Title : HIGHSCHOOL
Chapter : 8
Characters :
- U-KISS’ member
- Ara as Park Jae Mee
- Cynthia as Park Ha Neul
- Mei as Park Soo Jin
- Naomi as Kim Soo Hee
- Icha as Han Young Mee
- Grace as Hwang Mee Rae
- Caeli as Lee Ae Ja
- Nadine as Bu Hyun Ae
- And other K-pop artist
Rating : T
Disclaimer : I WISH U-KISS mine, but they’re not T,T
Kim Kibum berlari di
sebelah Young Mee, waktu tinggal 30 menit dan masih ada 3 pasangan yang belum
di temukan.
“Mereka dimana sih??”
Tanya Kibum putus asa saat mereka berhenti di depan ruang OR. Young Mee tak
menjawab, “Ssstt!!” Katanya tanpa suara.
“Jadi, gerakan kakimu
seperti itu, ya bagus..” Terdengar suara Ki Seop dari dalam ruang OR.
“Young Mee, siapkan Hp..”
Kata Kibum saat mereka berdua mendekati pintu Or diam-diam.
“Ketemu!!!” Teriak Kibum
sambil membanting pintu sambil terbuka, Young Mee di sebelahnya, siap memfoto
pasangan Ki seop Jae Mee dengan Hp.
Ki Seop dan Jae Mee yang
sedang berpegangan tangan pun menoleh dengan kaget, tapi Young Mee lebih sigap.
Maka, foto Ki Seop dan Jae Mee yang sedang berpegangan tangan itu di ambil oleh
Young Mee.
“Kalian sedang apa sih
sebenarnya??” Tanya Kibum saat Young telah selesai memfoto sepasang kekasih
itu.
“Bermain bola..” Kata Ki
Seop, Jae Mee tersenyum malu. Namun anehnya, mereka masih berpegangan tangan.
“Jadi Ki Seop mengajarkan
Jae Mee cara bermain bola gitu?? Ohh coo cweeett~” Goda Young Mee sambil
tertawa, “Kalian balik ke kelas lah..” Kata Kibum yang kemudian menyeret Young
Mee untuk mencari yang lain.
“Tinggal Eli-Ae Ja dan Soo
Hyun-Ha Neul ya??” Tanya Young Mee memastikan. Kibum mengangguk.
Mereka berdua berjalan
menuju lab fisika, tapi di tengah jalan..
“Itu Eli kan??” Kata Young
Mee sambil menunjuk di kejauhan, ternyata diantara semak-semak di taman, ada
sesosok tubuh yang ternyata adalah Eli.
“Eli!!” Kata Kibum sambil
tertawa, “Tubuh besarmu kelihatan tuh!!”
Eli menyadari bahwa
dirinya sudah ketauan, maka ia dan Ae Ja melangkah keluar dari semak-semak.
“Tuh kan ku bilang juga
apa, kelihatan!!” Kata Eli pada Ae Ja, “Tubuhmu besar sih..” Kata Ae Ja,
membuat Young Mee dan Kibum tertawa.
“Sudah, kalian balik saja
ke kelas.. Yang lain sudah ketemu..” Kata Kibum. “Ha Neul-Soo Hyun belum..”
Kata Young Mee mengingatkan.
Setelah Ae Ja dan Eli
balik ke kelas, Kibum menatap jamnya, “Tinggal 10 menit..” Katanya.
Namun setelah 10 menit,
Soo Hyun dan Ha Neul pun belum ketemu juga. Young Mee meniup peluitnya tanda
sudah selesai, namun pasangan yang di tunggu tak muncul-muncul.
“Dimana mereka??” Tanya
Kibum, Young Mee membuka Hpnya dan menekan nomor Ha Neul.
“Hallo??” suara Ha Neul
terdengar jelas di telepon. “Ya!! Park
Ha Neul dimana kau?! Permainan sudah berakhir!!” Kata Young Mee, setengah
berteriak.
Ha Neul tak menjawab, “Soo
Hyun!! Ittu di sittuu!!!” Kata Ha Neul beberapa menit kemudian. Dari nada
suaranya, ia terdengar tak sabar.
“Kau dimana sih??” Kata
Kibum, merebut Hp Young Mee. “Lab komputer!!” Jawab Ha Neul tak sabar.
“Belloookk!!!” Kata Ha Neul lagi, tampaknya kata-kata itu untuk Soo Hyun.
Young Mee dan Kibum yang
penasaran segera melesat ke lab komputer. Setelah tiba, mereka menemukan Soo
Hyun dan Ha Neul yang sedang asyik main komputer.
“Ittu itu!!” Kata Ha Neul,
menunjuk layar komputer yang sedang dimainkan oleh Soo Hyun.
“Mana mana?” Tanya Soo
Hyun balik.
“Itu di pojok!!”
Saking asyiknya mereka,
sampai tak sadar bahwa Kibum dan Young Mee sudah ada di belakang mereka.
“Oi!! Malah asyik main
disini!!” Kata Kibum sambil menepuk punda Soo Hyun. Serempak, pasangan yang
sedang asyik bermain komputer itu menoleh.
“Kita tertangkap??” Tanya
Soo Hyun, melirik Kibum dan Young Mee. “Tidak kalian menang, kalian tak
berhasil kami temukan..”
“Terus kok bisa ada
disini??” Tanya Soo Hyun heran, “Aku menelepon Ha Neul dan menanyainya..” Kata
Young Mee.
“Jadi kita menang??” Tanya
Ha Neul, tersenyum lebar. Kibum dan Young Mee mengagguk dengan enggan.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
“Bagaimana?? Siapa yang
menang??” Tanya Dong Ho saat Kibum, Young Mee, Soo Hyun dan Ha Neul balik ke
kelas.
“Kami.. Jadi bersiaplah di
hukum Dong Ho..” Kata Ha Neul dengan senyum evilnya, sementara muka Dong Ho
pucat.
“Sudahlaahh.. Tak perlu di
hukum~” Kata Eli, setengah memohon pada Soo Hyun. Soo Hyun pun menatap Ha Neul.
“Bagaimana menurutmu??”
Tanya Ha Neul pada Soo Hyun yang tengah memandangnya. “Aku setuju dengan segala
keputusanmu..” Kata Soo Hyun.
Ha Neul tersenyum, “Jangan
membuatku tambah bingung..”
“Menurutmu sendiri bagaimana??”
“Aku ingin sekali
menghukum Dong Ho, tapi aku kasihan dengan Soo Jin dan yang lain..” Jawab Ha
Neul.
“Kita batakan saja ya??”
Kata Soo Hyun, Ha Neul tersenyum lagi. “Kau memang terlalu baik Soo Hyun…” Kata
gadis itu, nyaris membuat Soo Hyun meloncat kegirangan.
“Baiklah!!” Kata Ha Neul
lagi, “Tak ada hukuman!! Tapi diriku dan Soo Hyun mendapatkan hak khusus!!”
Serempak teman-teman
mereka bersorak kegirangan. “Hak khusus apa??” Tanya Jae Mee penasaran. Senyum
jail Ha Neul mengembang di wajahnya.
“Kami akan mendapat waktu
jaga pertama dan paling singkat..” Kata Ha Neul, seruan protes mulai terdengar.
“Hak khusus itu untuk
kami, atau hukuman untuk kalian??” Kata Ha Neul, Soo Hyun tertawa melihatnya
mengancam yang lain.
Akhirnya setelah semuanya
tampak menerima hal itu, Ae Ja tampaknya sedang bingung. “Berarti pasangan
jagamu??” Tanyanya pada Ha Neul.
Ha Neul berpikir sejenak,
“Ia akan berjaga lagi dengan pasangan jaga Soo Hyun..”
“Repot!! Kau berjaga
dengan Soo Hyun saja!!” Kata Dong Ho yang tak mau repot, Eli memandang Soo Hyun
dengan tatapan penuh arti, namun orang yang bersangkutan pura-pura tak peduli.
“Bagaimana dengan pasangan
yang lain??” Tanya Soo Jin, tak ada yang menjawab. Akhirnya Soo Hyun mengakhiri
keheningan. “Karena aku dan Ha Neul berjaga bersama lagi.. Yang lain juga sama
saja..”
“Setuju!!” Kata Kibum
bersemangat sambil menoleh jail pada Dong Ho dan Ki Seop.
“Kita bagi tugas mengunci
dan jam jaga kalau begitu..” Kata Soo Hee sambil melirik jamnya, “Sebentar lagi
kita harus mengunci semua ruangan..”
“Sebelum itu, bisa tolong
lepaskan tali ini??” Kata Ha Neul, ia dan Soo Hyun belum melepaskan tali yang
mengikat mereka berdua.
“Tak perlu, kalian
terlihat serasi sekali saat memakai tali itu. Tali itu di takdirkan untuk
mengikat kalian..” Kata Dong Ho nyari mati. Dan benar saja, tangan Ha Neul
mendarat di kepalanya tak lama kemudian.
“Sakit tau!!”
“Biarin!!”
“Sudah sudah.. Sini ku
lepaskan..” Kata Soo Jin sambil melepaskan simpul tali. “Soo Jin, kenapa gadis
seperti dirimu bisa menerima pernyataan cinta Dong Ho?!” Kata Ha Neul setelah
tali yang mengikat tangannya telah lepas.
Soo Jin terdiam malu,
mukanya merah. “Oh ya ampun..” Kata Ha Neul melihat tingkah laku Soo Jin.
“Sudah sudah..” Kata Jae
Mee, “Ayo kita bagi tugas dan segera mengerjakannya!!”
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
“Jadi yang berjaga pertama
adalah Soo Hyun dan Ha Neul, selanjutnya adalah Jae Mee dan Ki Seop, lalu Eli
dan Ae Ja. Di teruskan oleh Kevin dan Mee rae, lalu aku dan Xander. Dong Ho dan
Soo Jin selanjutnya, dan terakhir Kibum dan Young Mee..” Kata Soo Hee.
Kevin melirik jam Ki Seop
yang berdiri di sebelahnya, “Kita sudah mengunci semua pintu kan. Lalu jurit
malam ngapain aja??” Tanyanya polos.
“Hanya berkeliling dan
menge-check.. Itu saja..” Kata Soo Hee.
“Baiklah, ayo Soo Hyun.
Sudah giliran kita..” Kata Ha Neul sambil berdiri, “Semoga berhasil..” Kata
Eli, tampaknya kata-kata itu di tujukan untuk Soo Hyun yang berdiri mengikuti
Ha Neul.
(Soo Hyun
& Ha Neul)
“Sejauh ini tak ada yang
aneh..” Kata Soo Hyun sambil memandang sekitarnya, Ha Neul tak menjawab.
“Kau takut??” Kata Soo
Hyun lagi sambil menoleh pada Ha Neul. Ia pun berjalan lebih dekat gadis itu.
“Tidak kok.. Hanya ngantuk..”
Kata Ha Neul, dan ia menguap.
“Tampaknya kau tak takut
apa-apa ya..” Komentar Soo Hyun, Ha Neul menguap lagi. “Aku bukan Jae Mee..”
Balasnya singkat.
“Memang Jae Mee kenapa??”
Tanya Soo Hyun, berusaha membuat Ha Neul berbicara lebih banyak. “Ia takut
gelap, darah dan ketinggian..” Jawab Ha Neul, tetap menjawab dengan singkat.
“Gadis ini tampaknya mengantuk sekali..” Pikir Soo Hyun
sambil menatap Ha Neul yang telah menguap 7 kali sejak mereka berkeliling
sekolah.
“Sebentar lagi waktu jaga
kita habis, ayo balik ke kelas..” Kata Soo Hyun sambil menggenggam tangan Ha
Neul.
“Kenapa kau menggenggam
tanganku??” Tanya Ha Neul bingung, “Kalau tidak ku genggam, kau akan tidur di
tengah jalan..” Kata Soo Hyun setengah tertawa.
(Jae Mee
& Ki Seop)
Jae Mee berjalan pelan di
sebelah Ki Seop, ketakutan. Ia tak melepaskan tangan Ki Seop sedetik pun.
“Jae Mee, kau takut??”
Kata Ki Seop, pertanyaan yang konyol, namun Ki Seop ingin membuat Jae Mee
berbicara dan melupakan ketakutannya.
“Sedikit..” Jawab Jae Mee,
berusaha terlihat lebih berani. Ki Seop memikirkan topik yang bagus untuk di
bicarakan.
“Apakah kau tau kelemahan
Young Mee??” Tanya Ki Seop tiba-tiba, Jae Mee agak kaget dengan pergantian
topik yang 180 derajat itu.
“Tidak, memangnya
kenapa??” Kata Jae Mee, sambil menatap Ki Seop. “Aku ingin tau saja, karena aku
tak mengetahui kelemahan Kibum. Siapa tau kita bisa meruntuhkan partnernya si
Young Mee itu dulu..” Kata Ki Seop.
“Tampaknya Ha Neul dan Soo
Hyun tau..” Kata Jae Mee tiba-tiba, “Bagaimana bisa??” Tanya Ki Seop.
“Saat kelas 2 SMP, Ha
Neul, Young Mee dan Soo Hyun sekelas. Tampaknya ada satu kejadian yang membuat
Young Mee ketakutan setengah mati.. Tapi Ha Neul tak mau mengatakannya..” Jelas
Jae Mee.
“Bagaimana kalau kita
tebak sekarang??” Kata Ki Seop, senang karena rencananya berhasil, Jae Mee
sudah melupakan ketakutannya.
“Hmm apa ya..”
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
(Kibum dan
Young Mee)
“Sebentar lagi giliran
kita akan berakhir..” Kata Kibum sambil melihat jamnya dengan bantuan sinar
senter.
“Sepetinya..” Jawab Young
Mee, tapi tiba-tiba ia melihat sesuatu yang membuatnya berhenti berjalan.
“Ada apa??” Tanya Kibum
sambil berhenti melangkah juga dan menoleh ke belakang.
“I-itu..” Kata Young Mee
ketakutan, menunjuk sesuatu di depan Kibum.
Kibum menoleh, “Itu kan
cuma la-“ Namun kata-katanya tertutup jeritan Young Mee.
“LABA-LABA!!!” Teriak
Young Mee, saat itu ia dan Kibum hanya beberapa meter jauhnya dari kelas
mereka.
Pintu kelas pun terbuka
dan teman-teman mereka melangkah keluar. Namun ketika mereka mendekat, muka khawatir
mereka di gantikan dengan muka jail.
“Sampai kapan kalian mau
ber mesraan seperti itu??” Tanya Dong Ho sambil tertawa. Ha Neul tak mau kalah,
ia segera mengambil kamera dan memfoto Young Mee yang sedang memeluk Kibum
erat, yang anehnya, Kibum tak menolak sama sekali.
“Park Ha Neul, hapus foto
itu atau..” Kata Young Mee ketika ia sudah memastikan tak ada lagi laba-laba.
“Atau??” Kata Ha Neul sambil tertawa dan menyimpan Hpnya kembali.
“Park Ha Neul, berikan
fotonya padaku..” Kata Kibum juga, namun Soo Hyun menghalanginya bersama Ki
Seop, sementara Jae Mee dan Mee Rae menghalangi Young Mee.
“Oh tidak akan..” Kata Ha
Neul riang sementara yang lain tertawa. Young Mee dan Kibum hanya cemberut.
“Kau akan habis loh..”
Bisik Ae Ja pada Ha Neul, “Tidak akan, aku punya rahasia mereka..” Balas Ha
Neul.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
“Kalian tampaknya
melakukannya dengan baik..” Kata Kak Juri yang datang untuk memeriksa pekerjaan
murid-murid kelas X-2.
“Kalian boleh pulang ke
asrama, kerja bagus!!” Kata Kak Juri setelah ia memeriksa semua pekerjaan.
Ke-14 murid X-2 pulang dengan lesu dan langsung tertidur di kamar mereka
masing-masing.
Semua kecuali dua orang..
“Young Mee!!” Panggil
Kibum pada gadis yang sedang duduk di bawah pohon, menyesali nasibnya subuh
ini.
“Ah Kibum, ada apa??”
“Kau tak tidur?? Mukamu
lesu seperti itu..” Kata Kibum sambil duduk di samping Young Mee.
Young Mee tak menjawab,
“Aaa nasibku..” Katanya kemudian, matanya tertutup.
“Kita pasti dapat
merebutnya, tenang saja..” Kata Kibum menenangkan, “Tapi aku baru tahu kalau
kamu takut sama laba-laba..”
Young Mee tak menjawab,
Kibum menoleh dan mendapati gadis itu sudah nyenyak tidur.
“Dasar..” Kata Kibum, ia
juga memejamkan matanya dan tak lama kemudian, ia ikut tertidur.
Muka mereka berdua amat
tenang, namun mereka tak tahu, bahwa teman-temanya ternyata tidak tidur
melainkan membuntuti mereka berdua setelah tau bahwa Young Mee dan Kibum tak
ada di kamar masing-masing.
“Foto yang benar..” Kata
Mee Rae, “Iya sabar!!” Jawab Ae Ja yang memegang Hp.
Mereka ber-12 sekarang
sedang sembunyi di semak-semak, mengawasi kedua pasangan yang sedang dekat itu
tertidur di bawah pohon. Kepala Young Mee terkulai ke pundak Kibum.
“Mereka berdua tampak
mesra..” Komentar Mee Rae, “Sangat..” Jawab Jae Mee.
“Oh oh!! Awas, Young Mee
bangun!!” Kata Dong Ho yang asyik mengawasi juga, secepat mungkin, ke-12 anak
yang tadi mengintip itu lari tanpa suara.
Young Mee menyadari kalau
ia tadi tertidur, “Oh ya ampun, kenapa aku bisa tertidur disini??”
Ia menoleh dan mendapati
Kibum juga tidur, “Kibum!! Bangun!! Jangan tidur disini, nanti masuk angin!!”
Kata Young Mee sambil mengguncang Kibum.
Kibum bangun dengan
terkejut, “Ya ampun!!” Katanya.
“Ayo balik ke kamar saja,
yang lain akan curiga nanti..”
“Ya ya kau benar, selamat
tidur Young Mee..”
“Selamat tidur..”
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-TBC:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-
Made by : Liz & Mei
Take out with full credits please~ ^^

0 komentar:
Posting Komentar