Title : HIGHSCHOOL
Chapter : 3
Characters :
- U-KISS’ member
- Ara as Park Jae Mee
- Cynthia as Park Ha Neul
- Mei as Park Soo Jin
- Naomi as Kim Soo Hee
- Icha as Han Young Mee
- Grace as Hwang Mee Rae
- Caeli as Lee Ae Ja
- Nadine as Bu Hyun Ae
- And other K-pop artist
Rating : T
Disclaimer : I WISH U-KISS mine, but they’re not T,T
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Ha Neul dan Mee Rae tiba
di ruang pertemuan mereka di asrama. Disana Soo Hee, Young Mee, dan Ae Ja sedang
duduk sambil mengobrol. Kehadiran Ha Neul dan Mae Rae secara tiba-tiba membuat
mereka kaget.
“Astaga! Kalian kenapa?
Kok lari-lari gitu?” kata Soo Hee sambil menatap miris kedua temannya yang
terlihat lelah dan penuh keringat itu.
“i…itu… Jae… Mee… dan Ki…
Seop…” jawab Mee Rae dan Ha Neul berkata serempak sambil masih mengatur nafas
mereka yang tersendat-sendat itu.
“Mereka kenapa ? kenapa ?”
tanya Young Mee terlihat sangat tertarik. Dan tindakannya di ikuti oleh ketiga
temannya yang lain.
“Mereka… sedang…
berdua..an di taman…” kata Ha Neul mencoba mengatur nafasnya sebisa mungkin.
“HAH?! Apa yang mereka
lakukan disana ?” kata ketiga gadis yang duduk itu serempak.
“Entah… sepertinya… Jae
Mee memperhatikan… Kiseop yang… sedang memotret..” Jelas Mee Rae yang sudah
mulai bisa mengatur nafasnya.
“Astaga! Mereka-“ belom
selesai Ae Ja berbicara, mulutnya sudah di tutup oleh Young Mee karena dia
melihat Jae Mee datang dari kejauhan.
“Hai teman-teman!” Suara
Jae Mee terdengar sangat riang dan senyum merekah wajahnya.
“Jae Mee, kau terlihat
senang, ada apa?” Tanya Young Mee yang mulai mengintrogasi Jae Mee dengan suara
jailnya.
“Ah, memangnya aku tampak
senang? Sepertinya biasa saja.” Kata Jae Mee mencoba menutupi kesenangannya. Kelima
temannya menatap satu sama lain. Sepertinya akan susah untuk mencari informasi
melalui Jae Mee, jadi mereka tidak ada pilihan lain… bekerjasama dengan pihak
murid laki-laki.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Kiseop berjalan sambil
tersenyum dan tidak melihat jalan. Dia sibuk bermain dengan pikirannya sendiri.
Sampai ia pun menabrak Bu Hyun Ae.
“Hei kau! Lee Ki Seop !!”
Teriak sang bu guru, tatapan membunuhnya membuat Kiseop berhenti bernafas
sejenak.
“Maafkan aku, Bu Hyun Ae..”
Kiseop menunduk sambil membantu Bu Hyun Ae membereskan buku-bukunya yang
berjatuhan.
Kiseop kembali berjalan
menuju ‘tempat rapat’ anak laki-laki. Dimana lagi kalo bukan di lapangan
basket. Tetapi di tengah jalan dia ‘bertemu’ dengan Kibum. Lebih tepatnya
menabrak.
“Aduh, nabrak lagi.” Gumam
Ki Seop pada dirinya sendiri.
“Lee Ki Seop!! Dimana kau
taruh matamu? Kurang besarkah aku sehingga kau menabrakku?” Omel Kibum terlihat
sangat terganggu atas tabrakan tadi.
“Maafkan aku, Kibum..” Pinta
Kiseop dengan senyumnya sambil memeganggi tangannya yang sakit karena tabrakan
yang kedua kali ini.
“Biar kutebak, Kiseop.
Pasti ada sesuatu. Apa yang kau lakukan tadi??” Kata Kibum, senyum jail mulai
tampak di wajahnya.
“Ah tak ada apa-apa kok.
Ayo kita ke lapangan basket~” Kata Kiseop yang kemudian pergi meninggalkan
Kibum yang penasaran.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Keenam gadis memulai rapat
mereka di taman belakang, sehingga jauh dari Jae Mee. Ae Ja dan Young Mee sudah
memanggil anak laki-laki untuk bergabung di rapat kecil-kecilan mereka ini.
Tetapi anak laki-laki itu tak kunjung datang.
“Hmm... teman-teman... aku
harus… ke perpustakaan sekarang...” kata Soo Jin, ia terlihat cemas sambil
terus melihat ke arah jam tangannya.
“Apa yang kau harus lakukan
di sana? Sepertinya ini bukan jadwalmu untuk menjaga perpustakaan, Soo Jin..” Tanya
Soo Hee, heran akan kelakuan temannya ini.
“Hmm… aku mau…
mengerjakan… karya ilmiah untuk besok..” Jawab Soo Jin yang terus melirik jam
tangannya.
“Kau belom mengerjakannya?
Ya sudah, kerjakan sana..” Kata Ha Neul membolehkan Soo Jin pergi. Soo Jin
tersenyum lalu pergi.
“Aneh, tak biasanya Soo
Jin menunda pekerjaan.” Soo Hee tampak sangat heran dan bingung.
“Sepertinya kita menemukan
misteri baru teman-teman.” Young Mee terseyum nakal. Instingnya memang tajam.
Setelah itu lima murid
laki-laki datang. Tanpa Kiseop tentunya. Dan tanpa Dongho.
“Mana Dongho?” Ae Ja
menatap heran gerombolan anak-anak itu.
“Katanya dia mau ke
perpustakaan mengerjakan karya ilmiahnya.” Kata Eli santai sambil memainkan
bola basket.
“Apa? Karya ilmiah?” Tanya
Young Mee, mencoba meyakinkan apa yang dia dengar.
“Ia, memang kenapa? Ada
yang salah dengan karya ilmiah?” Tanya Kevin heran.
“Bukan, bukan begitu.
Kemana tadi Soo Jin pergi teman-teman?” Tanya Young Mee sambil menatap keempat
temannya.
“Ke perpustakaan
mengerjakan karya ilmiah.” Jawab Mee Rae.
“Apakah kalian tidak
merasakan sesuatu yang aneh terjadi?” Kata Young Mee mencoba memancing
teman-temannya itu.
“Tunggu, Soo Jin ke
perpustakaan, Dongho ke perpustakaan…” Kata Xander yang sudah mulai mencerna
kata-kata Young Mee.
“Soo Jin membuat karya
ilmiah, Dongho juga membuat karya ilmiah…” Kata Soo Hyun melanjutkan
kesimpulan.
“JADI MEREKA BERDUAAN DI
PERPUSTAKAAN?” Teriak Kibum mengagetkan semua orang disana dengan suaranya yang
cukup membuat kuping sakit.
“Ga usah teriak juga kali,
Bum” Omel Xander yang merasa terganggu dengan teriakan ‘super’ dari Kibum.
“Hehe. Maafkan aku.” Kata Kibum
tersenyum sambil mengaruk-garuk kepalanya.
“Sepertinya misteri kita
bertambah teman-teman” Kata SooHyun, muka Soohyun serentak berubah menjadi
serius dengan senyum nakal mulai mengembang di wajahnya.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
(di perpustakaan)
Dongho berjalan cepat,
setengah berlari menghampiri sesosok gadis yang sudah menunggunya di
perpustakaan, “Maafkan aku karena terlambat……” Pinta Dongho.
“Tidak apa-apa. Kita mulai
sekarang ya? Biar cepat selesai.” Ajak Soo Jin tersenyum lalu mulai membuka
bukunya.
“Eh, Soo Jin, kau belom
mengerjakannya juga?” Tanya Dongho yang tampak penasaran dan kaget.
“Belum, aku pikir jika aku
mengerjakannya duluan tanpamu, mungkin kau akan menconteknya, bukannya belajar.
Jadi aku putuskan untuk bekerja bersama.” Kata Soo Jin sambil tersenyum.
“Kau ini, aku masih tau
diri. Paling aku hanya mengintip sedikit hasil pekerjaanmu. Hahaha.” Lawak Dongho
sambil tersenyum nakal.
“Enak saja. Sudah, ayo
kerjakan.” Kata Soo Jin mulai menekuni bukunya.
Keadaan menjadi sepi
selama beberapa saat. Dongho mulai memberanikan diri membuka percakapan.
“Soo Jin…” kata Dongho
sambil menatap teman, sekaligus ‘gurunya’ itu.
“Kenapa Dongho?” Jawab Soo
Jin sambil tetap menekuni pekerjaannya tanpa menoleh sedikitpun ke arah Dongho.
“Kau betul-betul tidak
mengenalku? Kita kan dulu satu sekolah..” Kata Dongho. Soo Jin tertawa
mendengar pertanyaan Dongho itu.
“Tidak, melihatmu saja
tidak.” Jawab Soo Jin sambil menoleh, lalu kembali menekuni bukunya.
“Selama 3 tahun di SMP dan
kau tidak pernah melihatku sekalipun?? Keterlaluan..” Kata Dongho, meyakinkan
apa yang dia dengar sambil mengeleng-gelengkan kepalanya sambil terheran-heran.
“Kau melakukan apa
sehingga aku mesti mengenalmu?” kata Soo Jin sambil menutup bukunya dan mulai
melihat sesosok laki-laki di hadapannya itu.
“Mmm.. aku kan pemain
baseball sekolah, juga pemain drum sekolah. Kau tidak tahu itu?” jawab Dongho balas
bertanya sambil menatap Soo Jin.
“Apakah itu sesuatu yang
penting yang membuatku harus kenal denganmu? Kurasa tidak, Shin Dong Ho. Sudah
ayo kita lanjutkan.” Balas Soo Jin, dia lalu kembali membuka bukunya dan
menekuni pekerjaannya.
Dongho terheran-heran. Tak
biasanya seorang gadis tidak tertarik padanya. Soo Jin tidak terlihat tertarik
ataupun memperhatikan Dongho. Aku harus
bisa membuat Soo Jin perhatian padaku. Dongho berpikir dalam hati lalu
tersenyum.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Dongho melangkah memasuki
kamarnya dengan bahagia. Senyum mengembang di wajahnya. Di kamar itu hanya ada
Kiseop yang sedang memandang kameranya di tempat tidur. Senyum terus menghiasi
wajah Kiseop. Dongho penasaran melihatnya.
“Eh Kiseop..” Sapa Dongho
sambil mendekati tempat tidur Kiseop.
“Kenapa Dongho?” kata
Kiseop sambil bangkit dari tempat tidurnya dan mengatur posisi duduknya.
“Kau lagi jatuh cinta ya
?” Tanya Dongho sambil tersenyum nakal.
“Errr… kalo iya kenapa?
Kalo ga kenapa?” tantang Kiseop.
“Ya kalo iya, aku juga mau
menceritakan sesuatu rahasia padamu. Jadi kita saling tukar rahasia. Gimana?”
tawar Dongho. “Kedengarannya timbal balik
ini cukup adil..” Pikir Kiseop dalam hati.
“Baiklah… aku memang
sedang menyukai seseorang.” Jawab Kiseop sambil menunduk malu.
“Benarkah? Siapa gadis itu
Kiseop? Hmmm… biar kutebak, apakah itu Park Jae Mee? Ah pasti dia..” Tebak
Dongho dengan senyum nakalnya.
“Err… Iap.” Jawab Kiseop.
Wajahnya merah dan dia terlihat gugup.
“Aku sudah bisa
menebaknya.” Kata Dongho, bangga.
“Nah, sekarang giliranmu,
apa yang mau kau ceritakan. Cepatlah, sebelum Kibum datang.” Desak Kiseop.
“Aku juga menyukai
seseorang sepertinya…” jawab Dongho sambil menunduk malu.
“KAU SERIUS ??” teriak
Kiseop tanpa di sadari. Dongho segera menutup mulut temannya itu.
“Jangan teriak!! Nanti
semua orang tau! Kau ini!” omel Dongho.
“Maaf.. jadi siapa gadis
itu, Shin Dong Ho?” tanya Kiseop penasaran.
“Dia gadis yang manis,
lucu, dan pengertian.” Jawab Dongho sambil tersenyum sendiri.
“Tunggu sebentar, apakah
dia… PARK HA NEUL??” Tanya Kiseop.
“Ya!! Kau gila, Lee Ki
Seop??? Aku ga akan, dan ga mungkin suka sama nenek sihir nyebelin, bawel,
rese, dan galak itu! Kau tahu?! ” Omel Dongho sambil memukul lengan Kiseop.
“Kukira kau suka
dengannya… habis kalian berdua ngga bisa akur, walaupun sedetik aja.” Jawab
Kiseop sambil menahan suara cekikikan yang akan segera meledak menjadi suara
tawa.
“Aish, itu tak mungkin ,
aku membencinya dengan sepenuh jiwa dan ragaku. Tanpa kecuali. Ingat itu.” Kata
Dongho memperingatkan Kiseop.
“Jadi siapa gadis itu?
Berhentilah membuatku penasaran dan segera katakan namanya, Shin Dong Ho.” Desak
Kiseop agar Dongho mau memberi tahu siapa gadis yang ada di pikirannya saat
ini.
“Hmm.. coba kau tebak.
Yang jelas dia bukan Ha Neul!” kata Dongho.
“Soo Hee?? Young Mee?? Ae
Ja?? Mee Rae?? Soo Jin??” Tanya Kiseop. Dongho hanya tersenyum penuh arti
sambil membisikan sesuatu di ke kuping Kiseop.
“Gadis itu adalah… Park
Soo Jin…” bisik Dongho.
“Dia yang duduk sama Eli
kan? Kau serius? Dia tampak alim gitu..” Tanya Kiseop untuk meyakinkan apa yang
dia dengar.
“Ia. Ada yang salah
dengannya?” Tanya Dongho penasaran.
“Tidak, tapi ya,
sepertinya dia bukan tipemu. Dia anak yang pendiam, rajin, pintar, sementara
kau…” Kata Kiseop sambil menatap Dongho.
“Ya ya ya, aku bandel,
cerewet, dan malas…” balas Dongho mengakui sambil men ‘deathglare’ Kiseop.
“Aku tak mengatakan itu,
Shin Dong Ho. Hey aku dengar Sabtu ini kita di beri hari bebas untuk keluar.
Kau ada rencana?” Tanya Kiseop.
“Hari bebas? Hmm.. aku
punya rencana…” kata Dongho, lalu dia membisikkan sesuatu kepada Kiseop.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
“Di hari sabtu?” Tanya Jae
Mee pada Kiseop.
“Ia, kau mau kan?” jawab
Kiseop.
“hmm… akan kupikirkan.”
Kata Jae Mee.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
“Kau serius?” Kata Soo Jin
dengan raut wajah yang kaget.
“Ia, kau mau atau tidak,
kalau tidak akan ku ajak wanita lain untuk pergi denganku..” Jawab Dongho
santai.
“aku tak tau, beri aku
waktu untuk memikirkannya.” Jawab Soo Jin, lalu dia pun pergi.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
“Dia belom berkata ia
padaku, Dongho.” Kata Kiseop sambil memainkan salah satu bantalnya.
“dia juga belom berkata ia
padaku.. Kita senasib..” Jawab Dongho.
“Aku tak mau di nasibkan
bersamamu..”
Sebelum Dongho sempat
menjawab perkataan Kiseop, tiba-tiba pintu kamar terbuka. Kibum masuk ke kamar
sambil tersenyum jail. Dongho dan Kiseop langsung berubah. Mereka pura-pura
sibuk akan pekerjaannya masing-masing, Kiseop sibuk memperhatikan kameranya,
sedangkan Dongho sibuk membaca buku.
“Sepertinya tadi aku
mendengar percakapan di antara kalian berdua…” kata Kibum sambil mencoba
mengorek informasi.
“Memang tadi ia, sekarang
sih sudah tidak, ya kan Kiseop?” jawab Dongho tanpa memandang kedua temannya
itu.
“Ia.” Kata Kiseop singkat sambil
mengangguk pelan.
“Kalian pasti menyembunyikan
sesuatu dariku… Lihat saja aku akan mencari tahu…” kata Kibum sambil memandang
kedua temannya itu satu per satu dengan pandangan iseng.
“Ya ya kita liat saja
nanti, Kibum.” Kata Dongho sambil menoleh ke arah Kibum dengan senyum yang tak
kalah nakalnya.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:
Soo Jin duduk di taman
belakang sekolah. Dia sibuk memikirkan jawabannya. “Ia, tidak, ia, tidak, ia, tidak. Apa yang harus kukatakan pada Dongho?”
Pikirnya. Soo Jin terdiam, dia merasakan sesuatu yang berbeda kali
ini. “Astaga, apakah aku… ah tidak! Itu
tidak boleh terjadi!” Pikirnya gadis itu, diam tanpa suara. Dia sibuk
berpikir keras, dia ingin, tetapi, apakah itu mungkin?
“Soo Jin…” suara Jae Mee
mengagetkannya.
“eh? Oh hai Jae Mee.”
Jawab Soo Jin sambil tersenyum ketika ia melihat Jae Mee yang berjalan
mendekatinya.
“Kau kenapa?” Tanya Jae
Mee, melihat ekspresi Soo Jin yang ‘aneh’ itu.
“Ah.. tidak, aku hanya…
memikirkan sesuatu.” Jawab Soo Jin dengan volume suara yang di kecilkan.
“Memikirkan sesuatu? Sama
sepertiku.” Kata Jae Mee sambil duduk di sebelah Soo Jin.
“Apa yang kau pikirkan?”
Tanya Soo Jin penasaran.
“Seseorang mengajakku
pergi hari Sabtu ini…” Jawab Jae Mee sambil menunduk.
“Benarkah? Aku juga
memikirkan hal itu.” Bisik Soo Jin pada Jae Mee.
“Siapa yang mengajakmu?”
Tanya Jae Mee penasaran.
“Hmm.. Dongho… “ kata Soo
Jin sambil menunduk.
“Anak itu? Astaga Soo Jin!
Kau tidak bercanda kan?” Tanya Jae Mee. Soo Jin menggeleng pelan.
“Siapa yang mengajakmu
pergi, Jae Mee?” Kata Soo Jin sambil menatap Jae Mee.
“Lee Ki Seop.” Jawab Jae
Mee singkat, mukanya merah merona.
“Kau sudah menjawabnya?”
Tanya Soo Jin pada Jae Mee.
“Belom.. Aku minta waktu
untuk berpikir. Bagaimana denganmu?” Kata Jae Mee.
“Sama seperti mu.. Aku
bingung akan menjawab apa, jujur baru kali ini aku di ajak seorang laki-laki.” Kata
Soo Jin sambil menunduk.
“Aku harus menjawabnya
malam ini…” kata Jae Mee.
“Kupikir aku juga. Aku tak
enak mendiamkannya terlalu lama.” Balas Soo Jin.
“Jadi kau akan mengatakan
iya?” Tanya Jae Mee pada Soo Jin. Gadis itu mengangguk pelan.
“Bagaimana denganmu?” balas
Soo Jin.
“Aku juga akan mengatakan
iya.” Jawab Jae Mee sambil tersenyum.
Sambil mengobrol pelan
tentang apa yang akan mereka pakai dan apa yang akan mereka bicarakan, kedua
gadis itu berjalan bersama balik ke asrama mereka dengan hati berdebar-debar.
:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-TBC:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-
Made by : Liz & Mei
Take out with full credits please~ ^^

0 komentar:
Posting Komentar