Jumat, 04 Mei 2012

Highschool chapter 10


Title                : HIGHSCHOOL
Chapter          : 10
Characters     :
- U-KISS’ member
- Ara as Park Jae Mee
- Cynthia as Park Ha Neul
- Mei as Park Soo Jin
- Naomi as Kim Soo Hee
- Icha as Han Young Mee
- Grace as Hwang Mee Rae
- Caeli as Lee Ae Ja
- Nadine as Bu Hyun Ae
- And other K-pop artist
Rating : T
Disclaimer      : I WISH U-KISS mine, but they’re not T,T

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

“Du bi dubaaaaappp..” Gumam Kibum ceria sambil berjingkrak-jingkrak di selasar dekat taman. Hari ini ia hendak menunjukan sesuatu pada Young Mee.

“Eh ya ampun, dimana sih gadis itu??” Omel Kibum kesal karena telah 1 jam ia mencari Young Mee, namun ‘jejak’nya saja tak ada, padahal Young Mee sering meninggalkan ‘jejak’ keusilannya.

“Coba di taman deh..” Kata Kibum, dan kemudian ia berjalan menuju taman itu. Belum sempat ia berteriak memanggil Young Mee, ia melihat 2 sosok yang paling ia senangi, Dongho dan Soo Jin sedang berduaan.

“Kerjain aahhh..”  Pikir Kibum jail sambil mengendap-ngendap mendekati kedua orang yang tampaknya sedang pacaran itu.

“Ga usah deket-deket aku lagi..!!” Kata Soo Jin ketus tanpa mau melihat wajah Dongho.

“Aku minta maaf ..” kata Dongho mencoba memegang tangan Soo Jin.

Kibum langsung menghentikan langkahnya dan bersembunyi, “Ada apa ini??”  Pikirnya heran.

“Ga usah pegang-pegang. Aku ga suka ya kau seperti itu. Kau sebaiknya pergi, Shin Dong Ho.” Kata Soo Jin sambil menarik tangannya yang belum sempat di sentuh Dongho

“Soo Jin… Aku tidak bermaksud.” Jelas Dongho, namun tampaknya Soo Jin tetap marah pada pacarnya itu.

“Aku tidak perlu penjelasanmu.” Kata Soo Jin tegas.

Kibum mencoba meyakinkan dirinya. Apakah yang dia dengar itu benar? Memang benar apa yang dilihatnya itu?? Soo Jin dan Dongho bertengkar?? Pasangan yang dikenal tak cocok tapi jadian itu?? Soo Jin yang biasanya pemaaf, kali ini tampak galak sekali.

 Entah apa yang terjadi diantara kedua orang itu. Kibum segera mengurungkan niatnya untuk menggangu kedua anak itu dan segera pergi meninggalkan mereka.

  :-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Kibum merasa instingnya kali ini tidak salah lagi. Dia harus mencari tahu apa yang terjadi dengan Soo Jin dan Dongho. Tapi kalau hanya dia yang mencari tahu, pasti akan sangat repot. Dia memutuskan untuk pergi mencari bantuan. Dia berjalan ke arah kelas. Di sana ada Soo Hee yang sedang duduk membaca buku.

“Soo Hee..” kata Kibum sambil berdiri di depan Soo Hee.

“Apa??” jawab Soo Hee tanpa melepaskan pandanganya pada buku.

“Soo Jin dulu pernah punya pacar ga? Maksudku sebelum Dongho, dia pernah punya pacar lain??” Tanya Kibum penasaran.

“Bentar… Kayaknya kaga tuh.. Emang kenapa?” Jawab Soo Hee.

“Aduh, susah deh kalo gini.” Gumam Kibum pada dirinya sendiri.

“Kau bilang apa?” Tanya Soo Hee.

“Ngg~  Kaga kok, kaga bilang apa apa.. Ya sudah deh. Thanks ya..”

“Hmm.. Sama-sama..” Jawab Soo Hee pada Kibum yang sudah mulai berjalan pergi, namun lalu kembali dengan cepat ke sebelah Soo Hee.

“Eh eh.. nanti jam 5 sore tolong beritahu teman-teman yang lain untuk berkumpul di belakang gedung sekolah yaa..

“Emang mau ngapain??” Tanya Soo Hee, dan kali ini ia mengalihkan perhatiannya dari buku.

“Rahasia.. Tolong yaa!!” Jawab Kibum sambil berlari pergi, meninggalkan Soo Hee yang bingung. “Eh eh eh..” Kata Kibum lagi, balik lagi.

“Apa??”

“Semuanya kecuali Soo Jin dan Dongho ya..”

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

 Semua sudah berkumpul di belakang gedung sekolah. Tanpa Soo Jin dan Dongho tentu. Semua tidak tahu apa yang akan di lakukan mereka disana. Sampai akhirnya Kibum datang.

“Heh Kibum , ada apa sih ?” tanya Young Mee saat melihat Kibum datang. Kibum tidak menjawab. Dia hanya diam sambil menuju tempat duduk.

“Kibum, apa yang ingin kita bicarakan sih? Aku ada latihan nyanyi nih..!!” Protes Ha Neul tak sabar.

“Ah, bentar dulu. Aku lagi mikir nih.” Jawab Kibum ga mau kalah.

“Buruan eh..!! Aku sama Soo Hee mesti ke perpustakaan tau. Mesti beres-beres.” Xander juga ikut-ikutan protes. Dibarengi dengan anggukan kepala Soo Hee.

“Iya, iya. Nih denger ya. Aku ada berita. Tadi siang aku lagi jalan di selasar, eh tiba-tiba aku liat Dongho ama Soo Jin lagi berantem. Soo Jin keliatannya marah banget loh.” Kata Kibum serius sambil menatap semua teman-temannya.

“Berantem? Ah, ga mungkin lah, kalau Dongho yang cari gara-gara sih mungkin aja, tapi Soo Jin marah banget?? Ga mungkin..!! Dia sabar banget ngadepin orang kaya Dongho.” Kata Ae Ja.

“Tapi kalo kata aku sih mungkin aja Soo Jin marah sama Dongho. Kan dia juga punya batas kesabaran.” Kata Jae Mee diikuti oleh anggukan semangat Ha Neul.

“Iya juga sih, tapi apa yang Dongho buat sampai Soo Jin marah kaya gitu ya?” balas Kiseop.

“Nah!!! Kalau itu, aku juga ga tahu..” Kata Kibum.

“Ya !!! Gimana sih??!!” protes Eli, Kibum menatapnya.

“Nah , makanya aku kumpulin kalian di sini. Kita cari tahu bareng-bareng. Gimana gimana???” Usul Kibum bersemangat sambil tersenyum penuh arti.

“Tunggu bentar deh, aku ga ngerti..” Kata Mee Rae dan Kevin bersamaan, pasangan lemot.

“Jadi kita mau nanya ke Soo Jin ama Dongho kenapa berantem. Gitu loh. Ya kan? “ kata Kevin.

“Ga di tanya, Kevin! Kita nyari tahu sendiri! Aduh kalian berdua ya..” Omel Kibum, sementara yang lain tertawa melihat tingkah mereka.

“Ohh…” Kata Mee Rae dan Kevin bersamaan sambil mengangguk-angguk. Semua teman-teman mereka menggeleng-gelengkan kepala mereka karena heran, mengapa kedua orang ini bisa sangat polos. Mereka lalu mulai mengatur rencana.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Dongho dan Soo Jin sedang duduk di ruang audiovisual. Mereka bertatapan sambil membaca sesuatu. Mereka berdua tampak sangat serius.

“Soo Jin…” Panggil Dongho sambil menatap gadis di depannya yang sedang tekun membaca.

“Apa?” jawab Soo Jin singkat sambil tetap membaca.

“Kau yakin kita bisa melakukan ini??” tanya Dongho khawatir. Kejadian yang sangat jarang, karena biasanya ia selalu percaya diri. Soo Jin hanya mengangguk sambil tetap membaca. Mereka terdiam beberapa saat.

“Dongho..” Panggil Soo Jin beberapa saat kemudian sambil menatap Dongho dengan serius.

“Eh? Kau membuatku kaget. Ada apa??” Jawab Dongho sambil balas menatap Soo Jin, berusaha untuk serius.

“Jangan menatapku seperti itu. Kau jelek kalau metapku begitu..” Balas Soo Jin sambil tertawa pelan. Dongho menatapnya tajam, membuat Soo Jin mendadak diam.

“Maaf~” kata Soo Jin menyesal sambil menundukan kepalanya, namun tak lama kemudian, ia kembali tertawa kecil.

“Aku serius Park Soo Jin, apa yang ingin kau katakan tadi??” Kata Dongho mengembalikan topik pembicaraan mereka.

“Muka mu jelek..” Jawab Soo Jin, tawanya tak bisa di hentikan.

Dongho menghela nafas, “Kau ini ketularan si nenek sihir itu bukan??” Katanya sementara Soo Jin berusaha menenangkan diri.

“Be- begini, bagaimana kalau kita menjauh untuk sementara??” kata Soo Jin sambil menghapus air mata tawanya. Dongho terdiam.

“Mak- maksudmu… ki- kita… putus??” Tanya Dongho khawatir plus tak percaya.

“Bukan!!!” Teriak Soo Jin panik. “Bukan itu maksudku. Jadi, kita menjauh sementara, untuk ini? Bagaimana menurutmu? Kupikir itu bisa membantu kita.” Jelas Soo Jin, berusaha meluruskan kesalahpahaman ini.

Dongho diam sejenak, Soo Jin menatapnya dengan sedikit was was.

“Baiklah…Tapi bagaimana caranya?” Tanya Dongho setelah beberapa saat.

“Ya kita jangan deket-deket dulu sampe 5 hari kedepan. Kamu, aku, jauhan. Buat sementara aja~” jelas Soo Jin ringan.

“Oh~ Ok deh..” Kata Dongho sambil mengangguk pelan.

“Baiklah, aku akan pergi sekarang. Jangan ikuti aku ya~ Kita harus belajar saling menjauh..” Ujar Soo Jin sambil berdiri dan melangkah keluar ruangan, Dongho hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya ke arah Soo Jin.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Jae Mee dan Ha Neul sedang berjalan di sekeliling taman sekolah. Tiba-tiba mereka melihat sesuatu. Soo Jin duduk sendirian di taman samping sekolah. Dia duduk sambil membaca buku dan mendengarkan lagu. Biasanya ada sesosok manusia lain yang duduk di sebelah Soo Jin. Tapi kali ini dia sendirian. Jae Mee dan Ha Neul saling bertatapan, lalu tersenyum kecil dan mengangguk.

“Hai, Soo Jin!!!” Sapa Ha Neul sambil menepuk pundak Soo Jin dan duduk di sebelah Soo Jin.

“Eh? Hai...” Jawab Soo Jin kaget sambil melepaskan headset yang sejak tadi ada di telinganya.

“Tumben sendiri aja~  Yang satu lagi mana Soo Jin?? Yang biasa nempel itu..” Tanya Jae Mee iseng, mulai memancing. Soo Jin tidak menjawab, dia hanya tersenyum.

“Aku serius, mana Dongho? Aku ada urusan dengan cecunguk satu itu..” Kata Ha Neul memberi alasan.

“Aku tidak tahu…” Jawab Soo Jin singkat sambil memakai headsetnya kembali. Namun Ha Neul melepaskannya lagi.

“Ada sesuatu kah yang terjadi antara kau dan Dongho??” Tanya Ha Neul penasaran sambil menyita sebelah headset Soo Jin. Soo Jin hanya menggeleng.

“Tapi kenapa kau ketus seperti itu??” Tanya Jae Mee yang mulai mengikuti jejak Ha neul, mengintrogasi Soo Jin.

“Aku harus pergi sekarang, permisi teman-teman.” Jawab Soo Jin sambil tersenyum dan meminta kembali headsetnya dari Ha Neul kemudian berjalan menjauh.

“Yakin, kenapa sih tuh anak??” Tanya Ha Neul heran, Jae Mee hanya menggelengkan kepalanya singkat, “Entahlah.. Kuharap yang lain berhasil mendapatkan informasi lebih banyak dari kita..”

“Memangnya informasi apa yang kita dapatkan??”

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Esok paginya, seluruh anak kelas X-2 di buat heran dengan kelakuan pasangan yang biasanya selalu nempel itu. Pagi itu, Soo Jin dah Dongho bertukar sapa saja tidak.

“Kau ini kenapa sih??” Tanya Ha Neul pada Dongho, “Tak kenapa napa kok.. Memangnya ada apa??” Jawab Dongho singkat.

“Kau dan Soo Jin berantem bukan??” Lanjut Ha Neul tepat sasaran, Dongho bergerak sedikit, lalu menjawab tenang, “Kaga kok..”

Ha Neul menyadari gerakan aneh Dongho tadi, “Lalu.. Ada apa dengan kalian sebenarnya??”

“Tak ada apa-apa..”

Ha Neul menghela nafas, tak mungkin mengorek info dari Dongho sekarang, percuma, instingnya mengatakan hal itu.

“Soo Jin-ah!!” Panggil Eli sok akrab pada teman sebangkunya itu, Soo Jin hanya menoleh singkat untuk melihat siapa yang memanggilnya, “Ada apa??” Balasnya singkat.

“Kok tumben ga nempel sama Dongho??” Tanya Eli mencoba mengorek informasi, di belakangnya, Ae Ja dan Soo Hyun memperhatikan dengan serius.

“Memangnya kenapa??” Jawab Soo Jin tanpa menoleh sedikit pun, ia malah meneruskan membaca.

“Kalian berantem ya??” Tanya Ae Ja, ikutan. Soo Jin menggeleng, “Tidak kok..”

“Lalu kenapa kalian berjauhan seperti ini??” Tanya Soo Hyun, “Tak ada apa apa, bukan urusan kalian..” Jawab Soo Jin, Eli sudah bersiap menanyakan hal yang lain, namun Pak Jong Kook sudah memasuki ruangan.

“Hari ini kita akan bermain basket di luar..” Kata pak guru bertubuh kekar itu, serentak para anak laki-laki berteriak kegirangan, Eli lah yang paing kencang teriakannya.

“ASYEEEKKKK!!!” Teriaknya, lupa sama sekali tentang hal yang ia ingin tanyakan pada Soo Jin tadi.

“Tapi sebelumnya kita estafet dulu..”

“APA?!” Teriak Eli kecewa berat, “Diamlah Eli!!” Kata Ae Ja kesal dengan kelakuan temannya satu ini.

“Ayo kita ke lapangan..”

  :-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

“Jadi kita harus berjalan dengan tangan dan kaki di ikat dengan pasangan??” Tanya Xander tak percaya, Pak Jong Kook mengangguk.

“Ambil undian..” Kata Pak Jong Kook lagi sambil memberikan 2 kaleng kecil pada Soo Hee dan Xander.

Maka, baik anak perempuan dan anak laki-laki mengambil kertas undian bertuliskan angka. Pasangan mereka adalah yang mempunyai angka yang sama. Setelah semuanya mendapat kertas, mulailah kekacauan ini.

“Siapa angka empat??” Teriak Kibum sambil menerobos ke arah anak-anak perempuan. “Aku..” Jawab Young Mee. Ha Neul menyenggol Jae Mee yang ada di sebelahnya, Ae Ja nyengir jail pada Mee Rae dan Soo Hee menyolek lengan Soo Jin.

Dongho dan Eli menahan tawa, sementara Soo Hyun mengedipkan mata pada Xander yang sudah nyengir lebar, Kevin terdiam polos sementara di sebelahnya Ki Seop sudah tertawa kecil.

“Kalian sedang apa?! Ayo cepat berpasangan dan siap di posisi masing-masing!!” Teriak Pak Jong Kook yang membuat ke 14 anak itu terlonjak kaget.

“A-aku angka satu!!” Kata Soo Hyun sigap setelah di teriaki Pak Jong Kook, “Aku juga..” Jawab Ae Ja, dan mereka segera berlari ke posisi.

“Dua dua siapa duaa??” Kata Eli yang sudah lari ke posisinya duluan, “Aku aku!!” Jawab Soo Hee sambil menyusul Eli.

“Tiga??” Tanya Ki Seop, “Itu aku..” Jawab Mee Rae, dan mereka, seperti para ‘pendahulu’ mereka, berlari ke tempat yang sudah di tandai.

“Lima??” Tanya Ha Neul, Kevin mengangkat tangannya dengan semangat. “Ayo kalau begitu..” Kata Ha Neul dan mereka juga siap di posisi.

Pasangan yang tersisa hanya Soo Jin, Dongho, Xander dan Jae Mee. Atmosfir di sana sangat berat, bahkan untuk Xander juga. “Jae Mee, kau nomor berapa??” Tanya Xander memecah keheningan.

“Aku enam..” Jawab Jae Me, “Berarti kita samaan..” Kata Xander. Maka Jae Mee dan Xander bersiap di posisi, meninggalkan pasangan terakhir yang berjalan ke posisi tanpa berbicara sedikitpun, demikian juga saat mengikat tangan dan kaki kanan Soo Jin dengan tangan dan kaki kiri Dongho. Tak ada percakapan sama sekali.

“Pasangan gawat..” Komentar Soo Hyun, Ae Ja hanya mengangguk. “Kalian harus berhasil mengalahkan rekor kelas lain..!! Jika tidak, kalian di hukum!! Bersedia.. Siap.. MULAI!!” Teriak Pak Jong Kook dan pasangan 1, yaitu Soo Hyun dan Ae Ja mulai berlari.

“Ya ampun!! Tungggu!! Soo Hyun!!” Teriak Ae Ja yang kewalahan dengan langkah Soo Hyun yang besar-besar. Pada akhirnya mereka berhasil menyerahkan tongkat pada pasangan kedua yang berlari denga lincah bersama.

“Kananku kirimu, kiriku kananmu!!” Teriak Eli memberi komando pada Soo Hee.

“Sudah diam!! Kau membuatku bingung!!” Balas Soo Hee.

“Eli dan Soo Hee larinya kompak amat..” Komentar Mee Rae yang siap di posisi bersama Ki Seop.

“Larinya kaki kanan dulu kan??” Tanya Ki Seop, “Kaki kanan ku, kaki kirimu..” Jawab Mee Rae, sambil menjulurkan tangan kebelakang, siap menerima tongkat dari Soo Hee.

“Siap??” Tanya Kibum, Young Mee mengangguk singkat, “YoungBum fighting!!” Kata Kibum lagi.

“Hentikan itu..”

“Apanya??” Tanya Kibum polos.

“Julukan konyol itu..”

“Itu tidak konyol!!”

“Young Mee!!” Teriak Mee Rae sambil menjulurkan tongkatnya pada Young Mee, namun yang bersangkutan tak menoleh.

“Kibum!! Ambil tongkatnya!!” Teriak Ki Seop membantu menyadarkan, namun Kibum juga mengacuhkannya.

Duak!! Kepala Kibum di timpuk tongkat oleh Mee Rae, Young Mee menangkap tongkat yang mental dari kepala Kibum itu.

“Ayo cepat!!” Teriak Young Mee, Kibum sudah hendak membalasnya, namun ia mengurungkan niat dan segera berlari.

Kevin berulang kali menoleh ke belakang dengan gugup. “Tak usah gugup..” Kata Ha Neul menenangkan. Tak lama kemudian, pasangan yang berantem sambil berlari, yaitu Young Mee dan Kibum tiba dan menyerahkan tongkat itu pada Ha Neul supaya mereka bisa bebas bertengkar.

“Mereka cukup lancar..” Kata Xander yang menatap ke belekang dengan semangat. Jae Mee pun menoleh penasaran.

“Jae Mee!!” Teriak Ha Neul, memberi tanda agar temannya itu bersiap-siap. “Sip!!” Kata Jae Mee saat menerima tongkat tersebut.

“Oh ya ampun..” Komentar Jae Mee saat ia dan Xander mendekati pasangan terakhir, Soo Jin dan Dongho.

“Soo Jin!! Bersiap-siap lah!!”

“Siap!!”

Jae Mee pun menyerahkan tongkat itu, dan seluruh 10 anak yang lain berserta Jae Mee dan Xander menatap terkejut, walaupun Soo Jin dan Dongho tampak masih bertengkar, tapi mereka cukup kompak dalam berlari. Namun setelah itu, mereka tetap diam-diaman.

“Ya!! 8 menit 34 detik.. Kalian di rekor paling belakang..” Kata Pak Jong Kook, “Dan hukumannya!!”

Seluruh anak X-2 menatap cemas, “Tak ada deh.. Malas...” Kata Pak Jong Kook lagi, membuat nafas lega terdengar dimana mana. “Sekian hari ini, ganti baju dan baliklah ke kelas..”

“Baik pak!!”

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-TBC-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:



Made by : Liz & Mei
Take out with full credits please~ ^^

0 komentar:

Posting Komentar