Jumat, 04 Mei 2012

Highschool chapter 4


Title                : HIGHSCHOOL
Chapter          : 4
Characters     :
- U-KISS’ member
- Ara as Park Jae Mee
- Cynthia as Park Ha Neul
- Mei as Park Soo Jin
- Naomi as Kim Soo Hee
- Icha as Han Young Mee
- Grace as Hwang Mee Rae
- Caeli as Lee Ae Ja
- Nadine as Bu Hyun Ae
- And other K-pop artist
Rating : T
Disclaimer      : I WISH U-KISS mine, but they’re not T,T

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Lee Ae Ja menatap jam tangannya dengan bingung, waktu sudah menunjukan jam 7, tapi kedua teman sekamarnya belum balik. Ia menatap Ha Neul yang sibuk di ranjangnya.

“Kira-kira mereka kemana ya??” Tanya Ae Ja akhirnya pada Ha Neul, tak tahan dengan keheningan kamar itu.

“Ke tempat yang sama dengan tempat dimana Ki Seop dan Dong Ho berada..” Jawab Ha Neul sambil memberikan senyuman penuh arti, seperti biasa, instingnya kuat.

Ae Ja bengong sebentar, otaknya sedang lemot malam itu. Lalu kemudian ia tersenyum jail. “Ooohh.. Aku mengerti..”

“Oh tidak.. Salah lagi.. Ga pas..” Gumam Ha Neul tiba-tiba saat Ae Ja sedang sibuk membayangkan apa yang Jae Mee dan Ki Seop serta Soo Jin dan Dongho lakukan.

“Kau sedang apa sih??” Tanya Ae Ja penasaran, Ha Neul menunjukan kertas yang sedang di pegangnya. “Menulis lagu..” Jawabnya.

Ae Ja membaca tulisan pada kertas itu, lalu menatap Ha Neul. “Ada rap nya??”

“Akan kubuatkan setelah reff kedua, tapi nada untuk bait pertama saja belum kubuat. Aku tak berbakat dalam menentukan nadanya..”

“Bagaimana bisa?? Kau kan pintar bernyanyi..”

“Aku memang pintar bernyanyi, tapi setauku aku pernah bilang kalau aku tak berbakat di bidang alat musik..” Kata Ha Neul tak sabar, “Tinggi rendah nadanya sih sudah ku tentukan, masalahnya adalah tangga nada dan kunci dalam pianonya..”

Ae Ja tertawa pelan, temannya yang satu ini memang unik. “Coba minta tolong Mee Rae..” Saran Ae Ja.

“Aku tak ingin merepotkannya lagi..” Jawab Ha Neul sambil memandang kertasnya dengan padangan kosong. “Ia sudah membantuku di lagu terakhirku..”

Tiba-tiba kedua gadis itu melompat kaget mendengar suara pintu di buka lebar-lebar dan tampaklah Young Mee di ambang pintu.

“Astaga Young Mee!! Jangan membanting pintu sampai terbuka seperti itu!!”  Omel Ha Neul sementara Young Mee melangkah masuk dengan senyum jailnya.

“Tak apa bukan??” Kata Young Mee, masih sambil tersenyum jail.

“Makin lama kau mirip deskripsi Jae Mee dan Ha Neul untuk Kibum..” Kata Ae Ja sambil nyengir lebar.

“Jangan samakan aku dengan badut konyol itu..” Kata Young Mee, yang spontan membuat teman-temannya tertawa.

“Han Young Mee!!” Panggil Jung Juri, pengurus asrama bagian perempuan. Young Mee menoleh dengan cengiran tak berdosa.

“Ada apa Bu??” Tanya Young Mee, menekankan pada kata ‘Bu’ nya.

“Jangan panggil aku Bu, aku belum setua ini..” Protes Juri, “Kau bertugas menyiapkan sarapan besok pagi..” Katanya.

“Aku?? Bukannya Asrama ini mempunyai kok sendiri untuk mengurus sarapan??” Protes Young Mee sambil menatap Juri tak percaya.

“Jangan memprotes, itu hukumanmu karena telah membuat kekacauan di ruang makan tadi. Kau hanya menyiapkan untuk 6 orang teman sekelasmu dan mau sendiri kok.. Sekarang, ikuti aku. Aku kan menunjukan dapurnya..” Kata Juri yang kemudian melangkah pergi.

Young Mee cemberut, “Ketauan abis buat nakal ya??” Goda Ha Neul jail.

“Buatkan sarapan yang enak ya..” Kata Ae Ja mengikuti jejak Ha Neul, menggoda Young Me. Suatu kesempatan yang sangat jarang ada.

“Oh tentu saja, akan ku buat masakan yang enak sekali..” Muka Young Mee memancarkan sinar jail saat ia mengatakan itu.

Sambil mengabaikan protes Ha Neul dan Ae Ja tentang sarapan gila ala Young Me, Young Me melangkah keluar, menutup pintu di belakangnya. Yang sebelumnya menunjukan senyum jail pada Ha Neul dan Aeja.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

“Jadi itu kompornya, dan rak untuk bumbu dapur ada disini..” Jelas Juri saat ia dan Young Mee sedang berkeliling dapur. Juri menunjukan dapur untuk kelas X-2.

Di Asrama yang luar biasa besarnya ini, tiap kelas mendapat 1 dapur kecil dan 1 ruang makan sendiri. Sekarang Young Mee sedang berada di dapur kecil untuk kelas X-2.

“Kim Taewoo, sedang apa kau??”

Young Mee menoleh mendengar perkataan Juri. Kim Taewoo, pengurus asrama bagian laki-laki datang mendekat sambil menyeret seorang murid laki-laki. Young Mee mengenalnya, itu Kibum.

“Anak ini membuat kekacauan di kamar mandi. Akan kuhukum dia untuk memasak makanan untuk kelasnya..” Kata Taewoo sambil menunjuk Kibum yang masih tersenyum puas akan kejailannya.

“Dia juga sama..” Kata Juri sambil menunjuk Young Mee. “Kalau begitu, ku titipkan dia kepadamu ya..” Kata Taewoo, Juri hanya mengangguk.

Setelah penjelasan panjang lebar tentang segala sesuatu yang perlu di perhatikan. Juri mengijinkan Young Mee dan Kibum balik ke kamar masing-masing.

“Hanya membuat kekacauan sedikit saja masa tak boleh sih??” Omel Kibum saat ia dan Young Mee berjalan balik ke kamar.

Young Mee tak menjawab ataupun berkomentar, tampaknya ia sedang asyik berpikir. “Kibum..” Panggilnya kemudian.

“Apa??”

“Aku ada ide…” Kata Young Mee sambil tersenyum nakal, lalu ia membisikan sesuatu kepada Kibum yang membuat laki-laki itu ikut tersenyum gila.

“Setuju!”

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

~Saturday Morning~

“Kibuuuumm!!!” Panggil Young Mee sambil menggedor-gedor pintu kamar Kibum. Pintu itu terbuka, namun bukan Kibum yang membukanya, melainkan Ki Seop.

“Kibum sedang mandi sekarang..” Kata Ki Seop sambil tersenyum. Young Mee sekilas melihat Dong Ho yang sibuk menyisir rambutnya.

“Kalian bangun pagi-pagi sekali..” Komentar Young Mee yang heran melihat Dong Ho yang biasanya selalu telat itu.

Ki Seop tak menjawab, ketika Young Mee hendak bertanya lebih jauh, tangannya sudah di tarik oleh Kibum.

“Kita telat!!” Teriak Kibum sementara ia dan Young Mee berlari menuju dapur. “Kira-kira salah siapa itu ya??” Ejek Young Mee sinis.

(Kitchen)

“Kenapa Ki Seop sama Dong Ho sudah rapi pagi ini??” Tanya Young Mee sambil menyiapkan bahan.

“Mau kencan kali??” Jawab Kibum acuh tak acuh sambil menyalakan kompor.

Young Mee menatap nasi di depannya, “Dengan Jae Mee dan Soo Jin??” Tanyanya.

“Kali..”

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

(Dinning room)

“Mana sih?? Lama banget tuh duaan??” Protes Dong Ho yang sudah lapar bukan main dan tentu saja, tak sabar untuk kencannya.

“Sabarlah Dong Ho..” Kata Kevin.

“Aku khawatir tentang masakan Young Mee…” Kata Ha Neul dari seberang meja kepada Ae Ja.

“Aku juga khawatir tentang masakan Kibum..” Kata Ki Seop. “Memangnya kenapa??” Tanya Soo Hyun penasaran.

“Oh masakannya ancur lebur..” Jawab Ki Seop. Dan tawa pun menghiasi ruang makan itu.

“Aku mau pergi ke toilet dulu ah..” Kata Dong Ho sambil berdiri, “Aku ikut..” Kata Ki Seop.

“Kenapa sih mereka berdua??” Tanya Soo Hee, sementara Jae Mee dan Soo Jin menundukan kepalanya, tak mau beradu mata dengan Ki Seop dan Dong Ho.

Tak lama kemudian, pintu menuju dapur pun terbuka, “Ini diaa!!” Kata Young Mee dan bersama Kibum yang membawa sepanci besar nasi goreng.

“Silahkan makan…” Kata Kibum sambil meletakan panci itu di tengah meja.

“Kenapa kalian mundur begitu??” Tanya Jae Mee yang curiga dengan tindakan kedua anak itu.

Ha Neul dan Ae Ja melihat kilat jail dari mata Kibum dan Young Mee. “Oh tidak, aku tau apa artinya ini..” Kata Ha Neul.

“Kenapa?? Kau tak lapar Ha Neul??” Kata Young Mee, “Aku lapar, tapi aku belum mau mati..” Jawab Ha Neul.

Mengikuti jejak Ha Neul, teman-temannya menjauhkan diri dari panci itu.

Tiba-tiba Ki Seop dan Dong Ho balik dari toilet, “Kok tak ada yang makan??” Tanya Dong Ho saat ia berlari dan segera mengambil sepiring besar nasi goreng itu yang di ikuti oleh Ki Seop. Mereka sudah mau memasukan makanan itu ke mulut.

“Ah, jangan..” Kata Soo Jin berusaha memperingatkan, namun sudah terlambat.

“Aa!! Ki Seop!! Dong ho!!” Teriak teman-teman kedua korban yang sudah jatuh itu.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Ki Seop membuka matanya dan menatap langit-langit ruangan yang bewarna putih. “Dimana aku??”  Pikirnya sambil menoleh ke samping.

“Tampaknya ini di UKS..” Pikir Ki Seop lagi. “Tadi aku kenapa ya??”

Kemudian ia melihat sesosok gadis duduk di samping ranjangnya. “Jae Mee??” Panggilnya saat ia mengenali gadis itu.

Jae Mee yang sedang asyik membaca, menoleh dengan kaget. “Kau sudah merasa baikan??” Tanyanya.

“Aku… Aku tadi kenapa??”

Jae Mee tertawa, “Kau pingsan sehabis makan masakan Young Mee dan Kibum..” Katanya.

“Ah, seharusnya aku sudah tau… Kibum!! Akan kubalas anak itu..” Gumam Ki Seop.

“Jangan terlalu keras begitu..” Kata Jae Mee. “Bagaimana dengan Dong Ho??” Tanya Ki Seop.

“Ia tak pingsan, hanya muntah-muntah di ruang makan.. Dan nyaris mati gara-gara di hajar Ha Neul karena telah mengotori ruang makan..” Jawab Jae Mee sambil tertawa.

“Jadi hanya aku yang pingsan?? Memalukan..” Kata Ki Seop.

“Kau tak perlu malu..”

“Tentu saja aku malu, aku terlihat lemah di depan gadis yang kusuka..”

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Soo Hee berjalan ke arah perpustakaan, ia tak mempunyai kerjaan lain selain membaca di perpustakaan.

“Ke Perpustakaan??” Tanya seseorang, membuat Soo Hee kaget dan segera menoleh.

Xander balas menatapnya dan tersenyum. “Hari ini kan libur, kenapa kau tak keluar dan pergi bersama teman-temanmu. Atau mungkin pergi kencan??” Tanyanya.

“Seperti Soo Jin dan Dong Ho??” Kata Soo Hee, Xander tersenyum. “Kencan mereka batal, dari tadi Dong Ho pergi ke toilet untuk muntah terus..” Kata Dong Ho.

“Ooo..” Kata Soo Hee sambil berjalan kembali menuju perpustakaan. Xander mengejarnya.

“Aku ikut ya??” Pinta Xander, “Aku sedang tak ada kerjaan nih..”

“Boleh saja..” Kata Soo Hee.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Jae Mee melangkah lemas, balik ke kamarnya. Kata-kata Ki Seop terus terulang-ulang di kepalanya.

“Tentu saja aku malu, aku terlihat lemah di depan gadis yang kusuka..”

“Oh ya ampun, apa yang harus kulakukan?! Apa yang harus kukatakan?!”  Pikir Jae Mee panik.

“Kau kenapa Jae Mee??” Tanya Mee Rae, membuat Jae Mee terloncat kaget.

“Ah, tidak. Aku tidak apa-apa..” Jawab Jae Mee. “Umm.. Mee Rae??”

“Ada apa??”

“Tidak jadi deh, maaf..” Kata Jae Mee, kemudian ia berlari ke kamarnya.

“Kenapa sih tuh anak??” Tanya Mee Rae pada dirinya sendiri.

“Ngapain kamu ngomong sendiri di situ Mee Rae??” Tanya Soo Jin.

“Tadi itu si Jae Mee, aneh tingkahnya..” Jawab Mee Rae, “Ah iya, aku harus latihan piano. Aku pergi dulu ya..” Kata Mee Rae sambil meninggalkan Soo Jin.

Soo Jin menghela nafas, bingung apa yang harus ia lakukan. Soo Hee pergi ke perpustakaan, Mee Rae latihan piano, Ha Neul dan Ae Ja latihan bernyanyi. Sedangkan Young Mee sedang mengunjungi rumah keluarganya yang tak jauh dari sini.

“Apa yang harus ku lakukan ya??” Tanyanya pada diri sendiri, sambil melangkah ke kamarnya dan membuka pintu.

Tampaklah Jae Mee sedang merenung, “Kau tak apa apa??” Tanya Soo Jin saat ia memasuki kamar.

Jae Mee tak menjawab, tampaknya ia sedang bengong.

“Hallo?? Earth to Jae Mee??”

“Eh hai Soo Jin..”

“Kau tak apa apa??” Tanya Soo Jin lagi sambil duduk di sebelah Jae Mee.

“Soo Jin..” Panggil Jae Mee, tidak menjawab pertanyaan Soo Jin.

“Ya??”

“Bisakah kau menyimpan rahasia??”

“Tentu saja..”

Jae Mee menghela nafas, “Tadi..” Kata Jae Mee. “Ki Seop mengatakan begini padaku..”

Setelah menceritakan segalanya pasa Soo Jin, Jae Mee menghela nafas panjang kembali. “Bagaimana menurutmu??”

“Menurutku?? Kau baru saja di tembak Jae Mee..”

Jae Mee cengo menatap temannya, “Lalu bagaimana??” Tanyanya.

“Aku tak tahu, aku tak ahli dalam hal ini..” Kata Soo Jin, Jae Mee berpikir sejenak, “Aku akan bertanya pada Ha Neul..”

“Kenapa??”

“Karena instingnya kuat, mungkin ia bisa membantuku..” Kata Jae Mee, dan pada saat itu pintu kamar terbuka dan Ha Neul melangkah masuk.

“Ya, kau benar.. Instingnya memang kuat..” Komentar Soo Jin.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-TBC:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-


Made by : Liz & Mei
Take out with full credits please~ ^^

0 komentar:

Posting Komentar