Title
:
HIGHSCHOOL
Chapter
: 6
Characters
:
- U-KISS’ member
- Ara as Park Jae Mee
- Cynthia as Park Ha Neul
- Mei as Park Soo Jin
- Naomi as Kim Soo Hee
- Icha as Han Young Mee
- Grace as Hwang Mee Rae
- Caeli as Lee Ae Ja
- Nadine as Bu Hyun Ae
- And other K-pop artist
Rating
: T
Disclaimer
: I WISH U-KISS mine, but they’re not T,T
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Soo Jin terdiam. Dia hanya dapat menatap Dongho dengan
perasaan yang tak karuan. Soo Jin mencoba mencerna arti perkataan Dongho. Dia
lalu berlari keluar kelas dan meninggalkan Dongho sendiri. Dongho diam di
tempat, perasaannya kacau balau. Dongho lalu berjalan keluar dari kelas dengan
muka tertunduk.
“Heh kau, bagaimana?” tanya sebuah suara. Yap itu Ha
Neul.
“Gagal.” Jawab Dongho singkat.
“Gagal? Memang benar kataku kalau kau jelek, apa yang
dikatakannya tadi?”
“Dia……… pergi begitu saja.” Jawab Dongho. Lalu pergi.
Ha Neul terdiam sesaat, “……kasihan juga dia.”
“Kau kasihan padaku??” Tanya Dongho tak percaya. “Bukan,
pada Soo Jin..” Jawab Ha Neul.
Melihat muka Dongho, Ha Neul segera melanjutkan
perkataannya, “Aku bercandaa.. Bercanda kubilang!!”
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Dongho mengurung diri di kamar. Mencoba mengartikan apa
arti dari pelakuan Soo Jin tadi. Sekarang jelas sudah kalau Soo Jin
membencinya.
“Dia pergi begitu saja meninggalkanku… aku memang
tidak pantas untuknya.” Semangatnya hilang sesaat. “Aku memang
tidak seberuntung Kiseop. Dia tampan, baik, berbakat, sedangkan aku? Benar kata
Ha Neul, aku jelek, malas, tidak perduli, tidak peka, menyebalkan. Bagaimana
bisa seorang Park Soo Jin bisa menyukaiku?” Dongho berkata di dalam
hatinya. Pintu kamar terbuka, Kiseop masuk ke kamar mereka.
“Hey!” sapa Kiseop girang, tak melihat temannya sedang
murung.
“Hmm..” jawab Dongho.
“Ada apa denganmu, Dongho?” tanya Kiseop
“Soo Jin……” jawab Dongho
“Kenapa Soo Jin? Kau sudah jadian? Selamat!” kata Kiseop
sambil merangkul temannya itu.
“Tidak, dia menolakku barusan.” Jawab Dongho sambil
melepaskan rangkulan Kiseop darinya.
“Menolak? Aku… minta maaf, Dongho. Aku tak tahu..” Kata
Kiseop dengan perasaan bersalah.
“Tak apa, Kiseop. Aku pergi dulu ya. Aku perlu waktu
sendiri.” Kata Dongho pelan lalu pergi.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Dongho tiba di ruang olah raga. Dia mencoba bermain
basket terus menerus sampai dia melupakan semuanya. Sakit. Hanya itu yang bisa
dirasakannya sekarang.
30 menit berlalu…
1 jam…
2 jam…
Sudah 3 jam Dongho bermain basket. Jam menunjukkan pukul
setengah 7 malam. Dia beristirahat sebentar. Lalu kembali mencoba bermain
basket, tapi badannya sudah tidak kuat. Dia pun jatuh pingsan saat mencoba
berdiri. Tak ada yang mengetahuinya.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Makan malam segera akan segera dimulai. Semua sudah
berkumpul di ruang makan, kecuali 1 orang, Dongho. Semua berpikir dia hanya
terlambat datang seperti biasanya. Jadi tak ada yang begitu khawatir. Mereka
sudah menunggu selama 15 menit, tetapi anak itu tak kunjung datang.
“Mana Dongho ya? Ini sudah lewat 15 menit.” Tanya Kevin
sambil melirik jam tangannya.
“Tak biasanya dia terlambat selama ini. Saat masuk
pelajaran sih mungkin saja.. Tapi saat makan??” Kata SooHyun.
“Ada yang tahu kemana dia setelah pulang sekolah? Aku
tidak melihatnya dari tadi.” Tanya Eli.
“Hmm.. aku tahu. Dia tadi pergi setelah berbicara
denganku sebentar di kamar, tapi aku ga tau dia kemana.” Kata Kiseop.
“Kita harus mencarinya. Perasaanku tidak enak.” Kata
Xander.
“Ia, ayo berpencar. Aku khawatir pada anak itu sekarang.
Kalian ikut?” tanya Kibum kepada anak perempuan yang daritadi diam. Semua
mengangguk, kecuali Soo Jin. Dia tahu kenapa Dongho menghilang. Tapi dia tidak
tahu dimana anak itu berada sekarang.
“Baiklah, aku mulai khawatir dengan anak itu.” Kata Mee
Rae.
“Kita bagi 2 kelompok atau bagaimana?” tanya Young Mee.
“Kupikir kita bagi menjadi 3 kelompok, kelompok 1 mencari
ke daerah kamar. Kelompok 2 mencari ke luar, dan kelompok 3 mencari di ruang
kelas semua pelajaran. Bagaimana?” tanya Kibum. Semua mengangguk tanda setuju.
“Kelompok 1, aku, Soo Hee, Young Mee, dan Kibum.” Kata
Xander
“Kelompok 2, aku, Kevin, Ae Ja, dan Mee Rae.” Kata Eli
“Kelompok 3, berarti Soo Jin, Kiseop, Jae Mee, Soo Hyun
dan aku.” Kata Ha Neul.
“Eh Ha Neul, kau mau mencari anak itu juga?” tanya Jae
Mee iseng.
“Iya. Entah kenapa hari ini aku merasa kasihan padanya.
Aku masih punya hati, Jae Mee. Kalau anak itu mati kelaparan, apa yang harus
kukatakan pada orang tuanya??” Kata Ha Neul jujur.
“Baiklah, kita berpencar sekarang, berarti makan malam
kita tunda untuk sementara. 45 menit lagi kita berkumpul lagi di sini.” Kata
Kibum. Dan mereka pun berpencar.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Kelompok 1 memulai pencarian di kamar Dongho. Tetapi
sesampainya mereka disana, kamar itu gelap dan tak berpenghuni. Mereka lalu
mencoba mencari ke kamar lain, kamar lain, dan kamar lain, tetapi hasilnya
tidak ada.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Kelompok 2 mencari di belakang asrama, belakang gedung
sekolah, taman, lapangan, dan kolam renang. Tetapi tidak ada seseorang pun di
sana. Hanya suara-suara binatang malam yang terdengar. Pencarian kelompok 2 pun
tidak menemukan hasil sama sekali.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Kelompok 3 mencari ke kelas mereka pertama kali. Tetapi
kelas mereka kosong melompong. Pencarian berlanjut ke ruang kelas lain, hingga
semua ruangan sudah di periksa.
“Kita sudah mencari kemana-mana tapi tidak menemukan
apa-apa.” Kata Soo Hyun.
“Iya, kira-kira dimana ya anak itu?” tanya Jae Mee.
“Aku tak tahu… aku sudah kehabisan akal.” Jawab Kiseop.
“Lebih baik kita kembali ke ruang makan. Sudah 30 menit
berlalu. Siapa tahu yang lain sudah menemukan anak itu.” Usul Ha Neul. Yang
lain mengangguk setuju.
“Tu-tunggu… kita benar-benar sudah memeriksa ke semua
ruangan?” tanya Soo Jin mencoba meyakinkan teman-temannya.
“Tentu saja, kelas, laboratorium, ruang computer, ruang
music, ruang seni, memangnya ada ruangan lain?” tanya Jae Mee.
“Ruang olah raga! Kita belum memeriksanya ke sana, ayo
cepat kita periksa!” Kata Kiseop sambil berlari. Dan semua temannya
mengikutinya di belakang.
Mereka tiba di ruang olah raga. Tampak sesuatu tergeletak
di lantai. Nyaris saja Kiseop menginjaknya. Ternyata itu orang yang mereka
cari-cari. Shin Dongho. Soo Jin segera berlari mendekati Dongho. Dia mencoba
memegang badan Dongho. Sangat dingin. Tetapi dia masih bernafas.
“Dongho-“ kata Soo Jin sambil memegang tangan Dongho.
“Soo Jin! Kenapa dia? Apakah dia baik-baik saja?” tanya
Jae Mee sambil berlari mendekati Soo Jin yang sudah duduk di sebelah Dongho
sementara Kiseop berdiri di sebelahnya.
“Badannya dingin. Cepat kita harus membawanya ke UKS
sekarang!” kata Soo Hyun sambil mencoba mengendong Dongho.
“Eh, Seop! Bantuin! Beraaat!!” kata Soo Hyun. Kiseop dan Soo
Hyun pun bersiap-siap pergi ke UKS untuk membawa anak yang sakit itu. Sedangkan
Jae Mee, Soo Jin, dan Ha Neul masih berdiri di dalam ruang olah raga.
“Soo Hyun, Kiseop. Aku.. Aku ikut.” Kata Soo Jin.
“Soo Jin, kau yakin? Kau belum makan apapun dari tadi.
Lebih baik kita pergi makan malam, baru kita menjenguk Dongho bersama.” Usul
Jae Mee.
“Benar kata Jae Mee, lebih baik kita makan dulu. OK?”
Kata Ha Neul.
“Tidak, dia menjadi sakit karena aku. Aku harus
menemaninya.” Kata Soo Jin.
“Karena kau?” tanya Jae Mee dan Soo Hyun bersama. Karena
hanya mereka berdua yang tidak tahu apa-apa.
“I-iya. Tadi siang dia- menembakku, tetapi aku lari
karena malu dan bingung. Mungkin dia berpikir kalau aku menolaknya.” Jelas Soo
Jin.
“Ya sudah, ayo bawa Dongho ke UKS, kasihan. Selain itu
dia juga berat.” Kata Kiseop. Mereka pun pergi. Sementara Ha Neul dan Jae Mee
kembali ke ruang makan.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Dongho mulai membuka matanya. Kepalanya sangat pusing dan
berat sekali rasanya. Dia melihat jam di dinding. Jam 10 malam. Dia mendengar
suara nafas secara teratur dari sebelah tempat tidurnya. Dia mencoba menoleh
sedikit. Ternyata Soo Jin ada disana. Tertidur dengan pulas. Tanpa sadar senyum
Dongho mulai mengembang. Dia memegang kepala Soo Jin dengan pelan. Tetapi hal
itu membuat Soo Jin bangun.
“Maaf sudah membangunkanmu.” Kata Dongho, masih
tersenyum.
“Tidak apa. Bagaimana keadaanmu?” Tanya Soo Jin sambil
memegang jidat Dongho.
“Aku sudah lebih baik.” Jawab Dongho sambil tersenyum
perlahan.
“Baguslah… Dongho, aku mau mengatakan sesuatu.” Kata Soo
Jin.
“Ada apa?” Tanya Dongho sambil mencoba untuk duduk.
“Jangan duduk, kau terlihat lelah. Lebih baik tiduran
saja. Hmm.. begini, tadi siang.. bukan maksudku untuk pergi meninggalkanmu.
Tapi… tapi aku malu dan bingung mau berkata apa. Tadi aku pikir aku perlu
menenangkan diri sejenak dan berpikir jernih. Maafkan aku sudah membuatmu jatuh
sakit.” Jelas Soo Jin sambil tertunduk.
“Jadi tadi kau tidak menolakku??” Tanya Dongho meyakinkan
apa yang dia dengar.
“Tidak. Maafkan aku. Aku baru akan menjawabnya setelah
makan malam tadi, tapi kau malah sakit.” Kata Soo Jin.
“Jadi kau akan menjawabnya sekarang??” Tanya Dongho.
Wajahnya terlihat sangat bahagia. Soo Jin pun mengangguk pelan.
“Aku… mau, Dongho.” Kata Soo Jin sambil menutupi wajahnya
karena malu.
“Kau serius?” tanya Dongho sambil memegang tangan Soo
Jin. Soo Jin hanya mengangguk pelan.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
“Jadian deh mereka..” Kata Ha Neul yang mengintip bersama
Kiseop karena penasaran.
“Mereka romantis ya..” Komentar Kiseop, Ha Neul
menatapnya. “Ngomong-ngomong tentang romantis. Kenapa kau tak romantis sama
sekali saat menembak Jae Mee??” Kata Ha Neul tegas.
“Itu.. Aku.. Aku terlalu gugup!! Aku tak pernah seperti
itu!!”
“Maksudmu kau tak pernah menembak sebelumnya??” Tanya Ha
Neul tak percaya.
“Bukan begitu, biasanya aku menembak lewat sms..” Jawab
Kiseop.
“Payah kau!! Ya sudah, tapi kau harus belajar menjadi
romantis. Karena Jae Mee suka hal-hal romantis..”
Kiseop tersenyum, “Siap boss!!”
“Aku tau kau ada di depan, Ha Neul!! Kiseop!!” Teriak
Dongho dari dalam ruangan. Ha Neul dan Kiseop lalu tertawa, dan pergi
meninggalkan pasangan yang baru jadian 2 menit yang lalu itu.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Keesokan paginya kelas berbeda. Hanya 13 orang yang
datang kesana, karena Dongho masih harus beristirahat di UKS. Karena itu,
gagallah rencana Kibum untuk meledek mereka. Tak ada yang membahas kejadian
semalam, semua merasa kasihan pada Dongho. Termasuk Ha Neul. Sepulang sekolah,
Soo Jin pun pergi ke UKS untuk menjenguk Dongho. Tetapi saat dia sampai Dongho
sedang tidur. Jadi dia memutuskan untuk duduk di sebelah Dongho dan menunggu
hingga dia bangun.
“Kau sudah bangun ya?” kata Soo Jin ketika melihat Dongho
mulai membuka matanya.
“Hmm? Hei. Apa yang kau lakukan disini?” tanya Dongho
sambil mencoba untuk duduk.
“Hanya ingin melihat keadaanmu. Kenapa memangnya? Tidak
boleh?” Tanya Soo Jin.
“Bukan, bukan begitu. Sudah lupakan saja. Bagaima-“ Belum
selesai Dongho berbicara, datanglah sekelompok anak-anak ke UKS. Yap
teman-teman sekelas mereka.
“Hai Dongho!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” kata Xander sambil
berlari memasuki kamar UKS.
“Xander! Ini UKS tenang sedikit !” tegur Soo Hee sambil
men ‘death glare’ Xander.
“Maaf.” Kata Xander.
“Bagaimana keadaanmu sekarang? Lebih baik?” tanya Kiseop.
“Jauh lebih baik.” Jawab Dongho sambil tertawa.
“Eh ada Soo Jin.. sepertinya kita mengganggu ya
teman-teman?” Kata Kibum yang baru menyadari ada Soo Jin yang duduk di sebelah
tempat tidur Dongho.
“Iya tuh Kibum.. kayaknya kita salah datang sekarang..
ayo pergi..” sambung Young Mee sambil mendorong teman-teman yang lain keluar.
“Aish kalian berdua ini! Orang sakit juga masih di
ganggu.” Tegur Mee Rae.
“Betul tuh!” sambung Dongho dan Soo Jin secara bersamaan.
“Ih samaan ngomongnya…. Cieee~” kata Kibum dengan
senyum nakalnya.
“Sudahlah, kasian mereka.” Kata Jae Mee mencoba membela
Soo Jin dan Dongho.
“Iya, Kibum kau ini memang ya.” Kata Kiseop.
“Asik yang ini juga saling bela-belaan.” Ejek Eli sambil
bersiul.
Mereka pun tertawa. Apakah persahabatan dan hubungan
mereka akan tetap bertahan? Ataukah ada masalah lain yang datang dan merusak
hubungan mereka?
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-TBC:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-
Made by : Liz & Mei
Take out with full credits please~ ^^

0 komentar:
Posting Komentar