Title : HIGHSCHOOL
Chapter : 4
Characters :
- U-KISS’ member
- Ara as Park Jae Mee
- Cynthia as Park Ha Neul
- Mei as Park Soo Jin
- Naomi as Kim Soo Hee
- Icha as Han Young Mee
- Grace as Hwang Mee Rae
- Caeli as Lee Ae Ja
- Nadine as Bu Hyun Ae
- And other K-pop artist
Rating : T
Disclaimer : I WISH U-KISS mine, but they’re not T,T
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Lee Ae Ja menatap jam tangannya dengan bingung, waktu
sudah menunjukan jam 7, tapi kedua teman sekamarnya belum balik. Ia menatap Ha
Neul yang sibuk di ranjangnya.
“Kira-kira mereka kemana ya??” Tanya Ae Ja akhirnya pada
Ha Neul, tak tahan dengan keheningan kamar itu.
“Ke tempat yang sama dengan tempat dimana Ki Seop dan
Dong Ho berada..” Jawab Ha Neul sambil memberikan senyuman penuh arti, seperti
biasa, instingnya kuat.
Ae Ja bengong sebentar, otaknya sedang lemot malam itu.
Lalu kemudian ia tersenyum jail. “Ooohh.. Aku mengerti..”
“Oh tidak.. Salah lagi.. Ga pas..” Gumam Ha Neul
tiba-tiba saat Ae Ja sedang sibuk membayangkan apa yang Jae Mee dan Ki Seop
serta Soo Jin dan Dongho lakukan.
“Kau sedang apa sih??” Tanya Ae Ja penasaran, Ha Neul
menunjukan kertas yang sedang di pegangnya. “Menulis lagu..” Jawabnya.
Ae Ja membaca tulisan pada kertas itu, lalu menatap Ha
Neul. “Ada rap nya??”
“Akan kubuatkan setelah reff kedua, tapi nada untuk bait
pertama saja belum kubuat. Aku tak berbakat dalam menentukan nadanya..”
“Bagaimana bisa?? Kau kan pintar bernyanyi..”
“Aku memang pintar bernyanyi, tapi setauku aku pernah
bilang kalau aku tak berbakat di bidang alat musik..” Kata Ha Neul tak sabar,
“Tinggi rendah nadanya sih sudah ku tentukan, masalahnya adalah tangga nada dan
kunci dalam pianonya..”
Ae Ja tertawa pelan, temannya yang satu ini memang unik.
“Coba minta tolong Mee Rae..” Saran Ae Ja.
“Aku tak ingin merepotkannya lagi..” Jawab Ha Neul sambil
memandang kertasnya dengan padangan kosong. “Ia sudah membantuku di lagu
terakhirku..”
Tiba-tiba kedua gadis itu melompat kaget mendengar suara
pintu di buka lebar-lebar dan tampaklah Young Mee di ambang pintu.
“Astaga Young Mee!! Jangan membanting pintu sampai
terbuka seperti itu!!” Omel Ha Neul
sementara Young Mee melangkah masuk dengan senyum jailnya.
“Tak apa bukan??” Kata Young Mee, masih sambil tersenyum
jail.
“Makin lama kau mirip deskripsi Jae Mee dan Ha Neul untuk
Kibum..” Kata Ae Ja sambil nyengir lebar.
“Jangan samakan aku dengan badut konyol itu..” Kata Young
Mee, yang spontan membuat teman-temannya tertawa.
“Han Young Mee!!” Panggil Jung Juri, pengurus asrama
bagian perempuan. Young Mee menoleh dengan cengiran tak berdosa.
“Ada apa Bu??” Tanya Young Mee, menekankan pada kata ‘Bu’
nya.
“Jangan panggil aku Bu, aku belum setua ini..” Protes
Juri, “Kau bertugas menyiapkan sarapan besok pagi..” Katanya.
“Aku?? Bukannya Asrama ini mempunyai kok sendiri untuk
mengurus sarapan??” Protes Young Mee sambil menatap Juri tak percaya.
“Jangan memprotes, itu hukumanmu karena telah membuat
kekacauan di ruang makan tadi. Kau hanya menyiapkan untuk 6 orang teman
sekelasmu dan mau sendiri kok.. Sekarang, ikuti aku. Aku kan menunjukan
dapurnya..” Kata Juri yang kemudian melangkah pergi.
Young Mee cemberut, “Ketauan abis buat nakal ya??” Goda
Ha Neul jail.
“Buatkan sarapan yang enak ya..” Kata Ae Ja mengikuti
jejak Ha Neul, menggoda Young Me. Suatu kesempatan yang sangat jarang ada.
“Oh tentu saja, akan ku buat masakan yang enak sekali..”
Muka Young Mee memancarkan sinar jail saat ia mengatakan itu.
Sambil mengabaikan protes Ha Neul dan Ae Ja tentang
sarapan gila ala Young Me, Young Me melangkah keluar, menutup pintu di belakangnya.
Yang sebelumnya menunjukan senyum jail pada Ha Neul dan Aeja.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
“Jadi itu kompornya, dan rak untuk bumbu dapur ada
disini..” Jelas Juri saat ia dan Young Mee sedang berkeliling dapur. Juri
menunjukan dapur untuk kelas X-2.
Di Asrama yang luar biasa besarnya ini, tiap kelas
mendapat 1 dapur kecil dan 1 ruang makan sendiri. Sekarang Young Mee sedang
berada di dapur kecil untuk kelas X-2.
“Kim Taewoo, sedang apa kau??”
Young Mee menoleh mendengar perkataan Juri. Kim Taewoo,
pengurus asrama bagian laki-laki datang mendekat sambil menyeret seorang murid
laki-laki. Young Mee mengenalnya, itu Kibum.
“Anak ini membuat kekacauan di kamar mandi. Akan kuhukum
dia untuk memasak makanan untuk kelasnya..” Kata Taewoo sambil menunjuk Kibum
yang masih tersenyum puas akan kejailannya.
“Dia juga sama..” Kata Juri sambil menunjuk Young Mee.
“Kalau begitu, ku titipkan dia kepadamu ya..” Kata Taewoo, Juri hanya mengangguk.
Setelah penjelasan panjang lebar tentang segala sesuatu
yang perlu di perhatikan. Juri mengijinkan Young Mee dan Kibum balik ke kamar
masing-masing.
“Hanya membuat kekacauan sedikit saja masa tak boleh
sih??” Omel Kibum saat ia dan Young Mee berjalan balik ke kamar.
Young Mee tak menjawab ataupun berkomentar, tampaknya ia
sedang asyik berpikir. “Kibum..” Panggilnya kemudian.
“Apa??”
“Aku ada ide…” Kata Young Mee sambil tersenyum nakal,
lalu ia membisikan sesuatu kepada Kibum yang membuat laki-laki itu ikut
tersenyum gila.
“Setuju!”
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
~Saturday Morning~
“Kibuuuumm!!!” Panggil Young Mee sambil menggedor-gedor
pintu kamar Kibum. Pintu itu terbuka, namun bukan Kibum yang membukanya,
melainkan Ki Seop.
“Kibum sedang mandi sekarang..” Kata Ki Seop sambil
tersenyum. Young Mee sekilas melihat Dong Ho yang sibuk menyisir rambutnya.
“Kalian bangun pagi-pagi sekali..” Komentar Young Mee
yang heran melihat Dong Ho yang biasanya selalu telat itu.
Ki Seop tak menjawab, ketika Young Mee hendak bertanya
lebih jauh, tangannya sudah di tarik oleh Kibum.
“Kita telat!!” Teriak Kibum sementara ia dan Young Mee
berlari menuju dapur. “Kira-kira salah siapa itu ya??” Ejek Young Mee sinis.
(Kitchen)
“Kenapa Ki Seop sama Dong Ho sudah rapi pagi ini??” Tanya
Young Mee sambil menyiapkan bahan.
“Mau kencan kali??” Jawab Kibum acuh tak acuh sambil
menyalakan kompor.
Young Mee menatap nasi di depannya, “Dengan Jae Mee dan Soo
Jin??” Tanyanya.
“Kali..”
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
(Dinning room)
“Mana sih?? Lama banget tuh duaan??” Protes Dong Ho yang
sudah lapar bukan main dan tentu saja, tak sabar untuk kencannya.
“Sabarlah Dong Ho..” Kata Kevin.
“Aku khawatir tentang masakan Young Mee…” Kata Ha Neul
dari seberang meja kepada Ae Ja.
“Aku juga khawatir tentang masakan Kibum..” Kata Ki Seop.
“Memangnya kenapa??” Tanya Soo Hyun penasaran.
“Oh masakannya ancur lebur..” Jawab Ki Seop. Dan tawa pun
menghiasi ruang makan itu.
“Aku mau pergi ke toilet dulu ah..” Kata Dong Ho sambil
berdiri, “Aku ikut..” Kata Ki Seop.
“Kenapa sih mereka berdua??” Tanya Soo Hee, sementara Jae
Mee dan Soo Jin menundukan kepalanya, tak mau beradu mata dengan Ki Seop dan
Dong Ho.
Tak lama kemudian, pintu menuju dapur pun terbuka, “Ini
diaa!!” Kata Young Mee dan bersama Kibum yang membawa sepanci besar nasi
goreng.
“Silahkan makan…” Kata Kibum sambil meletakan panci itu
di tengah meja.
“Kenapa kalian mundur begitu??” Tanya Jae Mee yang curiga
dengan tindakan kedua anak itu.
Ha Neul dan Ae Ja melihat kilat jail dari mata Kibum dan
Young Mee. “Oh tidak, aku tau apa artinya ini..” Kata Ha Neul.
“Kenapa?? Kau tak lapar Ha Neul??” Kata Young Mee, “Aku
lapar, tapi aku belum mau mati..” Jawab Ha Neul.
Mengikuti jejak Ha Neul, teman-temannya menjauhkan diri
dari panci itu.
Tiba-tiba Ki Seop dan Dong Ho balik dari toilet, “Kok tak
ada yang makan??” Tanya Dong Ho saat ia berlari dan segera mengambil sepiring
besar nasi goreng itu yang di ikuti oleh Ki Seop. Mereka sudah mau memasukan
makanan itu ke mulut.
“Ah, jangan..” Kata Soo Jin berusaha memperingatkan,
namun sudah terlambat.
“Aa!! Ki Seop!! Dong ho!!” Teriak teman-teman kedua
korban yang sudah jatuh itu.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Ki Seop membuka matanya dan menatap langit-langit ruangan
yang bewarna putih. “Dimana aku??” Pikirnya sambil menoleh ke samping.
“Tampaknya ini di
UKS..” Pikir Ki Seop lagi. “Tadi aku
kenapa ya??”
Kemudian ia melihat sesosok gadis duduk di samping
ranjangnya. “Jae Mee??” Panggilnya saat ia mengenali gadis itu.
Jae Mee yang sedang asyik membaca, menoleh dengan kaget.
“Kau sudah merasa baikan??” Tanyanya.
“Aku… Aku tadi kenapa??”
Jae Mee tertawa, “Kau pingsan sehabis makan masakan Young
Mee dan Kibum..” Katanya.
“Ah, seharusnya aku sudah tau… Kibum!! Akan kubalas anak
itu..” Gumam Ki Seop.
“Jangan terlalu keras begitu..” Kata Jae Mee. “Bagaimana
dengan Dong Ho??” Tanya Ki Seop.
“Ia tak pingsan, hanya muntah-muntah di ruang makan.. Dan
nyaris mati gara-gara di hajar Ha Neul karena telah mengotori ruang makan..”
Jawab Jae Mee sambil tertawa.
“Jadi hanya aku yang pingsan?? Memalukan..” Kata Ki Seop.
“Kau tak perlu malu..”
“Tentu saja aku malu, aku terlihat lemah di depan gadis
yang kusuka..”
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Soo Hee berjalan ke arah perpustakaan, ia tak mempunyai
kerjaan lain selain membaca di perpustakaan.
“Ke Perpustakaan??” Tanya seseorang, membuat Soo Hee
kaget dan segera menoleh.
Xander balas menatapnya dan tersenyum. “Hari ini kan
libur, kenapa kau tak keluar dan pergi bersama teman-temanmu. Atau mungkin
pergi kencan??” Tanyanya.
“Seperti Soo Jin dan Dong Ho??” Kata Soo Hee, Xander
tersenyum. “Kencan mereka batal, dari tadi Dong Ho pergi ke toilet untuk muntah
terus..” Kata Dong Ho.
“Ooo..” Kata Soo Hee sambil berjalan kembali menuju
perpustakaan. Xander mengejarnya.
“Aku ikut ya??” Pinta Xander, “Aku sedang tak ada kerjaan
nih..”
“Boleh saja..” Kata Soo Hee.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Jae Mee melangkah lemas, balik ke kamarnya. Kata-kata Ki
Seop terus terulang-ulang di kepalanya.
“Tentu saja aku
malu, aku terlihat lemah di depan gadis yang kusuka..”
“Oh ya ampun, apa
yang harus kulakukan?! Apa yang harus kukatakan?!” Pikir Jae Mee panik.
“Kau kenapa Jae Mee??” Tanya Mee Rae, membuat Jae Mee
terloncat kaget.
“Ah, tidak. Aku tidak apa-apa..” Jawab Jae Mee. “Umm..
Mee Rae??”
“Ada apa??”
“Tidak jadi deh, maaf..” Kata Jae Mee, kemudian ia
berlari ke kamarnya.
“Kenapa sih tuh anak??” Tanya Mee Rae pada dirinya
sendiri.
“Ngapain kamu ngomong sendiri di situ Mee Rae??” Tanya
Soo Jin.
“Tadi itu si Jae Mee, aneh tingkahnya..” Jawab Mee Rae,
“Ah iya, aku harus latihan piano. Aku pergi dulu ya..” Kata Mee Rae sambil
meninggalkan Soo Jin.
Soo Jin menghela nafas, bingung apa yang harus ia
lakukan. Soo Hee pergi ke perpustakaan, Mee Rae latihan piano, Ha Neul dan Ae
Ja latihan bernyanyi. Sedangkan Young Mee sedang mengunjungi rumah keluarganya
yang tak jauh dari sini.
“Apa yang harus ku lakukan ya??” Tanyanya pada diri
sendiri, sambil melangkah ke kamarnya dan membuka pintu.
Tampaklah Jae Mee sedang merenung, “Kau tak apa apa??”
Tanya Soo Jin saat ia memasuki kamar.
Jae Mee tak menjawab, tampaknya ia sedang bengong.
“Hallo?? Earth to Jae Mee??”
“Eh hai Soo Jin..”
“Kau tak apa apa??” Tanya Soo Jin lagi sambil duduk di
sebelah Jae Mee.
“Soo Jin..” Panggil Jae Mee, tidak menjawab pertanyaan
Soo Jin.
“Ya??”
“Bisakah kau menyimpan rahasia??”
“Tentu saja..”
Jae Mee menghela nafas, “Tadi..” Kata Jae Mee. “Ki Seop
mengatakan begini padaku..”
Setelah menceritakan segalanya pasa Soo Jin, Jae Mee
menghela nafas panjang kembali. “Bagaimana menurutmu??”
“Menurutku?? Kau baru saja di tembak Jae Mee..”
Jae Mee cengo menatap temannya, “Lalu bagaimana??”
Tanyanya.
“Aku tak tahu, aku tak ahli dalam hal ini..” Kata Soo
Jin, Jae Mee berpikir sejenak, “Aku akan bertanya pada Ha Neul..”
“Kenapa??”
“Karena instingnya kuat, mungkin ia bisa membantuku..”
Kata Jae Mee, dan pada saat itu pintu kamar terbuka dan Ha Neul melangkah
masuk.
“Ya, kau benar.. Instingnya memang kuat..” Komentar Soo
Jin.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-TBC:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-
Made by : Liz & Mei
Take out with full credits please~ ^^

0 komentar:
Posting Komentar