Jumat, 04 Mei 2012

Highschool chapter 5


Title                : HIGHSCHOOL
Chapter          : 5
Characters     :
- U-KISS’ member
- Ara as Park Jae Mee
- Cynthia as Park Ha Neul
- Mei as Park Soo Jin
- Naomi as Kim Soo Hee
- Icha as Han Young Mee
- Grace as Hwang Mee Rae
- Caeli as Lee Ae Ja
- Nadine as Bu Hyun Ae
- And other K-pop artist
Rating : T
Disclaimer      : I WISH U-KISS mine, but they’re not T,T

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-: 

Ha Neul memasuki kamar dengan heran. Kedua sahabatnya itu tampak sedang membicarakan sesuatu. Tentu saja, masalah Jae Mee dan Kiseop. Raut wajah Jae Mee sangat cemas dan bingung. Wajah itulah yang membuat Ha Neul semakin penasaran.

“Hey kau, Park Jae Mee. Ada apa dengan wajahmu?” goda Ha Neul sambil duduk di sebelah Jae Mee.

“Ada sesuatu.” Jawab Jae Mee singkat. Ha Neul menatap Soo Jin dengan tatapan penuh tanya. Soo Jin membisikkan sesuatu kepada Jae Mee. Lalu Jae Mee pun mengangguk.

“Begini, tadi, Kiseop berkata ‘Tentu saja aku malu, aku terlihat lemah di depan gadis yang kusuka’. Sekarang, Jae Mee bingung apa maksud Kiseop, tetapi menurutku, Kiseop menembaknya secara tak langsung.” Jelas Soo Jin.

“Oh jadi itu masalahnya. Hmm, biar ku-urus.. Kau tenang saja..” Tatap Ha Neul sambil memamerkan senyum jahatnya.

“Eh, Ha Neul. Ja-“ belum selesai Jae Mee berbicara, Ha Neul sudah pergi mencari Kiseop.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Langkah Ha Neul terhenti. Dia melihat Kiseop dan Dongho sedang duduk bersama. Percakapan mereka terdengar olehnya. Ha Neul memutuskan untuk bersembunyi dan mendengarkan percakapan kedua anak laki-laki itu.

“Aku tak percaya aku bisa begitu memalukan di hadapannya.” Kata Kiseop sambil menunduk.

“Kau pikir aku tidak memalukan, hah? Kau lebih baik dariku, kau hanya pingsan, aku muntah-muntah kau tahu? Aku yakin, sekarang Soo Jin benci padaku. Jae Mee masih menemanimu di UKS, sementara aku? Dia bertanya soal keadaanku saja tidak.” Omel panjang lebar Dongho sambil memukul pelan meja.

“Sabar, Dongho. Kau masih sadar saat itu, sedangkan aku? Pingsan. Dan aku telah melakukan sesuatu yang mungkin akan membuatnya menjauh..” kata Kiseop.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Dongho penasaran.

“Aku berkata bahwa sungguh memalukan jika aku pingsan di depan orang yang kusuka.”  Jawab Kiseop sambil mengelangkan kepalanya.

“Apa yang baru saja kau lakukan? Menembaknya? Astaga! Aku berharap kau akan diterima olehnya. Berbicaralah padanya besok.” Kata Dongho sambil menyemangati temannya itu.

“Aku sudah berpikiran seperti itu. Tapi aku perlu bantuanmu.” Kata Kiseop sambil melihat temannya itu.

“Apa yang bisa kubantu?” tanya Dongho.

“Kau bisa berbicara pada Ha Neul dan menitip pesan padanya agar Jae Mee mau menemuiku?” tanya Kiseop penuh harap.

Dongho menatap Kiseop tak percaya, lalu menghela nafas. “Baiklah, akan kulakukan demi kau dan Jae Mee. Aku akan bersabar dan berusaha untu berbicara pada nenek sihir itu besok.” Kata Dongho sambil membayangkan apa yang akan terjadi padanya besok.

“Terima kasih, Dongho! Kau memang temanku yang paling baik!” kata Kiseop dengan suara yang bisa dibilang setengah teriak.

“Sama-sama.” Balas Dongho sambil tersenyum kepada temannya itu.

“oh iya, kapan kau akan menembak Soo Jin?” tanya Kiseop penasaran.

“Entah, aku sudah membuatnya malu.” Jawab Dongho. Dari nada suaranya terdengar jika suaranya sudah nyaris putus asa.

“Tenang, aku akan membantumu.” Kata Kiseop sambil merangkul temannya itu.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Ha Neul tidak bisa tidur malam itu. Sedangkan ketiga teman sekamarnya sudah pulas tertidur. Waktu sudah menunjukkan pukul 1 pagi. Ha Neul sibuk memikirkan apa yang akan dilakukan Kiseop pada Jae Mee besok. Dan ternyata musuh bebuyutannya, Dongho, menyukai Soo Jin. Ha Neul hanya berpikir kalau Dongho dan Soo Jin di ledek karena mereka sering belajar bersama. Ternyata Dongho benar-benar menyukai Soo Jin. Terlalu banyak yang Ha Neul ketahui sekarang. Rahasia kedua anak itu.

“Besok pagi-pagi benar aku harus ke kamar mereka” pikir Ha Neul, dan dia pun tertidur pulas tak berapa lama setelah itu.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Jam menunjukkan pukul 5 pagi, Ha Neul sudah bangun. Dia lalu mengendap-ngendap pergi keluar kamar. Dia menuju kamar Kiseop. Pintu diketoknya sangat pelan. Tak ada jawaban. Sekali lagi Ha Neul mengetuk pintu. Dan hasilnya, nihil.

Kesabaran Ha Neul mulai habis, memang dia orang yang sangat tidak bisa menunggu. Setelah ketokan pintu yang ketiga, barulah bunyi kunci pintu terdengar, ternyata itu Kiseop. Ha Neul lalu menunjuk Dongho dan member isyarat bahwa dia harus ikut. Kiseop pun menarik Dongho yang setengah tertidur itu, dan mereka pun tiba di taman sekolah.

“Kau mau apa, Ha Neul? Ini masih pagi sekali, aku mengantuk.” Kata Kiseop dengan mata yang setengah tertutup.

“Aku tahu rahasia kalian.” Kata Ha Neul dengan mukanya yang sangat jahil. Kiseop dan Dongho seperti terkena sengatan lebah. Bangun.

“Ra-, rahasia apa maksudmu?” tanya Dongho. Wajahnya sangat memperlihatkan kekhawatiran.

“Hohohohoho.. Rahasia kalian. Pertama Kiseop akan mengatakan sesuatu pada Jae Mee hari ini. Kedua, kalian akan meminta tolong padaku. Dan terakhir Dongho menyukai Soo Jin, benar kan?” Kata Ha Neul sambil tersenyum bahagia. Kedua murid laki-laki itu sangat kaget dan ingin menghilang di telan bumi saat itu juga.

“Da-darimana kau mengetahui itu semua?” tanya Kiseop gugup.

“Tenang, rahasia kalian aman. Kemarin aku tidak sengaja mendengar percakapan kalian berdua.” Jawab Ha Neul santai.

“Habislah kita, Kiseop.” Kata Dongho sambil meratapi nasibnya yag sial tidak menentu.

“Untukmu Dongho, jika kau macam-macam, akan kusebarluaskan kalau kau suka Soo Jin.” Ancam Ha Neul.

“Sudah kubilang kan kalau dia mengerikan?” tanya Dongho pada Kiseop dengan suara sekecil mungkin. Kiseop mengangguk pelan.

“Kiseop! Dengar, kalau kau ingin menembak Jae Mee, kusarankan kau melakukannya di taman ini, disini indah dan bagus. Dan kusarankan kau lakukan saat malam. Tenang saja, aku dan Jae Mee sudah lama kenal. Kau bisa percaya padaku.” Kata Ha Neul sambil tersenyum.

“Kau yakin?” tanya Kiseop, sementara Dongho masih terdiam karena ‘rahasia’ besarnya telah deiketahui oleh musuh bebuyutannya itu.

“Tentu saja. Aku akan membantumu sebisaku.” Jawab Ha Neul dengan santai.

“Terima kasih, Ha Neul.” Kata Kiseop sambil tersenyum.

“Sama-sama. Dan kau, Shin Dong Ho, aku akan menyimpan rahasiamu. Aku berjanji. Untuk masalah ini, aku akan mencoba membantumu. Hanya kali ini.” Jelas Ha Neul

“Ka-kau serius Ha Neul?” Tanya Dongho gugup sambil mencoba menatap wajah Ha Neul.

“Tidak, aku hanya ingin mengerjaimu.. Aku hanya bercanda tadi. Aku hanya akan membantu Kiseop..” Kata Ha Neul datar yang membuat Dongho mengeluarkan pandangan tak berdaya yang membuat Kiseop tertawa terbahak-bahak.

“Bohong kok.. Aku serius. Aku ingin sahabatku, Soo Jin bahagia. Walaupun dia harus bersama orang…… sepertimu.” Jawab Ha Neul sambil nyengir karena ia berhasil menipu Dongho.

“Maksudmu?! Ta-Tadi kau?! Aish, anak ini.” Kata Dongho, mukanya kesal sekaligus lega.

“Ya orang sepertimu. Menyebalkan, tidak tahu aturan, malas, iseng, tidak peka, tidak perduli pada orang lain. Apa lagi ya?” Jawab Ha Neul sambil pura-pura berpikir. Dongho mendengus kesal. Sementara Kiseop mencoba menahan tawanya, karena Dongho telah men’deathglare’ dirinya setelah tawanya tadi.

“Ingat ya Dongho, kau berani menyakiti Soo Jin kau akan mendapatkan ini!” kata Ha Neul sambil menunjukkan tangannya yang sudah dikepalkan ke hadapan Dongho.

“Aku tak akan melakukannya.” Kata Dongho santai.

“Awas sampai kulihat hal itu terjadi. Oh ya Kiseop, aku punya rencana…”

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Malam itu jam setengah 8 Kiseop sudah menunggu di taman. Setelah makan malam, dia lalu pergi dan mempersiapkan semuanya. Mencari baju terbaiknya, mempersiapkan coklat dan boneka beruang (mengikuti saran Ha Neul tentunya), dan mengunggu di taman. Sudah 10 menit berlalu. Tapi Jae Mee tak kunjung muncul.

(sementara itu, Ha Neul sibuk membujuk Jae Mee agar ikut dengannya ke taman)

“Ayo lah Jae Mee… kumohon… ayo kita ke taman.” Rengek Ha Neul kepada Jae Mee sambil menarik tangan Jae Mee dengan manja.

“Ini sudah malam, apa yang ingin kau lakukan di taman malam-malam begini?” tanya Jae Mee.

“Aku ingin memperlihatkan sesuatu kepadamu.” Jawab Ha Neul. Tanpa menunggu jawaban dari Jae Mee, Ha Neul menarik Jae Mee dengan kuat dan pergi ke taman.

(di taman)

Taman sangat indah malam itu. Entah mengapa bulan menampakkan cahayanya yang paling terang. Udara juga sangat bersahabat malam itu. Kiseop sudah mempersiapkan segalanya. Dia menunggu dengan cemas. Tiba-tiba dua orang tampak dari kejauhan. Tak lain dan tak bukan mereka adalah Ha Neul dan Jae Mee. Dua orang yang sangat di tunggu Kiseop.

“Kiseop… apa yang kau lakukan di taman malam-malam begini?”  tanya Jae Mee.

“Hmm……” Kiseop tidak bisa menjawab apa-apa.

“Jae Mee, aku tinggal dulu ya.” Kata Ha Neul sambil tersenyum jahil. Lalu dia pun pergi menjauh dari kedua orang itu.

“eh, Ha Neul-“ kata Jae Mee. Jelas wajahnya terlihat bingung akan semua ini.
“Jae Mee… aku di sini ingin mengatakan sesuatu… Kuharap kau tidak benci padaku, ataupun marah padaku setelah kau mengetahui ini semua. Tapi tolong jawab dengan jujur. Janji?” tanya Kiseop.

“Aku berjanji.” Jawab Jae Mee.

“Hmm… Begini, aku… Aku sudah lama memperhatikanmu semenjak kita bertemu di ruang tari… Aku pikir aku menyukaimu, Park Jae Mee… hmm… mau kah kau menjadi pacarku?” tanya Kiseop sambil memberikan sekotak coklat dan sebuah boneka beruang. Jae Mee tampak terkejut dan bingung.

“Aku… Aku… Hmm… A-Aku mau, Lee Ki Seop.” Jawab Jae Mee sambil tersenyum.

“Kau serius?” tanya Kiseop sambil mencoba menatap kedua mata Jae Mee.

“Aku serius..” kata Jae Mee yakin. Pasangan baru itu lalu berpalukan. Wajah mereka terlihat sangat bahagia. Mereka lalu kembali ke kamar masing-masing sambil bergandengan tangan.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

(di kamar Jae Mee)

“Wah, Jae Mee. Dari siapa tuh coklat sama bonekanya?” tanya Ha Neul iseng sambil menyenggol Jae Mee yang kembali ke kamar dengan sebuah boneka beruang dan sekotak coklat.

“Wah, Jae Mee, hayo dari siapa??” tanya Ae Ja, ikut-ikutan Ha Neul.

“Kurasa Ha Neul sudah mengetahui semuanya. Tanyalah padanya.” Jawab Jae Mee penuh rahasia sambil tertawa. Ha Neul hanya tersenyum.

“Biar kutebak, dari…………… Lee Ki Seop kah?” tanya Ae Ja sambil tersenyum menahan tawa.

 “Itu tak usah di ragukan lagi, Ae Ja. Aku yakin, seyakin yakinnya kalau boneka itu dari Kiseop. Dan sepertinya ada sesuatu yang tidak diceritakan Jae Mee pada kita.” Kata Soo Jin dari tempat tidurnya.

“Jadi teman-teman, teman kita, Jae Mee, baru saja mendapatkan seorang pacar yang bernama Lee Ki Seop. Begitu.” Jelas Ha Neul sambil tertawa.

“Ah, sudahlah, aku dan dia kan baru pacaran, 5 menit yang lalu.” Kata Jae Mee malu.
“Selamat kalau begitu, kalian sudah jadian selama 5 menit. Lama juga ya..” Ejek Ha Neul sambil tertawa, di ikuti Ae Ja dan Soo Jin. Bahkan Jae Mee pun tersenyum lebar.

“Mencoba membela pacar niih. Hahahaha.” Kata Ae Ja.

“Besok satu kelas akan mengetahui itu semua. Bersabarlah untuk ledekan yang aneh-aneh, Jae Mee.” Kata Ha Neul sambil memamerkan senyum isengnya.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Suasana pagi ini berbeda bagi Kiseop dan Jae Mee. Mereka masing-masing mempersiapkan diri masing-masing untuk pergi ke kelas. Kibum sampai terheran-heran. Tapi dalam 5 menit dia sudah bisa menebak jika Jae Mee sudah berhasil di dapatkan oleh temannya itu. Kibum juga sudah mempersiapkan 1000 cara untuk meledek Kiseop di kelas pagi ini.

Saat kelas di mulai, Kiseop terus memperhatikan Jae Mee. Matanya tak bisa lepas dari gadis yang sekarang sudah resmi menjadi pacarnya itu. Soo Hee yang tidak mengetahui apa-apa terheran-heran kenapa hari ini Kiseop terlihat sangat senang dan bisa dibilang, terlalu bahagia.

“HEI TEMAN TEMAN ! APAKAH KALIAN TAHU BAHWA DI KELAS KITA ADA SEPASANG KEKASIH BARU??” Suara dari pojok kelas terdengar. Jelas, suara Kim Ki Bum. Jae Mee terlihat sebal dan menginjak kaki Kibum yang menyebalkan itu.

“Apa salahku? LEE KI SEOP, PACARMU MENGINJAK KAKIKU! TIDAK BISAKAH KAU MENGAJARI PACARMU UNTUK BERLAKU LEBIH BAIK?” teriak Kibum. Dan seluruh kelas itu tertawa terbahak-bahak.

“Wew!! Selamat yaa!! Udah jadian berapa lama tuh??” Tanya Eli sambil nyengir lebar. “Kira-kira 11 jam??” Jawab Ha Neul sambil tertawa.

“Sudahlah.. Kasian Jae Mee..” Kata Kiseop membela Jae Mee. “Cie-cie!! Di bela euy!!” Sahut Eli.

“Sudah cukup!! Kalian ini, tak ada hari tanpa membuat kekacauan bukan??” Omel Bu Hyun Ae, dan kelas menjadi hening kembali. Walaupun muka Jae Mee dan Kiseop merah padam dan muka teman-teman mereka di hiasi senyum jail.

(Pulang sekolah)

“Bagaimana denganku??” Tanya Dongho memelas pada Ha Neul. “Kau maunya kapan??” Tanya Ha Neul singkat.

“Secepatnya..”

“Malam ini??”

“Tak secepat itu!!”

“Jadi kau maunya kapan??” Tanya Ha Neul tak sabar. “Hmm.. Kalau begitu besok, sepulang sekolah..” Jawab Dongho.

“Kau akan melakukannya dengan caraku??” Tanya Ha Neul, “Kau hanya mengatakan kalau aku harus biasa-biasa saja, kalau Soo Jin memang suka padaku. Ia akan menerima aku apa adanya kan??”

Ha Neul mengangguk, “Ya kalau begitu, Good luck!! Akan ku ajak Soo Jin di ruang kelas besok sepulang sekolah ya..”

“Tapi cek dulu ada orang apa tidak..”

“Tak penting, kalau kau di tolak ataupun di terima, berita pasti akan menyebar..” Kata Ha Neul sambil pergi meninggalkan Dongho.

“Tapi aku malu kalau di lihat banyak orang!!” Kata Dongho. Ha Neul menoleh, “Memangnya kau punya rasa malu??”  Katanya sambil nyengir, lalu pergi.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

“Bagaimana tampangku??” Tanya Dongho pada Ha Neul saat pulang sekolah keesokan harinya.

“Mukamu jelek seperti biasanya, baju ga rapi, mukamu jelek dan rambutmu berantakan..” Kata Ha Neul sambil melirik Dongho.

“Kau mengatakan mukaku jelek 2 kali..”

“Memang itu kenyataannya..” Kata Ha Neul, Dongho tak membalas. Ia sedang gugup karena sebentar lagi momen yang menentukan hidupnya akan tiba.

“Apa kau yakin tak akan ada teman kita yang akan datang kesini??” Tanya Dongho cemas, Ha Neul membuka catatannya.

“Tenang saja.. Jae Mee Kiseop sedang kencan. Young Mee dan Kibum sepertinya sedang membuat kekacauan di perpustakaan yang di tonton oleh Soo Hee, Ae Ja, Xander, Eli dan Soo Hyun. Kevin sedang sakit di UKS. Mee Rae sedang berlatih piano..” Jelas Ha Neul.

“Akan ku panggil dia. Kau disini aja..” Kata Ha Neul lagi sambil meninggalkan ruang kelas X-2 kosong itu.

(Perpustakaan)

“Apakah Soo Jin ada disini??” Tanya Ha Neul pada Soo Hyun, satu-satunya orang yang melihat kekacauan dari jauh saja.

“Soo Jin?? Ia tadi pergi ke taman sepertinya..”

“Oh, okay deh. Thanks ya!!” Kata Ha Neul, mulai berjalan menuju taman. “Ha Neul…” Panggil Soo Hyun lagi.

Ha Neul menoleh, “Ya??”

Soo Hyun menatap gadis di depannya itu, lalu tersenyum. “Tak apa-apa.. Semoga berhasil mencomblangkan Dongho dengan Soo Jin..”

Ha Neul cengo, “Darimana kau tau??”

Soo Hyun hanya tersenyum, “Insting?? Mungkin Instingku tak sebagus dirimu. Tapi lumayan looh..” Katanya

Ha Neul tertawa kecil, “Aku pergi dulu..” Katanya, kemudian berlari kecil menuju taman.

“Sedang apa kau??” Sapa Eli pada Soo Hyun, “Tak sedang apa-apa..” Jawab Soo Hyun. “Apa yang sedang di lakukan oleh Kibum dan Young Mee??” Tanya Soo Hyun lagi.

“Mereka mendorong buku-buku sampai jatuh. Dengan pura-pura memasukan buku dan mendorongnya karena tak muat. Buku-buku di rak belakangnya pun berjatuhan semua..”

“Hahahaha.. Dasar mereka..”

(Taman)

“Soo Jiin!!” Panggil Ha Neul, sebelumnya ia malah bertemu Jae Mee dan Kiseop yang asyik pacaran. Sekarang ia sedang berlari ke arah yang di tunjuk Jae Mee.

Ha Neul menemukan Soo Jin sedang duduk di salah satu kursi taman sambil membaca buku.

“Soo Jin!! Ayo temani aku sebentar!!” Kata Ha Neul sambil menarik Soo Jin berdiri dan segera berlari menuju kelas tempat Dongho menunggu.

“Ada apa ini Ha Neul??” Protes Soo Jin. “Sudah.. Ikut saja..”

Sesampainya mereka di depan kelas, Ha Neul mendorong Soo Jin masuk ke dalam kelas.

“Hey Ha Neul!!” Protes Soo Jin lagi, tapi Ha Neul telah menutup pintu kelas.

Soo Jin menghela nafas, “Soo Jin..” Panggil Dongho.

“Eh, Kau juga di kurung Ha Neul ya??” Kata Soo Jin. Dongho menggeleng.

“Soo Jin.. Aku.. Aku suka padamu… Mau kah kamu menjadi pacarku??”

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-TBC:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-

Made by : Liz & Mei
Take out with full credits please~ ^^

0 komentar:

Posting Komentar