Title : Highschool
Chapter : 1
Characters :
- U-KISS’ member
- Ara as Park Jae Mee
- Cynthia as Park Ha Neul
- Mei as Park Soo Jin
- Naomi as Kim Soo Hee
- Icha as Han Young Mee
- Grace as Hwang Mee Rae
- Caeli as Lee Ae Ja
- Nadine as Bu Hyun Ae
- And other K-pop artist
Genre: Romance, Comedy, Fluff, AU,
Friendship
Rating: T
Disclaimer: Sadly, UKISS is not mine XD
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Park Soo Jin melangkah pelan memasuki halaman gedung
mewah itu. Dia berdiri di depan gerbang dan mencari seseorang. Tak lama
kemudian sesosok gadis datang. Kim Soo Hee.
Soo Jin dan Soo Hee sudah lama berteman. Mereka adalah dua orang pintar
yang memang sangat cocok. Tak seperti gadis seusia mereka yang senang untuk
menghambur-hamburkan uang, kedua orang ini sangat diam dan tertutup. Kedua
gadis itu berjalan masuk ke dalam gedung itu.
Gedung itu sangat besar dan mewah. SMA X. SMA yang
terkenal di kota itu. Semua orang datang untuk mendaftar sebagai murid di sana.
Tetapi hanya orang-orang terpilih lah yang bisa masuk ke sekolah itu. Soo Jin
dan Soo Hee beruntung, mereka tak perlu bersusah payah untuk menjadi murid di
sana. Mereka berdua mendapatkan beasiswa.
“Soo Hee …” Kata Soo Jin pada sahabatnya.
“Iya? Kenapa?” Balas Soo Hee.
“Aku takut … sekolah ini … mengerikan…”
“Mengerikan? Memang.. Aku takut teman sekelas dan sekamar
kita tidak cocok dengan kita… Kita tidak sekamar kan?”
“Tidak … aku sekamar dengan Park Ha Neul , Park Jae Mee ,
dan Lee Ae Ja” Jawab Soo Jin sambil menggeleng pelan.
“Kau kenal Han Young Mee ? sepertinya aku pernah
mendengar namanya. Aku sekamar dengannya. Juga Hwang Mee Rae” Tanya Soo Hee.
“Setauku dia pemain piano yang baik. Tetapi aku belom
pernah melihatnya secara langsung.”
Mereka berjalan menuju kamar. Soo Jin melihat kamarnya.
Rapi dan tertata. Ada 4 kasur disana. Dia menempati kasur yang paling ujung dan
mulai menata barangnya. Tiba tiba 2 orang memasuki kamar itu. Soo Jin
memperhatikan mereka dengan seksama.
“Kau.. Soo Jin atau Ae Ja ?” Kata gadis berambut agak
panjang yang di ikat satu, teman di sebelahnya hanya tesenyum saja
“Soo Jin ..” Balas Soo Jin
“Oww.. aku Jae Mee dan ini temanku, Ha Neul.” Balas gadis
yang ternyata bernama Jae Mee sambil menunjuk temannya.
“Salam kenal, Jae Mee, Ha Neul.”
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Soo Hee duduk sendirian d atas kasurnya. Soo Hee mulai
membaringkan diri di atas kasur. Dia mulai memejamkan matanya. Tiba tiba suara
pintu terdengar. Soo Hee langsung bangkit dari tempat tidurnya. Dua gadis
berdiri di ambang pintu. Gadis itu melangkah memasuki kamar.
“Kau… Soo Hee kah?” Tanya gadis yang berambut lebih
panjang.
“Ia, siapa kau?” Balas Soo Hee.
“Aku Young Mee..” Kata Gadis itu lagi
“Dan aku Mee Rae” Kata temannya disebelahnya.
“Salam kenal.” Kata Soo Hee sambil membungkukan badan.
Kedua teman sekamarnya tersenyum, “Salam kenal juga..”
Jawab mereka.
Pagi hari yang sangat cerah. Di kelas X-2, pelajaran pertama
pun akan segera di mulai. Semua murid duduk dengan rapi. Kelas itu merupakan
kelas yang unik. Biasanya kelas itu hanya di huni 14 orang. 7 perempuan dan 7
laki-laki. Hanya anak-anak terpilih lah yang bisa masuk ke kelas ini. Bukan
hanya pintar, tetapi anak-anak di kelas ini pun harus sangat berbakat. Tetapi
selama kelas di mulai, hanya 13 orang yang datang.
Seorang guru masuk. Tampangnya sangat serius. Soo Jin
menatap Soo Hee dengan pandangan berarti. Young Mee mengenggol Jae Mee yang
berada di sebelahnya. Ha Neul menoleh ke belakangnya. Mee Rae dan Ae Ja saling
memandang sambil mengigit bibir. Tetapi keenam murid laki-laki tampak tenang.
Mereka hanya saling pandang beberapa kali lalu tersenyum jahil.
“Selamat pagi semua. Perkenalakan saya guru kalian di
sini, saya Lee Hyun Ae. Saya akan mengatur tempat duduk kalian..” Kata sang Ibu
guru dengan ramahnya.
“Langsung di atur??” Protes murid laki-laki di pojok
belakang, dari tampangnya, ia seperti anak nakal.
“Tepat sekali Kim Kyoung Jae.. Jangan mencoba
memprotes..” Balas Bu Hyun Ae sambil memandang murid itu dengan tegas.
“Panggil saya Eli saja bu..” Kata murid yang di panggil
Eli itu, yang tampaknya tidak terpengaruh oleh pandangan ‘deathglare’ Bu Hyun
Ae.
“Baik baik, akan saya atur sekarang..” Kata Bu Hyun Ae
sambil kembali melihat murid-muridnya yang lain.
Pengaturan tempat duduk pun selesai. Jae Mee-Kibum, Young
Mee-Xander, Soo Hee-KiSeop, Soo Jin-Eli, Ae Ja-SooHyun, dan Mee Rae-Kevin.
Sedangkan Ha Neul duduk sendiri. Raut mukanya sangat memancarkan kebahagiaan.
“Hey Jae Mee, menyenangkan looh, duduk sendirian. Hahaha…”
“Diamlah kau Ha Neul..” Balas Jae Mee, kesal, karena ia
duduk dengan murid laki-laki yang tampangnya luar biasa jail.
Tiba tiba pintu ruang kelas terbuka. Seorang murid
laki-laki masuk. Gayanya sangat santai dan berantakan. Tanpa rasa bersalah dia
masuk ke ruang kelas.
“Kau pasti Shin Dongho.. Kenapa kau terlambat?” Kata Bu
Hyun Ae
“Maafkan aku.” Jawab sang murid terlambat, Dongho.
“Apakah kau tau ini hari pertama? Kenapa di hari pertama
kau sudah membuat masalah?!”
“Aku sudah minta maaf, aku pikir itu cukup. Maafkan aku Bu
guru.” Jawab Dongho dengan nyolotnya.
“Kau ini!! Sudah lah, bikin repot saja. Pergi dan duduk
lah di sana. Hanya itu tempat yang kosong.” Kata Bu Hyun Ae sambil menunjuk
kursi kosong di sebelah Ha Neul.
Dongho pun berjalan menuju meja kosong itu. Dia menaruh
tasnya lalu duduk. Karena ia iseng, ia menepuk pundak Ha Neul, maksudnya sih
mengajak kenalan. Namun saat Ha Neul menoleh..
“KAU……… SHIN DONG HO??!!!!” Teriak Ha Neul kaget sambil
berdiri dari kursinya.
“PARK HA NEUL??!!!!” Jawab Dongho yang teriakannya tak
kalah keras, dan ia ikut berdiri juga.
Semua pandangan mata menuju ke arah mereka berdua. Ruangan
kelas yang tadinya sepi dan hening, berubah menjadi tegang dan kaget. Dongho
dan Ha Neul saling memandang penuh kebencian. Seperti dua panglima perang yang
akan segera bertempur.
“KALIAN SEDANG APA ?! DUDUK !” Teriak Bu Hyun Ae yang
kerasnya melebihi Dongho dan Ha Neul.
Ruangan kelas pun kembali menjadi sunyi dan tenang.
Tetapi pandangan mata semua murid tetap pada kedua orang yang baru saja
bertengkar itu. Pandangan kebencian tetap ada di mata kedua orang itu. Dongho
langsung menjauhkan kursinya. Begitu juga Ha Neul. Jae Mee dan Young Mee masih
mencoba menahan tawanya karena tak mau di deathglare oleh Ha Neul. Sedangkan
Mee Rae dan Ae Ja terheran-heran. Soo Jin dan Soo Hee terlihat tidak perduli
atas kejadian barusan. Kedua anak itu hanya menoleh sebentar lalu kembali
seperti semula.
Setelah perkenalan dan pelajaran, yang terasa panjang
sekali bagi Ha Neul dan Dongho, berakhir. Murid-murid laki-laki semua segera meningalkan
ruangan kelas. Dongho yang tercepat di antara mereka semua. Sementara semua murid
perempuan mengelilingi Ha Neul. Termasuk Soo Jin dan Soo Hee.
“Astaga!! Apa Yang kau lakukan tadi Park Ha Neul?? Tanya
Young Mee, sambil menahan tawanya yang hampir keluar.
Dengan enggan Ha Neul menjawab, “Di- Dia itu teman masa
kecilku.”
“Terus kenapa kau sangat tampak membenci dia?” Tanya Mee
Rae penasaran.
“Sejak kecil aku tak pernah akur dengannya. Dia
menyebalkan. Kalian harus mengetahuinya.”
“Selama aku dan Young Mee mengenalmu, aku tak pernah
mengetahui tentang anak itu. Siapa namanya Ha Neul?” Tanya Jae Mee yang
sama-sama penasaran
“Dong Ho. Shin Dong Ho. Entah kenapa aku harus bertemu
anak menyebalkan itu lagi. Sudah sejak SMP kami tidak bertemu, eh SMA ketemu
lagi.” Kata Ha Neul kesalnya bukan main.
“Berarti kamu dan dia jodoh. Hahahha.” Canda Ae Ja yang
sudah siap kabur dari jitakan Ha Neul. Sementara yang lain (kecuali Ha Neul
tentu saja) tertawa.
“Aku membencinya. SANGAT MEMBENCINYA! Entah sudah berapa
ratus kali aku memukulnya. Jangan katakan kalau aku jodoh dengannya, Lee Ae Ja.
Atau kupukul kau.”
(Sementara itu di
kantin, para murid laki-laki pun datang dan mengelilingi Dong Ho.)
“Astaga, apa yang kau lakukan tadi, Shin Dong Ho? Eh, itu
namamu kan??” Tanya murid yang bernama Alexander, namun biasa di panggil
Xander.
“Dia temanku dulu. Dia sangat menyebalkan, egois, galak,
ihh menyeramkan!” Jawab Dongho sambil menusuk nusuk makanannya dengan garpu.
“Memang dia mengerikan, dia dari tadi mengobrol dengan
Jae Mee, sebelahku. Mereka merencanakan sesuatu sepertinya.” Kata murid yang
bernama Kibum, yang duduk disebelah Jae Mee.
“Asal kalian tau, aku membencinya. Dan tampaknya dia juga
benci padaku. Entah kenapa dia begitu benci padaku..” Kata Dongho.
“Mungkin karena wajahmu yang menyebalkan…” Kata Eli
“Menyebalkan? Aku ini tampan, Eli... Dia mungkin hanya
terpesona akan ketampananku.”
“Menggelikan..” Jawab teman-teman Dongho serempak
“Aku kan memang tampan, kali- ” Belum selesai Dongho berbicara, mulutnya
sudah di tutup oleh Kibum.
Canda dan tawa terdengar riuh rendah di kantin itu.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Pagi itu kelas X-2 memulai pelajaran kembali. Semua murid
sudah duduk di tempat masing-masing. Tiba-tiba seseorang dari kelas sebelah
datang ke kelas mereka.
“Hey, hari ini Bu Hyun Ae sedang berhalangan masuk, jadi
kalian diberi tugas. Selesaikan tugas ini karena akan di kumpulkan. Jika ada 1
anak saja yang tidak mengerjakan kalian akan di hukum..” Kata murid itu sambil
memberi kertas berisi tugas pada Soo Hee, setelah itu dia langsung pergi.
“ASIIIK!!! AYO KITA BERMAIN BASKET!!!” Ajak murid bernama
Eli yang duduk di sebelah Soo Jin. Soo Jin pun melihat Eli dengan ‘death glare’
karena merasa terganggu. Tetapi Eli tidak perduli.
“Teman-teman, kita ada tugas menyelesaikan soal di
halaman 3 sampai 6..” Soo Hee menoleh dan mengatakan tugas mereka dengan suara
yang menurutnya sudah besar.
“Astaga itu hanya tugas sepele, kita kan bisa
menyelesaikannya nanti mmm, siapa namamu?” kata Kibum, anak laki-laki di sebelah Jae Mee berteriak.
“Soo Hee.. Kau tak usah berteriak seperti itu. Berisik
tau ga?” Jae Mee menatap Kibum dengan kesal.
“Yeh suka-suka aku dong.” Kibum berbalik menatap Jae Mee
dengan kesal.
“ANAK INI!” Jae Mee berdiri sambil memukul meja.
“Kenapa hah ?!” Kibum juga berdiri dari kursinya.
“Sudahlah Jae Mee. Sudah. Ayo duduk kembali.” Mee Rae
berdiri sambil menenangkan Jae Mee.
“Kibum, sabar lah sebentar. Kau tau tidak kau mengganggu
yang lain.” Kata Kevin mengingatkan Kibum.
“Kelas ini kenapa tidak bisa akur sekali saja?” kata
sambil Soo Jin berbalik dari kursinya.
“Itu semua karena anak laki-laki kelas kita nga bisa
toleransi. Coba mereka bisa tenang sebentar. Pasti kejadiannya ga bakal kaya
gini.” Kata Young Mee menjawab pertanyaan Soo Jin tadi.
“Aku setuju. Mereka saja terlalu menyebalkan.” Ae Ja
menambahkan.
“Eh? Itu salah kalian lah. Kenapa kalian ikut campur. Ya
ga?” sambar Dongho membela teman-temannya.
“Ah! Sudah cukup! Ayo kita kerjakan tuga kita! Kalian mau
di hukum?” kata Kiseop berbalik dengan tidak sabar lalu kembali mengerjakan
tugasnya.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Ha Neul, Jae Mee, Young Mee, Mee Rae, dan Ae Ja terlihat
sangat serius di ruang pertemuan. Sepertinya mereka sedang membicarakan
sesuatu. Saat itu pula Soo Jin dan Soo Hee datang ke ruang pertemuan itu.
“Hai, kalian sedang apa?” tanya Soo Jin memberanikan
diri.
“Oh, hai Soo Jin, hai Soo Hee. Ayo duduk, kita sedang membicarakan
sesuatu yang sangat penting” Jawab Ha Neul.
“Penting? Tentang apa ?” kata Soo Hee tampak tertarik
pada pembicaraan mereka.
“Tentang murid laki-laki di kelas kita. Ternyata mereka anak-anak
yang lumayan berbakat. Tetapi memang mereka menyebalkan.” Jawab Ae Ja sambil
tertawa pelan.
“Dengar-dengar. Aku menemukan berita tentang mereka. Ini
tentang Xander. Ternyata dia bisa 7 bahasa! Wah, hebat juga dia. Selama ini
kami satu sekolah di SMP aku tidak tau kalau dia begitu hebat.” Young Mee
membaca artikel di laptopnya.
“Ada yang lain yang kalian ketahui?” Soo Jin penasaran.
“Kiseop adalah seorang penari yang terkenal. Kalau Kibum
seorang pianist. Mereka dulu teman SMP ku bersama Ae Ja.” Jawab Mee Rae
bersemangat.
“SooHyun seorang penyanyi terkenal sejak SMP sedangkan
Eli seorang rapper yang tak terkalahkan. Mereka teman SMP ku bersama Ha Neul
dan Young Mee.” Lanjut Jae Mee.
“Eh aku menemukan berita tentang Kevin! Dia seorang murid
dari sekolah musik! Dia sangat handal dalam bernyanyi.” Kata Young Mee kembali
mengagetkan keenam temannya.
“Ternyata mereka hebat semua ya?” Gumam Soo Hee.
“Ia. Tapi, tak ada yang tau sesuatu tentang Dongho?” Tanya
Ae Ja penasaran.
“Ah, dia memang tidak pantas untuk diketahui.” Jawab Ha
Neul dengan nada penuh kebencian. Keenam temannya tertawa.
“Memang dia dari SMP mana?” Soo Hee bertanya pada ke lima
temannya yang sibuk mencari-cari artikel lainnya.
“Katanya SMP W’ jawab Jae Mee sambil melirik artikel di
laptop.
“SMP W? bukankah itu SMP kita, Soo Hee?” Tanya Soo Jin
terheran-heran
“Ia, tetapi aku tidak pernah tau apapun soal dia.” Soo
Hee menjawab.
“Kau bisa mencari berita tentang dia, Young Mee?” pinta
Soo Jin. Young Mee pun menganguk pelan.
“Shin Dong Ho. Dia anak seorang pengusaha terkenal. Dia
sangat pandai dalam baseball, acting, dan… merajut? Anak aneh.” Young Mee
memberi tau teman-temannya apa yang ia dapatkan.
“Merajut? Dia sepertinya anak yang cuek dan tak mau tau.
Tapi kenapa dia hebat dalam merajut?” Komentar Mee Rae, tak bisa menyembunyikan
rasa herannya. Lalu di sambut tawa keenam temannya.
(Sementara itu di
lapangan basket)
“Adakah yang kalian ketahui tentang murid perempuan di
kelas kita itu?” SooHyun membuka percakapan di rapat kecil mereka.
“Yang aku tau, Mee Rae dan Ae Ja. Mee Rae sangat hebat
dalam bernyanyi, sedangkan Ae Ja sangat hebat dalam bidang rap.” Kiseop
menjawab.
“Ha Neul, Jae Mee, dang Young Mee dulu satu sekolah
denganku, Young Mee adalah Pianist hebat, Jae Mee seorang penari. Sangat banyak
tarian yang dikuasainya.” Eli
menambahkan.
“Sedangkan Ha Neul penyanyi yang handal. Suaranya sangat
lembut.” Kata Xander, di ikuti oleh anggukan setuju Eli.
“Tak ada yang tau mengenai Soo Jin dan… Siapa itu
temannya?” Kibum bertanya.
“Soo Hee, Kibum. Sepertinya tadi kau sudah di beri tau
oleh Jae Mee.” Jawab Kevin sambil menatap Kibum heran.
“Aku tau tentang mereka berdua. Soo Jin dan Soo Hee dalah
dua orang anak yang sangat pintar saat SMP. Mereka mendapatkan beasiswa ke
sekolah ini. Soo Jin sangat handal dalam acting dan memasak, sedangkan Soo Hee
sangat menguasai bahasa” Dongho menjawab dengan panjang lebar yang membuat
teman-temannya bingung.
“Ternyata kau pintar juga..” Komentar Kibum jail. Dongho
tak membalas, ia hanya men ’deathglare’ Kibum sebentar, lalu mengabaikan
temannya yang jail itu.
“Mereka tidak buruk, tetapi mereka menyebalkan.” Kata
Eli. Dan keenam temannya pun tertawa sambil menganguk setuju.
Kedua kubu yang bertengkar itu pun saling tertawa sambil
mengejek kubu yang lain. Tapi siapa tau? Di balik kebencian yang ada, dapat
muncul rasa cinta di antara mereka??
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-TBC:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-
Made by : Liz & Mei
Take out with full credits please~ ^^

0 komentar:
Posting Komentar