Rabu, 11 Februari 2015

You're My : EPILOG



Disclaimer    : BTS and all Kpop artists are not mine. Jimin will be soon though (lol kidding).
OC belongs to their rightful owner, while the plot is mine.

Genre   : Romance, Friendship, Comedy, Fluff


"You’re My"
Epilog : My Miss RIght

“Dan ini dia!!”

Suara teriakan dan tepukan tangan menghiasi kedatangan seorang wanita muda kedalam café yang sudah cukup berumur itu. Wanita itu berusaha tampak kesal walau senyuman menghiasi wajahnya.

“Benar-benar. Aku yang terakhir?” Katanya pada tujuh orang lainnya.

“Kami maklumkan, Dokter Oh yang terkenal mempunyai banyak kesibukan sehingga ia telat.” Kata salah satu pria muda yang ada disitu. Pria lain yang memiliki wajah mirip dengannya tertawa terbahak-bahak. Wanita yang pertama tadi segera menjitak kedua kembar itu.

“Shin Dongho, Shin Taehyung. Kalian sudah berumur namun sikap kalian tidak berubah sama sekali.”

“Dan kau tetap jahat, Haneul!” Jawab si kembar, Dongho dan Taehyung bersamaan. Haneul menjitak mereka sekali lagi sebelum menyapa yang lain di café yang tak lain tak bukan adalah café lama tempat ia bekerja dulu. Café ini sekarang adalah milik Soojin, sementara Joongki mengurus café lain yang juga miliknya. Wanita itu juga ada di dalam café. Jina, Jungkook, Minra dan Jin juga ada disana.

“Bagaimana persiapan pernikahan kalian?” Tanya Haneul pada Soojin. Soojin dan Dongho memang sudah mengumumkan pertunangan mereka yang sudah akan berlanjut ke pernikahan, sementara Taehyung dan Jina baru saja bertunangan beberapa hari yang lalu.

“Semua berjalan lancar, usahakan kau bisa hadir ya Haneul.” Jawab Soojin.

“Tentu saja aku akan hadir.”

“Kapan giliranmu Haneul? Bahkan Jin sudah memiliki pasangan.” Kata Taehyung. Si kembar sering sekali mengejek Haneul mengenai gadis itu yang tidak memiliki pasangan.

“Kau sendiri tahu alasannya, Taehyung.” Jawab Haneul, menunjukan cincin sederhana di jari tangannya.

Tujuh tahun sudah berlalu sejak acara wisuda, dimana Haneul mendapatkan cincin itu dari Jimin. Mereka berdua tidak pernah bertemu lagi sejak saat itu, dan hanya sesekali bertukar e-mail karena seperti kabar yang di berikan Jina, Jimin pergi ke luar negeri. Wanita itu tidak bisa berbohong bahwa ia merindukan Jimin dan sesekali khawatir tentangnya.

“Kau benar-benar luar biasa. Menolak semua pria yang mendekatimu dan menunggu Jimin.” Kata Dongho.

“Terima kasih banyak atas pujiannya.”

Percakapan ringan menghiasi sore itu. Bagaimana pun juga, setelah lulus dari universitas, mereka semua pergi ke jalan yang berbeda, membuat hari itu menjadi spesial dimana mereka bisa bertukar cerita dan mengenang waktu-waktu yang sudah berlalu.

“Ngomong-ngomong, Noona.” Kata Jin. Haneul menatap sepupunya dengan pandangan bingung. Ke enam orang lainnya saling berpandangan dengan penuh arti.

“Kau bukan yang terakhir datang.”

Suara pintu yang terbuka menarik perhatian Haneul. Wanita itu menoleh ke arah pintu yang terletak di belakangnya dan tidak mempercayai apa yang ia lihat.

“Kau seperti melihat hantu, Haneul.” Kata pria yang baru masuk itu. Haneul tetap memandang dengan terkejut sebelum akhirnya berlari ke pria itu, yang tentu saja, adalah Park Jimin. Jimin memeluk Haneul dengan erat dan tertawa ketika ia bisa merasakan Haneul menangis pelan di pelukannya.

“Terima kasih telah menungguku. Sekarang aku yakin ayahmu akan menerimaku.” Kata Jimin. “Ia tidak akan menolak seorang pengusaha sukses di amerika bukan?” Lanjutnya sambil terkekeh dan mengelap air mata Haneul.

“Ia tidak akan berani menentang hal itu.” Jawab Haneul yang tersenyum juga. Jimin merogoh kantongnya dan sama seperti tujuh tahun yang lalu, ia mengeluarkan cincin, yang kali ini lebih indah.

“Jadi Oh Haneul, maukah kau menikahiku?”

Teriakan terdengar dari tujuh penonton di café itu. Haneul mengabaikan semua teriakan itu dan menatap cincin di tangan Jimin, lalu ke pria itu.

“Tentu saja aku mau, Park Jimin.”

EPILOG END

A/N : BYE hahahahahahaha OTL
Anyway,  mohon maaf bila ada kesalahan *bows*

Made by : Liz
Take out with full credits please~ ^^

0 komentar:

Posting Komentar