~~Travel~~
CHAPTER
I
--Kemanakah
kita?--
Langit mendung menghiasi Soul Society
pagi ini. Keadaan hari ini tampak tenang-tenang saja. Tidak ada Arrancar yang
mencoba menculik (??) kembali Aizen, Gin dan Tousen yang bertobat.
“Cit cit cit..” (suara burung ceritanya)
(Divisi 10)
“Taichoo!!!” Panggi seorang gadis seksi
berambut pirang, Matsumoto. Hitsugaya Taicho, yang di panggil, merasa terganggu
dengan panggilan itu.
“APA?!” Balas Hitsugaya, moodnya sedang
tidak bagus pagi ini. Saat ini, taicho kita yang super manis dan imut ini
**author di bankai Hitsu** sedang duduk memikirkan nasibnya yang tidak bisa
bersama Hinamori akhir-akhir ini.
“Taicho!!” Panggil Matsumoto sekali
lagi. “Apakah taicho lupa kalau pertemuan para taicho mulai 5 menit lagi?! Eh,
sekarang sudah berubah menjadi 3 menit gara gara tadi Taicho teriak teriak..”
“APA?! Kenapa kau baru bilang sekarang
Matsumoto?!
“Habis tadi taicho teriak-teriak mulu..”
“Diam kau!! Daiguren Hyourinmaru!!”
Teriak Hitsugaya sambil memanggil bankainya.
“Ampun taicho!! Jangan bunuh saya!! Ga
ada lagi loh fuku-taicho secantik saya!!” Kata Matsumoto saat melihat bankainya
Hitsugaya.
Namun Hitsugaya tidak mempedulikannya,
ia sudah setengah jalan, eh, terbang menuju divisi 1.
(Divisi 1)
“Bagaimana ini?? Sudah 15 menit tapi
Hitsugaya-Taicho belum datang?!” Omel Soi-Fon.
“Sudahlah Soi-Fon, cucuku itu memang
begitu..” Kata Yamamoto soutaicho yang seenaknya menganggap Hitsugaya cucunya
sendiri **author di bunuh Yamamoto**
“Yaa.. Namanya juga anak kecil..” Kata
Kyoraku sambil tertawa.
“AKU BUKAN ANAK KECIL!!!” Kata Hitsugaya
sambil berjalan, eh, terbang masuk dan menyerang Kyoraku.
“Oh cucuku.. Mukamu sangat lucu saat
marah..” Kata Yamamoto soutaicho.
“APA KAU BI-“ Kata Hitsugaya yang selalu
marah jika di sebut lucu. Namun kata-katanya terpotong saat ia melihat bahwa
soutaicho lah yang mengatakannya.
“Eh.. Maafkan aku karena terlambat
Soutaicho..”
“Tidak apa apa..”
“Sebenarnya rapat kali ini..” Kata
Yamamoto soutaicho memulai, sambil memasang penutup kuping. “Adalah memutuskan
kita akan liburan kemana..” Lanjutnya saat penutup kupingnya sudah terpasang
sepenuhnya.
“APAAA?!?!?!?!!?!?” Teriak seluruh
taicho yang hadir.
“Liburan?! KITA LIBURAN?!” Teriak
Byakuya yang workaholic itu.
“Kita liburan kemana?!” Tanya Ukitake
yang bersemangat.
“Ehem..” Kata Aizen.
“Ya ya.. Saya rasa kita perlu liburan..”
Kata Yamamoto soutaicho sambil melepas penutup telinganya karena keributan para
taicho sudah sedikit mereda, walau hanya sedikit. “Ada yang punya ide??”
“Bagaimana kalau ke kutub??” Usul
Hitsugaya. “Aah! Itu mah mau mu!!” Kata Kyoraku mencari masalah dengan
Hitsugaya.
“Kalau aku, ingin ke palestina..” Kata
Kenpachi bersemangat.
“Kenapa??” Tanya Tousen. “Jelas kan? Dia
ingin perang disana…” Kata Komamura.
‘Sudah sudah.. Ayo kita bicarakan
lagi..” Kata Unohana.
“Ehem..” Kata Aizen, namun tidak ada
yang mempedulikannya, semuanya sibuk berdiskusi.
“Ehem!!” Kata Aizen lebih keras, namun
justru keributan yang di sebabkan taicho lainnya juga bertambah keras.
“Ehem!!! Saya..”
Dan keributan semakin keras sehingga
suara Aizen benar benar tidak terdengar.
“WOYY!!!
DENGERIN BISA GA SIH?!” Kata Aizen akhirnya, tidak tahan.
Seluruh
shinigami di dalam ruangan itu langsung tenang. “Ada apa Aizen-taicho??” Tanya
Mayuri takut-takut **kebayang g Mayuri takut-takut?? XD**
“Sudah!! Tak usah ramah
begitu pada penghianat itu Mayuri!!” kata Hitsugaya pedas. Ia masih belum
memaafkan Aizen.
“Eh enak aja!!! Saya tuh
sudah bertobat!!!!” Balas Aizen. “Kalian mau denger idenya ga??”
“APA???” Tanya semua taicho
dengan semangat sambil berjalan mendekati Aizen.
“Eh..mm itu....” Kata Aizen
gugup.
“APA???” Tanya mereka tambah
keras.
“itu..itu loh...apa sih
namanya...kita ke...” Aizen tambah gugup
“APAA?????” Kata mereka
tidak sabar, semakin dekat dan semakin keras suaranya.
“EH!!!!! DIEM ATUH!!!!!!! GA
KEDENGERAN NIH!!!!!!!!!” teriak Unohana.
Serempak seluruh taicho
terdiam dan menatap Unohana. Dan sedetik kemudian mereka kembali ke posisi
masing-masing.
“Ehem...terima
kasih...silakan di lanjutkan Aizen-taicho...” Kata unohana lembut, namun para
taicho lainnya masih gemetar ketakutan melihat tingkah Unohana tadi.
“Eh..iya..thanks
Unohana-taicho” kata Aizen, ia sendiri merasa ketakutan melihat seniornya itu.
“Ide saya itu... Bagaimana kalau kita semua ke Indonesia.. Di sana itu kan ada
berbagai pulau dan kota tuh. Macam es campur gitu..”
“Boleh juga tuh idenya...” Kata
Ukitake setuju. Yang lain pun mengangguk-angguk tanda setuju
“Baiklah ini sudah
ditetapkan... Kita akan pergi ke Indonesia!! Sah??” Kata Yamamoto soutaicho.
“SAH!!!!” Balas para Taicho
lainnya dengan bersemangat.
“Sah..” Kata Yamamoto sambil
memukul palu seperti di pengadilan. “Baiklah.. Kalian boleh balik ke divisi
masing masing untuk bersiap... Yang ikut hanya yg tingkat Taicho sampai 10th seat!! Yg lain tetap tingga!!”
Semua Taicho pun keluar dan
kaget, melihat bahwa di luar sudah malam. Mereka tidak membayangkan bahwa
menentukan tujuan berlibur saja membutuhkan waktu selama itu.
Selutuh taicho pun
memberitahukan hal liburan itu pada anak buah mereka. Hal itu membuat keadaan
malam itu sangat ramai. Hanya saja divisi 4 sudah mulai sepi, karena nyaris semua
sudah pingsan karena mabuk dan kembang api sebanyak 5 ribu buah sudah habis
mereka pakai..Yang lain?? Jangan ditanya... HANCUR!!!
(Paginya)
Cit..cit..cuit...
Kukuruyuk!!
Moo....
Mbeek!!
Oink..oink...
...dan
seluruh binatang pun bersuara, dari gajah hingga semut..
Pagi itu
semua shinigami yang ikut berlibur telah bersiap-siap untuk berangkat..
“Akhirnya
kita pergi juga....” Kata Hisagi pada Kira. Mereka berdua bersama dengan Renji,
Hinamori dan Matsumoto sedang berbaris untuk bersiap siap pergi ke Indonesia.
“Hmm??
Oh, ya kau benar Hisagi-san” Jawab Kira, tampaknya ia tidak begitu
memperhatikan perkataan Hisagi karena sibuk berpikir.
“Sedang
memikirkan apa sih??” Tanya Hinamori penasaran dengan temannya yang biasanya
kalem itu.
“Hutang
yah??” Ejek Matsumoto sambil merangkul Kira dan tertawa. Namun Kira tetap
terdiam.
“Sudah-sudah.
Memangnya ada apa Kira??” Kata Renji.
“Ehh..
Emm.. Sebenarnya.. Ini pertama kalinya saya berlibur dgn Ichimaru-taicho” Jawab
Kira malu malu, sudah dari dulu ia memimpikan hal ini rupanya.
“Iya juga
yah... Aduh nanti mau kemana yah... Bareng Aizen-taicho??” Kata Hinamori dengan
berseri-seri.
“Yah!!
Kita ke Indonesia aja belum pernah... Jangan jalan-jalan sendiri!! nanti
tersesat!!” Nasihat Matsumoto. Hal itu membuat Hisagi tersenyum iseng.
“Baik BU
GURU” Kata Hisagi, menekankan di kata bu guru, sambil nyengir nakal.
“Oh kau
berani mengejekku Hisagi Shuuhei??” Balas Matsumoto. “Tentu saja..” Jawab
Hisagi dengan penuh percaya diri. Dan di mulailah pertarungan Hisagi vs
Matsumoto
“Sudah
hentikan!! Nanti di marahin sama salah satu Taicho loh..” Kata Hinamori
berusaha melerai.
“WOI!!! Diam
kalian!! Kita mau berangkat nih....” Kata suara di belakang mereka. Dari
nadanya, tampaknya itu salah satu dari para taicho. Serempak para fuku-taicho
itu hening dan berdiri tegak.
“Baik
Taicho!!” Kata mereka sambil menoleh dan memberi hormat pada shinigami di
belakang mereka itu.
“HAHAHAHA
kalian ketipu!! Makasih ya, karena telah memanggil saya Taicho” Kata Ikkaku sambil
ketawa puas
Semua
Fuku-taicho segera memukul kepala botak Ikkaku karena kesal. Mendengar
keributan itu, Hitsugaya segera berjalan ke arah mereka dan memarahi mereka.
“Sudah
diam!!! Kalian ini bisa tenang tidak?!” Kata Hitsugaya dari belakang mereka.
“Kita tak
akan terjebak lagi, dasar kau pe.. ni.. pu...” Kata Matsumoto, terbata-bata
mengucapkan kata terakhir karena ia telah melihat siapa yang ia sebut penipu
itu,
“Apa kau
bilang Matsumoto??” balas Hitsugaya dengan dingin, dan udara di sekitar terasa
turun menjadi -10 derajat Celcius.
“Ah.. Ummm
maafkan saya Taicho!!” Kata Matsumoto sambil tersenyum bersalah. Namun
tampaknya Hitsugaya belum mau memaafkan Matsumoto.
“Sudalah
Shiro-chan...” kata Hinamori dengan lembut. Hitsugaya, tidak bisa menolak
permintaan teman masa kecilnya itu hanya bisa mengangguk kaku. “Mmm ok deh..”
Katanya.
“Ehem..
Kalian balik lah ke barisan sebenarnya. Jangan berkumpul merumpi seperti ini!!
Kita akan segera berangkat!!” Perintah Hitsugaya setelah berhasil mengatasi
perasaan groggi nya di sebelah Hinamori.
“Baik!!”
------
Made by : Liz
Take out with full credits please~ ^^
Take out with full credits please~ ^^

0 komentar:
Posting Komentar