Kamis, 03 Mei 2012

Highschool chapter 1


Title : Highschool
Chapter      : 1
Characters  :
- U-KISS’ member
- Ara as Park Jae Mee
- Cynthia as Park Ha Neul
- Mei as Park Soo Jin
- Naomi as Kim Soo Hee
- Icha as Han Young Mee
- Grace as Hwang Mee Rae
- Caeli as Lee Ae Ja
- Nadine as Bu Hyun Ae
- And other K-pop artist
Genre: Romance, Comedy, Fluff, AU, Friendship
Rating: T
Disclaimer: Sadly, UKISS is not mine XD

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Park Soo Jin melangkah pelan memasuki halaman gedung mewah itu. Dia berdiri di depan gerbang dan mencari seseorang. Tak lama kemudian sesosok gadis datang. Kim Soo Hee.  Soo Jin dan Soo Hee sudah lama berteman. Mereka adalah dua orang pintar yang memang sangat cocok. Tak seperti gadis seusia mereka yang senang untuk menghambur-hamburkan uang, kedua orang ini sangat diam dan tertutup. Kedua gadis itu berjalan masuk ke dalam gedung itu.

Gedung itu sangat besar dan mewah. SMA X. SMA yang terkenal di kota itu. Semua orang datang untuk mendaftar sebagai murid di sana. Tetapi hanya orang-orang terpilih lah yang bisa masuk ke sekolah itu. Soo Jin dan Soo Hee beruntung, mereka tak perlu bersusah payah untuk menjadi murid di sana. Mereka berdua mendapatkan beasiswa.

“Soo Hee …” Kata Soo Jin pada sahabatnya.

“Iya? Kenapa?” Balas Soo Hee.

“Aku takut … sekolah ini … mengerikan…”

“Mengerikan? Memang.. Aku takut teman sekelas dan sekamar kita tidak cocok dengan kita… Kita tidak sekamar kan?”

“Tidak … aku sekamar dengan Park Ha Neul , Park Jae Mee , dan Lee Ae Ja” Jawab Soo Jin sambil menggeleng pelan.

“Kau kenal Han Young Mee ? sepertinya aku pernah mendengar namanya. Aku sekamar dengannya. Juga Hwang Mee Rae” Tanya Soo Hee.

“Setauku dia pemain piano yang baik. Tetapi aku belom pernah melihatnya secara langsung.”
Mereka berjalan menuju kamar. Soo Jin melihat kamarnya. Rapi dan tertata. Ada 4 kasur disana. Dia menempati kasur yang paling ujung dan mulai menata barangnya. Tiba tiba 2 orang memasuki kamar itu. Soo Jin memperhatikan mereka dengan seksama.

“Kau.. Soo Jin atau Ae Ja ?” Kata gadis berambut agak panjang yang di ikat satu, teman di sebelahnya hanya tesenyum saja

“Soo Jin ..” Balas Soo Jin

“Oww.. aku Jae Mee dan ini temanku, Ha Neul.” Balas gadis yang ternyata bernama Jae Mee sambil menunjuk temannya.

“Salam kenal, Jae Mee, Ha Neul.”

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-: 

Soo Hee duduk sendirian d atas kasurnya. Soo Hee mulai membaringkan diri di atas kasur. Dia mulai memejamkan matanya. Tiba tiba suara pintu terdengar. Soo Hee langsung bangkit dari tempat tidurnya. Dua gadis berdiri di ambang pintu. Gadis itu melangkah memasuki kamar.

“Kau… Soo Hee kah?” Tanya gadis yang berambut lebih panjang.

“Ia, siapa kau?” Balas Soo Hee.

“Aku Young Mee..” Kata Gadis itu lagi

“Dan aku Mee Rae” Kata temannya disebelahnya.

“Salam kenal.” Kata Soo Hee sambil membungkukan badan.

Kedua teman sekamarnya tersenyum, “Salam kenal juga..” Jawab mereka.

  :-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-: 

Pagi hari yang sangat cerah. Di kelas X-2, pelajaran pertama pun akan segera di mulai. Semua murid duduk dengan rapi. Kelas itu merupakan kelas yang unik. Biasanya kelas itu hanya di huni 14 orang. 7 perempuan dan 7 laki-laki. Hanya anak-anak terpilih lah yang bisa masuk ke kelas ini. Bukan hanya pintar, tetapi anak-anak di kelas ini pun harus sangat berbakat. Tetapi selama kelas di mulai, hanya 13 orang yang datang.

Seorang guru masuk. Tampangnya sangat serius. Soo Jin menatap Soo Hee dengan pandangan berarti. Young Mee mengenggol Jae Mee yang berada di sebelahnya. Ha Neul menoleh ke belakangnya. Mee Rae dan Ae Ja saling memandang sambil mengigit bibir. Tetapi keenam murid laki-laki tampak tenang. Mereka hanya saling pandang beberapa kali lalu tersenyum jahil.

“Selamat pagi semua. Perkenalakan saya guru kalian di sini, saya Lee Hyun Ae. Saya akan mengatur tempat duduk kalian..” Kata sang Ibu guru dengan ramahnya.

“Langsung di atur??” Protes murid laki-laki di pojok belakang, dari tampangnya, ia seperti anak nakal.

“Tepat sekali Kim Kyoung Jae.. Jangan mencoba memprotes..” Balas Bu Hyun Ae sambil memandang murid itu dengan tegas.

“Panggil saya Eli saja bu..” Kata murid yang di panggil Eli itu, yang tampaknya tidak terpengaruh oleh pandangan ‘deathglare’ Bu Hyun Ae.

“Baik baik, akan saya atur sekarang..” Kata Bu Hyun Ae sambil kembali melihat murid-muridnya yang lain.
Pengaturan tempat duduk pun selesai. Jae Mee-Kibum, Young Mee-Xander, Soo Hee-KiSeop, Soo Jin-Eli, Ae Ja-SooHyun, dan Mee Rae-Kevin. Sedangkan Ha Neul duduk sendiri. Raut mukanya sangat memancarkan kebahagiaan.

“Hey Jae Mee, menyenangkan looh, duduk sendirian. Hahaha…”

“Diamlah kau Ha Neul..” Balas Jae Mee, kesal, karena ia duduk dengan murid laki-laki yang tampangnya luar biasa jail.

Tiba tiba pintu ruang kelas terbuka. Seorang murid laki-laki masuk. Gayanya sangat santai dan berantakan. Tanpa rasa bersalah dia masuk ke ruang kelas.

“Kau pasti Shin Dongho.. Kenapa kau terlambat?” Kata Bu Hyun Ae

“Maafkan aku.” Jawab sang murid terlambat, Dongho.

“Apakah kau tau ini hari pertama? Kenapa di hari pertama kau sudah membuat masalah?!”

“Aku sudah minta maaf, aku pikir itu cukup. Maafkan aku Bu guru.” Jawab Dongho dengan nyolotnya.

“Kau ini!! Sudah lah, bikin repot saja. Pergi dan duduk lah di sana. Hanya itu tempat yang kosong.” Kata Bu Hyun Ae sambil menunjuk kursi kosong di sebelah Ha Neul.

Dongho pun berjalan menuju meja kosong itu. Dia menaruh tasnya lalu duduk. Karena ia iseng, ia menepuk pundak Ha Neul, maksudnya sih mengajak kenalan. Namun saat Ha Neul menoleh..

“KAU……… SHIN DONG HO??!!!!” Teriak Ha Neul kaget sambil berdiri dari kursinya.

“PARK HA NEUL??!!!!” Jawab Dongho yang teriakannya tak kalah keras, dan ia ikut berdiri juga.

Semua pandangan mata menuju ke arah mereka berdua. Ruangan kelas yang tadinya sepi dan hening, berubah menjadi tegang dan kaget. Dongho dan Ha Neul saling memandang penuh kebencian. Seperti dua panglima perang yang akan segera bertempur.

“KALIAN SEDANG APA ?! DUDUK !” Teriak Bu Hyun Ae yang kerasnya melebihi Dongho dan Ha Neul.

Ruangan kelas pun kembali menjadi sunyi dan tenang. Tetapi pandangan mata semua murid tetap pada kedua orang yang baru saja bertengkar itu. Pandangan kebencian tetap ada di mata kedua orang itu. Dongho langsung menjauhkan kursinya. Begitu juga Ha Neul. Jae Mee dan Young Mee masih mencoba menahan tawanya karena tak mau di deathglare oleh Ha Neul. Sedangkan Mee Rae dan Ae Ja terheran-heran. Soo Jin dan Soo Hee terlihat tidak perduli atas kejadian barusan. Kedua anak itu hanya menoleh sebentar lalu kembali seperti semula.

Setelah perkenalan dan pelajaran, yang terasa panjang sekali bagi Ha Neul dan Dongho, berakhir. Murid-murid laki-laki semua segera meningalkan ruangan kelas. Dongho yang tercepat di antara mereka semua. Sementara semua murid perempuan mengelilingi Ha Neul. Termasuk Soo Jin dan Soo Hee.

“Astaga!! Apa Yang kau lakukan tadi Park Ha Neul?? Tanya Young Mee, sambil menahan tawanya yang hampir keluar.

Dengan enggan Ha Neul menjawab, “Di- Dia itu teman masa kecilku.”

“Terus kenapa kau sangat tampak membenci dia?” Tanya Mee Rae penasaran.

“Sejak kecil aku tak pernah akur dengannya. Dia menyebalkan. Kalian harus mengetahuinya.”

“Selama aku dan Young Mee mengenalmu, aku tak pernah mengetahui tentang anak itu. Siapa namanya Ha Neul?” Tanya Jae Mee yang sama-sama penasaran

“Dong Ho. Shin Dong Ho. Entah kenapa aku harus bertemu anak menyebalkan itu lagi. Sudah sejak SMP kami tidak bertemu, eh SMA ketemu lagi.” Kata Ha Neul kesalnya bukan main.

“Berarti kamu dan dia jodoh. Hahahha.” Canda Ae Ja yang sudah siap kabur dari jitakan Ha Neul. Sementara yang lain (kecuali Ha Neul tentu saja) tertawa.

“Aku membencinya. SANGAT MEMBENCINYA! Entah sudah berapa ratus kali aku memukulnya. Jangan katakan kalau aku jodoh dengannya, Lee Ae Ja. Atau kupukul kau.”

(Sementara itu di kantin, para murid laki-laki pun datang dan mengelilingi Dong Ho.)

“Astaga, apa yang kau lakukan tadi, Shin Dong Ho? Eh, itu namamu kan??” Tanya murid yang bernama Alexander, namun biasa di panggil Xander.

“Dia temanku dulu. Dia sangat menyebalkan, egois, galak, ihh menyeramkan!” Jawab Dongho sambil menusuk nusuk makanannya dengan garpu.

“Memang dia mengerikan, dia dari tadi mengobrol dengan Jae Mee, sebelahku. Mereka merencanakan sesuatu sepertinya.” Kata murid yang bernama Kibum, yang duduk disebelah Jae Mee.

“Asal kalian tau, aku membencinya. Dan tampaknya dia juga benci padaku. Entah kenapa dia begitu benci padaku..” Kata Dongho.

“Mungkin karena wajahmu yang menyebalkan…” Kata Eli

“Menyebalkan? Aku ini tampan, Eli... Dia mungkin hanya terpesona akan ketampananku.”

“Menggelikan..” Jawab teman-teman Dongho serempak

“Aku kan memang tampan, kali- ”  Belum selesai Dongho berbicara, mulutnya sudah di tutup oleh Kibum.
Canda dan tawa terdengar riuh rendah di kantin itu.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Pagi itu kelas X-2 memulai pelajaran kembali. Semua murid sudah duduk di tempat masing-masing. Tiba-tiba seseorang dari kelas sebelah datang ke kelas mereka.

“Hey, hari ini Bu Hyun Ae sedang berhalangan masuk, jadi kalian diberi tugas. Selesaikan tugas ini karena akan di kumpulkan. Jika ada 1 anak saja yang tidak mengerjakan kalian akan di hukum..” Kata murid itu sambil memberi kertas berisi tugas pada Soo Hee, setelah itu dia langsung pergi.

“ASIIIK!!! AYO KITA BERMAIN BASKET!!!” Ajak murid bernama Eli yang duduk di sebelah Soo Jin. Soo Jin pun melihat Eli dengan ‘death glare’ karena merasa terganggu. Tetapi Eli tidak perduli.

“Teman-teman, kita ada tugas menyelesaikan soal di halaman 3 sampai 6..” Soo Hee menoleh dan mengatakan tugas mereka dengan suara yang menurutnya sudah besar.

“Astaga itu hanya tugas sepele, kita kan bisa menyelesaikannya nanti mmm, siapa namamu?” kata Kibum,  anak laki-laki di sebelah Jae Mee berteriak.

“Soo Hee.. Kau tak usah berteriak seperti itu. Berisik tau ga?” Jae Mee menatap Kibum dengan kesal.

“Yeh suka-suka aku dong.” Kibum berbalik menatap Jae Mee dengan kesal.

“ANAK INI!” Jae Mee berdiri sambil memukul meja.

“Kenapa hah ?!” Kibum juga berdiri dari kursinya.

“Sudahlah Jae Mee. Sudah. Ayo duduk kembali.” Mee Rae berdiri sambil menenangkan Jae Mee.

“Kibum, sabar lah sebentar. Kau tau tidak kau mengganggu yang lain.” Kata Kevin mengingatkan Kibum.

“Kelas ini kenapa tidak bisa akur sekali saja?” kata sambil Soo Jin berbalik dari kursinya.

“Itu semua karena anak laki-laki kelas kita nga bisa toleransi. Coba mereka bisa tenang sebentar. Pasti kejadiannya ga bakal kaya gini.” Kata Young Mee menjawab pertanyaan Soo Jin tadi.

“Aku setuju. Mereka saja terlalu menyebalkan.” Ae Ja menambahkan.

“Eh? Itu salah kalian lah. Kenapa kalian ikut campur. Ya ga?” sambar Dongho membela teman-temannya.

“Ah! Sudah cukup! Ayo kita kerjakan tuga kita! Kalian mau di hukum?” kata Kiseop berbalik dengan tidak sabar lalu kembali mengerjakan tugasnya.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Ha Neul, Jae Mee, Young Mee, Mee Rae, dan Ae Ja terlihat sangat serius di ruang pertemuan. Sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu. Saat itu pula Soo Jin dan Soo Hee datang ke ruang pertemuan itu.

“Hai, kalian sedang apa?” tanya Soo Jin memberanikan diri.

“Oh, hai Soo Jin, hai Soo Hee. Ayo duduk, kita sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting” Jawab Ha Neul.

“Penting? Tentang apa ?” kata Soo Hee tampak tertarik pada pembicaraan mereka.

“Tentang murid laki-laki di kelas kita. Ternyata mereka anak-anak yang lumayan berbakat. Tetapi memang mereka menyebalkan.” Jawab Ae Ja sambil tertawa pelan.

“Dengar-dengar. Aku menemukan berita tentang mereka. Ini tentang Xander. Ternyata dia bisa 7 bahasa! Wah, hebat juga dia. Selama ini kami satu sekolah di SMP aku tidak tau kalau dia begitu hebat.” Young Mee membaca artikel di laptopnya.

“Ada yang lain yang kalian ketahui?” Soo Jin penasaran.

“Kiseop adalah seorang penari yang terkenal. Kalau Kibum seorang pianist. Mereka dulu teman SMP ku bersama Ae Ja.” Jawab Mee Rae bersemangat.

“SooHyun seorang penyanyi terkenal sejak SMP sedangkan Eli seorang rapper yang tak terkalahkan. Mereka teman SMP ku bersama Ha Neul dan Young Mee.” Lanjut Jae Mee.

“Eh aku menemukan berita tentang Kevin! Dia seorang murid dari sekolah musik! Dia sangat handal dalam bernyanyi.” Kata Young Mee kembali mengagetkan keenam temannya.

“Ternyata mereka hebat semua ya?” Gumam Soo Hee.

“Ia. Tapi, tak ada yang tau sesuatu tentang Dongho?” Tanya Ae Ja penasaran.

“Ah, dia memang tidak pantas untuk diketahui.” Jawab Ha Neul dengan nada penuh kebencian. Keenam temannya tertawa.

“Memang dia dari SMP mana?” Soo Hee bertanya pada ke lima temannya yang sibuk mencari-cari artikel lainnya.

“Katanya SMP W’ jawab Jae Mee sambil melirik artikel di laptop.

“SMP W? bukankah itu SMP kita, Soo Hee?” Tanya Soo Jin terheran-heran

“Ia, tetapi aku tidak pernah tau apapun soal dia.” Soo Hee menjawab.

“Kau bisa mencari berita tentang dia, Young Mee?” pinta Soo Jin. Young Mee pun menganguk pelan.

“Shin Dong Ho. Dia anak seorang pengusaha terkenal. Dia sangat pandai dalam baseball, acting, dan… merajut? Anak aneh.” Young Mee memberi tau teman-temannya apa yang ia dapatkan.

“Merajut? Dia sepertinya anak yang cuek dan tak mau tau. Tapi kenapa dia hebat dalam merajut?” Komentar Mee Rae, tak bisa menyembunyikan rasa herannya. Lalu di sambut tawa keenam temannya.

(Sementara itu di lapangan basket)

“Adakah yang kalian ketahui tentang murid perempuan di kelas kita itu?” SooHyun membuka percakapan di rapat kecil mereka.

“Yang aku tau, Mee Rae dan Ae Ja. Mee Rae sangat hebat dalam bernyanyi, sedangkan Ae Ja sangat hebat dalam bidang rap.” Kiseop menjawab.

“Ha Neul, Jae Mee, dang Young Mee dulu satu sekolah denganku, Young Mee adalah Pianist hebat, Jae Mee seorang penari. Sangat banyak tarian yang dikuasainya.”  Eli menambahkan. 

“Sedangkan Ha Neul penyanyi yang handal. Suaranya sangat lembut.” Kata Xander, di ikuti oleh anggukan setuju Eli.

“Tak ada yang tau mengenai Soo Jin dan… Siapa itu temannya?” Kibum bertanya.

“Soo Hee, Kibum. Sepertinya tadi kau sudah di beri tau oleh Jae Mee.” Jawab Kevin sambil menatap Kibum heran.

“Aku tau tentang mereka berdua. Soo Jin dan Soo Hee dalah dua orang anak yang sangat pintar saat SMP. Mereka mendapatkan beasiswa ke sekolah ini. Soo Jin sangat handal dalam acting dan memasak, sedangkan Soo Hee sangat menguasai bahasa” Dongho menjawab dengan panjang lebar yang membuat teman-temannya bingung.

“Ternyata kau pintar juga..” Komentar Kibum jail. Dongho tak membalas, ia hanya men ’deathglare’ Kibum sebentar, lalu mengabaikan temannya yang jail itu.

“Mereka tidak buruk, tetapi mereka menyebalkan.” Kata Eli. Dan keenam temannya pun tertawa sambil menganguk setuju.

Kedua kubu yang bertengkar itu pun saling tertawa sambil mengejek kubu yang lain. Tapi siapa tau? Di balik kebencian yang ada, dapat muncul rasa cinta di antara mereka??

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-TBC:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-


Made by : Liz & Mei
Take out with full credits please~ ^^

0 komentar:

Posting Komentar