Jumat, 04 Mei 2012

Highschool chapter 6


Title           : HIGHSCHOOL
Chapter      : 6
Characters  :
- U-KISS’ member
- Ara as Park Jae Mee
- Cynthia as Park Ha Neul
- Mei as Park Soo Jin
- Naomi as Kim Soo Hee
- Icha as Han Young Mee
- Grace as Hwang Mee Rae
- Caeli as Lee Ae Ja
- Nadine as Bu Hyun Ae
- And other K-pop artist
Rating         : T
Disclaimer   : I WISH U-KISS mine, but they’re not T,T

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Soo Jin terdiam. Dia hanya dapat menatap Dongho dengan perasaan yang tak karuan. Soo Jin mencoba mencerna arti perkataan Dongho. Dia lalu berlari keluar kelas dan meninggalkan Dongho sendiri. Dongho diam di tempat, perasaannya kacau balau. Dongho lalu berjalan keluar dari kelas dengan muka tertunduk.

“Heh kau, bagaimana?” tanya sebuah suara. Yap itu Ha Neul.

“Gagal.” Jawab Dongho singkat.

“Gagal? Memang benar kataku kalau kau jelek, apa yang dikatakannya tadi?”

“Dia……… pergi begitu saja.” Jawab Dongho. Lalu pergi.

Ha Neul terdiam sesaat, “……kasihan juga dia.”

“Kau kasihan padaku??” Tanya Dongho tak percaya. “Bukan, pada Soo Jin..” Jawab Ha Neul.

Melihat muka Dongho, Ha Neul segera melanjutkan perkataannya, “Aku bercandaa.. Bercanda kubilang!!”

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Dongho mengurung diri di kamar. Mencoba mengartikan apa arti dari pelakuan Soo Jin tadi. Sekarang jelas sudah kalau Soo Jin membencinya.

“Dia pergi begitu saja meninggalkanku… aku memang tidak pantas untuknya.”  Semangatnya hilang sesaat. “Aku memang tidak seberuntung Kiseop. Dia tampan, baik, berbakat, sedangkan aku? Benar kata Ha Neul, aku jelek, malas, tidak perduli, tidak peka, menyebalkan. Bagaimana bisa seorang Park Soo Jin bisa menyukaiku?”  Dongho berkata di dalam hatinya. Pintu kamar terbuka, Kiseop masuk ke kamar mereka.

“Hey!” sapa Kiseop girang, tak melihat temannya sedang murung.

“Hmm..” jawab Dongho.

“Ada apa denganmu, Dongho?” tanya Kiseop

“Soo Jin……” jawab Dongho

“Kenapa Soo Jin? Kau sudah jadian? Selamat!” kata Kiseop sambil merangkul temannya itu.

“Tidak, dia menolakku barusan.” Jawab Dongho sambil melepaskan rangkulan Kiseop darinya.

“Menolak? Aku… minta maaf, Dongho. Aku tak tahu..” Kata Kiseop dengan perasaan bersalah.

“Tak apa, Kiseop. Aku pergi dulu ya. Aku perlu waktu sendiri.” Kata Dongho pelan lalu pergi.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Dongho tiba di ruang olah raga. Dia mencoba bermain basket terus menerus sampai dia melupakan semuanya. Sakit. Hanya itu yang bisa dirasakannya sekarang. 

30 menit berlalu…

1 jam…

2 jam…

Sudah 3 jam Dongho bermain basket. Jam menunjukkan pukul setengah 7 malam. Dia beristirahat sebentar. Lalu kembali mencoba bermain basket, tapi badannya sudah tidak kuat. Dia pun jatuh pingsan saat mencoba berdiri. Tak ada yang mengetahuinya.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Makan malam segera akan segera dimulai. Semua sudah berkumpul di ruang makan, kecuali 1 orang, Dongho. Semua berpikir dia hanya terlambat datang seperti biasanya. Jadi tak ada yang begitu khawatir. Mereka sudah menunggu selama 15 menit, tetapi anak itu tak kunjung datang.

“Mana Dongho ya? Ini sudah lewat 15 menit.” Tanya Kevin sambil melirik jam tangannya.

“Tak biasanya dia terlambat selama ini. Saat masuk pelajaran sih mungkin saja.. Tapi saat makan??” Kata SooHyun.

“Ada yang tahu kemana dia setelah pulang sekolah? Aku tidak melihatnya dari tadi.” Tanya Eli.

“Hmm.. aku tahu. Dia tadi pergi setelah berbicara denganku sebentar di kamar, tapi aku ga tau dia kemana.” Kata Kiseop.

“Kita harus mencarinya. Perasaanku tidak enak.” Kata Xander.

“Ia, ayo berpencar. Aku khawatir pada anak itu sekarang. Kalian ikut?” tanya Kibum kepada anak perempuan yang daritadi diam. Semua mengangguk, kecuali Soo Jin. Dia tahu kenapa Dongho menghilang. Tapi dia tidak tahu dimana anak itu berada sekarang.

“Baiklah, aku mulai khawatir dengan anak itu.” Kata Mee Rae.

“Kita bagi 2 kelompok atau bagaimana?” tanya Young Mee.

“Kupikir kita bagi menjadi 3 kelompok, kelompok 1 mencari ke daerah kamar. Kelompok 2 mencari ke luar, dan kelompok 3 mencari di ruang kelas semua pelajaran. Bagaimana?” tanya Kibum. Semua mengangguk tanda setuju.

“Kelompok 1, aku, Soo Hee, Young Mee, dan Kibum.” Kata Xander

“Kelompok 2, aku, Kevin, Ae Ja, dan Mee Rae.” Kata Eli

“Kelompok 3, berarti Soo Jin, Kiseop, Jae Mee, Soo Hyun dan aku.” Kata Ha Neul.

“Eh Ha Neul, kau mau mencari anak itu juga?” tanya Jae Mee iseng.

“Iya. Entah kenapa hari ini aku merasa kasihan padanya. Aku masih punya hati, Jae Mee. Kalau anak itu mati kelaparan, apa yang harus kukatakan pada orang tuanya??” Kata Ha Neul jujur.

“Baiklah, kita berpencar sekarang, berarti makan malam kita tunda untuk sementara. 45 menit lagi kita berkumpul lagi di sini.” Kata Kibum. Dan mereka pun berpencar.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Kelompok 1 memulai pencarian di kamar Dongho. Tetapi sesampainya mereka disana, kamar itu gelap dan tak berpenghuni. Mereka lalu mencoba mencari ke kamar lain, kamar lain, dan kamar lain, tetapi hasilnya tidak ada.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Kelompok 2 mencari di belakang asrama, belakang gedung sekolah, taman, lapangan, dan kolam renang. Tetapi tidak ada seseorang pun di sana. Hanya suara-suara binatang malam yang terdengar. Pencarian kelompok 2 pun tidak menemukan hasil sama sekali.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Kelompok 3 mencari ke kelas mereka pertama kali. Tetapi kelas mereka kosong melompong. Pencarian berlanjut ke ruang kelas lain, hingga semua ruangan sudah di periksa.

“Kita sudah mencari kemana-mana tapi tidak menemukan apa-apa.” Kata Soo Hyun.

“Iya, kira-kira dimana ya anak itu?” tanya Jae Mee.

“Aku tak tahu… aku sudah kehabisan akal.” Jawab Kiseop.

“Lebih baik kita kembali ke ruang makan. Sudah 30 menit berlalu. Siapa tahu yang lain sudah menemukan anak itu.” Usul Ha Neul. Yang lain mengangguk setuju.

“Tu-tunggu… kita benar-benar sudah memeriksa ke semua ruangan?” tanya Soo Jin mencoba meyakinkan teman-temannya.

“Tentu saja, kelas, laboratorium, ruang computer, ruang music, ruang seni, memangnya ada ruangan lain?” tanya Jae Mee.

“Ruang olah raga! Kita belum memeriksanya ke sana, ayo cepat kita periksa!” Kata Kiseop sambil berlari. Dan semua temannya mengikutinya di belakang.

Mereka tiba di ruang olah raga. Tampak sesuatu tergeletak di lantai. Nyaris saja Kiseop menginjaknya. Ternyata itu orang yang mereka cari-cari. Shin Dongho. Soo Jin segera berlari mendekati Dongho. Dia mencoba memegang badan Dongho. Sangat dingin. Tetapi dia masih bernafas.

“Dongho-“ kata Soo Jin sambil memegang tangan Dongho.

“Soo Jin! Kenapa dia? Apakah dia baik-baik saja?” tanya Jae Mee sambil berlari mendekati Soo Jin yang sudah duduk di sebelah Dongho sementara Kiseop berdiri di sebelahnya.

“Badannya dingin. Cepat kita harus membawanya ke UKS sekarang!” kata Soo Hyun sambil mencoba mengendong Dongho.

“Eh, Seop! Bantuin! Beraaat!!” kata Soo Hyun. Kiseop dan Soo Hyun pun bersiap-siap pergi ke UKS untuk membawa anak yang sakit itu. Sedangkan Jae Mee, Soo Jin, dan Ha Neul masih berdiri di dalam ruang olah raga.

“Soo Hyun, Kiseop. Aku.. Aku ikut.” Kata Soo Jin.

“Soo Jin, kau yakin? Kau belum makan apapun dari tadi. Lebih baik kita pergi makan malam, baru kita menjenguk Dongho bersama.” Usul Jae Mee.

“Benar kata Jae Mee, lebih baik kita makan dulu. OK?” Kata Ha Neul.

“Tidak, dia menjadi sakit karena aku. Aku harus menemaninya.” Kata Soo Jin.

“Karena kau?” tanya Jae Mee dan Soo Hyun bersama. Karena hanya mereka berdua yang tidak tahu apa-apa.

“I-iya. Tadi siang dia- menembakku, tetapi aku lari karena malu dan bingung. Mungkin dia berpikir kalau aku menolaknya.” Jelas Soo Jin.

“Ya sudah, ayo bawa Dongho ke UKS, kasihan. Selain itu dia juga berat.” Kata Kiseop. Mereka pun pergi. Sementara Ha Neul dan Jae Mee kembali ke ruang makan.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Dongho mulai membuka matanya. Kepalanya sangat pusing dan berat sekali rasanya. Dia melihat jam di dinding. Jam 10 malam. Dia mendengar suara nafas secara teratur dari sebelah tempat tidurnya. Dia mencoba menoleh sedikit. Ternyata Soo Jin ada disana. Tertidur dengan pulas. Tanpa sadar senyum Dongho mulai mengembang. Dia memegang kepala Soo Jin dengan pelan. Tetapi hal itu membuat Soo Jin bangun.

“Maaf sudah membangunkanmu.” Kata Dongho, masih tersenyum.

“Tidak apa. Bagaimana keadaanmu?” Tanya Soo Jin sambil memegang jidat Dongho.

“Aku sudah lebih baik.” Jawab Dongho sambil tersenyum perlahan.

“Baguslah… Dongho, aku mau mengatakan sesuatu.” Kata Soo Jin.

“Ada apa?” Tanya Dongho sambil mencoba untuk duduk.

“Jangan duduk, kau terlihat lelah. Lebih baik tiduran saja. Hmm.. begini, tadi siang.. bukan maksudku untuk pergi meninggalkanmu. Tapi… tapi aku malu dan bingung mau berkata apa. Tadi aku pikir aku perlu menenangkan diri sejenak dan berpikir jernih. Maafkan aku sudah membuatmu jatuh sakit.” Jelas Soo Jin sambil tertunduk.

“Jadi tadi kau tidak menolakku??” Tanya Dongho meyakinkan apa yang dia dengar.

“Tidak. Maafkan aku. Aku baru akan menjawabnya setelah makan malam tadi, tapi kau malah sakit.” Kata Soo Jin.

“Jadi kau akan menjawabnya sekarang??” Tanya Dongho. Wajahnya terlihat sangat bahagia. Soo Jin pun mengangguk pelan.

“Aku… mau, Dongho.” Kata Soo Jin sambil menutupi wajahnya karena malu.

“Kau serius?” tanya Dongho sambil memegang tangan Soo Jin. Soo Jin hanya mengangguk pelan.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

“Jadian deh mereka..” Kata Ha Neul yang mengintip bersama Kiseop karena penasaran.

“Mereka romantis ya..” Komentar Kiseop, Ha Neul menatapnya. “Ngomong-ngomong tentang romantis. Kenapa kau tak romantis sama sekali saat menembak Jae Mee??” Kata Ha Neul tegas.

“Itu.. Aku.. Aku terlalu gugup!! Aku tak pernah seperti itu!!”

“Maksudmu kau tak pernah menembak sebelumnya??” Tanya Ha Neul tak percaya.

“Bukan begitu, biasanya aku menembak lewat sms..” Jawab Kiseop.

“Payah kau!! Ya sudah, tapi kau harus belajar menjadi romantis. Karena Jae Mee suka hal-hal romantis..”

Kiseop tersenyum, “Siap boss!!”

“Aku tau kau ada di depan, Ha Neul!! Kiseop!!” Teriak Dongho dari dalam ruangan. Ha Neul dan Kiseop lalu tertawa, dan pergi meninggalkan pasangan yang baru jadian 2 menit yang lalu itu.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Keesokan paginya kelas berbeda. Hanya 13 orang yang datang kesana, karena Dongho masih harus beristirahat di UKS. Karena itu, gagallah rencana Kibum untuk meledek mereka. Tak ada yang membahas kejadian semalam, semua merasa kasihan pada Dongho. Termasuk Ha Neul. Sepulang sekolah, Soo Jin pun pergi ke UKS untuk menjenguk Dongho. Tetapi saat dia sampai Dongho sedang tidur. Jadi dia memutuskan untuk duduk di sebelah Dongho dan menunggu hingga dia bangun.

“Kau sudah bangun ya?” kata Soo Jin ketika melihat Dongho mulai membuka matanya.

“Hmm? Hei. Apa yang kau lakukan disini?” tanya Dongho sambil mencoba untuk duduk.

“Hanya ingin melihat keadaanmu. Kenapa memangnya? Tidak boleh?” Tanya Soo Jin.

“Bukan, bukan begitu. Sudah lupakan saja. Bagaima-“ Belum selesai Dongho berbicara, datanglah sekelompok anak-anak ke UKS. Yap teman-teman sekelas mereka.

“Hai Dongho!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” kata Xander sambil berlari memasuki kamar UKS.

“Xander! Ini UKS tenang sedikit !” tegur Soo Hee sambil men ‘death glare’ Xander.

“Maaf.” Kata Xander.

“Bagaimana keadaanmu sekarang? Lebih baik?” tanya Kiseop.

“Jauh lebih baik.” Jawab Dongho sambil tertawa.

“Eh ada Soo Jin.. sepertinya kita mengganggu ya teman-teman?” Kata Kibum yang baru menyadari ada Soo Jin yang duduk di sebelah tempat tidur Dongho.

“Iya tuh Kibum.. kayaknya kita salah datang sekarang.. ayo pergi..” sambung Young Mee sambil mendorong teman-teman yang lain keluar.

“Aish kalian berdua ini! Orang sakit juga masih di ganggu.” Tegur Mee Rae.

“Betul tuh!” sambung Dongho dan Soo Jin secara bersamaan.

 “Ih samaan ngomongnya…. Cieee~” kata Kibum dengan senyum nakalnya.

“Sudahlah, kasian mereka.” Kata Jae Mee mencoba membela Soo Jin dan Dongho.

“Iya, Kibum kau ini memang ya.” Kata Kiseop.

“Asik yang ini juga saling bela-belaan.” Ejek Eli sambil bersiul.

Mereka pun tertawa. Apakah persahabatan dan hubungan mereka akan tetap bertahan? Ataukah ada masalah lain yang datang dan merusak hubungan mereka?

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-TBC:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-

Made by : Liz & Mei
Take out with full credits please~ ^^

0 komentar:

Posting Komentar