jangan di taruh situ!! Di situ baru di bersihkan!!” Kata Soohyun dari pojok
kelas. Kevin yang baru saja dari dapur kelas menoleh dengan pasrah, “Lalu di
taruh dimana??” Tanyanya.
“Disitu
saja!!”
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
(1 days to go)
“Akhirnya
besok…” Kata Jaemee, seluruh persiapan telah selesai tepat waktu, saat ini
mereka semua sedang duduk di café alias kelas mereka sendiri.
“Ya,
akhirnya.. Aku mau ke toilet dulu ya..” Kata Soohee dengan cape, berjalan pelan
ke luar kelas.
Suasana
ringan menyelimuti kelas tersebut, mulai dari pembicaraan tentang drama, sampai
persiapan café mereka, namun Xander hanya duduk terdiam.
“Ada apa
Xander??” Tanya Kevin yang menyadari hal tersebut.
“Guys, aku
mau minta tolong..”
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
(D-Day)
Festival
sekolah di sini berlangsung selama 6 hari, dan kelas X-2 memutuskan untuk
melakukan drama ‘Romeo dan Juliet’ mereka selama dua hari, dan sisanya mereka
akan membuka café.
(Ruang ganti murid laki-laki)
“Kau siap??”
Tanya Soojin pada pacar nya, Dongho yang sudah siap dengan kostum Romeo nya.
“Siap
dong!!” Kata Dongho dengan PDnya. Soojin tertawa melihat kelakuan pacarnya yang
tak tau malu itu.
“Semoga
berhasil ya..” Kata Soojin sambil mengecup pipi Dongho, membuat muka pacarnya
merah.
(Ruang ganti murid perempuan)
“Fyuuuhhh…” Haneul
menarik nafas panjang dan membuangnya kembali, tanda ia semakin cemas.
“Kau pasti
akan baik baik saja..” Hibur Aeja, “Aeja, tukar tempat denganku..” Kata Haneul
pasrah.
“Jangan
gila..” Jawab Aeja sambil tertawa. “Jangan bergerak Haneul!!” Omel Meerae yang
masih sibuk menata rambut Haneul.
“Oy!! Sudah
belum??” Suara Eli terdengar dari depan, “Sudah, tinggal rambut Haneul saja,
masuklah..” Jawab Youngmee.
“Itu artinya
belum selesai..” Kata Kibum saat ia, Kiseop, Eli, Kevin dan Soohyun memasuki
ruangan. Muka Soohyun langsung memerah saat melihat Haneul, membuat Eli tidak
tahan untuk tidak menggodanya.
“Dimana
Xander??” Tanya Jaemee, tak ada yang menanyakan Dongho dan Soojin, karena mereka
semua telah menebak bahwa gadis tersebut pasti mengunjungi Dongho.
“Mengecek
untuk terakhir kalinya bersama Soohee..” Jawab Kiseop.
“Tentang
rencananya itu..” Kata Meerae, “Sepertinya ia serius, well, kita tak punya
pilihan lain selain membantunya..” Kata Soohyun, “Aku tak pernah melihatnya se
serius itu..” Lanjut Eli.
Sejenak
keheningan meliputi ruangan itu, semua orang sibuk dengan pikirannya
masing-masing sampai suara ketukkan terdengar dari balik pintu.
“Kalian
semua disini rupanya..” Kata Soojin dari balik pintu saat Kevin membukakan
pintu untuknya, di belakangnya tampak Dongho, Xander dan Soohee.
“Sebentar
lagi akan di mulai, tempat penonton mulai penuh..” Kata Xander.
“Kau siap??”
Tanya Soohee pada Haneul, “Sebenarnya tidak, tapi ayo kita lakukan!!”
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-TBC-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Made by : Liz & Mei
Take out with full credits please~ ^^
