Disclaimer : BTS and all Kpop artists are not mine.
Jimin will be soon though (lol kidding).
OC belongs to
their rightful owner, while the plot is mine.
Genre : Romance, Friendship, Comedy, Fluff
"You’re My"
Epilog : My Miss RIght
“Dan ini dia!!”
Suara teriakan dan tepukan tangan
menghiasi kedatangan seorang wanita muda kedalam café yang sudah cukup berumur
itu. Wanita itu berusaha tampak kesal walau senyuman menghiasi wajahnya.
“Benar-benar. Aku yang terakhir?”
Katanya pada tujuh orang lainnya.
“Kami maklumkan, Dokter Oh yang
terkenal mempunyai banyak kesibukan sehingga ia telat.” Kata salah satu pria
muda yang ada disitu. Pria lain yang memiliki wajah mirip dengannya tertawa
terbahak-bahak. Wanita yang pertama tadi segera menjitak kedua kembar itu.
“Shin Dongho, Shin Taehyung.
Kalian sudah berumur namun sikap kalian tidak berubah sama sekali.”
“Dan kau tetap jahat, Haneul!”
Jawab si kembar, Dongho dan Taehyung bersamaan. Haneul menjitak mereka sekali
lagi sebelum menyapa yang lain di café yang tak lain tak bukan adalah café lama
tempat ia bekerja dulu. Café ini sekarang adalah milik Soojin, sementara
Joongki mengurus café lain yang juga miliknya. Wanita itu juga ada di dalam
café. Jina, Jungkook, Minra dan Jin juga ada disana.
“Bagaimana persiapan pernikahan
kalian?” Tanya Haneul pada Soojin. Soojin dan Dongho memang sudah mengumumkan
pertunangan mereka yang sudah akan berlanjut ke pernikahan, sementara Taehyung
dan Jina baru saja bertunangan beberapa hari yang lalu.
“Semua berjalan lancar, usahakan
kau bisa hadir ya Haneul.” Jawab Soojin.
“Tentu saja aku akan hadir.”
“Kapan giliranmu Haneul? Bahkan
Jin sudah memiliki pasangan.” Kata Taehyung. Si kembar sering sekali mengejek
Haneul mengenai gadis itu yang tidak memiliki pasangan.
“Kau sendiri tahu alasannya,
Taehyung.” Jawab Haneul, menunjukan cincin sederhana di jari tangannya.
Tujuh tahun sudah berlalu sejak
acara wisuda, dimana Haneul mendapatkan cincin itu dari Jimin. Mereka berdua
tidak pernah bertemu lagi sejak saat itu, dan hanya sesekali bertukar e-mail
karena seperti kabar yang di berikan Jina, Jimin pergi ke luar negeri. Wanita
itu tidak bisa berbohong bahwa ia merindukan Jimin dan sesekali khawatir
tentangnya.
“Kau benar-benar luar biasa.
Menolak semua pria yang mendekatimu dan menunggu Jimin.” Kata Dongho.
“Terima kasih banyak atas
pujiannya.”
Percakapan ringan menghiasi sore
itu. Bagaimana pun juga, setelah lulus dari universitas, mereka semua pergi ke
jalan yang berbeda, membuat hari itu menjadi spesial dimana mereka bisa
bertukar cerita dan mengenang waktu-waktu yang sudah berlalu.
“Ngomong-ngomong, Noona.” Kata
Jin. Haneul menatap sepupunya dengan pandangan bingung. Ke enam orang lainnya
saling berpandangan dengan penuh arti.
“Kau bukan yang terakhir datang.”
Suara pintu yang terbuka menarik
perhatian Haneul. Wanita itu menoleh ke arah pintu yang terletak di belakangnya
dan tidak mempercayai apa yang ia lihat.
“Kau seperti melihat hantu,
Haneul.” Kata pria yang baru masuk itu. Haneul tetap memandang dengan terkejut
sebelum akhirnya berlari ke pria itu, yang tentu saja, adalah Park Jimin. Jimin
memeluk Haneul dengan erat dan tertawa ketika ia bisa merasakan Haneul menangis
pelan di pelukannya.
“Terima kasih telah menungguku.
Sekarang aku yakin ayahmu akan menerimaku.” Kata Jimin. “Ia tidak akan menolak
seorang pengusaha sukses di amerika bukan?” Lanjutnya sambil terkekeh dan
mengelap air mata Haneul.
“Ia tidak akan berani menentang
hal itu.” Jawab Haneul yang tersenyum juga. Jimin merogoh kantongnya dan sama
seperti tujuh tahun yang lalu, ia mengeluarkan cincin, yang kali ini lebih
indah.
“Jadi Oh Haneul, maukah kau
menikahiku?”
Teriakan terdengar dari tujuh
penonton di café itu. Haneul mengabaikan semua teriakan itu dan menatap cincin
di tangan Jimin, lalu ke pria itu.
“Tentu saja aku mau, Park Jimin.”
✪ EPILOG END ✪
A/N : BYE hahahahahahaha OTL
Anyway, mohon maaf bila ada kesalahan *bows*
Made by : Liz
Take out with full credits
please~ ^^

0 komentar:
Posting Komentar