Jumat, 15 Juni 2012

Travel chapter 1


~~Travel~~

CHAPTER I
--Kemanakah kita?--


Langit mendung menghiasi Soul Society pagi ini. Keadaan hari ini tampak tenang-tenang saja. Tidak ada Arrancar yang mencoba menculik (??) kembali Aizen, Gin dan Tousen yang bertobat.

“Cit cit cit..” (suara burung ceritanya)

(Divisi 10)

“Taichoo!!!” Panggi seorang gadis seksi berambut pirang, Matsumoto. Hitsugaya Taicho, yang di panggil, merasa terganggu dengan panggilan itu.

“APA?!” Balas Hitsugaya, moodnya sedang tidak bagus pagi ini. Saat ini, taicho kita yang super manis dan imut ini **author di bankai Hitsu** sedang duduk memikirkan nasibnya yang tidak bisa bersama Hinamori akhir-akhir ini.

“Taicho!!” Panggil Matsumoto sekali lagi. “Apakah taicho lupa kalau pertemuan para taicho mulai 5 menit lagi?! Eh, sekarang sudah berubah menjadi 3 menit gara gara tadi Taicho teriak teriak..”

“APA?! Kenapa kau baru bilang sekarang Matsumoto?!

“Habis tadi taicho teriak-teriak mulu..”

“Diam kau!! Daiguren Hyourinmaru!!” Teriak Hitsugaya sambil memanggil bankainya.

“Ampun taicho!! Jangan bunuh saya!! Ga ada lagi loh fuku-taicho secantik saya!!” Kata Matsumoto saat melihat bankainya Hitsugaya.

Namun Hitsugaya tidak mempedulikannya, ia sudah setengah jalan, eh, terbang menuju divisi 1.

(Divisi 1)

“Bagaimana ini?? Sudah 15 menit tapi Hitsugaya-Taicho belum datang?!” Omel Soi-Fon.

“Sudahlah Soi-Fon, cucuku itu memang begitu..” Kata Yamamoto soutaicho yang seenaknya menganggap Hitsugaya cucunya sendiri **author di bunuh Yamamoto**

“Yaa.. Namanya juga anak kecil..” Kata Kyoraku sambil tertawa.

“AKU BUKAN ANAK KECIL!!!” Kata Hitsugaya sambil berjalan, eh, terbang masuk dan menyerang Kyoraku.

“Oh cucuku.. Mukamu sangat lucu saat marah..” Kata Yamamoto soutaicho.

“APA KAU BI-“ Kata Hitsugaya yang selalu marah jika di sebut lucu. Namun kata-katanya terpotong saat ia melihat bahwa soutaicho lah yang mengatakannya.

“Eh.. Maafkan aku karena terlambat Soutaicho..”

“Tidak apa apa..”

“Sebenarnya rapat kali ini..” Kata Yamamoto soutaicho memulai, sambil memasang penutup kuping. “Adalah memutuskan kita akan liburan kemana..” Lanjutnya saat penutup kupingnya sudah terpasang sepenuhnya.

“APAAA?!?!?!?!!?!?” Teriak seluruh taicho yang hadir.

“Liburan?! KITA LIBURAN?!” Teriak Byakuya yang workaholic itu.

“Kita liburan kemana?!” Tanya Ukitake yang bersemangat.

“Ehem..” Kata Aizen.

“Ya ya.. Saya rasa kita perlu liburan..” Kata Yamamoto soutaicho sambil melepas penutup telinganya karena keributan para taicho sudah sedikit mereda, walau hanya sedikit. “Ada yang punya ide??”

“Bagaimana kalau ke kutub??” Usul Hitsugaya. “Aah! Itu mah mau mu!!” Kata Kyoraku mencari masalah dengan Hitsugaya.

“Kalau aku, ingin ke palestina..” Kata Kenpachi bersemangat.

“Kenapa??” Tanya Tousen. “Jelas kan? Dia ingin perang disana…” Kata Komamura.

‘Sudah sudah.. Ayo kita bicarakan lagi..” Kata Unohana.

“Ehem..” Kata Aizen, namun tidak ada yang mempedulikannya, semuanya sibuk berdiskusi.

“Ehem!!” Kata Aizen lebih keras, namun justru keributan yang di sebabkan taicho lainnya juga bertambah keras.

“Ehem!!! Saya..”

Dan keributan semakin keras sehingga suara Aizen benar benar tidak terdengar.

WOYY!!! DENGERIN BISA GA SIH?!” Kata Aizen akhirnya, tidak tahan.

Seluruh shinigami di dalam ruangan itu langsung tenang. “Ada apa Aizen-taicho??” Tanya Mayuri takut-takut **kebayang g Mayuri takut-takut?? XD**

“Sudah!! Tak usah ramah begitu pada penghianat itu Mayuri!!” kata Hitsugaya pedas. Ia masih belum memaafkan Aizen.

“Eh enak aja!!! Saya tuh sudah bertobat!!!!” Balas Aizen. “Kalian mau denger idenya ga??”

“APA???” Tanya semua taicho dengan semangat sambil berjalan mendekati Aizen.

“Eh..mm itu....” Kata Aizen gugup.

“APA???” Tanya mereka tambah keras.

“itu..itu loh...apa sih namanya...kita ke...” Aizen tambah gugup

“APAA?????” Kata mereka tidak sabar, semakin dekat dan semakin keras suaranya.

“EH!!!!! DIEM ATUH!!!!!!! GA KEDENGERAN NIH!!!!!!!!!” teriak Unohana.

Serempak seluruh taicho terdiam dan menatap Unohana. Dan sedetik kemudian mereka kembali ke posisi masing-masing.

“Ehem...terima kasih...silakan di lanjutkan Aizen-taicho...” Kata unohana lembut, namun para taicho lainnya masih gemetar ketakutan melihat tingkah Unohana tadi.

“Eh..iya..thanks Unohana-taicho” kata Aizen, ia sendiri merasa ketakutan melihat seniornya itu. “Ide saya itu... Bagaimana kalau kita semua ke Indonesia.. Di sana itu kan ada berbagai pulau dan kota tuh. Macam es campur gitu..”

“Boleh juga tuh idenya...” Kata Ukitake setuju. Yang lain pun mengangguk-angguk tanda setuju

“Baiklah ini sudah ditetapkan... Kita akan pergi ke Indonesia!! Sah??” Kata Yamamoto soutaicho.

“SAH!!!!” Balas para Taicho lainnya dengan bersemangat.

“Sah..” Kata Yamamoto sambil memukul palu seperti di pengadilan. “Baiklah.. Kalian boleh balik ke divisi masing masing untuk bersiap... Yang ikut hanya yg tingkat Taicho sampai 10th  seat!! Yg lain tetap tingga!!”

Semua Taicho pun keluar dan kaget, melihat bahwa di luar sudah malam. Mereka tidak membayangkan bahwa menentukan tujuan berlibur saja membutuhkan waktu selama itu.
Selutuh taicho pun memberitahukan hal liburan itu pada anak buah mereka. Hal itu membuat keadaan malam itu sangat ramai. Hanya saja divisi 4 sudah mulai sepi, karena nyaris semua sudah pingsan karena mabuk dan kembang api sebanyak 5 ribu buah sudah habis mereka pakai..Yang lain?? Jangan ditanya... HANCUR!!!

(Paginya)

Cit..cit..cuit...
Kukuruyuk!!
Moo....
Mbeek!!
Oink..oink...
...dan seluruh binatang pun bersuara, dari gajah hingga semut..

Pagi itu semua shinigami yang ikut berlibur telah bersiap-siap untuk berangkat..

“Akhirnya kita pergi juga....” Kata Hisagi pada Kira. Mereka berdua bersama dengan Renji, Hinamori dan Matsumoto sedang berbaris untuk bersiap siap pergi ke Indonesia.

“Hmm?? Oh, ya kau benar Hisagi-san” Jawab Kira, tampaknya ia tidak begitu memperhatikan perkataan Hisagi karena sibuk berpikir.

“Sedang memikirkan apa sih??” Tanya Hinamori penasaran dengan temannya yang biasanya kalem itu.

“Hutang yah??” Ejek Matsumoto sambil merangkul Kira dan tertawa. Namun Kira tetap terdiam.

“Sudah-sudah. Memangnya ada apa Kira??” Kata Renji.

“Ehh.. Emm.. Sebenarnya.. Ini pertama kalinya saya berlibur dgn Ichimaru-taicho” Jawab Kira malu malu, sudah dari dulu ia memimpikan hal ini rupanya.

“Iya juga yah... Aduh nanti mau kemana yah... Bareng Aizen-taicho??” Kata Hinamori dengan berseri-seri.

“Yah!! Kita ke Indonesia aja belum pernah... Jangan jalan-jalan sendiri!! nanti tersesat!!” Nasihat Matsumoto. Hal itu membuat Hisagi tersenyum iseng.

“Baik BU GURU” Kata Hisagi, menekankan di kata bu guru, sambil nyengir nakal.

“Oh kau berani mengejekku Hisagi Shuuhei??” Balas Matsumoto. “Tentu saja..” Jawab Hisagi dengan penuh percaya diri. Dan di mulailah pertarungan Hisagi vs Matsumoto

“Sudah hentikan!! Nanti di marahin sama salah satu Taicho loh..” Kata Hinamori berusaha melerai.

“WOI!!! Diam kalian!! Kita mau berangkat nih....” Kata suara di belakang mereka. Dari nadanya, tampaknya itu salah satu dari para taicho. Serempak para fuku-taicho itu hening dan berdiri tegak.

“Baik Taicho!!” Kata mereka sambil menoleh dan memberi hormat pada shinigami di belakang mereka itu.

“HAHAHAHA kalian ketipu!! Makasih ya, karena telah memanggil saya Taicho” Kata Ikkaku sambil ketawa puas

Semua Fuku-taicho segera memukul kepala botak Ikkaku karena kesal. Mendengar keributan itu, Hitsugaya segera berjalan ke arah mereka dan memarahi mereka.

“Sudah diam!!! Kalian ini bisa tenang tidak?!” Kata Hitsugaya dari belakang mereka.

“Kita tak akan terjebak lagi, dasar kau pe.. ni.. pu...” Kata Matsumoto, terbata-bata mengucapkan kata terakhir karena ia telah melihat siapa yang ia sebut penipu itu,

“Apa kau bilang Matsumoto??” balas Hitsugaya dengan dingin, dan udara di sekitar terasa turun menjadi -10 derajat Celcius.

“Ah.. Ummm maafkan saya Taicho!!” Kata Matsumoto sambil tersenyum bersalah. Namun tampaknya Hitsugaya belum mau memaafkan Matsumoto.

“Sudalah Shiro-chan...” kata Hinamori dengan lembut. Hitsugaya, tidak bisa menolak permintaan teman masa kecilnya itu hanya bisa mengangguk kaku. “Mmm ok deh..” Katanya.

“Ehem.. Kalian balik lah ke barisan sebenarnya. Jangan berkumpul merumpi seperti ini!! Kita akan segera berangkat!!” Perintah Hitsugaya setelah berhasil mengatasi perasaan groggi nya di sebelah Hinamori.

“Baik!!”

------

Made by : Liz
Take out with full credits please~ ^^


0 komentar:

Posting Komentar