Title : HIGHSCHOOL
Chapter : 5
Characters :
- U-KISS’ member
- Ara as Park Jae Mee
- Cynthia as Park Ha Neul
- Mei as Park Soo Jin
- Naomi as Kim Soo Hee
- Icha as Han Young Mee
- Grace as Hwang Mee Rae
- Caeli as Lee Ae Ja
- Nadine as Bu Hyun Ae
- And other K-pop artist
Rating : T
Disclaimer : I WISH U-KISS mine, but they’re not T,T
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Ha Neul memasuki kamar
dengan heran. Kedua sahabatnya itu tampak sedang membicarakan sesuatu. Tentu
saja, masalah Jae Mee dan Kiseop. Raut wajah Jae Mee sangat cemas dan bingung.
Wajah itulah yang membuat Ha Neul semakin penasaran.
“Hey kau, Park Jae Mee.
Ada apa dengan wajahmu?” goda Ha Neul sambil duduk di sebelah Jae Mee.
“Ada sesuatu.” Jawab Jae
Mee singkat. Ha Neul menatap Soo Jin dengan tatapan penuh tanya. Soo Jin
membisikkan sesuatu kepada Jae Mee. Lalu Jae Mee pun mengangguk.
“Begini, tadi, Kiseop
berkata ‘Tentu saja aku malu, aku
terlihat lemah di depan gadis yang kusuka’. Sekarang, Jae Mee bingung apa
maksud Kiseop, tetapi menurutku, Kiseop menembaknya secara tak langsung.” Jelas
Soo Jin.
“Oh jadi itu masalahnya.
Hmm, biar ku-urus.. Kau tenang saja..” Tatap Ha Neul sambil memamerkan senyum
jahatnya.
“Eh, Ha Neul. Ja-“ belum
selesai Jae Mee berbicara, Ha Neul sudah pergi mencari Kiseop.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Langkah Ha Neul terhenti.
Dia melihat Kiseop dan Dongho sedang duduk bersama. Percakapan mereka terdengar
olehnya. Ha Neul memutuskan untuk bersembunyi dan mendengarkan percakapan kedua
anak laki-laki itu.
“Aku tak percaya aku bisa
begitu memalukan di hadapannya.” Kata Kiseop sambil menunduk.
“Kau pikir aku tidak
memalukan, hah? Kau lebih baik dariku, kau hanya pingsan, aku muntah-muntah kau
tahu? Aku yakin, sekarang Soo Jin benci padaku. Jae Mee masih menemanimu di
UKS, sementara aku? Dia bertanya soal keadaanku saja tidak.” Omel panjang lebar
Dongho sambil memukul pelan meja.
“Sabar, Dongho. Kau masih
sadar saat itu, sedangkan aku? Pingsan. Dan aku telah melakukan sesuatu yang
mungkin akan membuatnya menjauh..” kata Kiseop.
“Apa yang kau lakukan?”
tanya Dongho penasaran.
“Aku berkata bahwa sungguh
memalukan jika aku pingsan di depan orang yang kusuka.” Jawab Kiseop sambil mengelangkan kepalanya.
“Apa yang baru saja kau
lakukan? Menembaknya? Astaga! Aku berharap kau akan diterima olehnya.
Berbicaralah padanya besok.” Kata Dongho sambil menyemangati temannya itu.
“Aku sudah berpikiran
seperti itu. Tapi aku perlu bantuanmu.” Kata Kiseop sambil melihat temannya
itu.
“Apa yang bisa kubantu?”
tanya Dongho.
“Kau bisa berbicara pada
Ha Neul dan menitip pesan padanya agar Jae Mee mau menemuiku?” tanya Kiseop
penuh harap.
Dongho menatap Kiseop tak
percaya, lalu menghela nafas. “Baiklah, akan kulakukan demi kau dan Jae Mee.
Aku akan bersabar dan berusaha untu berbicara pada nenek sihir itu besok.” Kata
Dongho sambil membayangkan apa yang akan terjadi padanya besok.
“Terima kasih, Dongho! Kau
memang temanku yang paling baik!” kata Kiseop dengan suara yang bisa dibilang
setengah teriak.
“Sama-sama.” Balas Dongho
sambil tersenyum kepada temannya itu.
“oh iya, kapan kau akan
menembak Soo Jin?” tanya Kiseop penasaran.
“Entah, aku sudah
membuatnya malu.” Jawab Dongho. Dari nada suaranya terdengar jika suaranya
sudah nyaris putus asa.
“Tenang, aku akan
membantumu.” Kata Kiseop sambil merangkul temannya itu.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Ha Neul tidak bisa tidur
malam itu. Sedangkan ketiga teman sekamarnya sudah pulas tertidur. Waktu sudah
menunjukkan pukul 1 pagi. Ha Neul sibuk memikirkan apa yang akan dilakukan
Kiseop pada Jae Mee besok. Dan ternyata musuh bebuyutannya, Dongho, menyukai
Soo Jin. Ha Neul hanya berpikir kalau Dongho dan Soo Jin di ledek karena mereka
sering belajar bersama. Ternyata Dongho benar-benar menyukai Soo Jin. Terlalu
banyak yang Ha Neul ketahui sekarang. Rahasia kedua anak itu.
“Besok pagi-pagi benar aku harus ke kamar mereka” pikir Ha Neul, dan dia pun tertidur pulas tak berapa
lama setelah itu.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Jam menunjukkan pukul 5
pagi, Ha Neul sudah bangun. Dia lalu mengendap-ngendap pergi keluar kamar. Dia
menuju kamar Kiseop. Pintu diketoknya sangat pelan. Tak ada jawaban. Sekali
lagi Ha Neul mengetuk pintu. Dan hasilnya, nihil.
Kesabaran Ha Neul mulai
habis, memang dia orang yang sangat tidak bisa menunggu. Setelah ketokan pintu
yang ketiga, barulah bunyi kunci pintu terdengar, ternyata itu Kiseop. Ha Neul
lalu menunjuk Dongho dan member isyarat bahwa dia harus ikut. Kiseop pun
menarik Dongho yang setengah tertidur itu, dan mereka pun tiba di taman
sekolah.
“Kau mau apa, Ha Neul? Ini
masih pagi sekali, aku mengantuk.” Kata Kiseop dengan mata yang setengah
tertutup.
“Aku tahu rahasia kalian.”
Kata Ha Neul dengan mukanya yang sangat jahil. Kiseop dan Dongho seperti
terkena sengatan lebah. Bangun.
“Ra-, rahasia apa
maksudmu?” tanya Dongho. Wajahnya sangat memperlihatkan kekhawatiran.
“Hohohohoho.. Rahasia
kalian. Pertama Kiseop akan mengatakan sesuatu pada Jae Mee hari ini. Kedua,
kalian akan meminta tolong padaku. Dan terakhir Dongho menyukai Soo Jin, benar
kan?” Kata Ha Neul sambil tersenyum bahagia. Kedua murid laki-laki itu sangat
kaget dan ingin menghilang di telan bumi saat itu juga.
“Da-darimana kau
mengetahui itu semua?” tanya Kiseop gugup.
“Tenang, rahasia kalian
aman. Kemarin aku tidak sengaja mendengar percakapan kalian berdua.” Jawab Ha
Neul santai.
“Habislah kita, Kiseop.”
Kata Dongho sambil meratapi nasibnya yag sial tidak menentu.
“Untukmu Dongho, jika kau
macam-macam, akan kusebarluaskan kalau kau suka Soo Jin.” Ancam Ha Neul.
“Sudah kubilang kan kalau
dia mengerikan?” tanya Dongho pada Kiseop dengan suara sekecil mungkin. Kiseop
mengangguk pelan.
“Kiseop! Dengar, kalau kau
ingin menembak Jae Mee, kusarankan kau melakukannya di taman ini, disini indah
dan bagus. Dan kusarankan kau lakukan saat malam. Tenang saja, aku dan Jae Mee
sudah lama kenal. Kau bisa percaya padaku.” Kata Ha Neul sambil tersenyum.
“Kau yakin?” tanya Kiseop,
sementara Dongho masih terdiam karena ‘rahasia’ besarnya telah deiketahui oleh
musuh bebuyutannya itu.
“Tentu saja. Aku akan
membantumu sebisaku.” Jawab Ha Neul dengan santai.
“Terima kasih, Ha Neul.”
Kata Kiseop sambil tersenyum.
“Sama-sama. Dan kau, Shin
Dong Ho, aku akan menyimpan rahasiamu. Aku berjanji. Untuk masalah ini, aku
akan mencoba membantumu. Hanya kali ini.” Jelas Ha Neul
“Ka-kau serius Ha Neul?”
Tanya Dongho gugup sambil mencoba menatap wajah Ha Neul.
“Tidak, aku hanya ingin
mengerjaimu.. Aku hanya bercanda tadi. Aku hanya akan membantu Kiseop..” Kata
Ha Neul datar yang membuat Dongho mengeluarkan pandangan tak berdaya yang
membuat Kiseop tertawa terbahak-bahak.
“Bohong kok.. Aku serius.
Aku ingin sahabatku, Soo Jin bahagia. Walaupun dia harus bersama orang……
sepertimu.” Jawab Ha Neul sambil nyengir karena ia berhasil menipu Dongho.
“Maksudmu?! Ta-Tadi kau?!
Aish, anak ini.” Kata Dongho, mukanya kesal sekaligus lega.
“Ya orang sepertimu.
Menyebalkan, tidak tahu aturan, malas, iseng, tidak peka, tidak perduli pada
orang lain. Apa lagi ya?” Jawab Ha Neul sambil pura-pura berpikir. Dongho
mendengus kesal. Sementara Kiseop mencoba menahan tawanya, karena Dongho telah
men’deathglare’ dirinya setelah tawanya tadi.
“Ingat ya Dongho, kau
berani menyakiti Soo Jin kau akan mendapatkan ini!” kata Ha Neul sambil
menunjukkan tangannya yang sudah dikepalkan ke hadapan Dongho.
“Aku tak akan
melakukannya.” Kata Dongho santai.
“Awas sampai kulihat hal
itu terjadi. Oh ya Kiseop, aku punya rencana…”
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Malam itu jam setengah 8
Kiseop sudah menunggu di taman. Setelah makan malam, dia lalu pergi dan
mempersiapkan semuanya. Mencari baju terbaiknya, mempersiapkan coklat dan
boneka beruang (mengikuti saran Ha Neul tentunya), dan mengunggu di taman.
Sudah 10 menit berlalu. Tapi Jae Mee tak kunjung muncul.
(sementara itu, Ha Neul sibuk membujuk Jae Mee agar
ikut dengannya ke taman)
“Ayo lah Jae Mee… kumohon…
ayo kita ke taman.” Rengek Ha Neul kepada Jae Mee sambil menarik tangan Jae Mee
dengan manja.
“Ini sudah malam, apa yang
ingin kau lakukan di taman malam-malam begini?” tanya Jae Mee.
“Aku ingin memperlihatkan
sesuatu kepadamu.” Jawab Ha Neul. Tanpa menunggu jawaban dari Jae Mee, Ha Neul
menarik Jae Mee dengan kuat dan pergi ke taman.
(di taman)
Taman sangat indah malam
itu. Entah mengapa bulan menampakkan cahayanya yang paling terang. Udara juga
sangat bersahabat malam itu. Kiseop sudah mempersiapkan segalanya. Dia menunggu
dengan cemas. Tiba-tiba dua orang tampak dari kejauhan. Tak lain dan tak bukan
mereka adalah Ha Neul dan Jae Mee. Dua orang yang sangat di tunggu Kiseop.
“Kiseop… apa yang kau
lakukan di taman malam-malam begini?”
tanya Jae Mee.
“Hmm……” Kiseop tidak bisa
menjawab apa-apa.
“Jae Mee, aku tinggal dulu
ya.” Kata Ha Neul sambil tersenyum jahil. Lalu dia pun pergi menjauh dari kedua
orang itu.
“eh, Ha Neul-“ kata Jae
Mee. Jelas wajahnya terlihat bingung akan semua ini.
“Jae Mee… aku di sini
ingin mengatakan sesuatu… Kuharap kau tidak benci padaku, ataupun marah padaku
setelah kau mengetahui ini semua. Tapi tolong jawab dengan jujur. Janji?” tanya
Kiseop.
“Aku berjanji.” Jawab Jae
Mee.
“Hmm… Begini, aku… Aku
sudah lama memperhatikanmu semenjak kita bertemu di ruang tari… Aku pikir aku
menyukaimu, Park Jae Mee… hmm… mau kah kau menjadi pacarku?” tanya Kiseop
sambil memberikan sekotak coklat dan sebuah boneka beruang. Jae Mee tampak
terkejut dan bingung.
“Aku… Aku… Hmm… A-Aku mau,
Lee Ki Seop.” Jawab Jae Mee sambil tersenyum.
“Kau serius?” tanya Kiseop
sambil mencoba menatap kedua mata Jae Mee.
“Aku serius..” kata Jae
Mee yakin. Pasangan baru itu lalu berpalukan. Wajah mereka terlihat sangat
bahagia. Mereka lalu kembali ke kamar masing-masing sambil bergandengan tangan.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
(di kamar Jae Mee)
“Wah, Jae Mee. Dari siapa
tuh coklat sama bonekanya?” tanya Ha Neul iseng sambil menyenggol Jae Mee yang
kembali ke kamar dengan sebuah boneka beruang dan sekotak coklat.
“Wah, Jae Mee, hayo dari
siapa??” tanya Ae Ja, ikut-ikutan Ha Neul.
“Kurasa Ha Neul sudah
mengetahui semuanya. Tanyalah padanya.” Jawab Jae Mee penuh rahasia sambil
tertawa. Ha Neul hanya tersenyum.
“Biar kutebak, dari……………
Lee Ki Seop kah?” tanya Ae Ja sambil tersenyum menahan tawa.
“Itu tak usah di ragukan lagi, Ae Ja. Aku
yakin, seyakin yakinnya kalau boneka itu dari Kiseop. Dan sepertinya ada
sesuatu yang tidak diceritakan Jae Mee pada kita.” Kata Soo Jin dari tempat
tidurnya.
“Jadi teman-teman, teman
kita, Jae Mee, baru saja mendapatkan seorang pacar yang bernama Lee Ki Seop.
Begitu.” Jelas Ha Neul sambil tertawa.
“Ah, sudahlah, aku dan dia
kan baru pacaran, 5 menit yang lalu.” Kata Jae Mee malu.
“Selamat kalau begitu,
kalian sudah jadian selama 5 menit. Lama juga ya..” Ejek Ha Neul sambil
tertawa, di ikuti Ae Ja dan Soo Jin. Bahkan Jae Mee pun tersenyum lebar.
“Mencoba membela pacar
niih. Hahahaha.” Kata Ae Ja.
“Besok satu kelas akan
mengetahui itu semua. Bersabarlah untuk ledekan yang aneh-aneh, Jae Mee.” Kata
Ha Neul sambil memamerkan senyum isengnya.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Suasana pagi ini berbeda
bagi Kiseop dan Jae Mee. Mereka masing-masing mempersiapkan diri masing-masing
untuk pergi ke kelas. Kibum sampai terheran-heran. Tapi dalam 5 menit dia sudah
bisa menebak jika Jae Mee sudah berhasil di dapatkan oleh temannya itu. Kibum
juga sudah mempersiapkan 1000 cara untuk meledek Kiseop di kelas pagi ini.
Saat kelas di mulai,
Kiseop terus memperhatikan Jae Mee. Matanya tak bisa lepas dari gadis yang
sekarang sudah resmi menjadi pacarnya itu. Soo Hee yang tidak mengetahui
apa-apa terheran-heran kenapa hari ini Kiseop terlihat sangat senang dan bisa
dibilang, terlalu bahagia.
“HEI TEMAN TEMAN ! APAKAH
KALIAN TAHU BAHWA DI KELAS KITA ADA SEPASANG KEKASIH BARU??” Suara dari pojok
kelas terdengar. Jelas, suara Kim Ki Bum. Jae Mee terlihat sebal dan menginjak
kaki Kibum yang menyebalkan itu.
“Apa salahku? LEE KI SEOP,
PACARMU MENGINJAK KAKIKU! TIDAK BISAKAH KAU MENGAJARI PACARMU UNTUK BERLAKU
LEBIH BAIK?” teriak Kibum. Dan seluruh kelas itu tertawa terbahak-bahak.
“Wew!! Selamat yaa!! Udah
jadian berapa lama tuh??” Tanya Eli sambil nyengir lebar. “Kira-kira 11 jam??”
Jawab Ha Neul sambil tertawa.
“Sudahlah.. Kasian Jae
Mee..” Kata Kiseop membela Jae Mee. “Cie-cie!! Di bela euy!!” Sahut Eli.
“Sudah cukup!! Kalian ini,
tak ada hari tanpa membuat kekacauan bukan??” Omel Bu Hyun Ae, dan kelas
menjadi hening kembali. Walaupun muka Jae Mee dan Kiseop merah padam dan muka
teman-teman mereka di hiasi senyum jail.
(Pulang sekolah)
“Bagaimana denganku??”
Tanya Dongho memelas pada Ha Neul. “Kau maunya kapan??” Tanya Ha Neul singkat.
“Secepatnya..”
“Malam ini??”
“Tak secepat itu!!”
“Jadi kau maunya kapan??”
Tanya Ha Neul tak sabar. “Hmm.. Kalau begitu besok, sepulang sekolah..” Jawab
Dongho.
“Kau akan melakukannya
dengan caraku??” Tanya Ha Neul, “Kau hanya mengatakan kalau aku harus
biasa-biasa saja, kalau Soo Jin memang suka padaku. Ia akan menerima aku apa
adanya kan??”
Ha Neul mengangguk, “Ya
kalau begitu, Good luck!! Akan ku ajak Soo Jin di ruang kelas besok sepulang
sekolah ya..”
“Tapi cek dulu ada orang
apa tidak..”
“Tak penting, kalau kau di
tolak ataupun di terima, berita pasti akan menyebar..” Kata Ha Neul sambil
pergi meninggalkan Dongho.
“Tapi aku malu kalau di lihat
banyak orang!!” Kata Dongho. Ha Neul menoleh, “Memangnya kau punya rasa
malu??” Katanya sambil nyengir, lalu
pergi.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
“Bagaimana tampangku??”
Tanya Dongho pada Ha Neul saat pulang sekolah keesokan harinya.
“Mukamu jelek seperti
biasanya, baju ga rapi, mukamu jelek dan rambutmu berantakan..” Kata Ha Neul
sambil melirik Dongho.
“Kau mengatakan mukaku
jelek 2 kali..”
“Memang itu
kenyataannya..” Kata Ha Neul, Dongho tak membalas. Ia sedang gugup karena
sebentar lagi momen yang menentukan hidupnya akan tiba.
“Apa kau yakin tak akan
ada teman kita yang akan datang kesini??” Tanya Dongho cemas, Ha Neul membuka
catatannya.
“Tenang saja.. Jae Mee
Kiseop sedang kencan. Young Mee dan Kibum sepertinya sedang membuat kekacauan
di perpustakaan yang di tonton oleh Soo Hee, Ae Ja, Xander, Eli dan Soo Hyun.
Kevin sedang sakit di UKS. Mee Rae sedang berlatih piano..” Jelas Ha Neul.
“Akan ku panggil dia. Kau
disini aja..” Kata Ha Neul lagi sambil meninggalkan ruang kelas X-2 kosong itu.
(Perpustakaan)
“Apakah Soo Jin ada
disini??” Tanya Ha Neul pada Soo Hyun, satu-satunya orang yang melihat
kekacauan dari jauh saja.
“Soo Jin?? Ia tadi pergi
ke taman sepertinya..”
“Oh, okay deh. Thanks
ya!!” Kata Ha Neul, mulai berjalan menuju taman. “Ha Neul…” Panggil Soo Hyun
lagi.
Ha Neul menoleh, “Ya??”
Soo Hyun menatap gadis di
depannya itu, lalu tersenyum. “Tak apa-apa.. Semoga berhasil mencomblangkan
Dongho dengan Soo Jin..”
Ha Neul cengo, “Darimana
kau tau??”
Soo Hyun hanya tersenyum,
“Insting?? Mungkin Instingku tak sebagus dirimu. Tapi lumayan looh..” Katanya
Ha Neul tertawa kecil,
“Aku pergi dulu..” Katanya, kemudian berlari kecil menuju taman.
“Sedang apa kau??” Sapa
Eli pada Soo Hyun, “Tak sedang apa-apa..” Jawab Soo Hyun. “Apa yang sedang di
lakukan oleh Kibum dan Young Mee??” Tanya Soo Hyun lagi.
“Mereka mendorong
buku-buku sampai jatuh. Dengan pura-pura memasukan buku dan mendorongnya karena
tak muat. Buku-buku di rak belakangnya pun berjatuhan semua..”
“Hahahaha.. Dasar
mereka..”
(Taman)
“Soo Jiin!!” Panggil Ha
Neul, sebelumnya ia malah bertemu Jae Mee dan Kiseop yang asyik pacaran.
Sekarang ia sedang berlari ke arah yang di tunjuk Jae Mee.
Ha Neul menemukan Soo Jin
sedang duduk di salah satu kursi taman sambil membaca buku.
“Soo Jin!! Ayo temani aku
sebentar!!” Kata Ha Neul sambil menarik Soo Jin berdiri dan segera berlari
menuju kelas tempat Dongho menunggu.
“Ada apa ini Ha Neul??”
Protes Soo Jin. “Sudah.. Ikut saja..”
Sesampainya mereka di
depan kelas, Ha Neul mendorong Soo Jin masuk ke dalam kelas.
“Hey Ha Neul!!” Protes Soo
Jin lagi, tapi Ha Neul telah menutup pintu kelas.
Soo Jin menghela nafas,
“Soo Jin..” Panggil Dongho.
“Eh, Kau juga di kurung Ha
Neul ya??” Kata Soo Jin. Dongho menggeleng.
“Soo Jin.. Aku.. Aku suka
padamu… Mau kah kamu menjadi pacarku??”
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-TBC:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-
Made by : Liz & Mei
Take out with full credits please~ ^^

0 komentar:
Posting Komentar