Jumat, 04 Mei 2012

Highschool chapter 8


Title                : HIGHSCHOOL
Chapter          : 8
Characters     :
- U-KISS’ member
- Ara as Park Jae Mee
- Cynthia as Park Ha Neul
- Mei as Park Soo Jin
- Naomi as Kim Soo Hee
- Icha as Han Young Mee
- Grace as Hwang Mee Rae
- Caeli as Lee Ae Ja
- Nadine as Bu Hyun Ae
- And other K-pop artist
Rating : T
Disclaimer      : I WISH U-KISS mine, but they’re not T,T

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Kim Kibum berlari di sebelah Young Mee, waktu tinggal 30 menit dan masih ada 3 pasangan yang belum di temukan.

“Mereka dimana sih??” Tanya Kibum putus asa saat mereka berhenti di depan ruang OR. Young Mee tak menjawab, “Ssstt!!” Katanya tanpa suara.

“Jadi, gerakan kakimu seperti itu, ya bagus..” Terdengar suara Ki Seop dari dalam ruang OR.

“Young Mee, siapkan Hp..” Kata Kibum saat mereka berdua mendekati pintu Or diam-diam.

“Ketemu!!!” Teriak Kibum sambil membanting pintu sambil terbuka, Young Mee di sebelahnya, siap memfoto pasangan Ki seop Jae Mee dengan Hp.

Ki Seop dan Jae Mee yang sedang berpegangan tangan pun menoleh dengan kaget, tapi Young Mee lebih sigap. Maka, foto Ki Seop dan Jae Mee yang sedang berpegangan tangan itu di ambil oleh Young Mee.

“Kalian sedang apa sih sebenarnya??” Tanya Kibum saat Young telah selesai memfoto sepasang kekasih itu.

“Bermain bola..” Kata Ki Seop, Jae Mee tersenyum malu. Namun anehnya, mereka masih berpegangan tangan.

“Jadi Ki Seop mengajarkan Jae Mee cara bermain bola gitu?? Ohh coo cweeett~” Goda Young Mee sambil tertawa, “Kalian balik ke kelas lah..” Kata Kibum yang kemudian menyeret Young Mee untuk mencari yang lain.

“Tinggal Eli-Ae Ja dan Soo Hyun-Ha Neul ya??” Tanya Young Mee memastikan. Kibum mengangguk.

Mereka berdua berjalan menuju lab fisika, tapi di tengah jalan..

“Itu Eli kan??” Kata Young Mee sambil menunjuk di kejauhan, ternyata diantara semak-semak di taman, ada sesosok tubuh yang ternyata adalah Eli.

“Eli!!” Kata Kibum sambil tertawa, “Tubuh besarmu kelihatan tuh!!”

Eli menyadari bahwa dirinya sudah ketauan, maka ia dan Ae Ja melangkah keluar dari semak-semak.

“Tuh kan ku bilang juga apa, kelihatan!!” Kata Eli pada Ae Ja, “Tubuhmu besar sih..” Kata Ae Ja, membuat Young Mee dan Kibum tertawa.

“Sudah, kalian balik saja ke kelas.. Yang lain sudah ketemu..” Kata Kibum. “Ha Neul-Soo Hyun belum..” Kata Young Mee mengingatkan.

Setelah Ae Ja dan Eli balik ke kelas, Kibum menatap jamnya, “Tinggal 10 menit..” Katanya.

Namun setelah 10 menit, Soo Hyun dan Ha Neul pun belum ketemu juga. Young Mee meniup peluitnya tanda sudah selesai, namun pasangan yang di tunggu tak muncul-muncul.

“Dimana mereka??” Tanya Kibum, Young Mee membuka Hpnya dan menekan nomor Ha Neul.

“Hallo??” suara Ha Neul terdengar jelas di telepon.  “Ya!! Park Ha Neul dimana kau?! Permainan sudah berakhir!!” Kata Young Mee, setengah berteriak.

Ha Neul tak menjawab, “Soo Hyun!! Ittu di sittuu!!!” Kata Ha Neul beberapa menit kemudian. Dari nada suaranya, ia terdengar tak sabar.

“Kau dimana sih??” Kata Kibum, merebut Hp Young Mee. “Lab komputer!!” Jawab Ha Neul tak sabar. “Belloookk!!!” Kata Ha Neul lagi, tampaknya kata-kata itu untuk Soo Hyun.

Young Mee dan Kibum yang penasaran segera melesat ke lab komputer. Setelah tiba, mereka menemukan Soo Hyun dan Ha Neul yang sedang asyik main komputer.

“Ittu itu!!” Kata Ha Neul, menunjuk layar komputer yang sedang dimainkan oleh Soo Hyun.

“Mana mana?” Tanya Soo Hyun balik.

“Itu di pojok!!”

Saking asyiknya mereka, sampai tak sadar bahwa Kibum dan Young Mee sudah ada di belakang mereka.

“Oi!! Malah asyik main disini!!” Kata Kibum sambil menepuk punda Soo Hyun. Serempak, pasangan yang sedang asyik bermain komputer itu menoleh.

“Kita tertangkap??” Tanya Soo Hyun, melirik Kibum dan Young Mee. “Tidak kalian menang, kalian tak berhasil kami temukan..”

“Terus kok bisa ada disini??” Tanya Soo Hyun heran, “Aku menelepon Ha Neul dan menanyainya..” Kata Young Mee.

“Jadi kita menang??” Tanya Ha Neul, tersenyum lebar. Kibum dan Young Mee mengagguk dengan enggan.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

“Bagaimana?? Siapa yang menang??” Tanya Dong Ho saat Kibum, Young Mee, Soo Hyun dan Ha Neul balik ke kelas.

“Kami.. Jadi bersiaplah di hukum Dong Ho..” Kata Ha Neul dengan senyum evilnya, sementara muka Dong Ho pucat.

“Sudahlaahh.. Tak perlu di hukum~” Kata Eli, setengah memohon pada Soo Hyun. Soo Hyun pun menatap Ha Neul.

“Bagaimana menurutmu??” Tanya Ha Neul pada Soo Hyun yang tengah memandangnya. “Aku setuju dengan segala keputusanmu..” Kata Soo Hyun.

Ha Neul tersenyum, “Jangan membuatku tambah bingung..”

“Menurutmu sendiri bagaimana??”

“Aku ingin sekali menghukum Dong Ho, tapi aku kasihan dengan Soo Jin dan yang lain..” Jawab Ha Neul.

“Kita batakan saja ya??” Kata Soo Hyun, Ha Neul tersenyum lagi. “Kau memang terlalu baik Soo Hyun…” Kata gadis itu, nyaris membuat Soo Hyun meloncat kegirangan.

“Baiklah!!” Kata Ha Neul lagi, “Tak ada hukuman!! Tapi diriku dan Soo Hyun mendapatkan hak khusus!!”

Serempak teman-teman mereka bersorak kegirangan. “Hak khusus apa??” Tanya Jae Mee penasaran. Senyum jail Ha Neul mengembang di wajahnya.

“Kami akan mendapat waktu jaga pertama dan paling singkat..” Kata Ha Neul, seruan protes mulai terdengar.

“Hak khusus itu untuk kami, atau hukuman untuk kalian??” Kata Ha Neul, Soo Hyun tertawa melihatnya mengancam yang lain.

Akhirnya setelah semuanya tampak menerima hal itu, Ae Ja tampaknya sedang bingung. “Berarti pasangan jagamu??” Tanyanya pada Ha Neul.

Ha Neul berpikir sejenak, “Ia akan berjaga lagi dengan pasangan jaga Soo Hyun..”

“Repot!! Kau berjaga dengan Soo Hyun saja!!” Kata Dong Ho yang tak mau repot, Eli memandang Soo Hyun dengan tatapan penuh arti, namun orang yang bersangkutan pura-pura tak peduli.

“Bagaimana dengan pasangan yang lain??” Tanya Soo Jin, tak ada yang menjawab. Akhirnya Soo Hyun mengakhiri keheningan. “Karena aku dan Ha Neul berjaga bersama lagi.. Yang lain juga sama saja..”

“Setuju!!” Kata Kibum bersemangat sambil menoleh jail pada Dong Ho dan Ki Seop.

“Kita bagi tugas mengunci dan jam jaga kalau begitu..” Kata Soo Hee sambil melirik jamnya, “Sebentar lagi kita harus mengunci semua ruangan..”

“Sebelum itu, bisa tolong lepaskan tali ini??” Kata Ha Neul, ia dan Soo Hyun belum melepaskan tali yang mengikat mereka berdua.

“Tak perlu, kalian terlihat serasi sekali saat memakai tali itu. Tali itu di takdirkan untuk mengikat kalian..” Kata Dong Ho nyari mati. Dan benar saja, tangan Ha Neul mendarat di kepalanya tak lama kemudian.

“Sakit tau!!”

“Biarin!!”

“Sudah sudah.. Sini ku lepaskan..” Kata Soo Jin sambil melepaskan simpul tali. “Soo Jin, kenapa gadis seperti dirimu bisa menerima pernyataan cinta Dong Ho?!” Kata Ha Neul setelah tali yang mengikat tangannya telah lepas.

Soo Jin terdiam malu, mukanya merah. “Oh ya ampun..” Kata Ha Neul melihat tingkah laku Soo Jin.

“Sudah sudah..” Kata Jae Mee, “Ayo kita bagi tugas dan segera mengerjakannya!!”

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

“Jadi yang berjaga pertama adalah Soo Hyun dan Ha Neul, selanjutnya adalah Jae Mee dan Ki Seop, lalu Eli dan Ae Ja. Di teruskan oleh Kevin dan Mee rae, lalu aku dan Xander. Dong Ho dan Soo Jin selanjutnya, dan terakhir Kibum dan Young Mee..” Kata Soo Hee.

Kevin melirik jam Ki Seop yang berdiri di sebelahnya, “Kita sudah mengunci semua pintu kan. Lalu jurit malam ngapain aja??” Tanyanya polos.

“Hanya berkeliling dan menge-check.. Itu saja..” Kata Soo Hee.

“Baiklah, ayo Soo Hyun. Sudah giliran kita..” Kata Ha Neul sambil berdiri, “Semoga berhasil..” Kata Eli, tampaknya kata-kata itu di tujukan untuk Soo Hyun yang berdiri mengikuti Ha Neul.

(Soo Hyun & Ha Neul)

“Sejauh ini tak ada yang aneh..” Kata Soo Hyun sambil memandang sekitarnya, Ha Neul tak menjawab.

“Kau takut??” Kata Soo Hyun lagi sambil menoleh pada Ha Neul. Ia pun berjalan lebih dekat gadis itu.

“Tidak kok.. Hanya ngantuk..” Kata Ha Neul, dan ia menguap.

“Tampaknya kau tak takut apa-apa ya..” Komentar Soo Hyun, Ha Neul menguap lagi. “Aku bukan Jae Mee..” Balasnya singkat.

“Memang Jae Mee kenapa??” Tanya Soo Hyun, berusaha membuat Ha Neul berbicara lebih banyak. “Ia takut gelap, darah dan ketinggian..” Jawab Ha Neul, tetap menjawab dengan singkat.

“Gadis ini tampaknya mengantuk sekali..”  Pikir Soo Hyun sambil menatap Ha Neul yang telah menguap 7 kali sejak mereka berkeliling sekolah.

“Sebentar lagi waktu jaga kita habis, ayo balik ke kelas..” Kata Soo Hyun sambil menggenggam tangan Ha Neul.

“Kenapa kau menggenggam tanganku??” Tanya Ha Neul bingung, “Kalau tidak ku genggam, kau akan tidur di tengah jalan..” Kata Soo Hyun setengah tertawa.

(Jae Mee & Ki Seop)

Jae Mee berjalan pelan di sebelah Ki Seop, ketakutan. Ia tak melepaskan tangan Ki Seop sedetik pun.

“Jae Mee, kau takut??” Kata Ki Seop, pertanyaan yang konyol, namun Ki Seop ingin membuat Jae Mee berbicara dan melupakan ketakutannya.

“Sedikit..” Jawab Jae Mee, berusaha terlihat lebih berani. Ki Seop memikirkan topik yang bagus untuk di bicarakan.

“Apakah kau tau kelemahan Young Mee??” Tanya Ki Seop tiba-tiba, Jae Mee agak kaget dengan pergantian topik yang 180 derajat itu.

“Tidak, memangnya kenapa??” Kata Jae Mee, sambil menatap Ki Seop. “Aku ingin tau saja, karena aku tak mengetahui kelemahan Kibum. Siapa tau kita bisa meruntuhkan partnernya si Young Mee itu dulu..” Kata Ki Seop.

“Tampaknya Ha Neul dan Soo Hyun tau..” Kata Jae Mee tiba-tiba, “Bagaimana bisa??” Tanya Ki Seop.

“Saat kelas 2 SMP, Ha Neul, Young Mee dan Soo Hyun sekelas. Tampaknya ada satu kejadian yang membuat Young Mee ketakutan setengah mati.. Tapi Ha Neul tak mau mengatakannya..” Jelas Jae Mee.

“Bagaimana kalau kita tebak sekarang??” Kata Ki Seop, senang karena rencananya berhasil, Jae Mee sudah melupakan ketakutannya.

“Hmm apa ya..”

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

(Kibum dan Young Mee)

“Sebentar lagi giliran kita akan berakhir..” Kata Kibum sambil melihat jamnya dengan bantuan sinar senter.

“Sepetinya..” Jawab Young Mee, tapi tiba-tiba ia melihat sesuatu yang membuatnya berhenti berjalan.

“Ada apa??” Tanya Kibum sambil berhenti melangkah juga dan menoleh ke belakang.

“I-itu..” Kata Young Mee ketakutan, menunjuk sesuatu di depan Kibum.

Kibum menoleh, “Itu kan cuma la-“ Namun kata-katanya tertutup jeritan Young Mee.

“LABA-LABA!!!” Teriak Young Mee, saat itu ia dan Kibum hanya beberapa meter jauhnya dari kelas mereka.

Pintu kelas pun terbuka dan teman-teman mereka melangkah keluar. Namun ketika mereka mendekat, muka khawatir mereka di gantikan dengan muka jail.

“Sampai kapan kalian mau ber mesraan seperti itu??” Tanya Dong Ho sambil tertawa. Ha Neul tak mau kalah, ia segera mengambil kamera dan memfoto Young Mee yang sedang memeluk Kibum erat, yang anehnya, Kibum tak menolak sama sekali.

“Park Ha Neul, hapus foto itu atau..” Kata Young Mee ketika ia sudah memastikan tak ada lagi laba-laba. “Atau??” Kata Ha Neul sambil tertawa dan menyimpan Hpnya kembali.

“Park Ha Neul, berikan fotonya padaku..” Kata Kibum juga, namun Soo Hyun menghalanginya bersama Ki Seop, sementara Jae Mee dan Mee Rae menghalangi Young Mee.

“Oh tidak akan..” Kata Ha Neul riang sementara yang lain tertawa. Young Mee dan Kibum hanya cemberut.

“Kau akan habis loh..” Bisik Ae Ja pada Ha Neul, “Tidak akan, aku punya rahasia mereka..” Balas Ha Neul.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

“Kalian tampaknya melakukannya dengan baik..” Kata Kak Juri yang datang untuk memeriksa pekerjaan murid-murid kelas X-2.

“Kalian boleh pulang ke asrama, kerja bagus!!” Kata Kak Juri setelah ia memeriksa semua pekerjaan. Ke-14 murid X-2 pulang dengan lesu dan langsung tertidur di kamar mereka masing-masing.

Semua kecuali dua orang..

“Young Mee!!” Panggil Kibum pada gadis yang sedang duduk di bawah pohon, menyesali nasibnya subuh ini.

“Ah Kibum, ada apa??”

“Kau tak tidur?? Mukamu lesu seperti itu..” Kata Kibum sambil duduk di samping Young Mee.

Young Mee tak menjawab, “Aaa nasibku..” Katanya kemudian, matanya tertutup.

“Kita pasti dapat merebutnya, tenang saja..” Kata Kibum menenangkan, “Tapi aku baru tahu kalau kamu takut sama laba-laba..”

Young Mee tak menjawab, Kibum menoleh dan mendapati gadis itu sudah nyenyak tidur.

“Dasar..” Kata Kibum, ia juga memejamkan matanya dan tak lama kemudian, ia ikut tertidur.

Muka mereka berdua amat tenang, namun mereka tak tahu, bahwa teman-temanya ternyata tidak tidur melainkan membuntuti mereka berdua setelah tau bahwa Young Mee dan Kibum tak ada di kamar masing-masing.

“Foto yang benar..” Kata Mee Rae, “Iya sabar!!” Jawab Ae Ja yang memegang Hp.

Mereka ber-12 sekarang sedang sembunyi di semak-semak, mengawasi kedua pasangan yang sedang dekat itu tertidur di bawah pohon. Kepala Young Mee terkulai ke pundak Kibum.

“Mereka berdua tampak mesra..” Komentar Mee Rae, “Sangat..” Jawab Jae Mee.

“Oh oh!! Awas, Young Mee bangun!!” Kata Dong Ho yang asyik mengawasi juga, secepat mungkin, ke-12 anak yang tadi mengintip itu lari tanpa suara.

Young Mee menyadari kalau ia tadi tertidur, “Oh ya ampun, kenapa aku bisa tertidur disini??”

Ia menoleh dan mendapati Kibum juga tidur, “Kibum!! Bangun!! Jangan tidur disini, nanti masuk angin!!” Kata Young Mee sambil mengguncang Kibum.

Kibum bangun dengan terkejut, “Ya ampun!!” Katanya.

“Ayo balik ke kamar saja, yang lain akan curiga nanti..”

“Ya ya kau benar, selamat tidur Young Mee..”

“Selamat tidur..”

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-TBC:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-

Made by : Liz & Mei
Take out with full credits please~ ^^

0 komentar:

Posting Komentar