Jumat, 04 Mei 2012

Highschool chapter 3


Title                : HIGHSCHOOL
Chapter          : 3
Characters     :
- U-KISS’ member
- Ara as Park Jae Mee
- Cynthia as Park Ha Neul
- Mei as Park Soo Jin
- Naomi as Kim Soo Hee
- Icha as Han Young Mee
- Grace as Hwang Mee Rae
- Caeli as Lee Ae Ja
- Nadine as Bu Hyun Ae
- And other K-pop artist
Rating : T
Disclaimer      : I WISH U-KISS mine, but they’re not T,T

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Ha Neul dan Mee Rae tiba di ruang pertemuan mereka di asrama. Disana Soo Hee, Young Mee, dan Ae Ja sedang duduk sambil mengobrol. Kehadiran Ha Neul dan Mae Rae secara tiba-tiba membuat mereka kaget.

“Astaga! Kalian kenapa? Kok lari-lari gitu?” kata Soo Hee sambil menatap miris kedua temannya yang terlihat lelah dan penuh keringat itu.

“i…itu… Jae… Mee… dan Ki… Seop…” jawab Mee Rae dan Ha Neul berkata serempak sambil masih mengatur nafas mereka yang tersendat-sendat itu.

“Mereka kenapa ? kenapa ?” tanya Young Mee terlihat sangat tertarik. Dan tindakannya di ikuti oleh ketiga temannya yang lain.

“Mereka… sedang… berdua..an di taman…” kata Ha Neul mencoba mengatur nafasnya sebisa mungkin.

“HAH?! Apa yang mereka lakukan disana ?” kata ketiga gadis yang duduk itu serempak.

“Entah… sepertinya… Jae Mee memperhatikan… Kiseop yang… sedang memotret..” Jelas Mee Rae yang sudah mulai bisa mengatur nafasnya.

“Astaga! Mereka-“ belom selesai Ae Ja berbicara, mulutnya sudah di tutup oleh Young Mee karena dia melihat Jae Mee datang dari kejauhan.

“Hai teman-teman!” Suara Jae Mee terdengar sangat riang dan senyum merekah wajahnya.

“Jae Mee, kau terlihat senang, ada apa?” Tanya Young Mee yang mulai mengintrogasi Jae Mee dengan suara jailnya.

“Ah, memangnya aku tampak senang? Sepertinya biasa saja.” Kata Jae Mee mencoba menutupi kesenangannya. Kelima temannya menatap satu sama lain. Sepertinya akan susah untuk mencari informasi melalui Jae Mee, jadi mereka tidak ada pilihan lain… bekerjasama dengan pihak murid laki-laki.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Kiseop berjalan sambil tersenyum dan tidak melihat jalan. Dia sibuk bermain dengan pikirannya sendiri. Sampai ia pun menabrak Bu Hyun Ae.

“Hei kau! Lee Ki Seop !!” Teriak sang bu guru, tatapan membunuhnya membuat Kiseop berhenti bernafas sejenak.

“Maafkan aku, Bu Hyun Ae..” Kiseop menunduk sambil membantu Bu Hyun Ae membereskan buku-bukunya yang berjatuhan.

Kiseop kembali berjalan menuju ‘tempat rapat’ anak laki-laki. Dimana lagi kalo bukan di lapangan basket. Tetapi di tengah jalan dia ‘bertemu’ dengan Kibum. Lebih tepatnya menabrak.

“Aduh, nabrak lagi.” Gumam Ki Seop pada dirinya sendiri.

“Lee Ki Seop!! Dimana kau taruh matamu? Kurang besarkah aku sehingga kau menabrakku?” Omel Kibum terlihat sangat terganggu atas tabrakan tadi.

“Maafkan aku, Kibum..” Pinta Kiseop dengan senyumnya sambil memeganggi tangannya yang sakit karena tabrakan yang kedua kali ini.

“Biar kutebak, Kiseop. Pasti ada sesuatu. Apa yang kau lakukan tadi??” Kata Kibum, senyum jail mulai tampak di wajahnya.

“Ah tak ada apa-apa kok. Ayo kita ke lapangan basket~” Kata Kiseop yang kemudian pergi meninggalkan Kibum yang penasaran.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Keenam gadis memulai rapat mereka di taman belakang, sehingga jauh dari Jae Mee. Ae Ja dan Young Mee sudah memanggil anak laki-laki untuk bergabung di rapat kecil-kecilan mereka ini. Tetapi anak laki-laki itu tak kunjung datang.

“Hmm... teman-teman... aku harus… ke perpustakaan sekarang...” kata Soo Jin, ia terlihat cemas sambil terus melihat ke arah jam tangannya.

“Apa yang kau harus lakukan di sana? Sepertinya ini bukan jadwalmu untuk menjaga perpustakaan, Soo Jin..” Tanya Soo Hee, heran akan kelakuan temannya ini.

“Hmm… aku mau… mengerjakan… karya ilmiah untuk besok..” Jawab Soo Jin yang terus melirik jam tangannya.

“Kau belom mengerjakannya? Ya sudah, kerjakan sana..” Kata Ha Neul membolehkan Soo Jin pergi. Soo Jin tersenyum lalu pergi.

“Aneh, tak biasanya Soo Jin menunda pekerjaan.” Soo Hee tampak sangat heran dan bingung.

“Sepertinya kita menemukan misteri baru teman-teman.” Young Mee terseyum nakal. Instingnya memang tajam.

Setelah itu lima murid laki-laki datang. Tanpa Kiseop tentunya. Dan tanpa Dongho.

“Mana Dongho?” Ae Ja menatap heran gerombolan anak-anak itu.

“Katanya dia mau ke perpustakaan mengerjakan karya ilmiahnya.” Kata Eli santai sambil memainkan bola basket.

“Apa? Karya ilmiah?” Tanya Young Mee, mencoba meyakinkan apa yang dia dengar.

“Ia, memang kenapa? Ada yang salah dengan karya ilmiah?” Tanya Kevin heran.

“Bukan, bukan begitu. Kemana tadi Soo Jin pergi teman-teman?” Tanya Young Mee sambil menatap keempat temannya.

“Ke perpustakaan mengerjakan karya ilmiah.” Jawab Mee Rae.

“Apakah kalian tidak merasakan sesuatu yang aneh terjadi?” Kata Young Mee mencoba memancing teman-temannya itu.

“Tunggu, Soo Jin ke perpustakaan, Dongho ke perpustakaan…” Kata Xander yang sudah mulai mencerna kata-kata Young Mee.

“Soo Jin membuat karya ilmiah, Dongho juga membuat karya ilmiah…” Kata Soo Hyun melanjutkan kesimpulan.

“JADI MEREKA BERDUAAN DI PERPUSTAKAAN?” Teriak Kibum mengagetkan semua orang disana dengan suaranya yang cukup membuat kuping sakit.

“Ga usah teriak juga kali, Bum” Omel Xander yang merasa terganggu dengan teriakan ‘super’ dari Kibum.

“Hehe. Maafkan aku.” Kata Kibum tersenyum sambil mengaruk-garuk kepalanya.

“Sepertinya misteri kita bertambah teman-teman” Kata SooHyun, muka Soohyun serentak berubah menjadi serius dengan senyum nakal mulai mengembang di wajahnya.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

(di perpustakaan)

Dongho berjalan cepat, setengah berlari menghampiri sesosok gadis yang sudah menunggunya di perpustakaan, “Maafkan aku karena terlambat……” Pinta Dongho.

“Tidak apa-apa. Kita mulai sekarang ya? Biar cepat selesai.” Ajak Soo Jin tersenyum lalu mulai membuka bukunya.

“Eh, Soo Jin, kau belom mengerjakannya juga?” Tanya Dongho yang tampak penasaran dan kaget.

“Belum, aku pikir jika aku mengerjakannya duluan tanpamu, mungkin kau akan menconteknya, bukannya belajar. Jadi aku putuskan untuk bekerja bersama.” Kata Soo Jin sambil tersenyum.

“Kau ini, aku masih tau diri. Paling aku hanya mengintip sedikit hasil pekerjaanmu. Hahaha.” Lawak Dongho sambil tersenyum nakal.

“Enak saja. Sudah, ayo kerjakan.” Kata Soo Jin mulai menekuni bukunya.

Keadaan menjadi sepi selama beberapa saat. Dongho mulai memberanikan diri membuka percakapan.

“Soo Jin…” kata Dongho sambil menatap teman, sekaligus ‘gurunya’ itu.

“Kenapa Dongho?” Jawab Soo Jin sambil tetap menekuni pekerjaannya tanpa menoleh sedikitpun ke arah Dongho.

“Kau betul-betul tidak mengenalku? Kita kan dulu satu sekolah..” Kata Dongho. Soo Jin tertawa mendengar pertanyaan Dongho itu.

“Tidak, melihatmu saja tidak.” Jawab Soo Jin sambil menoleh, lalu kembali menekuni bukunya.

“Selama 3 tahun di SMP dan kau tidak pernah melihatku sekalipun?? Keterlaluan..” Kata Dongho, meyakinkan apa yang dia dengar sambil mengeleng-gelengkan kepalanya sambil terheran-heran.

“Kau melakukan apa sehingga aku mesti mengenalmu?” kata Soo Jin sambil menutup bukunya dan mulai melihat sesosok laki-laki di hadapannya itu.

“Mmm.. aku kan pemain baseball sekolah, juga pemain drum sekolah. Kau tidak tahu itu?” jawab Dongho balas bertanya sambil menatap Soo Jin.

“Apakah itu sesuatu yang penting yang membuatku harus kenal denganmu? Kurasa tidak, Shin Dong Ho. Sudah ayo kita lanjutkan.” Balas Soo Jin, dia lalu kembali membuka bukunya dan menekuni pekerjaannya.

Dongho terheran-heran. Tak biasanya seorang gadis tidak tertarik padanya. Soo Jin tidak terlihat tertarik ataupun memperhatikan Dongho. Aku harus bisa membuat Soo Jin perhatian padaku. Dongho berpikir dalam hati lalu tersenyum.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Dongho melangkah memasuki kamarnya dengan bahagia. Senyum mengembang di wajahnya. Di kamar itu hanya ada Kiseop yang sedang memandang kameranya di tempat tidur. Senyum terus menghiasi wajah Kiseop. Dongho penasaran melihatnya.

“Eh Kiseop..” Sapa Dongho sambil mendekati tempat tidur Kiseop.

“Kenapa Dongho?” kata Kiseop sambil bangkit dari tempat tidurnya dan mengatur posisi duduknya.

“Kau lagi jatuh cinta ya ?” Tanya Dongho sambil tersenyum nakal.

“Errr… kalo iya kenapa? Kalo ga kenapa?” tantang Kiseop.

“Ya kalo iya, aku juga mau menceritakan sesuatu rahasia padamu. Jadi kita saling tukar rahasia. Gimana?” tawar Dongho. “Kedengarannya timbal balik ini cukup adil..” Pikir Kiseop dalam hati.

“Baiklah… aku memang sedang menyukai seseorang.” Jawab Kiseop sambil menunduk malu.

“Benarkah? Siapa gadis itu Kiseop? Hmmm… biar kutebak, apakah itu Park Jae Mee? Ah pasti dia..” Tebak Dongho dengan senyum nakalnya.

“Err… Iap.” Jawab Kiseop. Wajahnya merah dan dia terlihat gugup.

“Aku sudah bisa menebaknya.” Kata Dongho, bangga.

“Nah, sekarang giliranmu, apa yang mau kau ceritakan. Cepatlah, sebelum Kibum datang.” Desak Kiseop.

“Aku juga menyukai seseorang sepertinya…” jawab Dongho sambil menunduk malu.

“KAU SERIUS ??” teriak Kiseop tanpa di sadari. Dongho segera menutup mulut temannya itu.

“Jangan teriak!! Nanti semua orang tau! Kau ini!” omel Dongho.

“Maaf.. jadi siapa gadis itu, Shin Dong Ho?” tanya Kiseop penasaran.

“Dia gadis yang manis, lucu, dan pengertian.” Jawab Dongho sambil tersenyum sendiri.

“Tunggu sebentar, apakah dia… PARK HA NEUL??” Tanya Kiseop.

“Ya!! Kau gila, Lee Ki Seop??? Aku ga akan, dan ga mungkin suka sama nenek sihir nyebelin, bawel, rese, dan galak itu! Kau tahu?! ” Omel Dongho sambil memukul lengan Kiseop.

“Kukira kau suka dengannya… habis kalian berdua ngga bisa akur, walaupun sedetik aja.” Jawab Kiseop sambil menahan suara cekikikan yang akan segera meledak menjadi suara tawa.

“Aish, itu tak mungkin , aku membencinya dengan sepenuh jiwa dan ragaku. Tanpa kecuali. Ingat itu.” Kata Dongho memperingatkan Kiseop.

“Jadi siapa gadis itu? Berhentilah membuatku penasaran dan segera katakan namanya, Shin Dong Ho.” Desak Kiseop agar Dongho mau memberi tahu siapa gadis yang ada di pikirannya saat ini.

“Hmm.. coba kau tebak. Yang jelas dia bukan Ha Neul!” kata Dongho.

“Soo Hee?? Young Mee?? Ae Ja?? Mee Rae?? Soo Jin??” Tanya Kiseop. Dongho hanya tersenyum penuh arti sambil membisikan sesuatu di ke kuping Kiseop.

“Gadis itu adalah… Park Soo Jin…” bisik Dongho.

“Dia yang duduk sama Eli kan? Kau serius? Dia tampak alim gitu..” Tanya Kiseop untuk meyakinkan apa yang dia dengar.

“Ia. Ada yang salah dengannya?” Tanya Dongho penasaran.

“Tidak, tapi ya, sepertinya dia bukan tipemu. Dia anak yang pendiam, rajin, pintar, sementara kau…” Kata Kiseop sambil menatap Dongho.

“Ya ya ya, aku bandel, cerewet, dan malas…” balas Dongho mengakui sambil men ‘deathglare’ Kiseop.

“Aku tak mengatakan itu, Shin Dong Ho. Hey aku dengar Sabtu ini kita di beri hari bebas untuk keluar. Kau ada rencana?” Tanya Kiseop.

“Hari bebas? Hmm.. aku punya rencana…” kata Dongho, lalu dia membisikkan sesuatu kepada Kiseop.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

“Di hari sabtu?” Tanya Jae Mee pada Kiseop.

“Ia, kau mau kan?” jawab Kiseop.

“hmm… akan kupikirkan.” Kata Jae Mee.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

“Kau serius?” Kata Soo Jin dengan raut wajah yang kaget.

“Ia, kau mau atau tidak, kalau tidak akan ku ajak wanita lain untuk pergi denganku..” Jawab Dongho santai.

“aku tak tau, beri aku waktu untuk memikirkannya.” Jawab Soo Jin, lalu dia pun pergi.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

“Dia belom berkata ia padaku, Dongho.” Kata Kiseop sambil memainkan salah satu bantalnya.

“dia juga belom berkata ia padaku.. Kita senasib..” Jawab Dongho.

“Aku tak mau di nasibkan bersamamu..”

Sebelum Dongho sempat menjawab perkataan Kiseop, tiba-tiba pintu kamar terbuka. Kibum masuk ke kamar sambil tersenyum jail. Dongho dan Kiseop langsung berubah. Mereka pura-pura sibuk akan pekerjaannya masing-masing, Kiseop sibuk memperhatikan kameranya, sedangkan Dongho sibuk membaca buku.

“Sepertinya tadi aku mendengar percakapan di antara kalian berdua…” kata Kibum sambil mencoba mengorek informasi.

“Memang tadi ia, sekarang sih sudah tidak, ya kan Kiseop?” jawab Dongho tanpa memandang kedua temannya itu.

“Ia.” Kata Kiseop singkat sambil mengangguk pelan.

“Kalian pasti menyembunyikan sesuatu dariku… Lihat saja aku akan mencari tahu…” kata Kibum sambil memandang kedua temannya itu satu per satu dengan pandangan iseng.

“Ya ya kita liat saja nanti, Kibum.” Kata Dongho sambil menoleh ke arah Kibum dengan senyum yang tak kalah nakalnya.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:

Soo Jin duduk di taman belakang sekolah. Dia sibuk memikirkan jawabannya. “Ia, tidak, ia, tidak, ia, tidak. Apa yang harus kukatakan pada Dongho?”  Pikirnya. Soo Jin terdiam, dia merasakan sesuatu yang berbeda kali ini. “Astaga, apakah aku… ah tidak! Itu tidak boleh terjadi!”  Pikirnya gadis itu, diam tanpa suara. Dia sibuk berpikir keras, dia ingin, tetapi, apakah itu mungkin?

“Soo Jin…” suara Jae Mee mengagetkannya.

“eh? Oh hai Jae Mee.” Jawab Soo Jin sambil tersenyum ketika ia melihat Jae Mee yang berjalan mendekatinya.

“Kau kenapa?” Tanya Jae Mee, melihat ekspresi Soo Jin yang ‘aneh’ itu.

“Ah.. tidak, aku hanya… memikirkan sesuatu.” Jawab Soo Jin dengan volume suara yang di kecilkan.

“Memikirkan sesuatu? Sama sepertiku.” Kata Jae Mee sambil duduk di sebelah Soo Jin.

“Apa yang kau pikirkan?” Tanya Soo Jin penasaran.

“Seseorang mengajakku pergi hari Sabtu ini…” Jawab Jae Mee sambil menunduk.

“Benarkah? Aku juga memikirkan hal itu.” Bisik Soo Jin pada Jae Mee.

“Siapa yang mengajakmu?” Tanya Jae Mee penasaran.

“Hmm.. Dongho… “ kata Soo Jin sambil menunduk.

“Anak itu? Astaga Soo Jin! Kau tidak bercanda kan?” Tanya Jae Mee. Soo Jin menggeleng pelan.

“Siapa yang mengajakmu pergi, Jae Mee?” Kata Soo Jin sambil menatap Jae Mee.

“Lee Ki Seop.” Jawab Jae Mee singkat, mukanya merah merona.

“Kau sudah menjawabnya?” Tanya Soo Jin pada Jae Mee.

“Belom.. Aku minta waktu untuk berpikir. Bagaimana denganmu?” Kata Jae Mee.

“Sama seperti mu.. Aku bingung akan menjawab apa, jujur baru kali ini aku di ajak seorang laki-laki.” Kata Soo Jin sambil menunduk.

“Aku harus menjawabnya malam ini…” kata Jae Mee.

“Kupikir aku juga. Aku tak enak mendiamkannya terlalu lama.” Balas Soo Jin.

“Jadi kau akan mengatakan iya?” Tanya Jae Mee pada Soo Jin. Gadis itu mengangguk pelan.
“Bagaimana denganmu?” balas Soo Jin.

“Aku juga akan mengatakan iya.” Jawab Jae Mee sambil tersenyum.

Sambil mengobrol pelan tentang apa yang akan mereka pakai dan apa yang akan mereka bicarakan, kedua gadis itu berjalan bersama balik ke asrama mereka dengan hati berdebar-debar.

:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-TBC:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-

Made by : Liz & Mei
Take out with full credits please~ ^^

0 komentar:

Posting Komentar